
“Trrusskk.. Tusshkk...” kuda Sembrani yang mana membawa dua orang gadis dipunggungnya terlihat bersemangat untuk melawan sosok monster yang ada dihadapannya, monster itu memiliki kerangka kepala keras dan delapan mata disisi kiri dan kanannya “Grrraahkk...” monster tersebut mulai mengeluarkan tangannya dan menunjukkan tubuh aslinya. Monster itu terlihat seperti memiliki kaki-kaki gurita dan juga badan manusia, akan tetapi dia memiliki kepala dinosaurus T Rex yang mana sangat mengancam.
“Kau yakin kalau kita harus melawan mahluk yang ini...??” tanya Luna, dia mengendarai kuda Sembrani dan membonceng Jill dibelakang dirinya.
“Tenang saja, mahluk ini akan menjadi bawahan kita sebentar lagi” kata Jill.
“Terserah kau sajalah, SEMUANYA BERSIAP DALAM POSISI KALIAN” kata Luna, dia menggunakan sihir untuk melakukan panggilan jarak jauh dan mulai memberikan perintah pada para pasukan yang mengikuti dirinya.
Pada saat yang bersamaan disana tersisa Rio sendirian bersama dengan ketiga monster lainnya yang mana sedang menatap dirinya dengan tajam, disaat itu juga “Trranggs.... Trranggs.... Trranggs....” Azazel, Baal, Agares, dan juga Laplace yang mana baru-baru ini menjadi salah satu dari iblis milik Rio.
“Azazzel buka penyimpanan ruang, dan bawa seluruh senjata itu kemari lalu panggil kedua sahabat itu” kata Rio.
“Baik tuanku” dengan menggunakan kedua tangannya, “Trranggs...” Azazzel kemudian membuka batas ruang yang ada disekitarnya.
Dan dengan cepat dia memanggil ratusan tombak sihir peringkat bawah yang mana dikerjakan oleh para penempa baru-baru ini, melihat banyak senjata sihir ada disekitar Rio membuat para dewa dan raja iblis yang lainnya menjadi sedikit penasaran.
“Gahahah... apa yang ingin kau lakukan Rio, tidak mungkin kau bisa melukai tubuh kami dengan mainan seperti itu” kata Gilang, ketiga monster lainnya yang mana telah menyatu pada dirinya berbicara secara bersamaan, suaranya sangat keras dan juga mengintimidasi dan bahkan membuat beberapa orang dari pihak para dewa dan raja iblis hampir kehilangan akal mereka.
“Kalau kau tidak tahu apa-apa tidak usah tertawa, karena aku takut itu akan menjadi kata-kata terakhirmu” kata Rio, “Trranggs...” menggunakan Lemegeton dia kemudian memanggil Andras dan juga Zeppar.
Akan tetapi pada saat itu juga Rio terkejut melihat Andras dan juga Zeppar dipanggil disaat yang bersamaan, dan saat mereka datang keduanya terlihat seperti sedang menjambak rambut satu sama lainnya dan bahkan menggitgit satu sama lain, mereka terlihat seperti dua orang bocah yang saling bertengkar satu sama lainnya.
“Mereka masih bertengkar...??” tanya Rio pada ke Azzazel.
“Yah... bisa dibilang kalau seperti inilah biasanya mereka, karena sejak dari dulu Andras itu memang lemah akan tetapi dia licik dan memiliki banyak strategi yang kuat, namun Zeppar dengan kekuatan pedangnya dapat melampaui dirinya dengan singkat sehingga keduanya sering bertarung satu sama lainnya” kata Azzazel.
__ADS_1
“Hadeh.... kalian sudah cukup hentikan semua ini, ingatlah kalau kalian berada dimendan perang” kata Rio, kata-kata yang keluar darinya mengeluarkan aura yang kuat dan membuat Zeppar dan juga Andras langsung berlutut kehadapan dirinya.
Akan tetapi pada saat itu “Trringgs... Brrusshkk...” salah satu dari ketiga monster yang sedang berhadapan dengan Rio langsung menyerang, dia menembakkan sebuah bola api hitam kebiruan kearah Rio. Melihat api tersebut Azzazel langsung merasakan bahaya dan menggunakan kekuatan ruang miliknya “Trringgs... Crraanggs...” dia langsung mengurung bola api tersebut didalam kurungan ruang miliknya.
“Api ini memiliki kekuatan penghancur dan energy dominasi yang cukup kuat, kalau terkena maka seseorang dapat kehilangan kendali pada tubuh mereka dan terlahap habis oleh api ini” kata Azzazel.
“Ini adalah kekuatan yang dia ambil dari Banaspati, cukup mengejutkan dia dapat menggunakannya secepat ini” kata Rio, “Burrn...” dia mengeluarkan api putih dari tangan kanannya, dan aura dari sosok naga langsung keluar dari api putih tersebut.
“Wrrushkk...” dengan satu ayunan tangannya Rio langsung membakar api hitam kebiruan tersebut menggunakan api putih miliknya, disaat itu Azzazel langsung melepaskan kendali kurungan ruangnya atas perintah dari Rio. “Burrn... Wrushhk...” disaat itu juga Rio melihat kedua api tersebut saling berusaha untuk menghancurkan satu sama lainnya, api biru kehitaman milik Gilang berusaha untuk melahap api putih milik Rio, sedangkan api putih milik Rio mencoba untuk menghancurkan apapun yang ada disekitarnya.
“Api putih milikku berhasil membakar dan memusnahkan api biru kehitaman miliknya, akan tetapi aku yakin itu bukanlah kekuatan penuh miliknya” pikir Rio, dia melihat kalau api putih miliknya hancur setelah membakar habis api biru kehitaman milik Gilang.
Sementara itu “Trranggs...” Andras yang mana sedari tadi mengeluarkan energy iblisnya, telah melapisi seluruh senjata sihir dengan energy iblis miliknya.
“Bagus kalau begitu sekarang, mari kita mulai pertarungan kita” kata Rio.
Mendengarkan perkataan Rio barusan “Wrrushkk...” salah satu dari ketiga monster yang mana telah menyatu dengan Gilang langsung bergerak, dia adalah sosok monster dengan wujud ular dengan enam sayap dipunggungnya, dan dengan cepat ular tersebut langsung membuka mulutnya dan bersiap untuk melahap Rio dan para iblis bawahannya.
“Beraninya kau mengarahkan taringmu kearah tuanku, kau benar-benar cari mati” kata Agares, disaat itu “Trrunggs...” seluruh energy sihir miliknya langsung keluar dari tubuhnya dan dengan cepat sebuah bola energy sihir kegelapan langsung keluar.
“Trranggs...” Bola sihir kegelapan yang mana melindungi tubuh Agares kemudian menahan terkaman dari ular raksasa dengan enam sayap tersebut, kemudian disaat Agares melihat adanya celah “Crrast... Crrast...” dia mengubah bentuk dari bola sihir kegelapan tersebut dan membuatnya menusuk mulut dari ular raksasa dengan enam sayap tersebut.
“Persiapanya telah selesai, Agares singkirkan mahluk itu” kata Rio, dia terlihat sedang memegang sebuah tombak emas yang mana terbuat dari energy sihir yang sangat murni.
“Hehehe... dimengerti tuanku” kata Agares, saat itu juga dengan kekuatan sihirnya “Trranggs...” Agares membesarkan bola kegelapan yang melindungi dirinya tersebut dan “Brrusskk...” dengan cepat Gilang yang mana telah menyatu dengan monster ulat bersayap enam tersebut langsung terhempas karena berusaha untuk melepaskan dirinya.
__ADS_1
Agares yang melihat mangsanya lepas langsung menggunakan kekuatan miliknya, “Trranggs...” dia lalu memadatkan bola kegelapan tersebut ditelapak tangannya dan “Bushhkkk...” dengan cepatnya dia melemparkan bola kegelapan tersebut seperti sebuah meriam yang sangat cepat. Dengan kecepatan bola kegelapan yang mana melebihi kecepatan suara, “Srraashkk...” sebelum monster ular bersayap enam tersebut sempat bertindak kepalanya sudah hancur karena serangan dari bola kegelapan milik Agares tersebut.
“Haaah.... mati kau sekarang” kata Agares.
Akan tetapi “Srraahkk.. Srractt...” dengan cepat kepala dari monster ular bersayap enam tersebut langsung pulih kembali, seperti tidak terjadi apapun kepalanya kembali utuh sempurna.
“Cih masih hidup rupanya, akan tetapi ini akan cukup sulit untuk bisa mengalahkannya” kata Agares.
“Tidak perlu khawatir, apa kau sudah melupakan iblis baru yang direkrut oleh tuan kita” kata Azzazel yang menunjuk kearah Laplace.
“Trringgs....” menggunakan mata miliknya yang mana dapat melihat segalanya diseluruh dimensi dunia, Laplace mencoba untuk melihat kelemahan dari kesembilan monster yang mana telah menyatu dengan tubuh Gilang tersebut. Akan tetapi disaat itu juga Laplace menemukan sesuatu yang mengejutkan, dan itu adalah sebuah benang tak kasat mata yang mana menghubungkan alam dimensi bawah dengan kesembilan monster tersebut, dan disaat Laplace berusaha untuk melihat lebih jauh “Traanggs...” dia menemukan dirinya ditatap balik oleh alam dimensi bawah dan menolak tatapan matanya.
“Kau sudah menemukannya Laplace...??” tanya Rio yang melihat keadaan Laplace.
“Yaa tuanku, kelihatannya kesembilan monster ini dikendalikan dan mendapatkan kekuatan dari jantung yang mana ada dialam tubuh mereka” kata Laplace.
“Jadi begitu, dengan kata lain kita hanya harus menemukan jantung itu dan mengahancurkannya bukan” kata Agares yang mana telah bersiap untuk maju dan menyerang kembali.
“Kalau memang semudah itu maka akan bagus, namun jantung didalam tubuh mereka mengecil sampai keukuran sebutir pasir, dan bahkan jantung tersebut berpindah tempat dengan kecepatan yang sangat mengerikan” kata Laplace.
“Cih... jadi begitu, nampaknya ini benar-benar akan sulit” kata Agares.
“Haah... apanya yang sulit, kalau memang seperti yang kau katakan itu, maka kita hanya harus menghancurkan mereka semua sampai ketingkatan molekul” kata Zeppar, dia memegang senjata yang mana tadi sedang dipadatkan oleh Rio barusan dan dengan kekuatan senjata tersebut Zeppar langsung maju dan bersiap untuk bertarung.
Bersambung.....
__ADS_1