
Setelah berkeliling hampir setengah benua yang ada di indonesia, Rio bersama ke 3 vampire tersebut pada akhirnya berhasil menemukan lebih dari ribuan pemuja iblis yang mana kebanyakan adalah para pemuja raja iblis Bahamut. Namun ada juga yang memuja iblis-iblis lainnya, itu semua ditandai dengan beberapa tato mereka yang mana tidak sama dengan lambang Bahamut, para pemuja raja iblis Bahamut akan mendapatkan kekuatan dari sang naga tergantung dari banyaknya jumlah tumbal yang mereka berikan dan mereka sangat mudah dikenali dengan tato naga hitam ditubuh mereka.
“Hmm… tampaknya di profinsi ini adalah teritori dari raja iblis Bahamut, tetapi beberapa diantara mereka memiliki tato yang berbeda, ibli macam apa yang mereka sembah” kata Rio yang mana melihat beberapa tato dari para orang-orang sesat tersebut.
“Kebanyakan pastilah iblis-iblis tingkat bawah yang mana namanya tidak terlalu terkenal, mereka terkadang mengumpulkan kekuatan mereka selama beberapa ratus tahun untuk bisa terhubung dengan dunia manusia, dan jika mereka beruntung mereka dapat mempengaruhi beberapa manusia untuk mengikuti perkataan mereka” kata salah satu dari 3 vampire tersebut.
“Kenapa pula mereka mau melakukan hal itu…??” tanya Rio.
“Itu semua demi meningkatkan kekuatan sihir yang dia punya, darah dan tubuh manusia adalah katalis sihir yang luar biasa bagusnya, terutama perempuan dan anak-anak adalah yang paling kuat darahnya, lalu ketika mereka memilik kekuatan yang cukup mereka dapat mengambil alih tubuh manusia yang menyembahnya dan dapat memangsa para manusia dengan tubuh tersebut” kata salah satu dari vampire tersebut.
“Jadi dengan kata lain tanda ini adalah tanda kepemilikan, bukanlah tanda kekuatan yang diberikan” kata Rio.
“Yah benar sekali, tanda seperti itu dipasang oleh para iblis untuk menandai barang milik mereka” kata salah satu dari ketiga vampire tersebut.
“Mereka melakukan hal yang seperti ini dan yang mereka dapatkan adalah kekosongan, akhir yang sangat menyedihkan” kata Rio yang memandang rendah para pemuja iblis tersebut.
Dan ketika Rio bergerak pergi dari sana dia mengeluarkan sebuah alat sihir dari penyimapan DS Game miliknya, dan itu adalah sebuah kain selendang berwarna hitam. “Swwusshhtt… Swwusshhtt… Swwusshhtt…” kain selendang tersebut lalu mengunci ribuan pemuja iblis itu dan membuat mereka tak kasat mata, dan dengan kekuatan sihir yang Rio alirkan keara selendang tersebut “Wuusshkk…” tubuh dari para pemuja iblis yang mana sedang pingsan tersebut langsung melayang diudara.
__ADS_1
“Berguna juga alat sihir ini, kalau tidak salah namanya adalah selendang para dewikah” pikir Rio yang mana melihat selendang tersebut, dia membeli alat sihir tersebut dari toko alat DS Game dan yang menjualnya adalah dewa malam yang bertugas mengatur malam di alam para dewa.
Alat sihir selendang dewi adalah sebuah alat sihir yang mana digunakan para dewi dari alam dewa untuk terbang dan dapat juga berguna sebagai senjata, biasanya para dewa dan dewi menggunakan selendang tersebut untuk menutupi wujud mereka dihadapan para manusia biasa. Namun konon katanya jika ada sesosok manusia yang mendapatkan selendang tersebut maka mereka dapat terbang kealam dewa dengan bebasanya.
“Trranggss… Krraasstt…” ketiga vampire tersebut lalu membuka sebuah portal yang mana menuju ke dimensi alam milik Teppes, dari bau darah yang keluar dari dimensi itu membuat Rio tidak tahan dan langsung mundur beberapa langkah. Bau darah yang keluar seperti bauh dari darah jutaan mahluk hidup dan membuat sebuah sungai kental akan darah, dan yang tinggal disana itu hanyalah mereka para vampire yang menganggap tempat tersebut sebagai surga mereka.
“Kalau begitu kami akan pergi dari sini, selamat tinggal tuan Rio” kata ketiga vampire tersebut, mereka langsung dengan cepat masuk kedalam portal tersebut karena mereka masih ketakutan dengan Rio dan ingin cepat-cepat menghindari dirinya.
“Nah… sekarang aku sudah menyelesaikan semua bagianku dalam rencana ini, tinggal tunggu kabar dari raja iblis Teppes dan lalu maju kemedan perang, tapi sebelum itu sudah cukup lama aku tidak berkeliling dikota manusia” kata Rio, dia lalu berganti pakaian dengan pakaian biasa dan melompat kearah sebuah kota yang ramai akan orang-orang yang berkeliaran disana.
Dan saat ini Rio yang mana sudah berada dimedan perang sedang menyamar menjadi salah satu dari prajurit berzirah merah milik Teppes, mereka sebenarnya bukanlah prajurit Teppes tetapi para orang-orang sesat yang ditangkap oleh Rio bersama denga ketiga vampire tersebut. Teppes yang menggunakan skill miliknya mengendalikan pikiran ribuan orang tersebut dan membuat mereka melawan iblis yang mereka layani, sementara itu Bahamut yang melihat para prajurit tersebut tidak mengetahui apa-apa karena kekangan yang dibuat oleh ketiga iblis Solomon.
“Senjata yang mereka gunakan sangatlah kuat, kita harus berbuat sesuatu” kata Mormo.
“Aku tahu apa yang kau pikirkan, kau tenang saja ini adalah saat yang tepat” kata Bahamut.
Dengan pikirannya Bahamut memerintahkan para pengikut iblis miliknya untuk maju, “Trraask… Trraask… Trraask…” para iblis yang mana memakai armor hitam tersebut langsung maju secara beramai-ramai, mereka menggunakan lambang Bahamut diarmor mereka “Trringgss…” dan dengan kekuatannya Bahamut menambahkan kekuatan milik mereka lewat lambang yang ada diarmor mereka semua.
__ADS_1
“Hahahha… raja kita telah memberikan berkatnya, MAJU DAN BUNUH SEMUA MUSUH” kata salah satu iblis yang terlihat seperti komandan pasukan tersebut.
“UWOOOHH….” Para pengikut Bahamut yang mana adalah para iblis tersebut langsung maju beramai-ramai, mereka “Srraskk… Trrasskk…” menyerang para ksatria berzirah merah tersebut dengan buasnya. Walaupun jumlah mereka sedikit tetapi kekuatan dari berkah Bahamut memperkuat fisik dan pertahanan mereka, dan karena itulah beberapa pasukan berzirah merah langsung kalah dengan mudah.
“Hmm… rasanya ada yang aneh disini” kata Bahamut yang melihat Teppes dari jauh, dia merasa aneh dengan Teppes karena sedari tadi tidak kelihatan panik walaupun melihat para prajurit berzirah merah miliknya mulai kalah.
“Jangan khawatirkan tentang itu, walaupun kita tidak membawa para pengguna aplikasi tetapi aku masih punya bawahanku yang satu ini, dengan adanya dirinya tidak akan ada yang bisa mengalahkan kita” kata Mormo yang meninggikan bawahan yang ada disebelahnya, dia terlihat seperti orang yang sangat misterius dengan wajah dan tubuhnya ditutupi oleh tudung hitam.
“Hmmm… aku harap itu sesuai dengan perkataanmu” kata Bahamut.
Sementara itu Teppes yang mana sedari tadi sudah santai diatas tempat duduknya itu mulai menghunbungi Rio dengan telepatinya.
“Hei… Rio bukankah ini sudah waktunya kita bertindak” kata Teppes yang berbicara lewat telepati.
“Yah… aku juga agak sedikit kelelahan menahan mereka, bau darah yang keluar membuat mereka sedikit tidak terkendali, tetapi sekarang ini adalah saat yang tepat” kata Rio, “Srraahhh…” tiba-tiba saja dibalik bayangan milik Rio terlihat ratusan pasang mata merah yang sangat banyak dan mata-mata merah tersebut terlihat memaksa untuk keluar dari bayangan milik Rio.
Bersambung…..
__ADS_1