Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 361 Para monster pengacau bagian 2


__ADS_3

Rio saat itu telah kembali dari alam manusia, dan saat itu juga dirinya sedang mengerjakan semua berkas kerja yang mana telah terdapat didalam ruangannya, dan saat itu pula dia langsung mengerjakan semunya, bahkan Rio menggunakan kekuatan fisik Zagan dan juga kekuatan mata dari Asmodeus untuk mengerjakan semua kertas kerja yang ada didalam ruangannya tersebut.


“Haaaah…. Ini gila, aku tidak mungkin dapat mengerjakan ini semua dalam waktu sebentar” kata Rio.


Didalam ruangannya telah menggunung banyak kertas kerja dan itu semua karena wilayah miliknya yang tumbuh besar sedikit demi sedikit, belum lagi ada cukup banyak para pedagang besar yang mana ingin membuat bisnis dengan wilayah Rio. Dan karena itulah ada juga banyak penyusup dan juga para pembuat kekacauan yang mana berkeliaran didalam wilayahnya, namun mereka semua dapat dihentikan dengan bantuan dari para prajurit yang mana adalah gabungan dari manusia, iblis dan bidadara.


“Mereka melakukan pekerjaan yang cukup bagus, akan tetapi kita kekurangan ramuan penyembuh” pikir Rio.


Dan saat itulah Rio memikirkan sebuah cara untuk melarikan diri dari kertas kerja didalam ruangannya tersebut, dengan cepat “Wusshkk…” Rio langsung berlari kearah tempat teleportasi, dan saat itu juga Dion dan juga yang lainnya langsung menghentikan Rio. Dengan mata lusuhnya dia melihat kearah Rio, dan saat itu juga Rio langsung bisa mengetahui kalau para teman-temannya tersebut telah begadang seharian untuk mengerjakan kertas kerja mereka.


“Mau kemana ketua” kata Dion.


“Eeheem… aku ingin pergi ketempat aliansi pencari kebenaran, kau tahu kita harus membeli banyak ramuan untuk memenuhi stok kita” kata Rio.


“Hahah… bukankah akan bagus kalau yang lainnya saja yang mengerjakan hal itu” kata Angga, dia juga terlihat sedang kelelahan karena dipaksa mengerjakan kertas kerjanya oleh Dion.


“Hahahah.. itulah kalian, serikat pencari kebenaran adalah rekan kita paling pertama dan karena itulah aku sebagai ketua serikat ini harus pergi langsung untuk memberikan hormat pada mereka” kata Rio.


Dengan cepat “Wusshkk…” Rio kemudian langsung berlari dan “Trranggs…” dia bahkan membuka gerbang didalam gedung serikatnya, saat melihat hal itu para rekan Rio tahu kalau ketua mereka itu hanya ingin menghindari mengerjakan kertas kerja yang ada didalam ruangannya tersebut.

__ADS_1


“Haaah… akhrinya aku bisa lepas dari ruangan pengap itu” kata Rio.


Disaat itu Rio langsung masuk kedalam gedung serikat pencari kebenaran, dan disana kebetulan sekali Adam sedang membimbing para rekrutan baru mereka untuk melakukan penelitian mereka, dan saat itulah Adam merasakan hawa keberadaan dari Rio.


“Heei… lihat siapa yang datang ini, sang raja yang mana telah mewarisi Lemegeton telah datang” kata Adam.


Rio yang mana telah mewarisi Lemegeton dapat menggunakan otoritas miliknya untuk menghentikan kemampuan aplikasi DS Game seseorang, dan saat itu juga Rio telah menghentikan aktifitas aplikasi DS Game dari beberapa kelompok yang mana dia tidak sukai ataupun yang mana menjadi musuh serikatnya. Akan tetapi disisi lain Rio memberikan hak khusus pada beberapa serikat yang mana membentuk aliansi dengan dirinya, dia membuat mereka dapat menggunakan aplikasi DS Game dengan mudah dan juga membuat para orang-orang yang bergabung dengan mereka menerima aplikasi DS Game juga.


“Jadi bagaimana dengan serikatmu, apakah ada perkembangan bagus…??” tanya Rio.


“Perkembangan bagus apanya, ini perkembangan yang luar biasa kau tidak bisa melihat ada banyak bahan penelitian yang mana belum kami temukan, terutama para orang-orang yang mana kau hukum itu mereka akan menjadi kelinci percobaan yang cukup bagus untuk kami semua” kata Adam.


“Segera kau dapatkan, tunggu sebentar akan aku berikan padamu” kata Adam.


Setelah itu Rio langsung menunggu disana sambil main games yang ada didalam smartphone miliknya, akan tetapi disaat itu “Tranggs…” dia merasakan sebuah retakan dimensi yang mana dibuat dengan cara kasar, retakan dimensi itu dibuat oleh seorang penyusup yang mana ingin menyerang wilayah aliansi pencari kebenaran.


“Aura ini, tidak salah lagi ini adalah aura dari para monster alam bawah” kata Rio.


“Srriinggs…” dengan pedang miliknya Rio kemudian langsung keluar dan melihat monster yang mana berani memasuki wilayah milik aliansi pencari kebenaran tersebut, dan disana dia melihat sosok monster elang berkepala tiga yang mana memiliki empat pasang sayap.

__ADS_1


“Ternyata benar itu adalah monster alam bawah, dan apa-apaan itu dia meneteskan air liurnya saat melihatku, jangan bilang kalau dia melihatku sebagai makanannya” pikir Rio.


Kesal dengan tingkah laku dari monster elang tersebut, “Trranggs…” Rio kemudian menggunakan Lemegeton dan dia langsung memanggil Garuda dan juga Phoenix untuk datang menghadap dirinya. Disaat itu keduanya dipanggil oleh Rio yang mana memiliki kendali penuh terhadap aplikasi DS Game, sehingga Garuda saat itu telah muncul dengan keadaan utuh, bersamaan dengan itu sosok perempuan dengan rambut dan juga sepasang sayap merah langsung muncul dihadapan Rio.


Sosok itu adalah Phoenix, dia terlihat seperti sesosok perempuan canti yang anggun dengan wajah yang sedih dan saat dia melihat Rio dia seperti melihat sosok yang mana dia rindukan, melihat hal itu Rio merasa sedikit aneh dan juga tidak tahu harus berbicara apa.


“Yaaah… uhumm… untuk sekarang, kalian berdua tolong urus mahluk itu” kata Rio.


Melihat sosok dari monster alam bawah yang mana ditunjukkan oleh Rio, Garuda dan juga Phoenix langsung mengeluarkan emosi amarah mereka, “Fusshkk…” dengan cepat Garuda langsung melemparkan tombaknya kearah monster elang berkepala tiga tersebut, “Wrrusshkk…” namun monster elang itu terbang dengan cepat keatas udara untuk menghindari serangan dari Garuda.


“Apa itu, tiba-tiba saja dua sosok mahluk gaib dengan kekuatan kuat muncul entah dari mana, apakah mereka itu bawahannya…??? Tidak-tidak mungkin, kekuatan manusia itu sangatlah kecil bahkan lebih kecil dari anak iblis yang aku makan tadi” pikir monster elang berkepala tiga tersebut.


Namun disaat dia berpikir “Burrnn…” Phoenix telah berada dibelakang dirinya, dan dengan tinju miliknya yang mana telah dilapisi oleh api, “Busshkk…” Phoenix langsung menghantam monster elang berkelapa tiga tersebut, “Fusshkk…” elang berkepala tiga itu langsung terlempar kebawah karena serangan tinu dari Phoenix. Akan tetapi “Wrrusshkk…” menggunakan keempat sayapnya monster elang berkepala tiga itu langsung behasil untuk tidak jatuh ketanah, dan dengan melayang diatas udara dia menatap kearah Phoenix.


“Mahluk sialan… Grrrr… Akan aku bunuh… Kau” kata monster elang berkepala tiga tersebut.


Disaat itu juga “Taask…” Garuda dengan cepat langsung memegang kaki dari monster elang berkepala tiga tersebut, dan karena tidak fokus akan keberadaan dari Garuda, monster elang berkepala tiga itu tidak bisa melawan dan “Bumsshk…” dengan kekuatannya Garuda melemparkan dirinya ketanah dengan sangat kuat. “Busshkk…” tidak hanya itu saja, dengan kedua kakinya Garuda menginjak tubuh dari monster elang berkepala tiga tersebut.


“Monster alam bawah, salahkan dirimu sendiri karena telah berani menyerang tuan kami” kata Garuda.

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2