
“Kepada Rio kami dari manajemen DS Game mengagumi seluruh hal yang anda capai, dan karena itulah kami akan memberikan anda sebuah ujian khusus yang mana akan membuat anda langsung masuk ke fase ke 2 DS Game, didalam ujian khusus kali ini anda akan menjalankan misi bersama beberapa pangguna lainnya yang memenuhi persyaratan untuk masuk ke fase kedua, PS : manajer Amon dan manajer M keduanyalah yang merekomendasikan anda” tulis notifikasi sistem yang mana telah didapatkan oleh Rio saat ini.
“Hmmm… ini menarik, kurasa aku bisa bergabung dalam peperangan yang dibicarakan oleh Alex tadi, lagi pula aku punya cukup banyak masalah dengan raja iblis Bahamut itu” kata Rio yang mana sedang berencana untuk menjadikan kelompoknya sebagai tentara bayaran.
Setelah itu Rio dengan para kelompoknya bersiap untuk menjalankan ujian khusus yang disebutkan tersebut, dalam waktu satu minggu tersebut mereka beristirahat, berlatih, membeli beberapa alat sihir dan bahkan mempelajari beberapa tehnik baru. Lalu satu minggupun sudah berlalu mereka semua sudah siap dengan perlengkapan baru milik mereka, dan dengan Rio yang berada didepannya dia memimpin yang lainnya untuk masuk kedalam ujian khsus tersebut.
Rio kali ini telah dilengkapi oleh armor tulang iblis yang berwarna putih, dan untuk menjaga kecepatannya dia mengubah jubah bayangan miliknya menjadi sebuah mantel hitam pekat yang menutupi seluruh punggunnya, dan dipinggangnya sudah tersiapkan golok naga waktu yang mana telah mendapatkan sarung khsusu buatan para peneliti diserikat pencari kebenaran. Dengan kedua alat sihir tersebut Rio lebih percaya diri untuk bisa menyelesaikan ujian khusus kali ini, “Trrakkss…” dan tidak seperti sebelumnya sebuah retakan dimensi muncul dihadapan mereka semua.
“Hhihihih… hei-hei-hei semuanya, apa kabar kalian, apakah kalian sudah siap untuk bermain” kata Jin yang mana keluar dari dalam retakan dimensi tersebut.
“Haaah… mahluk ini lagi, rasanya dari waktu kewaktu semakin ingin kutebas wajah anehnya itu” pikir Rio yang mana mengeluarkan aura pembunuhan yang sangat kuat.
“Hei-hei-hei… apa-apaan itu, aku tidak melakukan apapun jadi jangan keluarkan aura yang menyeramkan seperti itu dong” kata Jin tersebut yang merasa sedikit takut dengan aura milik Rio.
“Hahahah… ketua jangan seperti itu, aku rasa dia bukanlah Jin yang sama dengan Jin yang sering mengganggu kita” kata Aji yang mana berusaha untuk menenangkan Rio.
“Haaah… aku tahu itu, tetapi melihat wajah mereka yang hampir mirib itu membuatku semakin kesal saja” kata Rio yang menarik kembali aura membunuhnya.
“Fuuuiihh… nah begitukan enak dilihatnya, kalau begitu tunggu sebentar yah” kata Jin tersebut “Trriinggss…” Jin tersebut lalu mengeluarkan sebuah klereng bercahayan terang dari kantungnya dan lalu “Trraannggss…” Jin tersebut melemparkan klereng tersebut kearah retakan dimensi itu.
__ADS_1
“Crraakkss… Trraakkss…” retakan dimensi tersebut lalu berubah menjadi semakin besar dan lalu menjadi sebuah gerbang, gerbang tersebut lalu menjadi sebuah jalan bagi kelompok Rio untuk pergi kealam dimana ujian khusus diadakan kali ini. Setelah itu Rio lalu memimpin kelompoknya untuk masuk kedalam dimensi tersebut, setelah mereka memasuki gerbang dimensi itu Rio dan para rekannya dikejutkan dengan pemandangan yang mana sangat familiar dimata mereka, sebuah hutan yang mana tidak terlalu besar dengan gunung dan pada rumput disekitarnya.
“Hei… kalian merasa kalau tempat ini sedikit tidak asing” kata Rio.
“Iya sama” kata Lita, Luna, dan Aji yang menjawab secara serentak.
Benar saja itu adalah tempat ujian mereka yang kedua dan juga tempat mereka bertemu dengan Aji yang mana sekarang menjadi bagian dari mereka, ditempat ini juga Luna hampir mati terbunuh oleh seseorang pengguna aplikasi yang ditunjuk sebagai penghianat dalam ujian DS Game kedua Rio. Setelah itu mereka lalu berjalan menuju arah kastil yang dulunya menjadi markas mereka saat melaksanakan ujiannya, Rio, Luna, Lita dan Aji dengan santainya berjalan ketempat tersebut, sementara Gio yang mana tidak tahu menahu hanya mengikuti langkah kaki mereka dari belakang.
“Heeii…. Sebenarnya kita kemana sekarang…??” tanya Gio yang mana tidak tahu kearah mana mereka pergi.
“Hmm… kami akan menuju kastil didekat sini, kemungkinan kita bisa menemukan petunjuk disana” kata Rio yang berjalan didepan mereka semua.
“Hei bos dari mana kau tahu kalau ditempat ini ada sebuah kastil…??” tanya Gio.
“Iya pada saat itulah aku juga pertama kali masuk kedalam ujian DS Game tampa tahu apapun” kata Aji yang mana mengingat saat-saat dia bertemu dengan Rio, Luna dan Lita.
“Oooh… seperti itu rupanya, kau punya pengalaman yang cukup luar biasa juga, tetapi bos aku harap kau tidak terlalu berharap dengan kastil tersebut” kata Gio yang terlihat mengetahui sesuatu.
“Hmm… apa maksudmu…??” tanya Rio.
__ADS_1
“Yaah… kau mungkin akan tahu sendiri jika melihatnya” kata Gio.
Lalu pada saat mereka sudah sampai disana mereka dikejutkan melihat kastil yang dulunya kokoh hancur berantakan dan hanya meninggalkan sisa-sisa reruntuhan disana, saat melihat hal itu Gio terlihat sudah tahu pada apa yang terjadi sementara itu Rio mencoba untuk melihat keselilingnya dan menemukan sebuah tanda-tanda terjadi pertarungan didalam kastil tersebut. Itu semua berasal dari aroma mesiu yang cukup kuat masih tersisa ditempat tersebut, dan lagi ada beberapa bekas cakaran dan tebasan di dinding kastil tersebut.
“Jadi ini yang kau maksud dengan tidak terlalu banyak berharap” kata Rio yang melihat kearah Gio.
“Hahahah… aku juga punya pengalaman memasuki dimensi yang sama sebanyak dua kali dalam beberapa ujian, pada saat itu seluruh area menjadi berbeda dan setelah kuperiksa para manajemen mengatur waktu didalam dimensi itu agar menjadi lebih cepat beberapa tahun, itu semua agar para penonton yang mana adalah para dewa dana raja iblis menjadi tidak bosa dengan ujian yang ditayangkan oleh pencipta DS Game” kata Gio yang menjelaskan tentang pengalamannya.
“Jadi seperti itu, Haaah…. Kalau begitu mari kita buat tenda disekitar sini saja, tempat ini terbilang cukup bagus karena tanahnya yang datar dan memiliki energy sihir yang cukup melimpah” kata Rio
Setelah itu mereka kemudian mendirikan tenda ditempat tersebut dan lalu “Srrakk… Srrakk… Srrakk…” Rio mendengar sebuah suara dari arah hutan yang man berjarak setengah kilometer jauhnya, mendengarkan suara tersebut “Srraanggss…” Rio langsung menarik golok miliknya dan bersiap untuk bertarung. Sementara itu Luna, Lita, Aji dan Gio melihat tindakan Rio dan langsung bersiap dengan senjata sihir mereka.
“Srraasskk…” Rio kemudian langsung menurunkan penjagaannya begitu dia melihat sosok yang dia kenali, itu adalah Dion yang mana juga menjalankan ujian khusus bersama dengan kelompoknya. Sementara itu Dion yang melihat Rio langsung berjalan dengan cepat kearahnya, dia merasa sedikit senang karena bisa bertemu dengan beberapa orang yang dia kenali dalam ujian kali ini.
“Kalian juga menjalankan ujian khusus ini yah” kata Dion yang mana bersama dengan 20 orang pengguna aplikasi yang mana adalah rekan serikatnya.
“Yah seperti itulah, aku berencana mencari sesuatu dalam kastil yang kita tahu, tetapi saat aku sampai kastilnya sudah seperti ini” kata Rio.
“Begitukah…., aku juga sebenarnya ingin pergi keperpustakaan didalam kastil ini, aku yakin ada beberapa petunjuk penting didalamnya tetapi… yasudalah kalau begitu, sekarang bagaimana kalau kita menjalankan ujian ini bersama seperti waktu dulu” kata Dion yang menawarkan sebuah kerja sama pada Rio.
__ADS_1
“Hahahaha…. tidak ada alasan bagiku untuk menolak perjanjian yang menguntungkan seperti ini” kata Rio yang langsung bersalaman dengan Dion, sementara itu mereka sama sekali tidak sadar akan seseorang yang mana sedang menatap mereka dari dalam hutan, mata merah yang dipenuhi dengan dendam tersebut seakan-akan sebuah jiwa yang mana terbakar dalam dendam sedang melihat mereka dari jauh.
Bersambung…..