
Pada saat itu Rio yang mana terkena luka tebasan dari pedang terkutuk milik perempuan tersebut mulai memikirkan sebuah rencana, dan rencana itu adalah dengan cara menggunakan api dari Banaspati yang mana memiliki kekuatan untuk membakar segalanya.
“Kau gila, bagaimana kalau tubuhmu juga ikut terbakar nantinya” kata Luna.
“Aku mengerti tentang itu, tetapi ada saatnya aku harus berbuat nekat” kata Rio.
“Burrnn…” dia lalu menggunakan sihir cakar api miliknya, Rio juga kemudian menambahkan energy sihir kedalam sihirnya tersebut “Srrrakks…” dengan sendirinya tato yang mana diberikan dari Banaspati langsung menjadi semakin membesar sampai-sampai dapat menutupi setengah badan Rio. Melihat hal itu dia lalu mulai merasakan panas dari dalam tubuhnya, dan juga bersamaan dengan menyebarnya tato dari Banaspati “Burrn…” kutukan yang ada didalam tubuh Rio mulai terbakar sedikit demi sedikit.
“Hmm… nampaknya ini bekerja dengan baik” kata Rio yang mana mencoba untuk menahan rasa sakit dari efek pembakaran tubuhnya tersebut.
“Burrrnn…” setelah seluruh gambar kutukan tersebut menghilang Rio kemudian berusaha untuk mematikan sihir cakar api miliknya, akan tetapi seakan-akan memiliki pikiran sindiri sihir tersebut sama sekali tidak padam dan mulai mencemari pikiran Rio. Keinginan Banaspati akan kehancuran dan pembakaran mulai merasuki pikiran Rio, tidak mau dikuasai dan dikendalikan oleh siapapun Rio lalu mengambil golok naga waktu miliknya.
“Srrasstt….” Dia dengan nekatnya mengores tangan kanannya menggunakan golok naga waktu, dan semua itu dia lakukan untuk menekan kendali dari tato pemberian Banaspati.
“Bagus sekarang sudah agak mendingan” kata Rio yang mana mulai merasakan kalau pikirkan sudah tidak diserang oleh keinginan dari Banaspati.
“Tik-tik-tik….” Bersama dengan darah yang menetes dari tangan kananya Rio mulai menghilangkan sihir cakar api miliknya, setelah itu Luna dengan cepat mengambil perban dari penyimpanan miliknya dan membalut luka ditangan Rio.
“Lain kali kalau kau melakukan hal seperti ini, pastikan kalau aku ada disampingmu, kalau tidak bisa-bisa kau akan memotong tanganmu sendiri” kata Luna, yang mana merasa marah pada Rio karena menebas tangannya sendiri.
“Hahahha… aku mengerti, lain kali aku tidak akan nekat lagi” Rio merasa tidak enak karena dia dulunya pernah memotong tangannya sendiri untuk menghilangkan efek dari sihir api milik Banaspati.
Akan tetapi hati Rio semakin terbuka untuk Luna, dan sekarang dia merasakan perasaan yang sama dia rasakan dulunya pada saat ibunya mengkhawatirkan dirinya, sebuah perasaan penuh kasih sayang yang mana sangat dia rindukan.
__ADS_1
“Luna…. Terimakasih…” kata Rio yang mana kali itu mengeluarkan senyuman yang sangat tulus dari hatinya.
“Eeeh…” melihat senyuman dari Rio yang mana tulus tersebut, Luna tidak bisa apa-apa dan hanya bisa memerah bagaikan tomat ketika melihat senyuman miliknya tersebut.
“Eheemm… aku tidak mau jadi pengganggu, akan tetapi bisakah kalian lihat dulu kita ini lagi dimana” kata Dion.
“Apa maksudmu, kami tidak melakukan apapun kok” kata Luna.
“Hahahah.. sudah-sudah, sekarang sebaiknya kita lihat saja kondisi kelompok Rezza, aku harap mereka belum mengalahkan siluman 10.000 tahun tersebut” kata Rio.
“Hmmm… kenapa kau bisa berpikir seperti itu, bukankah rencananya kita akan mengalahkan para siluman berusia ratusan tahun ini lalu menyerang siluman berusia 10.000 tahun itu dari segala arah dan mengalahkannya bersama-sama….??” Kata Luna.
“Tentu saja itu tidak benar, tujuan sebenarnya dia memberikan kita tugas adalah agar mereka bisa mengambil kemenangan seorang diri, dan jika kelompok mereka benar-benar berhasil maka mereka memiliki sebuah alasan untuk mengurangi bayaran yang telah dijanjikan” kata Rio.
“Benar dan sekarang kita hanya perlu menunggu mereka saat sedang terdesak, dan menyelamatkan mereka seperti seorang pahlawan” kata Rio.
“Aku tidak suka dengan rencana ini, mereka memanfaatkan kita seperti itu akan lebih baik kalau kita bunuh saja mereka saat ada kesempatan” kata Luna.
Dan sekarang ini Rio yang mana telah sukses menjalankan rencananya sedang berhadapan dengan perempuan asing yang mana telah mengutuk dirinya, dia terlihat seperti pengguna aplikasi dari jepang yang mana pernah dia lawan didalam dimensi milik Bahamut.
“Katakan padaku perempuan, apakah kau adalah orang yang menyerang kami didalam dimensi Bahamut waktu itu” kata Rio yang mulai dapat mengingat kembali saat-saat tersebut.
“Akhirnya kau mengingatnya, akan tetapi itu semua tidak ada hubungannya dengan saat ini, atas perintah ratu iblis Tamamo no Mae aku Megumi akan membunuh hari ini” kata perempuan tersebut.
__ADS_1
Dia menyebutkan nama dari tuannya serta menyatakan kalau dia akan membunuh Rio, mendengarkan hal itu Rio langsung tahu kalau dia tidak dapat membiarkan perempuan itu untuk hidup, karena jika dia lolos lagi maka dia bisa-bisa menjadi lebih kuat lagi.
“Kau ingin membunuhku kau bilang, menarik mari kita lihat apa kau bisa melakukannya” kata Rio, dia mengeluarkan aura kuat seakan-akan siap untuk membunuh perempuan tersebut kapan saja.
“Aura membunuh yang sangat kuat, sesuai yang dikatakan tuanku aku tidak akan bisa mengalahkannya kalau setengah-setangah, aku harus menggunakan seluruh kekuatanku” pikir Megumi.
“Trringgs…” Rio yang mana tidak mau membuang waktu langsung memanggil Garuda untuk datang membantu dirinya, Garuda yang mana telah dipanggil memiliki wujud yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Tubuh garuda sekarang ini menjadi 7 meter dan ada beberapa armor yang menutupi tubuhnya, melihat hal itu Rio dapat merasakan kalau energy sihir yang dia gunakan untuk memanggil Garuda dua kali lipat lebih banya dari sebelumnya.
“Kau bertambah kuat yah Garuda, aku dapat merasakan kekuatanku terkuras hanya dengan memanggilmu” kata Rio.
“Itu karena aku telah mengakuimu dan juga kau telah bertambahkuat, sekarang ini kau dapat memanggil 30% wujudku yang sebenarnya, akan tetapi jika kau memanggilku kedunia manusia maka energy sihir yang akan kau gunakan akan sedikit lebih banya dari ini” kata Garuda.
“Yah… aku tahu itu, kekangan dimensi alam manusia memang sangat kuat untuk kalian mahluk-mahluk yang setingkat dewa” kata Rio.
“Buussh…” lalu secara tiba-tiba Megumi langsung menyerang kedepan dengan cepat kearah Rio, tidak dapat bereaksi oleh kecepatan gerakan Megumi membuat Rio hanya bisa diam. “Srringg…” dengan pedang katana milik Megumi berusaha untuk mengincar tenggorokan Rio, “Wuusskk….” Akan tetapi dengan cepat Garuda langsung menggunakan kedua sayapnya untuk mendorong Megumi mundur dari tempatnya.
“Cih… menyebalkan, datanglah roh rubah” kata Megumi, “Trringgs…” dia memanggil sesosok mahluk rubah yang mana memiliki satu ekor dan dengan tubuh yang sangat besar muncul ditempat itu.
Rubah tersebut memiliki besar tubuh yang setara dengan gajah dan dengan kebuasannya, “Buussh…” rubah raksasa itu langsung berusaha untuk menyerang Rio. “Taasskk….” Namun dengan cepat Garuda menahan serangan terjangan dari rubah tersebut, menggunakan kekuatan kedua tangannya Garuda dapat menghentikan serangan rubah tersebut.
Penjelasan : Tamamo no Moe adalah sesosok siluman berusia 100.000 tahun yang mana telah mendapatkan kedewaan dan dapat disetarakan dengan para raja iblis, dengan kelicikannya Tamamo no Moe membuat manusia saling berperang dan membunuh satu sama lainnya, dia menggunakan sihir pemikat untuk membuat para penguasa manusia terdahulu saling berperang dan memanen darah dari ribuan manusia untuk kepentingannya sendiri.
Bersambung……
__ADS_1