
“Burrn… Burrn… Burrn…” bola api matahari yang dibuat oleh Batara Surya tersebut menjadi sangat besar, dan menjadi sangat merah karena dia mencampurkan darah miliknya kedalam bola matahari kecil tersebut, dan dengan kekuatan dewa dan juga raja iblis Batara Surya telah bersiap untuk mengalahkan Rio beserta menghancurkan alam dimensi tersebut.
“Hmm… kenapa dia tidak melakukan apapun, apakah dia percaya diri untuk bisa mengalahkanku, tidak-tidak itu pasti tidak mungkin akan… akan aku habisi mereka semua” pikir Batara Surya.
“Fussh….” Dan dengan satu lemparan dari tangan kanannya, Batara Surya melemparkan matahari kecil tersebut kearah Rio, melihat hal itu Rio hanya santai dan sedang menyiapkan sesuatu dan menggunakan aplikasi DS Game didalam smartphone miliknya “Trringggs….” Rio memanggil sesosok mahluk. “Trranggskk…” dengan aplikasi DS Game mahluk tersebut membuka gerbang untuk menghentikan serangan dari Batara Surya, “Fussttt… Bllussp…” dan dengan cepat serangan bola matahari kecil milik Batara Surya langsung dilahap kedalam gerbang pemanggilan tersebut.
“Apaaa….!!!” Melihat hal itu Batara Surya langsung kaget dan tidak percaya.
Serangan miliknya yang mana dapat menghancurkan beberapa dimensi dunia, dapat dengan mudah dihilangkan begit saja dengan satu mahluk gaib yang mana dipanggil oleh sesosok manusia.
“A-Apa yang kau panggil…??” kata Batara Surya yang melihat kearah Rio dengan tanda tanya.
“Lihatlah keatasmu idiot” kata Rio.
Dan saat Batara Surya melihat keatasnya sebuah mulut raksasa telah muncul “Krraaskk…” dan mulut tersebut langsung terbuka seakan-akan bersiap untuk melahap Batara Surya, sementara itu Batara Surya sendiri merasa tidak asing dengan mulut tersebut, dia lalu langsung dengan cepat melihat kearah Batara Kala dan benar saja tangan kanan Batara Kala menghilang dari tempatnya.
“Gahaahaha… nampaknya dia telah menyadarinya” kata Batara Kala.
__ADS_1
“Tidak apa-apa, yang paling penting adalah kau dapat memberikan satu serangan padanya” kata Rio.
“Itu mudah saja, akan tetapi bayarannya akan sangat mahal” kata Batara Kala.
“Tidak perlu khawatir, aku telah menabung cukup banyak waktu untuk memberikanmu makan sampai kau puas” kata Rio.
“Wusshh…” dengan cepat Rio langsung bergerak maju kearah Batara Surya, mengetahui hal itu Batara Surya langsung bersiap menyerang Rio menggunakan pedang api miliknya, namun “Tranggs…” sebuah tali hijau bercahaya langsung muncul, dan tali tersebut terbuat dari ratusan tahun waktu yang telah dikumpulkan oleh Rio. Batara Kala menggunakan waktu tersebut untuk menahan Batara Surya yang mana telah menjadi dewa iblis, akan tetapi “Burrnn…” dengan kekuatan Batara Surya yang sekarang ini, dia dapat membakar tehnik kekangan Batara Kala dengan mudahnya.
“Kau pikir aku akan kalah seperti jutaan tahun yang lalu” kata Batara Surya.
“Yaah… dan kau akan selalu kalah dariku” kata Batara Kala.
“Cih… dia menggunakan mulutnya lagi untuk menghisap energy sihir milikku, inilah yang aku benci dari sirakus ini” kata Batara Surya.
Akan tetapi disaat Batara Surya sedang fokus pada Batara Kala, dia tidak menyadari kalau Rio telah ada didepannya dan mengarahkan serangan pedangnya pada dirinya, namun dengan refleknya yang cepat Batara Surya sudah bersiap untuk menaha serangan dari Rio, namun “Crrak… Trraak…” dengan cepat Rio menghentikan waktu disekitarnya, dan membuat waktu berhenti sepersekian detik. “Trringgs…” dengan cepat Rio langsung membelokkan arah serangan miliknya dan, “Srrasstt…” Rio dengan cepat menebas tangan kanan dari Batara Surya dan membuat dirinya kehilangan senjata miliknya.
Melihat hal itu Batara Surya langsung terkejut, dia tidak percaya bahwa dirinya yang sekarang adalah dewa iblis dapat dikalahkan oleh Rio yang hanya manusia, “Grrr….” Marah dan kesal energy sihir milik Batara Surnya langsung meluap dan menguat, api mulai membakar disekitar Rio dan bahkan kelima bola hitam milik Batara Kala juga ikut terbakar karena hal tersebut.
__ADS_1
“Nymph…” kata Rio.
“Srrashkk…” dengan cepat Nymph langsung menarik kaki miliknya Rio dan membuat dia menjauhi tempat tersebut, akan tetapi Batara Surya yang mana sudah marah besar masih mengincar Rio dengan tangan api miliknya. Tangannya menjadi besar dan terbakar dengan api merah darah, dan tangan itu seakan-akan seperti ingin menangkap Rio dan menghabisinya, melihat hal itu Nymph langsung menciptakan sesosok ular air raksasa “Srraahhkk…” dan dengan ular air itu “Crrast…” Nymph berusaha untuk menggigit tangan dari Batara Surya, akan tetapi “Trsshhk…” api dari Batara Surya sangatlah panas dan membuat ular air tersebut langsung menguap dalam hitungan detik.
“Jangan mengganggu…” kata Batara Surya.
“Bummshkk….” Dengan hentakan kakinya dia membakat tanah dibawah kakinya, dan membuat panas api miliknya menghampiri tubuh air milik Nymph. Melihat hal itu Nymph langsung melemparkan Rio keatas “Burrsshkk…” dan dengan wujud air miliknya Nymph berusaha untuk melawan Batara Surya ,“Buusrr…” serangan dari meriam air yang dilemparkan oleh Nymph kearah Batara Surya sama sekali tidak memiliki dampak apapun, serangannya langsung menguap ketika berada didekat Batara Surya.
“Burrn… Burrn…” Batara Surya yang mana telah berhasil membakar semua tehnik kekangan milik Batara Kala “Burrn…” langsung menyiapkan bola api kecil ditangan kirinya, “Fusshkk…” dia lalu melemparkan bola api tersebut keatasnya ketempat mulut dari Batara Kala berada. “Bommshh…” dengan serangan bola api itu, Batara Kala dipaksa menarik kembali bagian tubuhnya dari pemanggilan Rio, melihat hal itu Rio sedikit kebingungan untuk melawan Batara Surya, “Srrasskk…” dan disaat Rio sedang berpikir Batara Surya mencoba untuk meregenerasikan tangan kanannya, akan tetapi kekuatan penyembuhannya sangat lambat karena dipotong oleh golok naga waktu yang mana memperlambat luka dan juga menyerap waktu dari korbannya.
“Hmm… tampaknya aku tidak boleh terus berdiam diri disini, mari kita nekat saja” kata Rio.
“Burrnn…” dengan sihir api beracun miliknya “Fusshh… Fusshh…” dia menembakkan tiba buah bola api ungu kehitaman yang mana sangat beracun, akan tetapi Batara Surya sama sekali tidak terlihat menghindari serangan dari Rio “Bomshh… Bomshh…” dan saat Batara Surya terkena serangan tersebut dia merasakan sedikit racun didalam tubuhnya sedang menyebar, dan racun itu membuat tubuhnya sedikit kaku dan tidak dapat digerakan.
“Hanya karena kau dewa matahari bukan berarti serangan api tidak akan berpengaruh padamu” kata Rio.
“Srranggs… Crraanggs…” dia memunculkan rantai kekangan neraka dari tangan kanannya, “Srrangs…” dan dengan cepat rantai itu langsung mengikat tubuh dari Batara Surya dan menyegel energy sihir miliknya, melihat kesempatan itu Rio langsung melesat kearah Batara Surya “Wushh…” dengan golok miliknya dia bersiap untuk menebas Batara Surya. “Srraaahkk…” akan tetapi Batara Surya langsung menghindari serangan dari Rio, dan dengan tubuhnya yang terikat rantai tersebut dia berusaha untuk menyerang Rio menggunakan kaki miliknya “Trrranggs…” namun Rio dengan cepat mampu menahan serangan itu menggunakan perisai miliknya.
__ADS_1
“Wusshkk…” Rio lalu langsung berputar sambil menebas kearah leher Batara Surya, “Fussh…” sekali lagi Batara Surya berhasil menghindari tebasan tersebut, namun dia tidak menyangka kalau ada serangan cepat dari tangan kiri Rio menggunakan perisai miliknya, “Buushkk…” dan menggunakan perisainya Rio langsung memukul wajah dari Batara Surya sampai dia terlempar jauh. Akan tetapi saat Batara Surya terlempar Rio melihat hal yang tidak biasa saat dia memukulnya, dan hal itu bisa menjadi kunci kemenangannya.
Bersambung…..