
Didalam kandang dilantai ke 14 telah terkurung sesosok mahluk gaib yang mana ditangkap oleh serikat pencari kebenaran, mereka menangkap dirinya untuk dijadikan percobaan untuk meningkatkan kekuatan dari para mahluk panggilan pengguna aplikasi DS Game. Dari darah dan berbagai macam percobaan yang dilakukan pada dirinya terciptalah sebuah serum keajaiban yang mana mampu meningkatkan kekuatan mahluk panggilan untuk sementara waktu, dan serum tersebut rencananya akan segera dipasarkan pada para dewa dan raja iblis yang sekarang ini sedang berperang satu sama lainnya.
Melihat kengerian dan keserakahan para manusia mahluk itu hanya bisa diam dan menyimpan dendam miliknya, karena dia percaya suatu saat nanti diapasti akan keluar dari kurungannya dan membalaskan dendam pada mereka serikat pencari kebenaran itu. “Boomsshh… Burrnn…” dan ketika dia mendengar suara ledakan terjadi dilantai bawah di mulai merasakan kesempatannya sudah akan datang, “BOOMMHH….” Suara ledakan tersebut semakin besar dan membuatnya semakin bahagia karena dia percaya dari asal ledakan itu akan ada sebuah kesempatan bagi dirinya untuk bisa bebas, “Trraanggss…” dan pada saat itu dia melihat sesosok manusia yang berbeda dari yang lainnya karena dia dapat merasakan rasa kagum ketika melihat manusia itu.
Sebelumnya Rio yang mana tergeletak takberdaya karena anemia sedang dibantu berdiri oleh Luna, karena menggunakan terlelu banyak darah Rio mulai merasakan pusing ditubuhnya dan seperti akan ingin muntah disana.
“Sialan tampaknya aku hanya bisa menggunakan kekuatan pengulang kembali” kata Rio yang ingin menggunakan kekuatan waktu Batara Kala.
“Hentikan dulu, kau memiliki beberapa esensi darah bukan kenapa tidak coba makan saja beberapa untuk mengisi tenaga dan darahmu” kata Batara Kala.
“Aku tidak mau, kau bisa lihat apa yang terjadi pada orang-orang yang melahap benda itu, mereka menjadi gila dan tidak terkendali” kata Rio.
“Tenang saja mereka menjadi gila karena tidak pernah memakai kekuatan sihir sebelumnya, sementara kau adalah pengguna sihir waktu paling menakutkan yang pernah ada dan juga kau bisa mengurangi efeknya dengan bola jiwa putih yang kau dapatkan dari para roh barusan itu” kata Batara Kala.
“Memangnya ini akan bekerja, aku tidak yakin kalau bola ini memiliki kemampuan seperti yang kau bilang” kata Rio.
“Hahaha…. Kau jangan khawatir, batas kekuatan sihir itu ditentukan dari kekuatan jiwa dari seseorang, dan dengan bola jiwa putih ini kekuata kegilaan dari esensi darah akan berkurang sampai 1%” kata Batara Kala.
“Haaah… baiklah akan kucoba caramu” kata Rio, dia lalu mengambil lima buah esensi darah dan melahapnya sekaligus.
“Gluup…” dan ketika Rio melahap kelima esensi darah tersebut, “Ssshh…” sebuah garis-garis merah mulai menyelimuti tubuhnya, dan membuat dirinya menjadi semakin memanas.
“Aaaah… apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhmu” kata Luna yang tampa sengaja menjatuhkan tubuh Rio yang memanas.
__ADS_1
“Sekarang cepat makan bola jiwa putihnya” kata Batara Kala.
“Glluup…” mengikuti instruksi dari Batara Kala dengan sigap Rio menelan bola jiwa putih tersebut “Sssshhhh….” dan suhu tubuhnya lalu berkurang secara drastis menurun dengan sangat cepat, bersamaan dengan itu darah dan kekuatan tubuh fisik milik Rio kemudia meningkat dengan drastis. Kekuatan esensi darah yang mana memupuk tubuh dengan energy darah yang murni membuat seluruh otot ditubuh Rio diperkuat dengan sangt cepat, dan juga energy sihir yang ada didalam tubuhnya juga meningkat bersamaan dengan kekuatan tubuhnya itu.
“Sialan dia jadi lebih kuat dan lebih keren lagi, tampaknya aku harus berhati-hati mendekatinya mulai dari sekarang” kata Luna yang mana tahu dia akan mudah jatuh hati jika terlalu dekat dengan Rio.
“Hmmm…. Kau mengatakan sesuatu..??” kata Rio yang mana sempat mendengarkan kata-kata dari Luna barusan.
“Ti-tidak-tidak ada apa-apa… kau cuman salah dengar saja” kata Luna yang tidak ingin perasaannya pada Rio ketahuan.
“Oooohh… tetapi aku tidak menyangka kekuatan dari esensi darah akan sekuat ini, tidak salah lagi kekuatan ini memang sangat menggoda orang melakukan apapun untuk mendapatkan nya” kata Rio yang mengingat kejadian penumbalan anak-anak disaat dia pertama kali menggunakan aplikasi DS Game.
“Kalau kau mau memikirkan sesuatu sebaiknya nanti saja, karena sekarang kita harus mengurus sesuatu terlebih dahulu” kata Luna, dia menunjukkan lif terbuka dengan sendirinya didepan mereka berdua menunjukkan sebuah undangan dari mereka pemilik dari gedung tersebut.
“Hahaha… ok tapi kau yang traktir yaah…” kata Luna dengan kedipan matanya yang menggoda.
“Setengah harga apa gak bisa” kata Rio, yang memikirkan selera Luna yang sangat mahal.
Mereka berdua lalu masuk kedalam lif tersebut tampa takut sedikitpun karena mereka tahu tidak ada yang akan selesai jika mereka takut akan apa yang ada didepan mereka, “Trriinggss…” mereka menekan tombolnya tetapi “Riiinggss…” dengan cepat lif itu naik dengan sendirinya dari lantai 10 ke lantai 13 dengan sangat cepat. “Trriinggss…” dan ketika mereka sudah sampai disana mereka telah disambut oleh banyak mahluk percobaan dan monster-monster aneh yang dikendalikan oleh 8 pengguna aplikasi DS Game, “Burrnn…” melihat kalau mereka sudah disambut Rio langsung menyalakan api ditangan kanannya “Rooaarr…” dan ketika para monster mahluk percobaan tersebut melompat menyerang kearah mereka berdua, “Boommsshh…” menggunakan mantra api miliknya Rio menciptkan perisai api yang mana melindungi mereka berdua.
“Gaaahh… Gaaahh… Gaaahh…” mereka yang terkena api dari mantra Rio langsung terbakar dan mati ditempat.
“Sialan dia memiliki mantra tipe api yang langkah, cepat panggil lebih banyak mahluk percobaan lagi, kita kalahkan mereka dengan jumlah” kata para pengguna aplikasi DS Game dari kubuh serikat pencari kebenaran.
__ADS_1
“Truunggss…. Truunggss….” namun sebelum mereka berhasil memanggil mahluk yang mereka kontrakan “Crraasstt… Crraasstt…” sebuah anak panah yang ditembakkan dari Crosbow milik Rio menusuk dan membunuh 3 dari 8 pengguna aplikasi dari kubuh serikat pencari kebenaran tersebut.
“Sialan dia memiliki senjata jarak jauh, semuanya cepat pakai obat penguat kalian” kata pengguna aplikasi dari kubuh serikat pencari kebenaran tersebut.
“Kikihihihihi…..” lalu Kuntil anak dengan cepat menerjang kearah para pengguna aplikasi tersebut, “Gaaahh…” salah satu dari mereka yang terkena pelukan dari Kuntil anak langsung kehilangan setengah kekuatan yang diapunya, “Srraasshh…” lalu pada saat salah satu dari temannya berusaha untuk menyelamatkan dirinya menggunakan pisau “Srraahh…” namun semua itu sia-sia karena serangan fisik tidak berguna pada Kuntil anak. “Crrasstt… Krrasstt…” Luna yang mana berada dibelakang Kuntil anak dengan cepat mengambil kesempatan dari kelemahan para pengguna aplikasi dari kubuh serikat pencari kebenaran tersebut, dan dengan cepat menebas tenggorakan mereka.
“Dasar wanita sialan kubunuh kau” kata pengguna aplikasi dari kubuh serikat pencari kebenaran tersebut, dia mengayunkan sebuah pisau kearah Luna “Swwuusshh…” namun dengan lincahnya Luna menghindari serangan pisaunya dan ketika bayangan dirinya ada tepat dibawah kaki Luna.
“Trraasskk…” menggunakan pisau sihir miliknya dia menusuk bayangan dari pengguna aplikasi dari kubuh serikat pencari kebenaran yang ada dibawah kakinya, “Gaaahh…” dan langsung membuat tubuh aslinya teluka ditempat dimana Luna menusuk bayangan miliknya.
“Banaspati…. Bakar mereka” kata Rio, dengan kecepatan terbang dari Banaspati “Burrnn…” para pengguna aplikasi dari kubuh serikat pencari kebenaran tersebut langsung terbakar dengan mudahnya sampai menjadi abu.
“Haaah… selesai juga, sekarang ayo kelantai selanjutnya” kata Luna, “Trraannggss..” menggunakan kakinya Luna menendang sebuah pintu yang bertuliskan tangga darurat.
“Kenapa kau menendang pintu itu..??” tanya Rio.
“Ooohh… aku tidak mau ketika kita naik diatas lif mereka bisa tiba-tiba memotong kabel lifnya, jadi lebih aman naik tangga saja keatas” kata Luna.
“Kau ada benarnya juga” kata Rio.
Mereka lalu berjalan diatas tangga dengan cepat untuk bisa naik kelantai 14 dan didalam lantai itu terliha berbagai macam kandang yang mana adalah tempat mengurung para mahluk percobaan, dan pada saat itu Rio merasakan adanya energy sihir yang unik didalam sebuah ruangan “Boommssh…” dengan cepat dia langsung meledakan sebuah pintu yang dipasang pengunci sihir dan menemukan sebuah kandang yang menyimpan mahluk gaib didalamnya.
“Menarik…” kata Rio yang mana melihat mahluk gaib tersebut dengan senyuman diwajahnya.
__ADS_1
Bersambung…..