Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 102 Peninggalan Perang dewa dan iblis bagian 2


__ADS_3

Setelah itu Gio mengikuti kelompok Rio dalam mencari bola-bola kristal yang tersebar disekitar tempat tersebut, alam yang dimasuki oleh Rio dan para kontestan lainnya seperti sebuah alam liar namun berbedanya sedang bersandar disebuah gunung tersebut sesosok raksasa sedang tidur dengan nyamannya.


“Hei kalian apa raksasa itu tidak akan bangun dan memakan kita” kata Gio yang melihat sosok raksasa yang tertidur tersebut.


“Itu semua tergantung” kata Rio.


“Haah… tergantung apa..??” kata Gio yang bingung.


“Iyah tergantung kau bisa menyelesaikan ujiannya atau tidak, kalau kau bisa selesai kau bisa selamat, dan kalau tidak ada kemungkinan penalti kali ini adalah menjadi makanan dari raksasa itu” kata Rio.


Mendengar perkataan Rio barusan membuat bulu kudu Gio berdiri dan dia langsung telah memegang alat sihir dikantung miliknya.


“Aku akan selamat itu pasti, setelah mereka mengumpulkan 10 bola kristal aku akan habisi mereka dan ambil bola-bola kristal itu” pikir Gio.


Rio yang mana menggunakan mata kematian miliknya dapat melihat asap dari hitam dari tubuh Gio semakin tebal yang artinya keinginan untuk membunuhnya sangatlah kuat, dan lalu didepan mereka semua Rio mendengarkan sebuah suara. Mereka lalu penasaran dan kemudian memutuskan untuk melihat apa yang sedang terjadi didepan mereka, didepan terlihat sekelompok partisipan yang mana terlihat sedang menghadapi sesosok siluman, dari wujudnya itu adalah siluman berusia ratusan tahun dengan bentuk yang langkah.


Tubuh siluman tersebut terlihat seperti kambing raksasa dengan bulunya yang berwarna kecoklatan dengan ekor ular kobra yang mana mendesis kearah para partisipan tersebut, “Beeeeekk….” Kambing tersebut lalu bersuara dan mengarahkan tanduknya kearah para partisipan tersebut. Melihat hal itu Rio memutuskan untuk tidak ikut campur karena penasaran dengan kekuatan para partisipan tersebut, salah satu dari partisipan itu lalu menggunakan sihir tanah untuk menciptakan sebuah dinding tanah “Buussh…” dan ketika siluman kambing tersebut menghantam diding itu dengan tanduknya didin itu langsung retak dan hampir hancur.


“Kuat sekali siluman itu, dia kelihatannya memiliki kekuatan yang setara dengan sebuah truk” pikir Rio, lalu salah satu dari partisipan yang ada disana bergerak dengan cepat kesamping siluman kambing tersebut “Trringgss…” dia memanggil lima buah mahluk panggilan yang mana adalah Banaspati.

__ADS_1


“Boomssh… Boomssh… Boomssh…” kelima Banaspati yang mana terlihat seperti bola api kecil itu lalu menyerang kearah siluman kambing itu, menggunakan tubuh mereka para Banaspati mulai membakar tubuh dari siluman kambing tersebut, “Beeeeeekk…” siluman kambing itu lalu berteriak kesakitan. Dengan cepat salah satu dari anggota kelompok tersebut mengeluarkan alat sihir berbentuk tombak dan ingin menghabisi siluman kambing tersebut.


“Naif…” kata Rio.


“Crrraasst…” lalu secara tiba-tiba ekor ular kobra dari siluman kambing tersebut memanjang dan mengigit partisipan yang menggunakan alat sihir tombak tersebut, “Srrrssshh…” racun dari gigitan ular itu menyebar dengan sangat cepat.


“Gaaaahhkk…” partisipan tersebut langsung mati terbunuh karena racun yang ada didalam tubuhnya.


Melihat temannya mati partisipan yang menggunakan sihir tanah barusan “Trrrraakkss…” memakai sihirnya dan menciptakan debu asap yang membutakan siluman kambing tersebut, “Buusshhtt…” debu asap itu langsung menyebar dengan sangat cepat membuat para partisipan yang lainnya tidak dapat melihat. Namun ketika kelompok itu akan melarikan diri, “Ssrrraaasstt…. Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt…” dengan cepat ekor ular dari siluman kambing tersebut menggigit seluruh anggota grup itu dan membuat mereka tidak bisa bergerak.


“Hehehehe…. dasar manusia-manusia bodoh, kalian pikir bisa membutakan mataku” kata siluman tersebut yang mana berbicara lewat ekor ularnya.


“Gaaahh… sialan siapa yang berani menyerangku secara diam-diam barusa” kata siluman kambing tersebut.


“Aku memangnya kenapa kau marah, kalau begitu majulah” kata Rio yang memancing amarah dari siluman tersebut.


“Beeek… manusia kurang ajar, akan kubunuh kau” kata siluman kambing tersebut, “Buusshh…” dengan serudukan kepalanya dia berusaha untuk menyerang Rio.


Tetapi saat kepala siluman kambing tersebut sudah sangat dengan Rio “Wuussh…” dengan cepat Rio melompat kesampingnya dan masuk kedalam bayangan, melihat Rio yang menghilang itu siluman kambing itu lalu menggunakan ekor ularnya untuk mencari keberadaan Rio. “Ssshhh….” Ekor ular milik siluman kambing itu dapat melihat melalui hawa panas, dan dia sedang berusaha untuk mencari kemana Rio berada dan lalu ekor ular tersebut mulai memanjang bahkan sampai bisa memutari tubuhnya sendiri.

__ADS_1


“Srrraaahh…” dengan cepat Rio muncul dari belakang siluman kambing tersebut, kemudian dia mengambil pisau miliknya “Srriiinnggsss…” dan bermaksud untuk memotong ekor ular itu. Tetapi “Srrraaasshh….” Ekor ular tersebut langsung melihat kearah Rio dan menggigit dirinya dengan sangat cepat “Crrasstt…” racun dari gigitan ular itu kemudian langsung menyebar kearah tubuh Rio.


“Beeeekk…. kau sekarang akan mati keracunan dan tubuhmu akan hancur karena racunku” kata siluman kambing itu, dia menambahkan energy sihir keekornya untuk memperkuat racun miliknya.


“Maafyah siluman kecil, racunmu terasa gatal ditubuhku” kata Rio, dia memiliki sihir racun yang mana membuat dirinya kebal pada sebagian besar racun yang ada didunia tetapi pada saat ini Rio telah mendapatkan berbagai macam ramuan khusus untuk memperkuat tubuhnya, setelah meminum banyak ramuan Rio akhirnya menyadari kalau sebagian kecil memiliki racun didalam ramuan tersebut “Ssshh….” Dan dia lalu mencoba untuk mengendalikan racun didalam tubuhnya, sehingga pada akhirnya Rio mendapatkan kemampuan untuk mengubah racun menjadi sebuah nutrisi.


“Sssssshhhhhh….” Tubuh Rio mengeluarkan asap lalu seketika “Crraasskk… Crraasskk…” otot-otot ditubuh Rio membesar dengan sendirinya, sementara itu siluman kambing tersebut terlambat menyadari kalau racun yang ada diekornya sekarang ini sudah habis diserap oleh Rio.


“Beeeekk… kau menyerap racunku” kata siluman kambing tersebut “Srraashh…. Crrasstt…” dia lalu menarik ekornya lagi.


“Haaah… sangat disayangkan padahal tadi sangat nyaman rasanya” kata Rio yang mana telah mendapatkan banyak nutrisi dari racun siluman kambing tersebut.


“Ka-kau bukan manusia, siapan kau” kata siluman kambing tersebut, dia melihat Rio dengan tatapan penuh takut dan tanda tanya karena selama ini dia biasanya membunuh para manusia dan mengganggap mereka adalah mahluk lemah, tetapi saat ini untuk pertama kalinya dia bertemu dengan sesosok manusia yang membuatnya merasakan rasa takut sehingga tubuhnya bahkan tidak bisa bergerak karena rasa takut itu.


“Buuurrnn…” Rio lalu menggunakan sihir api miliknya, tidak seperti sebelumnya Rio memperkuat apinya dan memdatkannya menjadi sebuah bola api kecil dan “Boomsshh…” dengan satu tembakkan dari bola api Rio siluma kambing tersebut langsung lenyap menjadi abu, “Trriinggss…” lalu disekitar jasat siluman kambing tersebut terlihat sebuah bola kristal yang mana memiliki energy aneh didalamnya. Karena rasa penasaran Rio pada akhrinya mengambil kristal tersebut dan mencoba untuk memeriksanya.


“Hmmm… kelihatannya kita menemukan apa yang kita cari” kata Rio saat melihat sesuatu yang menarik didalam kristal tersebut.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2