
Ketika para boneka besi tersebut mulai hancur satu persatu oleh tebasan Angga, “Srraah…” Batara Surya lalu mulai mengalirkan kekuatan yang dia punya, kekuatan dewa yang dia punya mengalir sedikit demi sedikit seperti sebuah benang kecil yang terbang secara perlahan-lahan mendekati salah satu kepingan boneka besi tersebut.
“Trringgs…” dan ketika kekuatan tersebut tersentuh oleh pecahan besi itu para jiwa dari ksatria matahari mulai menghilang satu demi satu, melihat hal itu Rio merasakan ada yang aneh, karena dia tahu kalau jiwa dari para ksatria itu tidak akan bisa menghilang begitu saja.
“Apa yang sedang dia rencakan..??” pikir Rio yang mana melihat kearah Batara Surya.
Sementara itu diatas udara ke 3 iblis solomon melihat apa yang telah dilakukan oleh Batara Surya.
“Ini sudah melanggar aturan, kita harus menghentikan dia sekarang juga” kata Zeppar yang mana ingin menarik pedang miliknya.
“Trringgs…” lalu saat Zeppar akan hendak menebas Batara Surya dengan pedangnya, “Crranggs…” dia dihentikan oleh Andras yang mana kelihatan sangat tertarik dengan apa yang sedang dilakukan oleh Batara Surya.
“Apa yang kau lakukan, cepat lepaskan tanganmu” kata Zeppar.
“Hahah… maafkan aku tetapi tidak bisa” kata Andras.
“Apa yang kau katakan, tidakah kau lihat apa yang dia lakukan” kata Zeppar.
“Hmm… memangnya kenapa, aku tidak tahu peraturan yang melarang dirinya melalukan hal itu” kata Andras.
“Jangan berpura-pura bodoh, apa kau tidak lihat dia sedang membuat ingkarnasi dirinya sendiri menggunakan armor terkutuk itu, walaupun kekuatannya hanyalah 30-40% dari dari aslinya tetap saja mereka tidak akan mungkin dapat menang melawan kekuatan seorang dewa” kata Zeppar.
“Lalu memangnya kenapa, kalaupun begitu kita tidak dapat seenaknya ikut campur, itu adalah strateginya jadi kita tidak memiliki hak untuk ikut campur” kata Andras.
“Apa yang sebenarnya kau pikirkan” kata Zeppar, dia sudah mulai muak dengan sikap dari Andras dan beriap akan menyerang Andras.
__ADS_1
“Hohohoh… kau mau bermain rupanya, maju sini akan kutemani kau bermain sebentar” kata Andras.
“Kalian berdua bisa hentikan itu, ingatlah kalau aku juga ada disini dan juga Zeppar apa yang dikatakan oleh Andras itu benar sekali” kata Naberius.
“Kau dengar itu” kata Andras yang menggoda Zeppar.
“Cih… aku mengerti, aku tidak akan ikut campur” kata Zeppar.
“Kau tenang saja, lagi pula bukan hanya Batara Surya yang menemukan celah dalam peraturang yang kita buat” kata Andras yang melihat kearah Batara Kala.
Sementara itu Angga yang mana tengah bersemangat “Srraanggs… Krranggs…” menghabisi para boneka besi tersebut, para boneka besi itu hancur satu persatu dan sebagian besar dihancurkan oleh Angga menggunakan pedang miliknya. Sementara itu setelah semua boneka besi yang memiliki ketinggian manusia biasa telah hancur, tersisa satu boneka besi raksasa yang mana tidak bisa bergerak karena tertusuk oleh panah emas dari Dion.
Melihat hal tersebut para anggota serikat Rio langsung merasakan kalau mereka dapat memenangkan perang ini, tetapi Dion, Angga, Luna dan juga Rio merasakan ada yang aneh, itu semua karena mereka merasakan sebuah energy yang mana sangat besar sedang bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi kearah mereka.
“Apa itu….” Kata salah satu anggota serikat Rio, dia melihat sebuah bola api yang terbang dengan kecepatan yang sangat tinggi mendekati dirinya.
“Buurrn… Wuussh…” melihat hal tersebut Rio langsung melemparkan sebuah bola api kearah bola besi tersebut, “Fussh…” tetapi lemparan bola api dari Rio dapat dihindari dengan mudahnya. Melihat kalau Rio tengah ingin menghentikan bola besi tersebut, para anggota serikat yang lainnya mulai meniru apa yang dia lakukan “Wuusshk…” mereka menggunakan senjata milik mereka untuk menyerang bola besi tersebut, “Fusshh… Fusshh… Fusshh…” tetapi dengan kecepatan yang sangat tinggi bola besi tersebut dapat menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh para anggota serikat Rio.
“Tampaknya kalian menyadari sesuatu, tetapi sudah terlambat untuk itu” kata Batara Surya.
“Trraanggs…” bola besi berapi tersebut langsung masuk kedalam dada dari boneka besi raksasa tersebut, “Sssshh….” Bola besi itu lalu mengalirkan energy merah kekuningan yang sangat kuat kedalam boneka besi raksasa tersebut. Melihat hal itu Rio langsung tahu kalau sesuatu yang buruk sedang terjadi.
“SEMUANYA SEGERA MASUK KEMBALI KEDALAM BAYANGAN” teriak Rio pada para anggota serikatnya.
“Wusshh… Wusshh… Wusshh…” para anggota serikat Rio lalu langsung berlari dengan cepat masuk kedalam bayangan mereka yang telah terhubung dengan Rio, dan pada saat para anggota serikat miliknya telah masuk semuanya kedalam bayangannya.
__ADS_1
“ROOAAAARR….” Boneka besi raksasa itu berteriak dan dari dalam dirinya sebuah ledakan energy yang besar mulai muncul, “BOOMMSSHH….” Ledakan energy tersebut sangatlah kuat dan bahkan membuat hutan dan rerumputan yang ada disana menghilang dalam sekejab mata.
“Hahahahha…. Mati semuanya mati sekarang, tidak akan ada yang dapat bertahan hidup dari kebangkitan dewa, kau lihat itu Kala kau kalah dan para pasukanmu hancur dibawah kakiku” kata Batara Surya.
Tetapi melihat hal tersebut Batara Kala hanya tersenyum kecil melihat Batara Surya, melihat ekspresi wajah Batara Kala yang tenang membuat perasaan Batara Surya menjadi tidak enak. “Wuushkk…” dan benar saja ditengah kehancuran tersebut Rio berhasil selamat dengan bantuan dari Orang Bati yang mana menggunakan seluruh tenaganya untuk melindungi Rio.
“Kiik-kiik…” Orang Bati yang mana telah kelelahan langsung kembali kealamnya.
“Hmm… melihat dari ukuran dan kekuatannya cuman dengan cara itu aku bisa mengalahkan benda itu” kata Rio.
Dia melihat keatasnya dan melihat sesosok mahluk yang mana tercipta dari besi armor terkutuk dan memiliki wujud yang mirib dengan Batara Surya, sosok itu dibaluti oleh api matahari milik Batara Surya yang membuat apapun yang ada didekatnya akan meleleh dan mati dengan sekejab mata.
“Trringgss….” Rio lalu memanggil Nymph untuk datang, dan ketika Nymph muncul disana “Srrrraakkk…” hujan mulai muncul didalam dimensi tersebut. Sementara itu sosok raksasa dewa Batara Surya tersebut terkena hujan dari Nymph, tetapi karena panas tubuhnya air hujan milik Nymph langsung menguap ketika mendekati tubuhnya.
“Anda memanggilku tuan” kata Nymph.
“Ulur waktu untukku, mahluk itu pastikan dia tidak ada didekatku” kata Rio, dia terlihat seperti sedang merencanakan sesuatu.
“Dimengerti” kata Nymph yang mana langsung maju kearah sosok raksasa dewa Batara Surya tersebut.
“Swwuussrrhh… Wuuurrsshh…” Nymph mulai mengumpulkan sejumlah air yang mana ada didekatnya, dan dia membentuk sesosook ular raksasa yang tercipta dari air “Syaaahkkk….” Dengan sosok ular itu Nymph mulai menyerang sosok dewa milik Batara Surya.
“Trranggs… Srranggs…” walaupun baru beberapa kali menyerang sosok dewa milik Batara Surya mulai membuat ular air raksasa tersebut mulai menguap.
“Roh air kah, tidak kusangka akan melihat sosok manusia yang dapat membuat roh patuh pada dirinya, tetapi dia sama sekali tidak akan mungkin melawan inkarnasiku, walaupun tidak sempurna tidak akan ada yang bisa mengalahkan dewa” kata Batara Surya yang mana memandang rendah Rio.
__ADS_1
Bersambung……