
Didalam ruangan serikat milik Rio yang mana saat itu Lili sedang membicarakan tentang masa lalunya, dia mendengarkan sebuah nama yang samar-samar dia kenali dan nama itu adalah nama dari ibu kandungnya yang telah lama meninggal dunia.
“Ha… Hahaha… kau mengucapkan nama seseorang yang sangat kukenal, seakan-akan kau mengatakan kalau itu memang adalah dirinya” kata Rio.
“Kalau kau memang pintar maka kau tahu kalau aku sama sekali tidak berbohong” kata Lili.
“Jadi kau bilang kalau ibuku itu adalah seseorang yang hidup dialam gaib, dan umurnya itu sudah lebih dari 80 tahun” kata Rio.
“Hmm… kalau masalah umurnya aku tidak mengetahui hal itu, menanyakan umur pada seorang wanita itu sama sekali tidak baik” kata Lili.
“Haaah… maafkan aku, bisa kau lanjutkan ceritamu tadi” kata Rio yang mulai merasa sedikit penasaran dengan cerita Lili.
Setelah itu Lili mulai melanjutkan ceritanya, dan itu adalah tentang dirinya yang mana pertama kali dirinya dengan kedua orang tua Rio yang mana adalah penyelamat dirinya. Disana dia berada didalam perlindungan sebuah kelompok manusia yang mana melindungi para manusia yang menjadi korban para iblis, tetapi kelompok tersebut sama sekali tidak melakukan tindakan yang membuat para iblis tersebut marah dan karena itulah Lili mulai menyukai tempat tersebut.
Dan setelah satu tahun dia berada disana Lili pada akhirnya menjadi bagian dari mereka, dan disana dia menjadi bagian dari pasukan pengintai, Lili yang mana saat itu adalah anak baru dalam pasukan tersebut menunjukkan kinerja yang sangat luar biasa. “Srraasstt… Crrasstt…” dengan berbekal senjata belati dan juga tehnik ilusi, dengan mudahnya Lili mengalahkan para iblis yang menjadi musuh mereka.
“Dengan ini telah menjadi yang kelima” kata Lili, dia membantai lima iblis yang berasal dari ras setan biru.
Para setan biru tersebut sedang mencoba untuk menumbuka celah kedunia manusia agar mereka bisa berhubungan dengan para pemuja mereka, dan untuk itulah mereka membeli puluhan budak manusia dari pedangang. Dengan para budak tersebut mereka berencana untuk membuat para manusia pemuja mereka memberikan tumbal yang lebih banyak lagi, dan karena itulah kelompok Lili mengirim dirinya dan beberapa orang dari pasukan pengintai untuk melihat rencana mereka.
__ADS_1
“Boomssh…” dan dengan cepat kelompok itu langsung menggagalkan rencana para setan biru tersebut, mereka membunuh seluruh ras setan biru itu dengan cara serangan diam-diam. Dan serangan tersebut dipimpin oleh seorang pria yang mana bernama Rian, dan bersama dengan ke tujuh anggota yang lainya mereka meporak-porandakan markas dari para setan biru tersebut.
“Kerja bagus semuanya, sekarang kita bisa masuk keruang bawah tahan tempat mereka menyimpan para budak manusia” kata Rian.
Para iblis ras setan biru tersebut membuat sebuah markas rahasia yang mana berada didalam sebuah tambang kristal, disana terdapat 45 iblis dari rasa setang biru yang mana memiliki tubuh besar dan ketinggian mencapai 3 meter. Tetapi disaat 20 setan biru itu pergi kekota untuk membeli persedian, Rian langsung dengan cepat memimpin pasukannya untuk menghabisi ke 20 ras setan biru tersebut didalam hutan disaat dia lengah.
“Crrastt… Krrastt… Srrastt…” dengan cepat mereka membantai ke 20 setan biru tersebut, dan menggunakan gerobak mereka untuk memancing para setan biru yang ada didalam markas mereka. Disaat para setan biru itu melihat mayat para rekan mereka berada didepan markas, mereka langsung beramai-ramai pergi untuk melihatnya dan disaat itulah “Booomssh…” Rian langsung meledakan semuanya dengan lingkaran sihir peledak yang dia miliki.
“Menggunakan ledakan untuk membuat para setan biru itu berpencar, dan menyerang mereka satu persatu secara berkelompok, Rian dia memang adalah pimpinan yang mengerikan aku bersyukur dia bukan musuhku” pikir Lili yang sedikit takut dengan strategi milik Rian.
Lalu mereka langsung memasuki ruangan bawah tanah tersebut dan disana mereka melihat ada beberapa manusia, mereka semau telah terkena mantra penghancur pikiran dan tidak dapat berbuat apa-apa tampa diperintah bahkan mereka tidak akan makan jika tidak diberikan perintah oleh tuan mereka.
“Aku tahu itu, tampaknya kita sedikit terlambat…. Mereka telah memulai ritualnya dan telah sedikit membuka celah kealam manusia” kata Rian.
“Sekarang kita harus apa ketua…??? Kita tidak bisa membiarkan para pemuja iblis itu memburu para manusia tidak berdosa” kata salah satu orang dari anggota kelompok Rian.
“Jangan khawatir, organisasi kita telah berdiri lebih lama dari yang kalian pikirkan dan juga kita memiliki beberapa orang pemburu yang telah bersiap dengan keadaan seperti ini di alam manusia” kata Rian.
Sementara itu dialam manusia, didalam sebuah gedung yang mana terbengkalai seseorang dengan jaket hitam dan masker hitam terlihat sedang bersembunyi ditempat itu, dia terlihat sedang menggambar lingkaran sihir menggunakan darahnya sendiri.
__ADS_1
“Hahah… Hahahah… dengan begini semuanya telah siap, sekarang aku tinggal mencari beberapa anak-anak untuk ditumbalkan pada para iblis” kata pemuja iblis tersebut, dia menggunakan bangunan terbengkalai tersebut sebagai markas sementara dirinya.
Dia lalu turun dari lantai tiga bangunan tersebut, tetapi disaat dia telah mencapai lantai bawah seseorang pria dengan sebuah pedang yang besar dipunggungnya telah menunggu dirinya.
“Siapa kau…?? ini adalah tanah pribadi segera pergi dari sini sekarang juga” kata pemuja iblis tersebut, dia baru mendapatkan sedikit kekuatan dari para iblis setan biru dan tidak mau membuat banyak masalah sebelum mendapatkan lebih banyak kekuatan lagi.
“Hahahaha… tanah pribadi kau bilang, nampaknya kau tidak tahu kalau orang yang ada didepanmu ini adalah pemilik dari tanah ini” kata pria yang mana memiliki pedang besar tersebut.
“Cih… tampaknya aku memang tidak bisa menghindari pertempuran lagi, jangan salahkan aku kaulah yang telah sial karena telah memaksa diriku” kata pemuja iblis tersebut.
“Trraasskk… Crraassttkk…” tangan kananya langsung berubah menjadi biru dan mengeluarkan kuku-kuku yang tajam, “Buussh…” lalu dengan cepat pemuja iblis itu langsung menyerang kearah pria tersebut “Crringgss…” dengan tangan kuku ditangan kirinya dia berusaha untuk mengincar pria tersebut. “Wuusshh…” lalu dengan sebuah gerakan sipel pria itu dapat menghindari serangan pemuja iblis tersebut, “Trranggs…” dan dia lalu mengangkat pedang besar tersebut dengan tangan kanannya “Srrraasstt…” dan dengan satu kali tebasan pria itu membelah tubuh dari pemuja iblis tersebut menjadi dua.
“Haaah… kau masih muda tetapi kau sudah berani bermain dengan para iblis” kara prai tersebut yang mana melihat mayat dari pemuja iblis itu.
“Trrinnggs…” tiba-tiba saja pria itu mendapatkan sebuah panggilan masuk, dan dari kantungnya dia mengambil sebuah kristal hitam yang mana dia gunakan untuk berbicara dengan orang lain.
“Ya ini Gilang, kau jangan khawatir aku telah menghabisi orang ini, tenang saja aku akan kembali setelah mengurus beberapa pemuja iblis ini” kata pria tersebut yang ternyata adalah Gilang paman dari Rio.
Bersambung……
__ADS_1