Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 49 Bergeraknya sang penghianat


__ADS_3

Disaat Dion yang mana telah membunuh banyak serigala siluman sendirian, disis lain bertempat digudang senjata kelompok Luna sedang menyiapkan para boneka ksatria untuk bisa bertarung digaris depan, dengan Gold point yang dia dapatkan dari Rio mereka mulai menghidupkan para boneka ksatria satu demi satu. “Ping… Kraattak… Kraattak… Kraattak…” para boneka ksatria itu lalu mulai bergerak layaknya manusia biasa, dan mulai mengambil senjata dan bersiap untuk bertarung.


“Bagus dengan boneka-boneka ksatria sebanyak ini aku yakin kita dapat bertahan menghadapi gelombang serangan para serigala itu” kata Luna, namun dia tidak menyadari akan satu hal yang mana yaitu kalau dirinya telah diincar oleh seseorang penghianat yang ada didalm timnya.


“Trraak-trraakk… Trraak-trraakk…” lalu secara tiba-tiba salah satu boneka ksatria yang diaktifkan mulai menyerang kearah Luna dan yang lainnya, “Srraaanggss…” dengan pedangnya dia mulai menebas kearah Luna. Sementara itu Rio dan yang lainnya sedang memperhatikan situasi para serigala siluman yang mana formasi mereka terlihat kacau balau, itu semua disebabkan oleh panahan dari Dio dan membuat para serigala siluman yang lainnya ketakutan dibuatnya.


“Panah emas itu sangatlah berat dan itu akan memberikan dampak perusaka yang sangat kuat, aku terkejut dengan kekuatannya itu dia dapat dengan mudahnya menembakkan ratusan anak panah emas itu dengan mudahnya, setelah ujian kali ini aku harus membuat hubungan baik dengannya” pikir Rio, dia melihat kekuatan dari Dio dan berpikir kalau Dio menjadi musuhnya maka akan sangat merepotkan mengingat dia dapat dengan mudahnya mengendalikan emas murni sebagai senjatanya.


“Trraanggss…” lalu dengan menggunakan Balista miliknya Dion menembakkan sebuah anak panah besar, “Wuusshh…” anak panah besar itu lalu langsung mengaraha ke tempat pimpinan serigala siluman tersebut “Buusshh…. Buusshh….” namun dengan mudahnya pimpinan serigala siluman itu melompati dan menghindari serangan panah besar tersebut. Dengan cepat pimpinan serigala siluman itu lalu langsung mengarah ke Dion “Buusshh… Awwooo….” dia memimpin kelompoknya untuk maju kearah kastil tempat Rio dan yang lainnya berada.


“Semuanya sekarang cepat perintahkan mahluk panggilan kalian untuk turun menghadang musuh, Lita hubungi Luna dan bilang padanya untuk mengeluarkan para boneka ksatria yang ada” kata Rio yang mana mengatur formasi pertahanan para kontestan yang ada didekatnya.


“Rooaarrr…. Grrraaarr….” Para mahluk-mahluk panggilan dari kontestan ujian lalu mulai menghadang para serigala siluman yang maju kearah mereka, “Boomsshh…. Krrasstt… Trraasstt…” pertarungan sengit lalu terjadi, dimana puluhan mahluk panggilan yang ada disana sedang bertarung menghadapi para serigala siluman yang berjumlah ratusan ekor banyaknya. Walaupun jumlah mereka banyak tetapi para serigala siluman itu berada dalam kondisi kelaparan dan lemah jika dibandingkan dengan para mahluk panggilan kontestan yang ada, “Awwooo….” melihat para anak buahnya terbunuh oleh para mahluk panggilan yang ada pimpinan serigala siluman itu lalu mulai menyerang para mahluk panggilan yang ada dihadapannya.


“Crrassstt… Krrasstt…” dengan cakaran dan kelincahan yang diapunya dia dapat membuat para mahluk panggilan yang menjadi lawannya kalah dengan mudahnya, melihat sosok yang kuat Garuda lalu mulai turun dari sebelah Rio “Kriiieeekk…” dia langsung dengan cepat menerjang kearah pimpinan serigala siluman itu, “Wuussh…. Boommsshh…” dengan kekuatan fisik yang luar biasa kuatnya dia membuat ledakan besar dari serangan tinjunya dan membuat puluhan serigala siluman terhempas dengan mudahnya.

__ADS_1


“Hmm… serigala kecil akulah yang akan menjadi lawanmu” kata Garuda yang mana menantang pimpinan serigala siluman itu.


Sementara dari atas kastil Rio dan para kontestan lainnya mulai kelelahan karena menggunakan mahluk panggilan mereka, dan mereka yang mengalami kekalahan langsung jatuh tidak berdaya karena serangan balik dari efek pemanggilan yang mereka punya. Rio sendiri yang sedari tadi menggunakan sihir juga tidak bisa bertahan lama menggunakan untuk memanggil Garuda, dan melihat kalau Rio juga kelelahan seseorang yang ada disana kemudian memasang matanya kearah Rio dengan pisau dikantungnya dia mengarahkan niat membunuh yang diapunya kearah Rio.


“Hmm… dia ingin bergerak sekarang kah, benar-benar menyebalkan tampaknya dia sama sekali tidak perduli kalau para serigala itu masuk kedalam kastil ini” pikir Rio yang dapat dengan jelas merasakan niat membunuh yang diarahkan pada dirinya.


Mengetahui hal itu Rio memulai aktingnya “Tuuk…” dia secara sengaja berpura-pura melemah dan berlutut dilantai seperti seseorang yang mana sedang kelelahan, melihat hal itu seorang pria paruh baya yang tadi berada dikelompok yang sama dengan Rio langsung dengan cepat mengarahkan senjatanya pisau kearah punggung milik Rio “Buussh…” dia berlari dengan cepat kearah Rio tampa menyedari kalau itu hanyalah umpan belakang. Dan ketika pria itu sudah sangat dekat dengan Rio “Kaaasshh….” Rio dengan cepat membalikan pandangannya dan menggunakan mata kematian yang diapunya dia membekukan pria tua itu.


“Hehehe… abang orang ini bodoh banget bisa aja ditipu kayak gitu” kata Lita yang mana melihat pria paruh baya tersebut dan tertawa mengejeknya.


“Mau bagaimana lagi keserakahan manusia itu memang sangatlah mengerikan, bahkan mereka tidak sadar kalau mereka mengincar sesuatu yang tidak mustahil mereka dapatkan” kata Rio, dia mengambil pisau miliknya dan mengarahkannya kearah tenggorokan pria itu.


“Hahahah… maafkan aku, aku sama sekali tidak bisa percaya dengan orang yang ingin menusukku dari belakang” kata Rio, “Srrasstt…” dengan santainya dia menggorok leher pria paruh baya tersebut dan mengambil sisa umur yang diapunya.


“Kaaak… kau jangan senang dulu, selain kau masih ada penghianat satu lagi, dan aku yakin dia akan membunuhmu disini” kata pria paruh baya tersebut sebelum mati kehabisan darah.

__ADS_1


“Taak…” Rio lalu mengambil smartphone miliknya dan mengambil semua yang diapunya, didalam smartphone miliknya terdapat alat sihir yang mana tidak seharusnya dimiliki oleh pengguna pemula. Dari sana Rio mulai curiga akan sesuata yang tidak pasti, “Ping-ping… ping-ping…” dia lalu berusaha untuk menghubungi Luna namun tidak ada tanggapan ataupun balasan dari Luna.


“Ada yang terjadi didalam gudang” kata Rio, “Wuusshh…” dia lalu langsung turun kebawah dan dengan cepat megahampiri pimpinan serigala siluman itu.


“Hmmm… Tuan??” kata Garuda yang mana terkejut melihat Rio mendatangi dirinya.


“Garuda ada keadaan darurat aku akan membantumu untuk menghabisi dia dengan cepat” kata Rio, “Trrangss… Trrangss… Trrangss…” dia lalu menembakkan beberapa anak panah dari Crosbow miliknya.


“Busshh…” namu dengan cepat pimpinan serigala siluman itu melompat untuk menghindarinya, “Trraasstt…” namun menggunakan cambuk pengikat yang dimiliki Rio dia mengunci gerakan pimpinan serigala siluman diudara.


“Garuda penggang ini dan banting dia” kata Rio yang memerintahkan Garuda.


“Raaaahh…” menggunakan kekuatan ototnya Garuda memegang tali cambuk tersebut dan membanting pimpinan serigala siluman itu dengan kuatnya “Booosskk….” terkena bantingan kuat dari Garuda pimpinan serigala siluman itu langsung menjadi kaku, tulang punggungnya telah rusak karena kekuatan bantingan tersebut “Buusshh…” dengan cepat Rio melompat kearah pimpinan serigala siluman dan menusukan pisau ditangan kanannya “Crraasstt…” tepat dijantung pimpinan serigala siluman itu.


“Ping-ping… Ping-ping…” Rio lalu mendapatkan notifikasi karena telah membunuh pimpinan serigala siluman tersebut, dan didalam notifikasi itu dia mendapatkan beberapa ribu Gold pint dan sebuah kunci berwarna langit malam berbintang yang sangat mirib dengan kotak yang diapunya.

__ADS_1


Sementara itu ditempat lain Adelia dan yang bersama dengan kelompok Luna tadi terluka parah dan sedang menghadapi seseorang yang mana sangatlah kuat dihadapannya, yang mana kemungkinan dialah penghianat kedua yang dicari-cari oleh Rio dan yang lainnya.


Bersambung…..


__ADS_2