Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 62 Ksatria matahari bagian 2


__ADS_3

Beberapa jam sebelum sihir skala besar diaktifkan oleh Killa dan Akilla, dipasar tempat dimana orang banyak berjualan Aji sedang berjalan-jalan disana untuk membeli kebutuhan rumah miliknya dan disana dia tidak sengaja melihat sosok yang dia kenali, dan itu adalah Dion dia juga sedang bekeliling untuk membeli stok makanan dirumahnya.


“Eeeh… Dion senang bertemu denganmu dinisi” kata Aji yang mana melihat Dion.


“Oooh… kau kalau tidak salah adalah Aji bukan, orang baru yang baru saja masuk kedalam klompok Rio kan” kata Dion, dia melihat Aji sambil membawa beberapa barang belanjaannya.


“Hahahhaa…. Aku tidak manyangka kalau kita akan bertemu disini setelah hari itu” kata Aji yang mengingat pada saat dirinya berkunjung ketempat persebunyian Rio.


“Iya benar juga, kau cukup lumayan juga dapat menarik perhatian dari Rio dan langsung bisa memilih untuk masuk kedalam kelompoknya” kata Dion.


“Eeeh… emangnya begituyah, aku merasa biasa saja kok, malahan aku merasa beruntung karena bisa masuk kedalam kelompok Rio” kata Aji.


“Untuk seseorang yang baru pertama kali masuk kedalam dunia gaib, membuat sebuah keputusan bijak itu adalah sangat sulit, terutama untuk orang-orang yang hidup didalam dunia moderen sekarang ini biasanya adalah yang pertama kali mati saat terjebak dengan aplikasi DS Game” kata Dion.


Dan lalu disaat mereka berdua tengah berbicara “Trroonggss….” Sebuah cahaya merah kehitaman tiba-tiba saja muncul dan membuat sebuah pilar yang menggapai langit-langit, “Sriinggss…” pilar cahaya merah itu lalu mengurung kota tempat mereka sedang berada saat ini dan juga mengurung seluruh orang yang ada didalamnya. Melihat hal itu Dion langsung memiliki sebuah prasaan buruk, “Pip-pip…” dia lalu menghubungi teman-teman satu timnya yang mana sedang berada dikota itu, dia mengirimkan sebuah perintah untuk berhati-hati dengan sekitar mereka dan menjauhi keramaian.


“I-ini apa-apaan, apa yang sedang terjadi apakah aplikasi DS Game sedang mengadakan Event besar-besaran” kata Aji yang mana sedang berusaha untuk berpikir secara jernih.


“Kelihatannya ini bukan berasal dari manajemen DS Game, tetapi ini berasal dari mereka pengguna aplikasi DS Game dan dari kekuatan sihir yang dilepaskan aku bisa tahu mereka sangatlah kuat” kata Dion.


“Sekarang apa yang harus kita lakukan, aku tidak pernah berada disituasi seperti ini” kata Aji yang mulai sedikit panik.


“Tenangkan dirimu, pertama adalah kita hindari keramaian kota dan pergi kearah pinggiran untuk menghindari saksi mata, dengan begitu kita bisa menggunakan aplikasi DS Game semau kita” kata Dion.


“Ping-ping…” mereka berdua lalu mendapatkan chat dari Rio, dan chat itu ialah menanyakan keadaan mereka berdua.

__ADS_1


“Rooaarr….” Dan disaat Dion dan Aji sedang membaca chat dari Rio, sesosok mahluk siluman mulai muncul dihadapan mereka, mahluk tersebut terlihat seperti kambing yang mana memiliki besar tubuh sebesar gajah. “Drrukkk… Crrasst…” dan kambing siluman tersebut dengan liarnya menabrak orang-orang didekatnya dan membunuh mereka semua dengan mudahnya, melihat hal tersebut Aji yang sama sekali tidak tersebiasa dengan kematian orang-orang langsung merasa jijik dan ngeri ketika melihat darah “Uugghhkkk…” dan dia hampir muntah dibuatnya.


“Tenangkan dirimu, untuk sekarang kita hanya bisa membunuhnya dan pergi dari sini” kata Dion, “Trriinggss…” dia lalu memanggil Naga besuki dan dengan kekuatan dari Naga besuki “Crranggs… Krranggss…” Dion membentuk sebuah tombak emas yang mana sangatlah tajam.


“Wuusshh…” dengan kekuatan tangan dan kemampuan telekinetis miliknya Dion melemparkan tombak emas yang berat itu kearah siluman kambing tersebut, “Crrasstt…. Krrraakk…” dan dengan satu kali tombakkan dari Dion mahluk siluman kambing tersebut langsung terbunuh, tubuhnya tertembus tombaka emas yang dia lemparkan dan menempel disekitaran gedung disana. Dion yang mana tidak mau menarik perhatian banyak orang langsung melarikan diri dari sana, dan dia juga mengajak Aji untuk ikut bersama dengan dirinya.


Disaat itulah sebuah benang takdir yang gila mulai terbentuk dan itu adalah disaat Dion bertemu kembali dengan Angga, yang mana sedang terbang dengan cepat kearah kedua kembar Killa dan Akilla berada. Melihat Angga terbang didepannya Dion mulai mengeluarkan hawa membunuh miliknya, dia sangat ingin langsung mengejar dan membunuh Angga sekarang juga tetapi dia tidak bisa melakukannya karena dia memiliki beberapa rekan-rekannya yang mana masih pemula, dan juga Aji yang ada disebelahnya.


“Kelihatannya dia pergi kearah tengan kota, dan tampaknya energy dari sihir area besar ini berasal dari sana” pikir Dion.


“Dion kau tidak apa-apa…??” tanya Aji yang mana melihat wajah meyeramkan Dion.


“Hmm… tidak apa-apa, sekarang ayo kita pergi dulu dari sini, kita akan berkumpul dengan rekan-rekanku” kata Dion, dia lalu membawa Aji pergi ketempa para rekan sekelompok miliknya.


“Setelah aku selesai dengan ini, aku akan langsung kesana untuk membunuhmu Angga” pikir Dion.


Sementara itu disisi lain Rio dan Luna yang mana sedang berlari untuk menghindari para ksatria matahari, sedang masuk kedalam bayangan dengan kekuatan dari alat sihir milik Rio. Mereka memutuskan untuk bergerak didalam bayangan karena melihat ada banyak ksatria yang berlarian disekitar kota saat ini.


“Sialan mereka ada cukup banyak disini, sebenarnya ada berapa jumlah mereka” kata Rio yang kesal melihat setiap jalan yang dia lalui selalu ada ksatria disana.


“Gahahahaha…. Sudah kubilang bukan, kalau para pengikut Batara Surya itu menyebalkan, mereka berfokuskan pada keadilan dan hanya beberapa yang mau menggunakan kekuatan dari mahluk panggilan mereka” kata Batara Kala.


“Haaah…. Kau yang punya masalah kenapa aku pula yang kena batunya disini” kata Rio.


“Hei-hei… ingatlah aku yang memberikanmu kekuatan jadi kau harus terima beberap konsekuensinya” kata Batara Kala.

__ADS_1


“Cih… padahal sekarang ini aku ingin fokus untuk pergi ketengah kota” kata Rio.


“Rio lihat itu ada beberapa mahluk siluman yang aneh disana” kata Luna, dia melihat sesosok bayangan hitam yang mana menyerupai manusia dan dengan bentuk yang sangat elastis “Crrasstt… Krrasstt… Trraasstt…” para mahluk bayangan tersebut membunuh semua yang ada didekatnnya baik itu manusia, hewan, dan siluman.


“Apa itu…?? Mereka sangat mirib dengan mahluk bayangan yang kita jumpai di ujian pertama” kata Rio.


“Itu bukanlah mahluk bayangan, melainkan mahluk gaib panggilan dari alam lain dan berhati-hatilah mereka telah menyadari keberadaanmu” kata Batara Kala.


“Krraaaakk….” Mahluk-mahluk aneh yang berbentuk bayangan tersebut lalu memadatkan kedua tangannya dan “Trraakkss…” merubah tangannya menjadi sebuah bor yang tajam, dengan cepat Rio dan Luna langsung melompat keluar dari bayangan.


“Serangannya bisa menembus masuk kedalam bayangan, ini akan sedikit sulit” kata Rio.


Namun tiba-tiba Rio dan Luna dikejutkan karena aura yang sangat kuat dari belakang mereka, aura tersebut seperti sebuah kehadiran dari mahluk buas yang sangat liar sedang menatap mangsanya, dan ketika Rio dan Luna berbalik kebelakang mereka menemukan dua orang saudara kembar dengan paras tampan dan cantik namun dibalik rupa mereka ada aura mengerikan yang mana memandang Rio dan Luna seperti sebuah mangsa.


“Hahhahaha…. Lihat itu, kita berhasil menemukan mereka ternyata ini lebih mudah dari yang aku bayangkan” kata Akilla.


“Hmmm… aku juga mengira kita harus membunuh semua orang yang ada dikota dulu baru bisa menemukan dia, tetapi ini cukup bagus kita bisa menghemat waktu sekarang ini” kata Killa.


“Kelihatannya aku adalah incaran mereka, Haaah… memang susah jadi laki-laki tampan selalu banyak yang mengincar” kata Rio.


“Kepedeanmu itu benar-benar membuatku takjub” Kata Luna.


Sementara itu Angga yang mana terlambat datang ketempat itu memutuskan untuk melihat dari jarak jauh, karena dia berpikir ini akan menjadi sebuah tontonan yang menyenangkan.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2