Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 124 Bunuh sang raksasa iblis bagian 3


__ADS_3

Manusia adalah mahluk yang lemah dan karena itulah mereka hidup berkelompok dan saling bergantung satu sama lainnya, dan jika ada sesuatu kesulitan terkadang salah satu dari mereka bisa berbuat hal yang aneh untuk dapat bertahan hidup. Lalu bagi sang raksasa iblis tampa nama tersebut manusia adalah mainan yang menyenangkan untuk ditonton, mereka sering tertawa dan kadang kala juga akan menangis lalu yang palin disenangi oleh sang raksasa iblis itu adalah ketika dia melihat manusia jatuh dalam keputus asaan.


Baginya manusia yang hancur dan jatuh kedalaan keputusasaan adalah tontonan yang paling menarik, itu semua karena ada beberapa dari mereka yang berbuat hal gila seperti meminta kekuatan padanya. Dan dia juga menyukai kalau manusia yang dia berikan kekuatan berbuat kehancuran dan membuat banyak manusia jatuh kedalam keputusasaan, karena perbuatannya tersebut sesosok perempuan yang dulunya adalah mainannya menjatuhkannya dan bahkan menyegel dirinya dengan cara mengorbankan jiwanya pada para dewa dan raja iblis.


Sang raksasa iblis tak percaya hanya karena satu orang manusia bisa membuat dirinya tersegel selama jutaan tahun dan bahkan dia juga kehilangan namanya karena perbuatan gadis tersebut, lalu sekarang ini dia lebih tidak percaya lagi dengan sesosok manusia yang dia anggap mainan sedang menginjak tubuhnya dan ingin membunuhnya. Rio yang sekarang ini sedang dirasuki oleh kekuatan dari Banaspati mulai tak terkendali, “Trriinggss…” Rio bahkan memanggil Banaspati untuk datang membantu dirinya.


“Hahahahah…. Kau kelihatannya sedang bersenang-senang, bolehkan kalau aku ikut bergabung juga” kata Banaspati yang datang.


“Burrnn… BUURRNNN….” Banaspati lalu masuk kedalam tangan kanan Rio dan cakaran apinya mulai menjadi lebih besar dari sebelumnya, cakar api milik Rio sangat besar dan sekarang ini bisa setara dengan besar kepalan tangan sang iblis raksasa tampa nama tersebut. “Trraaakksss….” Dengan satu kali letakan tangannya Rio langsung membakar kepala dari raksasa iblis tersebut, “Buurrnn…” api dari tangan kanan Rio mulai membakar kepala sang raksasa iblis tersebut.


“GAAAHHKKK... ROOAARRR….” Raksasa iblis tersebut lalu menjerit karena kesakitan, dan bahkan berusaha untuk melawan tetapi tangannya sama sekali tidak mau bergerak. Itu semua disebabkan karena racun dari Nagini yang membuat dirinya lumpuh, “Grraakk… Grraakkk…” para penonton yang mana adalah raja iblis dan para dewa menyaksikan kekejaman dari Rio tersebut dan mulai tertarik pada ujian kali ini.


Sementara itu sang bos dari aplikasi DS Game juga telah menaruh ketertarikan dirinya pada Rio, dia tersenyum disebuah ruangan gelap saat melihat Rio membakar habis kepala raksasa iblis tersebut.


“Heheheheh….. bakar-bakar-bakar habis semuanya” kata Rio yang mana sudah dikendalikan oleh kekuatan pemberian Banaspati, “Trraasskkk…” setelah membakar kepalanya Rio mencengkram kepala raksasa iblis itu sampai kepalanya hancur.


Ketika kepalanya hancur darah dari raksasa iblis tersebut hilang karena terbakar dan bahkan tulang-tulang tengkoraknya hancur berubah menjadi debu, sementara itu Rio yang masih merasa belum cukup untuk membakar mulai melihat kearah bagian tubuh raksasa iblis tersebut “Buussh… Crraasstt… Buurrn…” dia lalu melompat dan menusuk cakarnya ketubuh mati raksasa iblis tersebut. “Buurrn… Buurrn… Buurrn…” dengan apinya Rio berusaha untuk membakar habis tubuh dari raksasa iblis tersebut, “taak-taak-taak…” tidak lama kemudian Lita datang dan terkejut melihat perubahan dari Rio itu.


“Abang-abang… lagi ngapain” kata Lita yang melihat Rio sedang mengamuk.


“Jangan ganggu kau pergi saja sana” kata Rio yang berbicara pada Lita dengan kasarnya.

__ADS_1


“Ooohh… seperti itukah” kata Lita, “Trriinggss…” dia lalu mengambil smartphone miliknya untuk memanggil mahluk panggilannya. Lalu secara tiba-tiba hantu Pagebluk langsung muncul dibelakang Rio dan menodongkan sabitnya lehernya.


“Apa yang kau lakukan, apa kau mau melawanku” kata Rio yang mana matanya memerah bagaikan darah.


“Gak kok, Lita gak mau lawan abang cuman..” kata Lita sambil melihat tangan kanan dari Rio, “Srraasstt…” dengan cepat muncul satu lagi hantu Pagebluk dan memotong tangan kanan milik Rio.


“Gaaaahhkk…. “ Rio lalu merasa kesakitan karena tangan kananya terpotong tetapi disaat yang bersamaan kesadaran dan kendali tubuhnya mulai kembali lagi.


“Abang gak apa-apa…” kata Lita sambil melihat Rio dari jarak aga jauh.


“Yaah… terimakasih telah menyadarkanku, tetapi dek Lita bisa gak lain kali kau menyadarkan sedikit lebih lembut” kata Rio yang mana melihat tangan kanannya yang telah terpotong itu.


“Buurrnn…” dari tangan kanan Rio yang telah terpotong tersebut Banaspati lalu keluar dan menatap Lita dengan senyuman yang aneh.


“Haaah… aku rasa untuk sementara waktu tidak akan menggunakan kekuatannya” kata Rio, “Crraakk… Traakk… Krraakk…” Rio lalu menggunakan kekuatan Batara Kala untuk mengembalikan tangannya kekondisi semula.


“Buurrnn… Ssshh….” Lalu saat tangan Rio kembali seperti semula tato miliknya juga ikut kembali dan memanas seperti sebuah api yang membakar dari dalam, setelah itu tangan Rio kembali seperti semula hanya saja Rio semakin merasakan kalau kekuatan dari Banaspati semakin meningkat ketika dia menggunakan cakar api miliknya. Melihat hal itu Lita lalu mendekati Rio dengan tatapan yang berbinar dan memegang tangan kanannya itu, Rio yang tahu kalau Lita merasa khawatir dengannya langsung mengelus kepalanya tersebut.


“Wuuusshh… Wuuusshh…” Aji dan Gio langsung menghampiri mereka setelah terbang dari jauh, Aji pergi terlebih dahulu untuk menyelamatkan Gio yang terhempas oleh tiupan nafas raksasa iblis itu. Melihat Rio yang berada dalam kondisi lemah Gio langsung memiliki ide untuk mengakhiri kontraknya dengan Rio, dia lalu menyiapkan belati dipunggungnya dan perlahan-lahan mendekati Rio.


“Hei… kau mau ngapain” kata Jill yang secara tiba-tiba sudah berada dibelakang Gio.

__ADS_1


“G-gak… aku gak mau ngapa-ngapain kok” kata Gio yang mana merasakan aura yang mengancam dari diri Jill.


“Hei semuanya kalian gak apa-apakan” kata Jill yang langsung menghampiri Rio.


Melihat Jill muncul dibelakangnya Lita langsung memasang kuda-kuda untuk menyerang kearah Jill, melihat tindakan Lita yang lucu tersebut Jill langsung tersenyum sendiri karena melihat keimutan Lita tersebut.


“Hehhehe… tenang saja aku gak akan melakukan apapun kok” kata Jill yang dengan cepat mencubit pipi Lita yang manis tersebut.


“Kau sedang apa disini, tugasnya sudah selesai dan aku rasa kita akan segera dikembalikan” kata Rio.


“Yah karena itulah, boleh minta nomer kalian gak” kata Jill yang mengeluarkan smarphone miliknya.


“Terserah kau sajalah” kata Rio yang mana tidak memiliki kekuatan untuk melawan sikap Jill, “Ping-ping-ping…” dengan cepat mereka berdua langsung bertukar nomer lalu setelah itu “Trriinggss…” sebuah cahaya langsung menerangi mereka semua dan membawa mereka kembali kealam manusia.


“Sampai jumpa lagi” kata Jill yang langsung menghilang.


Sementara itu Rio yang mana telah berhasil membunuh sang raksasa iblis tampa nama tersebut dipindahkan kekantor Amon, disana Rio melihat Amon sedang duduk dengan wajah tersenyum dan mata yang penuh antusias. Melihat hal itu Rio langsung duduk disebuah kursi kosong disana, “Taakkss…” Amon yang mana bersikap sopan langsung memunculkan teh dengan satu jentikan jarinya.


“Jadi tuan Rio aku ucapkan selamat padamu karena telah menjadi peringkat pertama dalam ujian kali ini” kata Amon yang berdiri dari bangkunya.


“Sama-sama lalu apa hadiah yang aku dapatkan kali ini” kata Rio dengan wajah datar “Sruuppss…” sambil meminum teh yang telah disediakan.

__ADS_1


“Hohoho… kalau masalah itu kami telah menambahkan sebuah hadiah tambahkan karena masalah kali ini, tentu saja aku harap anda menyukai hadiah ini” kata Amon yang menyerahkan sebuah kota “Krraaks…” dan ketika Amon membuka kotak tersebut Rio melihat isinya dengan wajah yang penuh heran.


Bersambung…..


__ADS_2