
Beberapa hari sebelum raja agung Solomon mengorbankan dirinya, dia bertemu dengan Azazel dan saat itu Azazel yang mana masih cukup muda memiliki kekuatan yang mana dapat membuat para dewa ketakutan saat melihat dirinya.
“Tuanku… ada apa anda ingin bertemu denganku” kata Azazel yang mana berlutut didepan Solomon.
“Azazel kau adalah pengikutku yang paling kuat, dan juga adalah yang paling aku percayai” kata Solomon.
“Terimakasih banyak tuanku, aku berterimakasih pada perkataanmu, hamba bersumpah akan tetap menjadi yang terkuat dan menjadikan kerajaan kita sebagai kerajaan paling makmur yang pernah ada” kata Azazel.
“Hahaha… tidak perlu seperti itu, karena kau tahu sebentar lagi aku akan mati dan karena itulah aku akan memerlukan dirimu untuk melaksanakan sebuah tugas penting” kata Solomon.
“Mohon maafkan kelancangan hamba, tetapi apa yang sebenarnya tuan katakan, hamba sema sekali tidak mengerti sama sekali” kata Azazel.
“Bencana besar akan segera datang, para manusia dan juga penduduk mahluk gaib sama sekali tidak bisa menghadapi bencana saat ini dengan kekuatan mereka, karena itulah aku akan menggunakan nyawaku sebagai imbalan untuk mengundurkan waktu untuk para manusia dan juga para penduduk gaib, dan untuk itulah aku menginginkan dirimu memilih raja yang baru” kata Solomon.
Saat itu Azazel sama sekali tidak dapat percaya dengan apa yang dia dengarkan, itu karena saat itu juga raja mereka Solomon adalah manusia terkuat yang mana membuat dewa dan para raja iblsi gentar akan dirinya, namun beberapa hari kemudian Solomon tewas didepan mata mereka, saat itu Solomon berubah menjadi cahaya dan rohnya keluar dari tubuhnya. Disaat itulah ke 72 iblis solomon merasakan kehilangan yang sangat luar biasa, itu karena mereka telah kehilangan pimpinan yang paling mereka sayangi, begitu juga dengan ke 7 iblis penghianat tersebut mereka merasakan kehilangan walaupun mereka tidak menyukai Solomon yang mana adalah seorang manusia.
Disaat itulah Azazel berjanji pada dirinya bahwa dia akan mengorbankan nyawanya untuk melaksanakan tugas terakhir yang mana diberikan oleh Solomon, dan tugas tersebut adalah untuk menemukan raja baru yang pantas untuk memegang artefak Lemgeton. Dan Rio adalah salah satu manusia terkuat yang dia tahu, lalu dengan melihat wilayah Rio yang mana sangat makmur dan juga sikapnya yang baik dan juga tegas, Rio menjadi kandidat raja yang paling layak menurut dirinya.
“Taaask….” Saat itulah Rio memegang artefak Lemegeton dan juga mendapatkan pengakuan dari Azazel kalau dirinya adalah calon raja yang berikutnya, “Taask…” Azazel lalu berdiri tegak disana, dia meninggalkan Rio untuk pergi membawa Lemegeton sementara dirinya yang mana telah terluka akan menghadapi Gilang yang mana telah menjadi sesosok monster tersebut.
“Tuanku… akhirnya aku akan segera menyusul dirimu” kata Azazel.
__ADS_1
“Srranggs…” dia memadatkan ruang yang ada disekitarnya dan kemudian Azazel menciptkan sebuah pedang yang mana terbuah dari ruang, “Wusshkk…” lalu dari balik semak-semak hutan yang ada disana Gilang muncul dengan delapan kaki laba-laba yang keluar dari punggunnya, dia menggunakan kedepalan kaki laba-laba tersebut untuk dapat berlari mengejar Rio dan juga Azazel.
“Heheh… tidak kusangka kau akan tetap tinggal disini, apakah kau sudah menyerah dan siap untuk mati” kata Gilang, dia hampir tidak bisa terlihat seperti manusia lagi, dan tatapan matanya terlihat seperti mahluk buas yang mana hanya menginginkan kehancuran.
“Kau adalah monster yang mana telah membuang identitasmu sendiri demi kekuatan semata, jangan pikir bisa mengalahkanku dengan mudah” kata Azazel.
“Hahahahhahaha… menarik sekali, kalau memang begitu biarkan aku memakan seluruh tubuhmu itu” kata Gilang.
“Crrastt…” dengan sebuah mulut yang sanga besar keluar dari perutnya dia berusaha untuk melahap Azazel, dan saat itulah Azazel mengetahui kalau dirinya akan mati disana, namun “Frussshkk…” sebuah angin yang sangat kencang muncul dan angin itu membuat Gilang terbang keatas udara.
“Sialan siapa yang berani menggangguku” kata Gilang.
“Wusshk…” lalu dengan cepat Rio langsung bergerak kebelakang dirinya, dengan memegang Lemegeton ditangan kanannya dia menggunakan artefak tersebut dan mengaptifkan kekuatan dari para iblis solomon.
“Nomer 20 Purson, terompet jiwa kegelapan” Rio kemudian mengaptifkan kekuatan dari salah satu iblis solomon tersebut.
“Truunggg…” sebuah terompet kemudian muncul dan ditiupkan, lalu saat mendengarkan suara terompet tersebut tubuh Gilang menjadi tidak bisa digerakan, dia bagaikan sedang dipengang oleh ratusan tangan tak kasat mata.
“Sekarang no 61 Zagan, peningkatan kekuatan 100 kali lipat” dari dalam Lemgeton lalu muncul asap hitam yang mana menguatkan setiap karakteristik tubuh milik Rio.
Dan menggunakan kekuatan itu “Busshkk…” Rio memukul tubuh Gilang dengan kuatnya, “Gaaahkk…” Gilang yang mana terkena serangan langsung itu langsung memuntahkan darah dari tubuhnya, dan tidak hanya itu pukulan dari Rio “Fusshhkk…” membuat Gilang terlempar kearah ujung dimensi tersebut “Bumsshkk…” tubuh dari Gilang kemudia menghalang pembatas dimensi yang ada disana. “Crrastt… Crrastt…” dan karena hal itu juga tubuh Gilang langsung hancur babak belur karena kekuatan pembatas dimensi yang sangat kuat, melihat hal itu Gilang kemudian dapat mengetahui kalau Rio adalah yang terpilih untuk menjadi seorang raja.
__ADS_1
“Hahah… jadi begitu, tidak hanya ayahnya yang merebut apa yang aku inginkan, bahkan anaknya juga sama saja, tetapi sebentar lagi semuanya akan menjadi milikku, dan jika semuany tidak bisa aku dapatkan maka akan aku hancurkan semuanya dengan kedua tanganku” kata Gilang.
“Wrrusskk…” dia menggunakan kegelapan yang mana keluar dari tubuhnya, lalu dengan cepat dia langsung menghilang dari dalam dimensi tersebut, yang paling mengejutkan ialah para monster alam bawah yang mana dia kendalikan langsung mati terbunuh dengan sendiri.
“Haah-haaah-haaah… akhirnya dia pergi juga” kata Rio, dia menggunakan banyak sekali kekuatan sihir miliknya untuk mengaptifkan kekuatan dari Lemegeton, dan saat itu juga dia langsung kehilangan kesadaran miliknya.
Ditempat itu “Fusshkk…” Rio langsung jatuh pingsan, akan tetapi disaat Rio tidak sadarkan diri, dia memimpikan sebuah kerajaan yang mana sangat megah, dan disana sedang duduk dengan santai disebuah ruangan lusuh dan sederhana, seseorang yang mana terlihat menggunakan mahkota raja dan memilik aura yang sangat megah.
“Yoo… jadi kau sudah datang, wahai raja yang baru” kata sosok yang mana ada didepan Rio.
“Jadi begitu rupanya…. Sebuah kehormatan bisa melihat sosok anda, wahai sang raja yang agung Solomon” kata Rio yang mana dapat menebak sosok yang ada didalam dirinya.
“Hahahha… hampir benar, memang aku adalah raja Solomon yang agung, tetapi aku hanyalah pecahan jiwa yang dia tinggalkan didalam Lemegeton, itu saja” kata pecahan jiwa Solomon tersebut.
“Jadi tuan Solomon, kita ada dimana saat ini…??” tanya Rio.
“Hmm… saat ini kesadaranmu ada didalam Lemegeton, kau terlalu memaksakan diri untuk menggunakan Lemegeton dan pada akhrinya jatuh pingsan” kata pecahan jiwa Solomon tersebut.
“Begitu rupanya, kalau memang seperti itu ada apa tuan Solomon ingin bertemu denganku, jangan bilang kalau kau hanya ingin melihat wajahku saja bukan” kata Rio.
“Hahah… memang benar, aku membawamu kemari untuk melihat apakah kau memang pantas mewarisi seluruh kekuatanku” kata pecahan jiwa Solomon tersebut.
__ADS_1
Bersambung….
Berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff dan Vote yah, karena dukungan kalian adalah penyemangat bagi penulis untuk melanjutkan ceritanya, Ok....