
Thor dan juga Heracless yang mana sedang bertarung dialam besar dimensi es tersebut mengundang perhatian banyak mata untuk melihat, energy kekuatan mereka dengan besarnya keluar saat mereka bertarung. Karena itu juga Rio langsung mendatangi tempat tersebut, dan disana dia membawa Lita dan juga beberapa pengguna aplikasi bersama dirinya.
“Abang kayaknya pertarungannya sudah dimulai, kita apa harus ikut campur…??” tanya Lita.
“Tidak-tidak perlu, kita hanya melihat situasi yang terjadi saja, kalau mereka kalah maka akan kita bantu” kata Rio.
“Ok bang…” kata Lita, “Trringgs…” dengan aplikasi DS Game miliknya Lita memanggil puluhan hantu Pagebluk.
Dengan puluhan hantu Pagebluk tersebut Lita membuat para pengguna aplikasi menjadi tidak terlihat, para hantu Pagebluk tersebut memegang tubuh mereka dan membuat mereka menjadi tidak dapat dilihat didalam jubah para hantu Pagebluk tersebut. Dan disaat itu juga Reno memanggil Nymph dengan menggunakan artefak Lemegeton, “Srraahkk…” menggunakan tubuh air milik Nymph Rio dan juga Lita langsung menghilang ditempat itu, Rio menggunakan pembiasan cahaya untuk membuat kamuflase pada tubuh Nymph.
“Sekarang mari kita lihat apa yang sedang mereka lakukan” kata Rio yang mana berjalan kearah tempat pertarungan Thor dan juga Heracless.
Sementara itu “Bumsshk…” Heracless yang mana sedang bertarung mati-matian dengan monster banteng tersebut menyadari kalau ada hal yang aneh dengan energy yang ada ditubuh monster banteng tersebut, dan karena memikirkan hal itu Heracless membuat sebuah celah “Busshkk…” dengan cepat monster banteng berbadan manusia yang memiliki tiga mata dan delapan tanduk tersebut langsung melesat kearah Heracless. Dengan menggunakan delapan tanduk dikepalanya dia menyerang menggunakan serangan serudukan kearah Heracless, disaat itu “Fusshttkk…” Heracless menggunakan gada miliknya dan “Busskk…” menyerang balik kearah monster banteng tersebut.
Heracless yang mana membuat celah untuk sesaat itu dapat kembali menyerang balik, dengan menggunakan insting miliknya yang luar biasa tersebut dan dengan kuat menyerang kearah monster banteng berbadan manusia yang memiliki tiga mata dan delapan tanduk tersebut.
“Grrr… Roaaar… kau tidak akan bisa mengelahkanku” kata monster banteng berbadan manusia dengan tiga mata dan delapan tanduk tersebut.
__ADS_1
Disaat itu juga energy yang mana tidak beraturan dari dalam monster banteng tersebut mulai menyatu disatu titik, disaat itu juga monster banteng berbadan manusia dengan tiga mata dan delapan tanduk tersebut mulai menetas bagaikan sebuah telur yang mana akan menetas, “Brusshhkk…” energy didalam tubuh monster banteng berbadan manusia dengan mata tiga dan juga delapan tanduk tersebut mulai berubah. “Bushhkk…” energy yang keluar darinya seperti sebuah uap asap yang sangat kuat, dan uap asap itu langsung melempar mundur Heracless.
“Energy yang sangat kuat, bahkan tubuhku terbakar karena energy tersebut” pikir Heracless.
Disaat itulah seluruh insting super yang ada ditubuh Heracless mulai berguncang, dan disana terlihatlah wujud baru dari monster banteng berbadan manusia tersebut, dia terlihat lebih manusiawi dengan wujudnya yang awalnya setinggi 6-7 meter turun menjadi 3-4 meter, dengan wajahnya yang menjadi lebih tampan tersebut dia memancarkan aura yang sangat mematikan dari dirinya.
“Jadi seperti ini rupanya, yah… walaupun tidak terlalu sempurna akan tetapi ini cukup untuk mengalahkanmu” kata monster banteng tersebut.
“Crrastt…” dia mencabut kedelapan tanduk yang mana ada diatas kepalanya tersebut dan dari tanduk-tanduk tersebut, “Srrahkk… Krrassk…” dia membuat sebuah senjata tombak dua mata dengan empat bilah tajam disetiap ujugnya. Dengan senjata barunya tersebut “Wusshkk…” monster banteng itu langsung menyerang, dan saat dia sudah sangat dekat dengan Heracless “Fusshhkk…” dengan menggunakan gada miliknya Heracless melakukan serangan balik, akan tetapi monster banteng tersebut telah menghilang dari depan dirinya.
Disaat itu juga Heracless langsung membaliknya tubuhnya dan mengarahkan sebuah serangan berputar menggunakan gada miliknya, namun disaat itu juga “Fusshkk…” monster banteng tersebut dapat menghindari serangan dari Heracless itu, “Srrast…” dia kemudian menyerang dada Heracless dengan sebuah serangan dari tombak miliknya.
“Hahahah… lihatlah ini, Grrr… bau darah yang manis ini” kata monster banteng tersebut.
“Gghhkk…” karena serangan dari tombak monster banteng tersebut, Heracless mendapatkan luka yang cukup parah didadanya.
Namun pada saat itu dia tidak menyerah dan “Bushkk…” berhasil mendaratkan serangan dari gadanya kearah monster banteng tersebut, akan tetapi disaat itu juga monster banteng itu bereaksi dengan sangat cepat dan berhasil menangkis serangan dari Heracless. Namun “Trrusskk…” dengan kekuatan fisik yang mana dimiliki oleh Heracless dia dapat “Wusshkkk…” mendorong monster banteng tersebut, melihat hal tersebut monster banteng itu kemudian “Crrastt…” memunculkan kembali delapan tanduk diatas kepalanya tersebut.
__ADS_1
“Trranggs…” monster banteng itu kemudian menggunakan kepalanya dan untuk menahan tombak yang menahan serangan gada Heracless, dan disaat itu juga “Trrsshkk…” asap kecil muncul dari delapan tanduk monster banteng tersebut, melihat asap tersebut insting milik Heracless langsung mengatakan sebuah tanda bahaya. “Bushk.. Bushk.. Bushk..” kedelapan tanduk tersebut kemudian langsung terlempar kearah Heracless, dan disaat itu juga dengan cepat “Busshhkk…” Heracless langsung menghindari serangan delapan tanduk tersebut dengan sebuah lompatan.
“Hehehe… sekarang adalah saatnya” kata monster banteng tersebut yang mana terlihat bersiap untuk menyerang menggunakan tombak miliknya.
Dan disaat itu “Trraassk…” Heracless menggunakan busur miliknya untuk menyerang kearah monster banteng tersebut, “Crraak…” dan dengan lima anak panah miliknya Heracless tersebut kemudian menyerang kearah monster banteng tersebut, “Bumsh… Bumsh…” kedelapan tanduk tersebut langsung hancur dengan sekali tembakkan anak panah dari Heracless. Dan disaat itu juga “Fusshtt…” kelima anak panah milik Heracless langsung dengan cepat mengarah kearah monster banteng tersebut, dan disaat itu juga “Wusshkk…” dengan cepat monster banteng tersebut langsung menghindari serangan anak panah dari Heracless.
“Ghaakk… sialan anak panah ini beracun” kata monster banteng tersebut, walapun dia berhasil menghindari anak panah yang telah ditembakkan tersebut, akan tetapi salah satu anak panah milik Heracless langsung menancap dikaki dari monster banteng tersebut.
Disaat itu jugalah “Wusshk…” Heracless yang mana telah mendarat langsung menyerang, “Fusshkk…” dia melemparkan senjata gada miliknya kearah monster banteng tersebut, dan karena terkejut dengan serangan dari Heracless tersebut “Tranggs…” monster banteng itu tidak punya pilihan selain menahan serangannya lemparan gada tersebut. Disaat itu juga serangan Heracless mengguncang setiap otot dari monster banteng tersebut, dan dengan cepat “Busshkk…” Heracless menyerang monster banteng itu menggunakan pukulan dari tangan kanannya.
“Fusshhk…” karena serangan dari Heracless monster banteng itu langsung terhempas, “Bumshk….” Dan dia sampai menabrak sebuah bongkahan es raksasa yang mana ada dibelakangnya, “Dusskk…” akan tetapi Heracless yang saat itu telah terluka oleh tombak milik monster banteng tersebut merasa lemas, dia merasakan kalau kekuatan tubuhnya seperti sedang terkuras dengan sangat cepat keluar dari dalam tubuhnya.
“Ghhkk…. Apa yang terjadi, apa ini racun…??” pikir Heracless.
“Hahaha… sepertinya telah bekerja” kata monster banteng berbadan manusia dengan tiga mata dan delapan tanduk tersebut ( saat ini dalam wujud yang lebih manusiawi ).
Bersambung…..
__ADS_1