Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 308 Regenerasi tampa akhir


__ADS_3

Rio yang mana telah memanggil Banaspati merasa percaya diri dapat mengalahkan Roy Black, akan tetapi dia juga tidak mengganggap remeh Roy Black yang mana telah berubah tersebut, dari kekuatan energy sihir yang dirasakan oleh Rio dia dapat merasakan hal yang sama dengan Batara Surya. Itu adalah sebuah kekuatan dari dewa dan iblis yang bercampur aduk menjadi satu, akan tetapi tidak seperti Batara Surya kekuatan sihir yang ada didalam tubuh Roy Black lebih liar dan juga menggila.


“Kekuatan yang ada didalam tubuhnya telah mengamuk dan mengambil alih pikirannya, dia sekarang ini tidak lebih dari sesosok monster tampa otak” kata Rio.


“Hahahaha… itu bagus namanya, kalau begitu artinya aku bisa mengamuk sesuka hatiku” kata Banaspati.


“Terserah kau saja, lagi pula para warga yang ada disini semuanya telah mengungsi atau sudah mati karena serangan siluman tadi” kata Rio.


“Bagus….” Kata Banaspati.


“Buurrnn…” api ditubuh Banaspati langsung membesar dan juga semakin memanas, dia dengan semangat ingin menyerang Roy Black yang telah berubah menjadi monster tersebut, “Bushhkk…” dan dengan cepat Banaspati lalu langsung melompat kearah Roy Black. “Burrrnn…” dengan tinju apinya dia berusaha untuk menyerang Roy Black, akan tetapi “Srruushkkk…” sebuah bola air hitam langsung menghantam tubuh dari Banaspati dan membuatnya terjatuh ketanah.


“Apa-apaan itu tadi…??” kata Banaspati.


“Srrashkk… Srrashkk…” disekitar tubuh Roy Black telah tersiapkan puluhan orb air hitam yang mana memiliki kekuatan element kegelapan didalamnya, melihat hal tersebut Banaspati lalu menyadari kalau tubuh apinya menjadi sedikit redup karena serangan dari orb air tersebut, namun hal itu tidak membuat Banaspati takut dan malahan dia semakin tertantang untuk menghadapi Roy Black. Melihat Banaspati yang sedang bersemangat Rio memutuskan untuk melihat dan membaca gerakan dari Roy Black sebelum menyerang dirinya, “Burrn…” Banaspati lalu membuat puluhan orb api untuk menantang Roy Black.


“Grrrr… Rooaarr…” Roy Black yang mana telah menjadi monster, merasakan ancaman dari orb api yang dikeluarkan oleh Banaspati, dan “Fusshkk… Fusshkk… Fusshkk…” dengan kendali pikirannya Roy Black membuat puluhan orb air hitam tersebut berterbangan kearah Banaspati.


“Heheh… mari kita adu siapa yang lebih kuat” kata Banaspati.

__ADS_1


“Bumsshkk… Bumsshkk… Bumsshkk…” orb air hitam dan juga orb api milik Banaspati mulai saling beradu satu sama lainnya, dan karena serangan tersebut kabut uap asap mulai bermunculan, melihat hal itu Rio langsung melihat sebuah celah “Wusshkk…” dengan cepat Rio langsung bergerak, “Bushkk… Bushkk… Bushkk…” dia menggunakan sihir api miliknya untuk membuat ledakan kecil ditelapak kakinya dan langsung melesat kedekat salah satu kepala ular Roy Black. Dan disaat Roy Black menyadari hal tersebut “Srrast…” Rio langsung dengan cepat memenggal salah satu dari kepala ular milik Roy Black tersebut.


“Ksaaahkkk…” Roy Black yang marah karena salah satu kepala dipenggal oleh Rio, “Srruuskk…” langsung mengincar Rio dengan puluhan kepalanya yang lain, namun “Bomshh…” secara tiba-tiba Banaspati menghalangi seluruh kepala dari Roy Black tersebut dan “Burrnn…” menggunakan api miliknya untuk membakar seluruh kepala tersebut.


“Kahahaha…. Jangan alihkan pandanganmu dariku, kita masih belum selesai” kata Banaspati.


“Kerja yang bagus” kata Rio.


“Bushkk… Bushkk… Bushkk…” dia dengan cepat langsung bergerak kearah belakang puluhan kepala ular milik Roy Black tersebut, “Srrastt… Srrastt… Srrastt…” dan dengan golok naga waktu miliknya Rio langsung memenggal lima kepala milik Roy Black.


“Dengan begini kau telah tamat” kata Rio.


Dengan menukarkan sepuluh tahun yang telah diambil dari para musuhnya, Rio menghentikan waktu selama 10 detik, “Fusshkk… Busshk… Busshk…” dan dalam waktu 10 detik tersebut kepala ular milik Roy Black langsung terpotong-potong, dan hanya menyisakan 3 kelapa ular hitam yang tersisa.


“Hahhaah… kerja bagus Rio, sekarang giliranku” kata Banaspati.


“Burrnn… Wrrusskk…” dengan kedua tangannya Banaspati menciptakan sebuah bola api yang besar, dan dengan bola api tersebut Banaspati langsung melemparkannya kearah tubuh Roy Black yang seperti gumpalan daging hitam tersebut. “Brrussk…” namun sebuah kepala ular hitam yang lainnya muncul dari dalam gumpalan daging tersebut, “Srraahkk…” dengan menggunakan orb air disekitarnya “Bomshh…” kepalau ular hitam itu langsung mengorbankan dirinya untuk melindungi tubuh utamanya.


“Brrusskk… Brrusskk… Brrusskk…” disaat yang bersamaan puluhan kepla ular hitam langsung kelaur dari dalam gumpalan daging tersebut, dengan sisik hitam mereka yang mana mengeluarkan aura yang berbeda dari sebelumnya, Rio memiliki firasat buruk jika mendekati sisik hitam kepala ular hitam tersebut.

__ADS_1


“Banaspati hujani dia dengan apimu” kata Rio.


“Hahah… aku mengerti” kata Banaspati.


“Bushkk…” dengan satu lompatan yang kuat, Banaspati dengan cepat melesar keangkasa, dia lalu langsung mengeluarkan puluhan bola-bola api yang mana sangat panas diatas angkasa. Melihat bola-bola api tersebut “Srrastt…” Roy Black langsung menggunakan seluruh kepala ular miliknya untuk menyiapkan nafas air milik mereka, dan dari dalam mulut puluhan kepala ular tersebut sebuah gumpalan air hitam langsung muncul dan ketika bola-bola api tersebut telah mendekat tubuh dari Roy Black “Srrahkk… Srrahkk… Srrahkk…” puluhan kepala ular tersebut langsung memuntahkan seluruh gumpalan air hitam tersebut kearah bola-bola api yang dilemparkan kearahnya.


“Busshk… Busshk… Busshk… Busshk…” puluhan bola api tersebut langsung meledak setelah terkena muntahan dari gumpalan air hitam dari para kepala ular tersebut, dan ditempat tersebut kabut asap yang terbuat dari uap langsung memenuhi atas kota yang ada disana. Dan setelah seluruh bola-bola api ditembakkan dan telah dipadamkan oleh Roy Black, “Burrnn…” dari balik kabut uap asap tersebut Roy Black melihat cahaya dari api yang mendekati dirinya.


“Srraahkk…” dan dengan gumpalan air hitam yang ada dimulut puluhan kepala ular tersebut, Roy Black langsung memuntahkan seluruh air hitam itu kearah bola api yang ada diatasnya. “Trrsshkk…” dan setelh bola api tersebut padam, Roy Black melihat sesuatu dari dalam bola api tersebut, dan ternyata itu adalah Rio yang telah bersembunyi didalam bola api yang diciptakan oleh Banaspati tersebut.


“Yoo… lama tidak berjumpa” kata Rio.


“Burrnn…” menggunakan sihir cakar api miliknya Rio telah bersiap untuk menyerang Roy Black, dan dengan golok naga ditangan kirinya dan juga sihir cakar api ditangan kananya, “Srrastt… Srrastt… Srrastt… Crrastt…” Rio dengan liar dan buasnya menyerang gumpalan daging hitam yang mana adalah tubuh utama dari Roy Black.


“Srraahkk…..” merasakan kesakitan dari serangan Rio, puluhan kepala ular hitam tersebut langsung mengincar diri Rio, “Crraakk…” mereka mencoba untuk menggigit Rio menggunakan taring mereka, “Wushhkk… Bushkk… Bushkk… Bushkk…” akan tetapi Rio dengan mudah menghindari setiap serangan tersebut. Namun disaat dia mencoba untuk menghindari serangan dari kepala ular milik Roy Black, “Sraaskk…” tiba-tiba saja tubuh manusia milik Roy Black muncul dibelakang dirinya dan “Busskk…” dengan satu tinjuan yang kuat kearah perut Rio “Fushhkk…” Rio langsung terlempar dari tubuh utamanya.


“Gaahkkk… sialan aku lengah” pikir Rio, dihadapannya telah bersiap menyerang puluhan kepala ular yang mana ingin menggigit dirinya.


“Bummshk…. Bummshk…. Bummshk….” Puluhan kepala ular tersebut langsung mengigit Rio secara beramai-ramai dan bahkan membuat gedung yang ada didekatnya hancur karena kekuatan dari gigitan para kepala ular tersebut.

__ADS_1


Bersambung…..


__ADS_2