
“Srringgs…” dengan rantai hitam miliknya yang mana adalah artefak kekangan neraka, Rio dengan mudah menangkap para siluman yang kabur secara menyebar tersebut, rantai hitam miliknya membelah diri dan menyebar kearah yang berbeda-beda. Alex yang mana melihat hal itu kagum akan kekuatan dari artefak milik Rio, “Crringgs… Crringgs… Crringgs…” sampai pada akhirnya Rio berhasil menangkap seluruh siluman yang kabur tersebut.
“Bagus para tikus telah tertangkap, sekarang mari kita bawa mereka kembali” kata Reno.
Dengan satu gerakan tangannya “Fushhkk… Fushhkk… Srringgs…” rantai kekangan neraka langsung menarik para siluman itu kembali kearah Rio, dan saat mereka sampai didekat Rio mereka langsung merasakan aura Rio yang mana membuat mereka merasa ketakutan. Melihat hal itu Rio hanya tersenyum sedikit, “Buuhs…” dia lalu menggunakan aura naga miliknya untuk menekan para siluman itu hingga mereka sangat ketakutan.
“Sekarang para mahluk-mahluk bodoh, katakan padaku siapa tuan kalian ini…??” kata Rio.
“K-Kami tidak akan berkhianat, K-Kalau kau mau membunuh kami maka silahkan saja, a-akan tetapi kami tidak akan berbicara sedikitpun” kata salah satu dari siluman itu.
“Hmm… mereka memiliki tekat yang lebih kuat dari yang aku bayangkan, bagaimana kalau kita bawa beberapa dari mereka keserikat pencari kebenaran sebagai hadiah kecil” pikir Rio.
“Jadi apa yang ingin kau lakukan, jangan bilang kalau kau akan membunuh mereka sekarang” kata Alex.
“Tidak… aku masih penasaran dengan tuan yang dapat memerintahkan para siluman ini, dan bahkan membuat mereka rela mati untuknya” kata Rio.
“Oohh… apa kau berencana untuk menyiksa mereka dan mengorek informasi dari mereka” kata Alex.
“Yah… tetapi bukan aku, akan kubiarkan orang-orang dari serikat pencari kebenaran yang mengurus mereka, aku yakin mereka akan sangat senang mendapatkan beberapa tikus percobaan yang baru” kata Rio, dia berbicara tepat didepan siluman tikus putih berusia ribuan tahun.
“Kiiiii… tolong bunuh saja aku, asalkan jangan berikan aku kepada mereka” kata siluman tikus tersebut.
“Eeeh.. tidak mau” kata Rio.
“Fuush…” dengan satu gerakan tangannya rantai kekangan neraka langsung putus “Tranggsst…” dan bagian rantai yang mengikat para siluman itu langsung melesat masuk kedalam tubuh dari para siluman tersebut, “Gaahkk… Gaahkk…” mereka menjerit kesakitan seolah-olah tubuh mereka terbakar oleh api yang sangat panas.
“Sekarang jangan harap kalian bisa kabur dariku” kata Rio.
Beberapa menit kemudian para siluman itu langsung Rio masukkan kedalam dimensi bayangan, lalu setelah itu para orang-orang yang mana melihat hal itu merasa sedikit takut dengan Rio dan juga Alex.
__ADS_1
“Kelihatannya kita menjadi tontonan” kata Alex.
“Segera hubungi penguasa kota itu, biarkan dia menjelaskan apa yang terjadi pada orang-orangnya, aku tidak ingin menjadi pusat perhatian didalam kota ini” kata Rio.
“Ok-ok… tunggu sebentar akan aku hubungi dia” kata Alex.
“Crrist…” dia menggores sedikit tangannya dan dari telunjuk jari Alex sebuah tetesan darah langsung keluar dan bergerak terbang dengan sangat cepat, tetesan darah itu langsung masuk kedalam sebuah bagunan mewah dengan penjagaan yang mana dengan sangat ketat. “Trriiinggs…” setetes darah itu lagnsung melewati para penjaga tersebut, dan bahkan menembus formasi sihir pertahanan yang ada ditempat itu, “Trringgss…” lalu saat darah itu menyentuh kening dari seseorang yang mana sedang duduk didalam sebuah ruangan, darah itu langsung mengirimkan ingatan dan juga kata-kata yang disampaikan oleh Alex pada dirinya.
“Trraakss…” dengan cepat pimpinan dari kota tersebut langsung berlari kearah Alex dan Rio, dan para bawahannya langsung mengikuti dirinya yang mana saat itu berlari secara tiba-tiba tampa ada memberi penjelasan sedikitpun pada mereka.
“Haah-Haah-Haaah…” pimpinan kota itu lalu akhirnya sampai didepan Alex dan Rio dengan nafas yang terengah- engah.
Dia adalah sesosok pria yang mana berusia lebih dari 40 tahun dengan perut buncit dan kumis yang tebal, dengan jas dan gaya yang rapih dia memancarkan aura dari orang berada pada dirinya. Akan tetapi disaat dirinya melihat Alex dan Rio dia mengetahui kalau dirinya itu lebih rendah kastanya dibandingkan mereka berdua, lalu apa yang dia lakukan membuat para pengikutnya terkejut.
“Mohon maaf kepada tuan, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya karena terlambat menyambut tuan utusan” kata pimpinan kota tersebut yang mana langsung berlutut dihadapan Alex.
“Kau bisa tegakkan kepalamu itu” kata Alex.
“Sekarang mari kita pergi ketempat yang lebih sesuai untuk berbicara” kata Alex.
Mereka berdua lalu dibawa pergi oleh pimpinan kota tersebut kedalam kediamannya, disana ada banyak barang-barang klasik tahun 90 yang mana sangat langkah, melihat hal itu Rio jadi mengingat rumah miliknya dulu saat dia masih berusia belasan tahun, saat itu kedua orang tuanya sering sekali mengoleksi barang antik tua dan memajangnya dirumah mereka.
“Hehehe… silahkan duduk tuan-tuan sekalian” kata pimpinan kota tersebut.
“Rumah yang bagus” kata Rio.
“Ooooh… terimakasih banyak, memerlukan banyak waktu dan usaha untuk mengumpulkan barang-barang ini, yah walaupun aku harus mengeluarkan biaya ekstra tetapi hasilnya cukup sepadan” kata pimpinan kota tersebut.
“Benarkah… menurutku ini biasa-biasa saja” kata Alex.
__ADS_1
“Diamlah… kau mahluk yang hidup selama lebih dari ratusan tahun tidak akan pernah mengerti, sebaiknya kau lanjutkan saja urusanmu dan katakan apa yang terjadi” kata Rio.
Rio mulai kembali tenang setelah dia dihidangkan sebuah teh dari pimpinan kota tersebut, mencium aroma teh tersebut Rio langsung tersenyum kecil dan menikmati teh tersebut. Melihat tingkah Rio yang sedikit melunak Alex langsung menyadari kalau Rio menyukai benda-benda klasik dan juga menyukai teh herbal.
Beberapa menit kemudian Alex menceritakan apa yang terjadi pada pertemuannya dengan Rio, dan juga para siluman yang mana berani menyerang teritori dari para pengikut raja iblis Teppes, mendengarkan hal itu pimpinan kota tersebut langsung kebingungan dengan cerita Alex.
“Jadi kenapa kau kelihatan seperti itu, apa benar tidak ada apapun yang berharga dari tempat ini sehingga menjadi incaran para siluman itu…??” tanya Alex.
“Sebenarnya aku tidak yakin tuan, akan tetapi aku akan segera menyuruh para bawahanku untuk mencari tahu keanehan yang ada dikota ini” kata pimpinan kota tersebut.
“Haah… kalau begitu aku akan segera mengirimkan dirimu bantuan, pastikan saja kau menyiapkan dua buah kantung darah setiap minggunya untuk menbuat mereka tetap betah” kata Alex.
“S-Siap tuan, aku pasti akan menyiapkan semuanya” kata pimpinan kota tersebut.
Mereka langsung keluar dari tempat tinggal pimpinan kota itu, dan Rio mendapatkan sebuah hadiah dari pimpinan kota itu yang mana membuat dirinya sedikit senang, dia mendapatkan sebuah jam saku yang agak langkah dengan motif yang menarik.
“Oooii… cuman mau mengingatkan jangan lupa untuk datang keacara aliansi itu, aku bisa dihukum oleh raja Teppes kalau kau tidak datang” kata Alex yang mana bersiap untuk kmbali kealam para vampire.
“Akan aku usahakan, aku pergi saja dulu sana” kata Rio.
Merasa sedikit senang dengan kebaikan hati dari pimpinan kota tersebut Rio langsung keluar dari kota itu, dan saat dia keluar dari kota itu “Trringgs…” Rio langsung memanggil Garuda untuk datang membantunya.
“Apakah anda memanggilku tuanku” kata Garuda.
“Kita terbang terlebih dahulu Garuda” kata Rio.
“Wuushhkk… Fuusshkk…” dengan cepat Garuda melesat keangkasa dan terbang membawa Rio dibahunya, disana Rio lalu menggunakan mata naga miliknya untuk memeriksa seisi kota dan juga daerah sekitarnya.
“Garuda gunakan matamu dan cari para siluman yang ada disekitar sini, kita akan memulai perburuan kita sekarang” kata Rio.
__ADS_1
Bersambung…..