Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 51 Aku tak percaya pada siapapun


__ADS_3

Adelia adalah seorang pegawai kantoran biasa yang menjalani hari-harinya bagaikan orang biasa juga, tetapi suatu ketika dia bertemu dengan sesosok wanita berpakaian putih disaat dia akan pulang dari tempat kerjanya, wanita yang menggunakan pakaian putih itu mengeluarkan aura yang sangat misterius dan membuat Adelia terpikat pada dirinya. ‘Trrriittt….” Namun ketika dia terpikat dengan wanita itu disaat itulah hidupnya sudah berakhir “Crrassttkk…” sebuah mobil truk tiba-tiba saja lewat disaat lampu sedang hijau, dan disaat itu Adelia tidak menyadari kalau dirinya sudah dipancing untuk mengikuti wanita tersebut.


Lalu dia terbangun disuatu tempat putih yang mana terlihat seperti ruangan kerja seseorang, dan disana dia bertemu dengan salah satu menajemen DS Game yang menjalankan ujian kali ini. Manajemen DS Game memberitahu Adelia kalau dirinya sudah mati didunia manusia dan rohnya dibawa kembali menggunakan kekuatan sihir, dan dia juga diberikan kesempatan untuk bisa hidup kembali sebagai orang lain yang mana kehidupannya akan jauh lebih baik dari sebelumnya, tetapi dia diberikan sebuah syarat yaitu dia harus membunuh semua partisipan ujian yang ada dan menjadi satu-satunya yang bertahan hidup diujian kali ini.


Adelia pada awalnya menolak tawaran tersebut dan ingin dia kembali ketempat asalnya, dia bahkan tidak percaya kalau dirinya sudah mati karena tabrakan mobil tersebut. Namun “Ziinggss…” sang manajemen DS Game membawa dirinya untuk memperlihatkan tubuhnya yang sekarang ini sedang terdiam kaku karena tetabrak mobil dengan darah dikepalanya dia menjerit ketakutan melihat tubuhnya sendiri, lalu setelah beberapa jam Adelia pada akhirnya memutuskan untuk ikut ambil bagian dalam ujian kali ini sebagai penghianat yang mana akan membunuh para kontestan ujian.


“Crrasstt… Srrasstt… Ssrraasstt…” lalu pada saat dia dipindahkan kedalam kastil tersebut dia mendengar suara pembantaian diruangan sebelahnya, dan ternyata itu adalah seorang pria paruh baya yang dibunuh oleh Rio, dia bertemu dengan penghianat sama seperti dirinya dan dengan santainya pria paruh baya itu membunuh lima orang kontestan yang ada didekatnya lalu dengan menggunakan kekuatan yang diberikan manajemen DS Game dia membuat para roh gentayangan menghancurkan tubuh para partisipan yang dia bunuh. Sejak saat itulah mereka berdua mulai bekerja sama dalam ujian kali ini, Adelia yang pada saat itu masuk kedalam tim Luna secara tidak sengaja menemukan boneka ksatria dan hal itu membuat manajemen DS Game langsung memberikannya otoritas untuk dapat mengendalikan beberapa boneka ksatria tampa harus menggunakan Gold point.


“Jadi pada akhrinya kau sama sekali tidak mempercayaiku dan lebih percaya pada teman wanitamu itukah” kata Adelia yang melihat Rio yang mengeluarkan hawa membunuh yang sangat kuat.


“Hmm… tidak juga, maksudku adalah aku sama sekali tidak percaya pada siapapun kau tahu” kata Rio dengan tatapan dingin diwajahnya.


“Haaah… kau bilang apa tadi…??” tanya Adelia yang penasaran dengan kata-kata dari Rio barusan.

__ADS_1


“Yang aku maksud adalah tidak perduli kau atau Luna yang menjadi penghianatnya, kalian berdua sama-sama aku curigai dan akan aku bunuh jika itu memang diperlukan, lagi pula yang namanya teman atau rekan adalah sebuah alat untukku mencapai tujuanku” kata Rio, aura yang ada didalam tubuhnya semakin gelap karena emosi yang diapunya.


Adelia yang dapat merasakan aura dari Rio karena tubuh khusus yang diberikan manajemen DS Game padanya langsung ingin kabur dari tempat itu, dia tahu Rio adalah seseorang yang tidak bisa dia lawan namun dia juga tahu kalau dia kabur maka dia akan mati dalam sekejab mata. Terjebak oleh realita tidak dapat melawan atau kabur Adelia menjadi sedikit gila dan memanggil 20 boneka ksatria dari tempat penyimpanannya, dia menggunakan semua Gold point yang dia ambil dari para kontestan yang diabunuh dan tingkatkan kekuatan para boneka ksatria itu, namun semua itu sia-sia dimata Rio “Trriinngss…” dengan cepat orang bati langsung terpanggil dan melindungi Rio dengan mantra kebal yang diapunya.


“TRRAANGGSS….” Ke 20 boneka ksatria yang mana menyerang Rio secara bersamaan tersbut langsung terpental “Buusskkk…” karena kekuatan dari mantra kebal yang tertanam ditubuh Orang bati, melihat hal itu Adelia langsung berlari karena ketakutan melihat Rio yang mana sudah bersiap untuk membunuhnya. “Crraakk… Krraakk… Trraanggss…” lalu Rio menggunakan kekuatan penghenti waktu miliknya dan berjalan dengan santai kedekat Adelia, “Trrraakk….” Disaat dia memegang kepala Adelia dia lalu menghentikan kekuatan penghenti waktu miliknya.


“Lepaskan… Tolooonggg…” kata Adelia yang berusaha untuk lari dari Rio.


“Maafkan aku tetapi aku sama sekali tidak suka orang bermuka dua seperti dirimu” kata Rio yang mana memendam perasaan jijik pada orang-orang yang sama seperti pamannya, “Buurrnn…” dan dengan tangannya yang memegang kepala Adelia dia dengan santainya membakar kepalanya.


Para kontestan lain yang datang pada saat itu sudah terlambat karena Rio sudah membuat tubuh Adelia hangus terbakar menjadi abu, “Ping-ping…” kemudian notifikasi dari DS Game lalu muncul dan disitu tertulis sebuah pemberitahuan yang membuat para kontestan terkejut “Selamat pada para partisipan ujian karena telah membunuh kedua penghianat yang ada dalam ujian kali ini, sebagai hadiahnya mereka yang memberikan kontribusi dalam pembunuhan penghianat tersebut akan mendapatkan beberapa hadiah khusu, lalu untuk serangan berikutnya akan menjadi yang terakhir dan akan hadiah akan dilipat gandakan kali ini” pemberitahuan tersebut membuat para partisipan yang lainnya merasa gembira karena ujian akan segera berakhir.


“Abang aku udah nemuin kak Luna, dia udah sembuh dan karena terbukti dia bukanlah penghianatnya maka kita bisa lanjut lagi sebagai kelompok kan” kata Lita yang mana rupanya sedari tadi tidak tidur tetapi mencari Luna menggunakan para hantu Pagebluk yang banyak.

__ADS_1


“Hahahah…. Ok-ok aku tahu, tapi kau harus ingat anak kecil kalau tidur lambat nantik jadi pendekloh” kata Rio yang mana berusaha untuk mengejek Lita.


“Haaah… Lita gak pendek, Lita itu imut dan cantik” kata Lita yang mana ngambek mendengar kata-kata dari Rio.


“Trriinnggssstt….” Lalu Dion yang mana rupanya sedari tadi berada diruang tahta atas permintaan dari Rio, dengan cepat langsung memasukkan sejumlah besar Gold point untuk meningkatkan kekuatan dari kastil pertahanan mereka. Dalam hitungan detik kastil tua tersebut menjadi seperti kastil mewah para bangsawan dan raja, dan yang paling mengejutkan ialah para boneka ksatria yang mana ada ditempat penyimpanan senjata berubah menjadi lebih mirib manusia, para boneka-boneka itu juga bergerak sendiri dan mulai berjaga-jaga disekitar kastil layaknya ksatria sungguhan.


“Hmmm… tampaknya dia memasukkan lebih dari yang aku berikan” kata Rio yang mana melihat banyak perubahan terjadi pada kastil yang dia tempati.


“Abang-abang coba lihat itu” kata Lita yang menenjukkan kearah sekitar luar jendela.


“Hmm… hahahaha… ini mah namanya menang undian besar, dengan itu aku tidak yakin ada satupun mahluk yang dapat menembus kastil ini” kata Rio yang mana melihat keluar jendela.


Sementara itu disisi lain tepatnya dipegunungan yang mana ada di dunia manusia, sesosok mahluk besar terlihat sedang berdiri diam tidak melakukan apapun disana namun dari tubuhnya dia memancarkan energy gelap yang luar biasa kuatnya, lalu disaat mahluk itu diam sedari tadi Srrrannggss… Trraannggss…” sebuah rantai cahaya dengan cepat mengikat mahluk itu “Krrraakk… Trraannggkkk…” dan ruang yang ada didekatnya terbelah hancur memaksa mahluk besar itu masuk kedalamnya.

__ADS_1


“Kikikiki…. Bagus-bagus ini akan menjadi hadiah kecil untuk para partisipan ujian yang ada disana” kata sosok Jin yang mana merupakan salah satu yang bertanggung jawab dalam ujian yang dilalui Rio saat ini.


Bersambung….


__ADS_2