
Monster alam bawah adalah para monster yang tercipta dari mimpi buruk dan juga hayalan gila para mahluk hidup yang tinggal di berbagai dunia, jadi ketika mereka kalah terbunuh maka tubuh para monster alam bawah tersebut akan hancur menjadi abu, akan tetapi pengecualian untuk mereka yang mana dapat berbicara dan juga memiliki akal kepintaran. Tubuh dari monster alam bawah yang mana telah berevolusi sampai dapat bisa berpikir sendiri dapat menciptakan tubuh nyata mereka, semua itu demi mereka dapat keluar dari pembatas yang mengekang mereka didunia alam bawah, dengan tubuh nyata tersebut mereka juga dapat merasakan nikmatnya darah dan daging para mangsa yang mereka bunuh dan habisi.
Karena itulah tubuh para monster tersebut bisa digunakan sebagai sumber daya baru, dan saat itu Rio telah menyerahkan tubuh dari monster elang berkepala tiga pada serikat pencari kebenaran untuk melihat potensi dari mayat tersebut, dan saat itu “Trrannggsst....” Rio sedang melihat seseorang yang mana sangat dia kenali. Orang tersebut sedang bermain-main dengan tubuh monster mata satu dengan pedang sebagai bagian tubuhnya tersebut, dia menggunakan kedua tangan pedang dari monster tersebut dan menjadikannya pedang miliknya.
“Kau memiliki hobi yang tidak menyenangkan dengan membuat mereka yang ada disekitarmu menjadi alat” kata Rio.
“Yooo.... keponakanku, apa kabarmu” kata Gilang, “Crraak...” saat itu kepala Gilang langsung berputar 180 derajat dan melihat Rio yang ada dibelakangnya.
Melihat hal tersebut Rio kemudian menggunakan mata naga miliknya untuk memeriksa tubuh dari Gilang, disaat itu Rio menemukan hal yang mengejutkan dimana tubuh Gilang seperti sebuah lubang hitam yang mana sama sekali tidak ada energy sihir didalam tubuhnya.
“Apa yang terjadi sebenarnya, kenapa dia kehilangan energy sihirnya” pikir Rio yang mana sedikit ragu untuk menyerang Gilang.
“Hehehe... keponakanku kau ragu” kata Gilang.
Pada saat itu “Wusshkk...” dengan sangat cepat Gilang kemudian langsung menghilang dari depat hadapan Rio, dan pada saat itu juga “Fusshkk...” Gilang langsung telah berada dibelakang Rio. “Strringgs...” kemudian menggunakan kedua pedang ditangannya, Gilang langsung menyerang kearah Rio “Fusshkk....” namun disaat itu juga Rio telah mengaptifkan kekuatan dari artefak Lemegeton.
“Trranggs...” namun kedua pedang milik Gilang tersebut dapat ditahan oleh Rio dengan tangannya saja, melihat hal tersebut Gilang langsung tahu kalau sisik naga yang ada ditubih Rio menjadi sedikit aneh dan tidak seperti sebelumnya.
“Kau menggunakan kekuatan artefak itu yah, aku cemburu sekali” kata Gilang yang mana melihat Rio dengan tatapan kosong.
“Marbas kekuatan transformasi ditambah Zagan kekutan fisik iblis” kata Rio, “Srrahhk...” energy iblis dari Legeton mulai mengalir kearah otot-otot tubuh Rio.
__ADS_1
Dan disaat itu juga “Busskk...” Rio membalas serangan dari Gilang dengan sebuah pukulan diperutnya, “Fusskk...” Gilang langsung terhempas jauh dari Rio dan “Bummshk...” dia menabrak salah satu gunung es yang ada ditempat tersebut. Melihat hal tersebut Rio tahu kalau Gilang belum kalah, itu karena “Krrak...” tangan kanan Rio yang mana memukul perut Gilang beberap tulangnya telah retak karena kerasnya tubuh dari Gilang tersebut.
“Tubuhnya menjadi lebih kuat dari sebelumnya, mungkin ini ada hubungannya dengan monster pedang itu” pikir Rio.
“Gahahaha.... luar biasa sekali keponakanku, aku tidak menyangka kau akan menjadi sekuat ini karena menggunakna artefak itu” kata Gilang.
Disaat itu juga dengan menggunakan kekuatan transformasi milik Marbas, “Srraahkk...” Rio memunculkan sisik-sisik naga didalam kulinya dan menjadikannya kulit kedua yang melindungi tubuh dan juga setiap sistem sarafnya, dan pada saat yang bersamaan “Trrasskk...” Rio menggunakan kekuatan dari Furfur dikedua tangannya. Energy petir iblis yang kuat langsung berada dikedua tangan Rio, dan saat itu juga Gilang tahu kalau dia terkena serangan itu akan sangat gawat, namun “Bushkk...” dia tetap memilih menyerang dari pada menghindari serangan tersebut.
“Hahahah...” Gilang yang mana tertawa dengan gilannya terlihat sama sekali tidak ragu menyerang Rio dari depan.
“Kau sudah jadi gila rupanya kerena terlalu banyak mengubah tubuhmu” kata Rio.
“Dia kenapa...??” pikir Rio yang mana merasa curiga dengan senyuman dari Gilang.
Dan benar saja “Srraahkk...” kekuatan sihir milik Rio dengan sangat cepat terserap kedalam tubuh Gilang, dan saat itu Gilang yang mana melihat hal tersebut hanya tertawa melihat kalau rencana miliknya telah berhasil.
“Jadi ini rencanamu” kata Rio, dia berusaha untuk menahan energy sihir miliknya untuk terserap oleh tubuh Gilang.
“Haahahaha... percuma saja kalau kau melawan keponakanku, kau sekarang akan menjadi satu dengan diriku dan dengan cara itu aku dapat menggunakan Lemegeton dengan sesuka hatiku” kata Gilang.
“Sudah ditolak tetapi kau masih saja tetap berusaha, apa kau tahu kata-kata anak jaman sekarang itu kau harus move on, dan janga terjebak pada masa lalu” kata Rio.
__ADS_1
Saat itu Rio yang mana sedang tidak bisa bergerak dan juga tidak dapat mengendalikan energy sihirnya dengan benar, memberikan kode pada Lita yang mana sedang melihat dirinya, Lita menggunakan kekuatan dari hantu Pagebluk dan menjadi tidak terlihat.
“Itu tanda dari Abang, kalau begitu Lita tidak akan ragu” pikir Lita yang mengerti maksud dari isyarat mata Rio.
“Wusshhkk....” dua hantu Pagebluk kemudian langsung muncul didepan Gilang, dan saat itu juga salah satu hantu Pagebluk tersebut mengarahkan senjata sabit miliknya kearah leher Gilang. Akan tetapi disaat itu juga “Trranggs...” Gilang mengeluarkan tulang ditubuhnya dan menjadikannya sebagai pelindung untuk melindungi tubuhnya dari serangan tebasan hantu Pagebluk, namun disaat pandangan Gilang sedang teralihkan disaat itu juga hantu Pagebluk yang kedua langsung bergerak kearah Rio akan tetapi saat itu dia mengerahkan tebasan sabit miliknya kearah kedua tangan Rio dan, “Srrastt....” dengan cepat hantu Pagebluk tersebut langsung memotong kedua tangan Rio.
“Sialan...” kata Gilang yang mana mengetahui kalau energy sihir Rio telah lepas dari tangannya.
“Datanglah Banaspati” kata Rio yang mana saat itu sedang menggunakan Lemegeton untuk menggunakan aplikasi DS Game.
“Busshhkk.... Crrasstt...” api panas milik Banaspati kemudian langsung menembus tubuh dari Gilang, dan dengan cepat Gilang dipaksa mundur oleh Banaspati yang agung.
“Hahahaha.... akhirnya kau berhasil Rio, kau berhasil memanggil kekuatan penuhku” kata Banaspati.
Saat itu dia terlihat seperti sosok raksasa dengan tubuh yang tertutupi oleh api dan dengan ketinggian 10 meter besarnya, dan dengan armor kemerahan dan juga kristal hitam didahinya Banaspati terlihat jutaan kali lebih kuat dari sebelumnya.
“Lama tidak berjumpa dengan, sekarang aku akan biarkan kau untuk mengamuk sesuka hatimu Banaspati” kata Rio.
“Hehehe... aku menunggu perkataan itu dari mulutmu” kata Banaspati yang mana sudah bersiap untuk menyerang Gilang.
Bersambung.....
__ADS_1