
Di alam semesta yang gelap tersebut dua kekuatan yang sangat besar mulai mengelilingi ratusan dunia, dan kekuatan-kekuatan itu adalah kekuatan waktu yang mana menghentikan pergerakan dari setiap mahluk hidup yang ada di ratusan dunia. Hanya mereka yang mana memiliki kekuatan besar yang dapat tetap bergerak dan merasakan kekuatan waktu tersebut, terlebih lagi selain kekuatan waktu para mahluk kuat itu juga dapat merasakan kekuatan petir kehancuran yang mana adalah kekuatan khas dari dewa raja Zeus.
Sementara itu di tengah-tengah alam semesta yang kacau tersebut, Gilang mulai merasakan kalau gerakannya perlahan-lahan mulai melambat, dan sementara itu “Srranggs... Trranggs...” Rio mulai dapat menyerang tubuh Gilang menggunakan pedang miliknya, walaupun Rio sama sekali tidak dapat menggoreskan luka pada tubuh Gilang. Mengetahui rencana dari Rio membuat Gilang merasa kesal dan dengan energy hitam dari jantung-jantung iblis miliknya, “Srrahkk...” Gilang mulai mendorong Rio.
“Semua yang kau lakukan percuma saja, tidak akan ada satupun mahluk yang dapat mengalahkan diriku di alam semesta ini”
Dengan sombongnya Gilang yang mana mengeluarkan kekuatan miliknya untuk mengintimidasi Rio, akan tetapi Rio hanya diam saja dengan senyuman kecil diwajahnya. Disaat itu Gilang merasakan sebuah bahaya dari tatapan wajah dan ekspresi milik Rio, lalu di saat itu juga “Trrassk...” sebuah cahaya kilat langsung menyambar kearah Rio dan “Trringgs...” dengan cepat Rio langsung mengambil kilat petir tersebut dengan tangan kirinya.
“Apa itu...??”
“Kekuatan kilat itu sama sekali tidak kuat, tapi kenapa aku merasakan rasa takut dari Rio yang memegang kilat petir tersebut” pikir Gilang.
Pada saat itu dengan instingnya Gilang langsung bergerak mundur kebelakang untuk menghindari Rio, dan saat itu juga dengan cepat “Busshkk...” Rio mulai bergerak dan menyerang Gilang menggunakan kedua pedang yang ada di tangan kanan dan juga kiri miliknya. Karena kecepatan tubuh Gilang di perlambat oleh energy kedewaan milik Batara Kala dan juga Cronoust membuat Gilan tidak dapat menghindari serangan dari Rio, “Srranggs... Srrastt... Crrastt...” menggunakan pedang di tangan kanannya yang dilapisi oleh api putih, dan juga di tangan kirinya yang mana adalah pedang yang terbuat petir kehancuran “Trrassk... Krrassk...” Rio dapat menghancurkan pertahanan dari Gilang dan melukai dirinya.
“Gaaahkk....”
“DASAR KURANG AJAR”
Gilang yang mana berhasil di lukai oleh serangan pedang milik Rio langsung marah besar, dia kemudian memanggil para monster alam bawah yang ada di dalam tubuhnya, “Grooaarr...” sesosok monster kelabang raksasa kemudian langsung keluar dari dalam tubuh Gilang dan berusaha untuk menyerang Rio. Akan tetapi “Crranggs...” menggunakan sabit milik salah satu raja hantu PageBluk kemudian langsung menghalangi serangan dari monster kelabang raksasa tersebut, sementara itu Lita langsung melambaikan tangannya pada Rio dengan senyuman ceria diwajahnya.
“Abang.... semangat”
Lita langsung teriak dan menyemangati Rio saat itu juga, mendengarkan perkataan dari bocah cilik tersebut Rio hanya tersenyum, dan “Srranggs... Sringgs... Crrastt...” gerakan pedangnya menjadi semakin cepat dan bahkan hampir tidak bisa di lihat dengan mata telanjang. Setiap tebasan pedang milik Rio bukanya hanya menyerang tubuh Gilang saja, akan tetapi jiwa dan juga unsur kekuatan yang mana Gilang punya juga ikut diserang menggunakan pedang yang ada di tangan kanan dan juga kirinya tersebut.
Pada saat itu Rio mulai terkenang akan kehidupan dirinya, dan satu persatu ingatan itu mulai memberikan dirinya kekuatan untuk mengangkat pedang miliknya.
__ADS_1
“Tanganku sakit, dan juga aku hampir tidak dapat bernafas karena energy hitam yang keluar dari tubuhnya”
“Tapi entah kenapa setiap kali aku mengingat mereka membuat semangatku semakin membara” pikir Rio.
Tebasan demi tebasan dilancarkan oleh Rio kearah Gilang, akan tetapi serangan tebasan pedang tersebut dapat di sembuhkan dengan cepat menggunakan kecepatan regenerasi tubuh Gilang. Bangga akan kekuatan regenerasinya Gilang kemudian tersadar kalau dirinya tidak perlu bertahan dari serangan Rio.
“Betapa bodohnya aku, kenapa aku harus takut oleh serangan lemah ini”
“Lebih baik langsung maju dan menghabisi dirinya dengan kekuatanku” pikir Gilang.
Kemudian “Srrast...” Gilang mulai berbalik menyerang dan tidak memperdulikan serangan-serangan pedang Rio, “Fusshkk...” saat itu dengan tangan kanannya Gilang berusaha untuk menyerang Rio. “Taask...” dengan menggunakan energy gelap dari jantung iblis miliknya, Gilang menarik leher Rio agar bisa di tangkap menggunakan tangan kanannya tersebut.
Saat itu leher Rio telah berada di tangan kanan Gilang, melihat hal itu “Sringgs...” Zeppar dengan cepat langsung mengarahkan serangan tebasan pedang miliknya kearah tangan Gilang, dan disaat yang bersamaan Andras, Azzazel dan juga Ball ikut datang untuk menyerang dari belakang punggung Gilang. Namun menggunakan kekuatan energy gelap miliknya, “Srraahkk...” Gilang langsung meniup para iblis solomon yang mencoba untuk menyerang dirinya, Azzazel dan yang lainnya langsung terlempar menjauh.
Dengan tatapan yang mengancam Gilang melihat kearah para iblis solomon tersebut, sementara itu Rio yang mana melihat Gilang yang marah tersebut langsung tertawa.
“Hehehe....”
Mendengarkan suara tawa itu Gilang langsung kebingungan pada Rio yang mana lehernya ada ditangannya.
“Kenapa kau tertawa...??”
“Apakah kau sudah gila karena putus asa”
Saat itu Rio langsung melepaskan pedang petir kehancuran di tangan kirinya tersebut, dan dengan tangan kirinya itu “Taask...” Rio kemudian menjentikkan jarinya itu. “Burrn...” api putih dari pedang ditangan kanan Rio mulai membakar keluar dari tubuh Gilang, kebingungan dan juga kesakitan Gilang pada akhirnya menyadari kalau semuanya telah direncanakan oleh Rio termasuk membangkitkan sesosok mahluk yang mana ada di dalam tubuhnya.
__ADS_1
“Dasar sialan... Ternyata ini rencanamu”
Gilang kemudian merasakan kesakitan di tubuhnya, alam dunia bawah yang mana telah bersatu dengan dirinya di bakar habis oleh sosok mahluk yang ada di dalam tubuhnya. Sosok mahluk itu kemudian tertawa terbahak-bahak karena dirinya dapat di bangkitkan kembali sekali lagi.
“Gahahahah.... solomon kurang ajar, tidak kusangka kau dapat memprediksi hari ini”
Dengan tawanya yang mengerikan Banaspati bangkit kembali, dirinya bangkit dengan api putih kehancuran yang Rio berikan, dan dengan sisa-sisa jiwa Banaspati yang mana ada di dalam Lemegeton Rio dapat membangkitkan dirinya yang mana menggunakan kekuatan alam bawah untuk membentuk ulang tubuhnya. Saat itu “Bumshk... Bumshk...” api dari tubuh Banaspati menjadi semakin besar, dan Banaspati lalu berubah menjadi sosok raksasa yang mana telah menginjak-injak alam bawah dengan mudahnya.
“Kenapa denganmu...???”
“Apakah kau kesakitan, kalau sakit kenapa tidak kau keluarkan saja semua yang kau lahap itu”
Dengan kata-kata manisnya Rio mulai menghina Gilang dan berusaha untuk membuat Gilang marah, dan karena rasa sakit yang dia alami Gilang tidak bisa berpikir dengan benar dan terpancing amarahnya oleh kata-kata yang di ucapkan oleh Rio. “Bushkk...” dengan cepat Gilang lalu langsung berusaha untuk menyerang Rio dan membawa dirinya mati bersama-sama.
“Sialan kau... kalau aku mati maka kau juga akan ikut bersama dengan diriku”
Namun pada saat itu “Crrast... Crrast... Crrast...” Lilith, Mara, Cihyou, Odin, Zeus, dan juta Ra langsung menyerang tubuh Gilang menggunakan tangan mereka, mereka menyerang tubuh Gilang yang rapuh tersebut dengan tangan kosong.
“Hihihi... saat seperti ini dia sama rapuhya dengan daun”
“Ini adalah pembalasan atas apa yang kau lakukan pada Gungnir”
Dengan tawa dan juga amarah para raja iblis dan juga dewa menyerang Gilang secara bersamaan, dan disaat itu juga ke 8 jantung iblis yang mana di miliki oleh Gilang sama sekali tidak dapat menahan kekuatan api yang ada di dalam tubuhnya dan “Groaar...” saat itu Gilang mulai meledak dan “Boomshkk...” cahaya ledakannya langsung menutupi seluruh alam semesta, dan disaat itu juga cahaya dan juga abu tubuhnya berterbangan keseluruh dunia.
Bersambung.....
__ADS_1