Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 78 Terkepung


__ADS_3

Rio dan Angga yang disergap oleh beberapa siluman didalam hutan “Boomsh… Boomsh… Boomsh…” merkea lalu mulai menyerang setiap siluman yang mendatangi mereka, “Wuussh… Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt…” tetapi walaupun para siluman yang mereka kalahkan sudah sangat banyak. “Rooaarr… Awwuuu…” para siluman serigala tersebut langsung bermunculan lagi dan lagi dari balik hutan, bukan cuman itu saja “Crrasstt… Bomssh… Bomssh…” mendengar kekacauan karena pertarungan mereka berdua memancing para siluman lain didalam hutan.


“Mereka banyak sekali, benar-benar menyebalkan” kata Angga, dia yang kesal langsung memangil mahluk panggilannya.


“Trriinggss…” Pastur kepala puntung lalu langsung datang bersama dengan puluhan anjing hitam peliharaannya, “Wouff- Wouff…. Rooaarrr” dengan cepat kumpulan anjing hitam tersebut lalu melawan balik para siluman-siluman yang mengepung mereka berdua.


“Jangan terlalu banyak menggunakan kekuatanmu” kata Rio.


“Haaah… memangnya kenapa…???” tanya Angga.


“Karena tampaknya mereka ini cumanlah penghambat saja, kau bisa merasakannya bukan aura gelap itu sedang datang kearah sini” kata Rio, dibeberapa km jauhnya telah menuju ketempat mereka dengan kecepatan tinggi lima siluman berusia ribuan tahun.


Setelah bertemu dengan siluman manusia singa jantan para siluman itu lalu memutuskan untuk bekerja sama, mereka sepakat untuk membunuh seluruh partisipan ujian yang ada dihutan ini dan membagikan jarahan yang akan mereka dapatkan, karena itulah sekarang ini siluman manusia singa jantan sedang bersama kelompok tentara bayaran tersebut untuk membunuh Rio dan Angga.


“Jadi begitukah, tapi kau tampaknya tidak terkejut apa kau sudah punya rencana…??” tanya Angga.


“Sudah ada satu, tetapi aku tidak tahu ini akan berhasil atau tidak” kata Rio.


“Hahahah…. Kalau sudah ada pakai saja, dari pada kita mengharapkan kakek tua licik itu lebih baik bertarung dengan sekuat tenaga” kata Angga.


“Kau ini memang seorang penggila pertarungan yah, tapi kau ada benarnya juga” kata Rio, “Trriinggss…” dia lalu memanggil Banaspati untuk membantu dirinya.


Lalu para siluman berusia ribuan tahun tersebut tiba ketempat Rio dan Angga namun mereka sudah terlambat karena Rio dan Angga sudah melenyapkan para siluman-siluman yang menahan mereka berdua, melihat kelima siluman yang mana mirip mausia itu Rio langsung menggunakan sihir api miliknya “Buurrnn…” melihat sihir milik Rio “Trrraaasskk….” Siluman manusia bunglon langsung berusaha menyerang menggunakan lidahnya. “Srriinggsss… Crraasstt…” namun dengan cepatnya lidah dari siluman manusia bunglon tersebut terpotong oleh pedang angin milik Angga.


“Sekarang apinya sudah cukup besar kau bisa mulai” kata Rio, dia menggunakan puluhan tetes darah untuk membuat sebuah bola api yang besar.


“Hahaha…. Mari kita buat bencana diseluruh hutan ini” kata Angga, kekautan sihir miliknya lalu meluap-luap didalam tubuhnya “Wuuusshh…. Buuurrssshh….” Lalu angin yang mana menyelimuti Angga menjadi semakin cepat dan membesar.

__ADS_1


“WUUSSSHHTTT…..” saking besarnya Angga bahkan angin miliknya mampu menciptakan sebuah tornado yang cukup besar, melihat hal itu keempat siluman lainnya langsung bersembunyi dibalik tubuh siluma manusia gajah yang besar. Namun Rio yang mana melihat para siluman berusia ribuan tahun tersebut bersembunyi langsung menggunakan Banaspati untuk membantunya mengendalikan bola api besar ditangannya, “Buuurrrnnn….. Wuuusshhh….” Lalu dengan kekuatan kendali dari Banaspati Rio dapat menyatukan tornada milik Angga dengan sihir api miliknya dan menciptkan sebuah tornado api yang sangat panas.


“Buuurrrnn….” Tubuh siluman manusia gajah tersebut lalu terbakar karena panasnya kekuatan api dari Banaspati, tetapi dia tetap dengan tubuhnya berusaha melindungi rekan-rekannya. Sementara itu didesa tempat peristirahatan para partisipan ujian kakek Joko melihat sebuah tornado api yang cukup besar ditengah hutan, melihat hal itu dia hanya tertawa karena dapat menebak siapa yang mampu menciptkan tornada tersebut, “Buuusshh…. Buuusshh…. Buuusshh….” Dengna cepat kakek Joko lalu pergi ketempat tornado api itu berasal bersama dengan para bawahannya mereka bergerak melewati pepehonan hutan dengan lincahnya.


“Gaaaah…. Panas-panas-panas sekali, tubuhku terbakar” kata manusia siluman gajah tersebut, sisik-sisiknya mulai melepuh karena tidak dapat menahan panas kekuatan api dari Banaspati.


“Bertahanlah sebentar lagi, aku yakin mereka pasti tidak akan dapat mempertahankan tornada ini untuk waktu yang lama” kata siluman manusia serigala putih tersebut.


“Geeehhh…. Disini panas sekali, walaupun sudah berlindung ditubuh siluman manusia gajah tetapi panas apinya sampai membuatku dehidrasi” kata siluman manusia bunglon tersebut, luka dari lidahnya yang terpotong itu langsung sembuh setelah dia meminum sebuah obat sihir.


“Mau bagaimana lagi, kita dibayar mahal untuk memburu manusia ini tentu saja pasti tidak akan mudah untuk membunuhnya” kata siluman manusia rubah perempuan tersebut.


“Buuurrnnsshh….” Lalu setelah angin topan milik Angga berhenti para siluman berusia ribuan tahun tersebut lalu keluar dari balik tubuh siluman manusia gajah, dengan penuh luka ditubuhnya siluman manusia gajah itu berusaha untuk beridiri tetapi.


“Gaaaahh… Crrassstt…” dia jatuh berlutut sambil memuntahkan darah dari mulutnya.


“Grrrr… AKAN KUBUNUH KALIAN MANUSIA…” teriak siluman manusia gajah tersebut, “Krraakksstt…” dia mencabut pohon yang ada didekatnya dan menggunakannya sebagai senjata untuk memukul kearah Rio dan Angga.


“Sialan gajah besar itu, akan kutiup dia dengan anginku” kata Angga.


“Tidak perlu, kau tidak perlu melakukan apapun” kata Rio, dia menatap Angga dengan sebuah senyuman licik diwajahnya.


“Buumssh… Buumssh… Buumssh…” siluman manusia gajah tersebut lalu dengan cepat berlari kearah Rio dan Angga, dan ketika siluman manusia gajah itu sudah sangat dekat kearah Rio dan Angga dengan tangannya yang kuat dia mengayunkan pohon besar ditangannya, “Trraaasskkk….” Namun serangannya ditahan oleh sebuah sosok mahluk besar.


“Hohohoho…. Kita baru tidak lama bertemu tetapi kalian sudah menyebabkan banyak kekacauan, anak muda jaman sekarang memang sangat liar rupanya Hohohoh…..” kata kakek Joko yang mana menggunakan prajurit wayang miliknya untuk menahan serangan dari siluman manusia gajah tersebut.


“Manusia sialan, cepat menyinggir dari hadapanku” kata siluman manusia gajah tersebut, “Krraak…” dia dengan kuatnya mendorong menggunakan pohon besar ditangannya namun karena kekuatan dari prajurit wayang mampun mengimbangi fisik dari siluman manusia gajah tersebut “Trraasshhtt…” membuat pohon yang dipenggangnya hancur berkeping-keping.

__ADS_1


“Grrooaammm….” Prajurit wayan tersebut lalu menyerang kearah siluman manusia gajah tersebut “Buusskkk….” Dan meninju tepat diwajahnya, serangan dari tinju prajurit wayang itu membuat siluman manusia gajah itu terhempas jauh “Wuusshh…. Buussskk…” dan membuatnya langsung tidak sadarkan diri.


“Hohohoho…. Jadi seperti inikah siluman berusia ribuan tahun itu, terlalu lemah aku bahkan tidak perlu berkeringat dalam menghadapinya” kata kakek Joko.


“APA KAU BILAN…” teriak siluman manusia bunglon, dia termakan pancingan dari kakek Joko dan, “Buuusshh…” melesat dengan cepat kearah kakek Joko “Zrriinggsss…” lalu menggunakan karakteristiknya dia membuat dirinya menjadi tidak terlihat.


“Hooo…. Trik yang lumayan menarik” kata kakek Joko.


“Manusia sombong, akan aku buat kau menyesal karena berani meremehkan siluman berusia dibuan tahun” pikir siluman manusia bunglon tersebut.


“Tapi sayang sekali” kata kakek Joko.


“Trraaasskk…” lalu dari belakang kakek Joko dengan cepat prajurit wayang langsung bergerak dan menangkap siluman manusia bunglon tersebut.


“Gaaaahhkk… bagaimana mungkin” kata siluman manusia bunglon tersebut, dia tercengkram dengan kekuatan tangan prajurit wayang yang besar tersebut.


“Hohoho…. Aku lupa mengatakan padamu kalau prajurit wayang milikku itu bergerak sendiri untuk melindungiku, dan juga dia melihat bukan dengan mata tetapi sebuah sensor energy yang terpasang ditubuhnya” kata kakek Joko, dengan perintahnya prajurit wayang lalu mencengkram tubuh dari siluman manusia bunglon tersebut dengan kuat “Krraaktt…” sampai membuat beberapa tulangnya patah.


“SRRRAASSHHH….” Lalu dari sebelah kakek Joko sebuah serangan energy yang kuat langsung menghantam dirinya, dengan cepat prajurit wayang langsung melepaskan siluman manusia bunglon dan melindungi kakek Jokok menggunakan tubuhnya.


“Hohohoh…. Akhirnya kau bergerak juga” kata kakek Joko.


“Manusia jangan sombong, akan kubuat kau menyesali semua perbuatanmu yang kau lakukan kepada rekan-rekanku” kata siluman manusia serigala putih tersebut.


“Hohohoho…. Kebetulan sekali aku kekurangan mantel hewan dirumahku, keberatan kalau kau memberikan kulitmu untukku” kata kakek Joko.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2