Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 152 Jebakan penuh darah


__ADS_3

Ketika kedua pasukan dari kedua kelompok sudah memasuki dimensi tersebut, ketiga iblis solomon itu terkejut karena dapat merasakan hawa keberadaan Rio dan rekan-rekannya pada pasukan pihak Teppes, Andras yang mana sudah tertarik dengan Rio sedari awal ingin menghampiri dirinya.


“Kau mau apa” kata Zeppar yang mana menghentikan Andras.


“Bukan apa-apa aku hanya penasaran saja” kata Andras.


“Kalau kau penasaran lakukan itu nanti, ketika dia keluar dari medan perang ini maka kau bisa menanyai dirinya sebanyak yang kau mau” kata Zeppar.


“Hmm…?? Kenapa pula aku harus mengikuti kata-katamu” kata Andras, energy sihir iblis miliknya meluap disekitar tubuhnya.


“Kalau kau tidak bisa dibilang dengan kata-kata maka akan kubuat kau tunduk dengan kekuatanku” kata Zeppar, “Buurr…” energy sihir miliknya langsung dengan cepat terfokuskan kedalam pedang miliknya dan dia seperti sudah bersiap bertarung sampai mati melawan Andras.


“Kalian berdua apa sudah selesai” kata Baal, kekuatan yang dia keluarkan dari tongkat emas miliknya langsung meniadakan energy iblis keduanya dan mereka yang melihat Baal dapat merasakan tekanan yang luar biasa besarnya.


“Haaah… baiklah kalau begitu, aku akan menyerah untuk kali ini” kata Andras.


“Trringgss” Zeppar lalu menaruh masuk pedang yang hampir dia keluarkan.


“Bagus kalau begitu sekarang, mari kita berikan kekangan pada ketiga raja iblis itu” kata Baal.


“Trraanggss… Trraanggss… Trraanggss…” beberapa rantai element kegelapan lalu langsung mengikat ketiga raja iblis tersebut, kekuatan mereka dikekang agar ketiganya tidak ikut campur terlalu jauh dalam peperangan tersebut, jika ada satu raja iblis yang ikut campur maka bisa dipastikan dimensi tersebut akan hancur dalam sekejab mata. Karena itulah ke 72 iblis Solomon akan menjadi juri dari setiap peperangan yang akan dilakukan oleh para dewa dan raja  iblis, dan aplikasi DS Game mereka gunakan untuk menemukan para manusia-manusia berbakat yang akan berguna sebagai piont dalam pasukan mereka.


Sementara itu disisi pasukan Teppes “Traanggss… Krraanggss…” setiap pasukan miliknya telah dipakaikan dengan zirah darah merah, namun mereka semua hampir tidak berbicara sedikitpun dan juga kelihatan seperti tidak hidup, namun diantara seluruh pasukan itu Rio telah bersembunyi dengan menyamarkan dirinya kedalam salah satu pasukan Teppes tersebut.

__ADS_1


“Hmm…. Kelihatanya mereka benar-benar ingin menggunakan monster chimera untuk mengurangi pasukan kita” pikir Rio yang mana melihat kalau para monster chimera tersebut telah bersiap untuk menyerang.


Bentuk mereka seperti manusia yang dibagabungkan dengan tiga macam hewan dan bahkan ada yang berbentuk seperti bola daging berukurang besar, sementara itu Bahamut dan juga Mormo yang melihat pasukan Teppes merasa heran.


“Apa-apaan itu, kenapa aku tidak pernah tahu kalau para vampire itu akan menggunakan zirah semacam itu” kata Bahamut yang mana melihat para pasukan Teppes.


Ketiga raja iblis tersebut duduk dengan santai dibangku mereka sambil diikat dengan rantai pengekang, sementara Bahamur dan Mormo kebingungan Teppes terlihat senang karena melihat wajah bingung kedua orang lawannya itu.


“Heeei… kadal bodoh, kalau kau ingin menyerah maka aku akan biarkan masalah ini, tentu saja kau harus membayar beberapa kompesasi” kata Teppes.


“Diam kau serangga penghisap darah, kau kira aku akan takut dengan ancamanmu, kita lihat saja siapa yang akan kalah nantinya” kata Bahamut yang terpancing emosi oleh kata-kata Teppes.


“Bahamut tenangkan dirimu, ingatlah kalau kau sedang melawan salah satu dari raja iblis yang paling licik” kata Mormo.


“Dasar sialan ini, KALIAN SEMUA MAJU BUNUH MEREKA” teriak raja iblis Mormo yang mana memerintahkan pasukan chimera dan para mayat hidup miliknya untuk maju.


“Rooarr… Grraaoorr…” para mayat hidup milik raja iblis Mormo lalu berjalan dengan sangat lambat tetapi dengan jumlah yang besar mengarah kearah pasukan Teppes, “Crasstt… Trrasstt…” sementara itu para monster chimera yang mana melaju dengan liarnya mulai saling menyerang satu sama lainnya karena berbut untuk maju terlebih dahulu, “Crrasst… Krrasstt…” para monster chimera itu bahkan memakan beberapa mayat hidup milik Mormo karena mereka berjalan terlalu lambat dan menghalangi jalannya.


“Hmmm… kelihatannya sudah waktunya” kata Teppes, “Taasskk….” Dia menjentikkan jari miliknya dan lalu para pasukan miliknya tiba-tiba saja bertindak aneh.


“Raaaahhkk….” Mereka menjerit kesakitan dan secara beramai-ramai langsung menyerang kearah pasukan monster chimera tersebut, “Srrasst… Krrasstt… Trrasstt…” para pasukan berzirah merah milik Teppes mulai menyerang dengan buasnya. Melihat hal tersebut raja iblis Bahamut merasa heran, karena dia mengetahui apa yang terjadi pada pasukan milik Teppes tetapi majahnya tetap kebingungan dengan apa yang terjadi.


“Ini sihir amukan, aku tidak percaya Teppes yang menghargai bawahannya seperti itu dapat menggunakan sihir itu pada para prajuritnya” kata Bahamut.

__ADS_1


“Apa yang kau bingungkan dia itu raja iblis, kalau menggunakan cara licik dan kejam seperti ini sudah sewajarnya bagi raja iblis” kata raja iblis Mormo.


“Kau tidak mengerti, Teppes dikenal sebagai raja iblis karena kekejamannya pada para musuhnya dan dia juga hanya menganggap manusia dan iblis sebagai makanan semata, akan tetapi ada perbedaan tertentu pada para bawahannya yang telah menerima darahnya dan itu adalah rasa kekeluargaan yang dia keluarkan” kata Bahamut.


“Kekeluargaan kau bilang, aku tidak mengerti dengan apa yang kau maksudkan” kata Mormo.


“Singkat kata dia menganggap kalau mereka yang menerima darahnya adalah keluarganya, dan dia tidak akan mungkin melakukan hal sekeji itu pada keluarganya sendiri, itulah yang aku tahu dari sikap raja iblis Teppes” kata Bahamut.


“Aku tidak mengerti dengan apa yang kau maksudkan, tetapi kalau itu benar maka pasti ada yang tidak beres disini” kata Mormo yang mana menyadari kalau Teppes telah merencanakan sesuatu.


“Hmm…. Kedua raja iblis itu benar-benar sangat tajam, tetapi itu semua sudah terlambat benar bukan Alex” kata Teppes yang mana sedang duduk bersama Alex.


“Benar tuanku, tetapi aku masih tidak menyangka kalau rencana yang dia tawarkan akan segila ini” kata Alex yang mana melihat Rio sedang berbaur bersama para prajurit berzirah merah tersebut.


“Hahahahha… seorang pimpinan yang baik adalah mereka yang dapat menggunakan kegilaannya untuk membantu para pengikutnya, dan dia membuktikan hal itu dengan menawarkan padaku surat dengan isi rencana gila itu” kata Teppes.


Kita kembali kebeberapa bulan sebelumnya, tepatnya ketika Alex telah menerima jawaban dari Rio dia juga langsung menyerahkan surat titipan Rio pada tuannya raja iblis Teppes. Kemudian ketika Teppes melihat surat tersebut, dia mengeluarkan sebuah senyuman lebar yang mana sangat menakutkan dimata Alex.


“Hahahahha… menarik-sangat menarik, Alex perintahkan beberapa orang vampire yang bekerja dibawahmu untuk pergit menemu Rio, dan suruh mereka mengatakan kalau aku akan mengikuti rencana yang dia tawarkan padaku” kata Teppes yang mana merasakan kalau rencana milik Rio akan berhasil.


Penjelasan : Zeppar sang ksatria iblis merah dengan pedang miliknya yang dapat membelah apapun, bahkan para dewa yang mana menjadi lawannya dapat terbunuh dengan tebasan dari pedangnya, Zeppar juga dikenal sebagai sang iblis pembantai karena bagi mereka yang tidak memiliki mental yang kuat akan langsung terbunuh dihadapan dirinya.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2