Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 220 Raksasa api bagian 2


__ADS_3

Banaspati dikatakan sebagai roh api yang mana terbang dalam bentuk bola api di dunia manusia, namun didalam alam gaib Banaspati dikenal sebagai salah satu jin api yang mana sangat kuat, tubuhnya yang besar dapat membuat tanah bergetar ketika dia berjalan dan panas api ditubuhnya akan membuat siapapun terbakar habis ketika mendekati dirinya. Dia adalah salah satu dari sekian banyak entitas yang menolak panggilan raja iblis ataupun dewa, dan dia juga adalah jin yang paling unik karena dapat membelah dirinya untuk membuat kontrak dengan para manusia menggunakan aplikasi DS Game.


Dan sekarang ini Rio adalah satu-satunya manusia yang pernah membuat kontrak dengan dirinya yang mana telah membuat Banaspati mengeluarkan 80 % kekuatan asli miliknya, dengan api yang mana telah membalut tubuhnya Rio mulai mengarahkan pedang api raksasa milik Banaspati kearah Beelzebub. Dia melihat tubuhnya Beelzebub yang mana telah lemas karena serangan terakhir tadi, “Trraakk…” lalu Rio mengangkat kaki raksasa api tersebut dan berniat untuk menginjak Beelzebub.


“Bzzzz… Bzzz…” akan tetapi ketika Rio melihat lagi, dia melihat kalau tubuh Beelzebub berubah dan hancur menjadi serpihan-serpihan kecil, setelah melihat lagi lebih baik ternyata serpihan-serpihan tersebut adalah para lalat neraka yang mati karena terbakar api tubuh raksasa milik Banaspati.


“Bzzzzzz….” Lalu tiba-tiba Rio mendengarkan suara kepakan sayap dari Beelzebub telah ada dibelakang dirinya, saat Rio berbalik Beelzebub telah berada sangan dekat dengan dirinya. “Buuussh…” menggunakan aura hitam yang dia punya, Beelzebub menciptakan sebuah tinju raksasa dari aura hitam tersebut, “Buuusskk…” dengan pukulan tangan kanannya yang mana telah dibalut oleh aura hitam tersebut Beelzebub menyerang Rio dan membuat tubuh dari raksasa api tersebut menghilang sebagian.


Sebagian dari tubuh raksasa api itu dilahap oleh aura hitam yang telah dibalut ditangan kanan Beelzebub, ketika sebagian tubuhnya menghilang kekuatan dari Banaspati langsung menurun dan dia hampir tidak bisa menahan tubuh raksasa api miliknya. Melihat hal itu Beelzebub langsung bergerak dengan sangat cepat, “Bzzzz…” dengan sayapnya dia memutari tubuh raksasa api itu sambil mengeluarkan aura hitam dari mulutnya.


“Kau… ingin memakan kami” kata Rio yang mana melihat tubuh dari raksasa api hampir seluruhnya ditutupi oleh aura hitam yang keluar dari mulut Beelzebub.


“Wuusshhkk…” kemudian dari tangan kiri Rio yang mana memegang golok naga waktu, teralirkan energy sihir yang luar biasa besarnya dan dengan energy sihir sebesar itu “Rooaarrr…” golok naga waktu mulai meraung dan mengamuk, akan tetapi Beelzebub yang terbang tersebut sama sekali tidak berhenti bergerak, dia telah berhasil bertahan dari aura intimdasi naga milik golok naga waktu. Melihat hal itu Rio lalu melakukan hal yang lain, dan “Buurrnn… Wuusshhkk…” kali ini Rio mengalirkan sebagian tubuh dari raksasa api kedalam golok naga waktu.


“Wuuuskk… Buurrn…” dan ketika Rio mengalirkan api dari tubuh rakasasa api tersebut, tubuh raksasa api yang diciptkan oleh Banaspati kemudian menjadi mengecil dan bahkan sudah hampir kehilangan wujud manusianya. Melihat hal itu Beelzebub langsung mempercepat terbangnya, “Bzzzzz….” Dia tahu kalau Rio sedang merencanakan sesuatu dan dia tidak ingin membiarkan rencana Rio terjadi.


Namun Beelzebub telah terlambat “Trringgs…” dari dalam golok naga waktu muncul aura naga yang mana telah terbalut oleh api, “ROOAARR…. BUURRNNN….” Aura naga api tersebut langsung membakar habis energy hitam yang dikeluarkan oleh Beelzebub. “Buush… Wuussh…” bahkan Beelzebub yang mana terkena aura naga api itu langsung terhempas jauh, dengan tubuhnya yang terbakar dia terhempas sampai kearah pemukiman warga yang mana telah kosong.

__ADS_1


“Rooaar… Rooaaarr…” aura naga api itu lalu langsung menari diatas udara, “Buurrn…” dan dari mulut naga api tersebu sebuah bola api tercipta “Wuussh…” dengan aba-aba dari golok milik Rio bola api itu langsung ditembakkan kearah Beelzebub.


“Kiieeekkksstt….” Beelzebub yang melihat bola api tersebut langsung mengeluarkan energy hitam miliknya, “Buusshk…” dengan mulutnya dia menembkan sebuah bola energy hitam yang mana adalah nafsu kerakusannya.


“BOOMMSSH…” bola api itu lalu meledak pada saat menabrak bola energy hitam tersebut, dan disaat yang sama sebagian besar ledakan tersebut dihisap oleh energy hitam itu.


“Gaah… Gaah… Uhuuk-uhuuk…” Beelzebub yang mana telah kelelahan dan terluka parah mulai melemas, dia bahkan tidak dapat berdiri lagi untuk melarikan diri “Bzz… zztt…” dan bahkan sayap miliknya telah rusak karena terbakar oleh api milik Banasapati.


Melihat hal itu Banaspati yang mana mengambil wujud naga api tersebut langsung bergerak kebawah, “Wuuuskk... Burrn…” dia lalu kembali kewujudnya yang mana sama dengan manusia dewasa, dan bersama dengan Rio dia berencana untuk mengakhiri Beelzebub.


“Kau masih bisa bergerak…??” tanya Banaspati.


“Bagus kalau begitu, karena aku sangat ingin melihat kematian raja iblis dimataku sebelum aku kembali kealamku lagi” kata Banaspati, tubuhnya sudah hampir menghilang karena Rio telah menggunakan banyak energy sihir untuk perubahan raksasa api tersebut.


“Srringgs…” dan dengan golok naga waktu miliknya Rio berencana mengakhiri Beelzebub, “Buummssh…” akan tetapi disaat dirinya mencoba untuk mendekati Beelzebub sebuah serangan bola sihir mengenai dirinya. Dan ketika Rio melihat kearah serangan tersebut, rupanya yang menyerangnya tidak lain tidak bukan adalah orang yang paling dia benci sekaligus menjadi tujuannya.


“Gilaangg….” Kata Rio yang mana terbakar api amarah.

__ADS_1


“Yoo… lama tidak bertemu yah, keponakanku” kata Gilang.


“Busshkk…” Rio lalu memunculkan bola hitam kecil ditangannya dengan kekuatan Batara Kala, “Wuusshh…” lalu dia melemparkan bola hitam tersebut kearah Gilang. “Trranggs…” akan tetapi bola hitam itu berhenti diudara dan langsung terbang menjauhi mereka, semua itu karena Baphemot yang mana menggunakan sihir telekinesis miliknya untuk membantu Gilang, “BUUSSHHKK….” Bola hitam itu lalu meledak dan melahap semua yang ada dijarak radius 10 meter darinya “Trrasskk…” dan melahapnya sampai tidak ada yang tersisa.


“Tehnik yang benar-benar sangat berbahaya, kau sangat cerdik dan licik sama seperti ibumu” kata Gilang.


“Cukup dengan semua omong kosongmu itu, kemarikau dan lawan aku” kata Rio yang mengarahkan golok naga waktu kearah Gilang.


“Hmm… maaf saja tetapi, aku tidak punya waktu untuk melawan bocah yang sedang sekarat” kata Gilang, “Tassk…” dengansatu jentikan jarinya Baphemot langsung mengeluarkan sebuah bola sihir raksasa dan mengincar Rio.


“Sialan ini…. Dia meremehkanku” pikir Rio, dia ingin melawan Gilang akan tetapi dia sama sekali tidak dapat melawannya dengan kondisi tubuhnya yang sekarang ini.


Dengan tatapan matanya Rio memberikan isyarat pada Banaspati “Buurrn…” lalu Banaspati memunculkan sebuah bola api kecil ditangan kanannya, “Buummsh… Buummsh… Buummsh…” dengan bola api itu Banaspati memberikan isyarat tiga buah kembang api. Melihat isyarat tersebut Angga, Dion, Lili dan juga Lita langsung masuk kedalam bayangan mereka.


“Berikutnya aku akan menghabisimu” kata Rio, “Buurrnn…” Banaspati lalu membakar seluruh area disekitar Rio dan membuatnya tidak dapat dilihat oleh Gilang dan para pasukannya.


“Hehehe… aku menunggumu keponakan kesayanganku” kata Gilang dengan senyuman licik diwajahnya.

__ADS_1


Bersambung…..


__ADS_2