Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 328 Darah dari pencipta Vampire bagian 2


__ADS_3

Didalam ruangan yang mana adalah tempat persenjataan para vampire, disana kedua entitas yang dapat menghancurkan sebuah dunia dengan mudahnya sedang bertarung satu sama lainnya, “Trranggs… Krranggs…” mereka adalah sang iblis utama yang mana terlahir untuk melahap nafsu dan mimpi para manusia, dan yang satunya lagi adalah sesosok manusia yang melewati batasannya dan memiliki tubuh naga dan kekuatan milik dewa.


“Hei… sudah kubilang bukan, kalau aku ini ingin berbicara saja” kata Incubus.


“Maaf aku tidak punya waktu untuk mendengarkan omong kosongmu” kata Rio.


“Srringgs…” menggunakan golok naga waktu miliknya “Burrnn…” Rio lalu mengoleskan sihir apinya kebilah golok naga waktu itu, kemudian “Fusshkk…” dengan serangan golok naga waktu tersebut Rio langsung memberikan serangan kearah Incubus. Akan tetapi “Fusshtt…” dari pipa rokok ditangan kanan Incubus keluar sebuah asap yang mana menutupi pandangan Rio, lalu disaat Rio menebas menggunakan pedang miliknya “Wrrusskk.. Burrn…” Incubus telah menghilang dari hadapannya.


“Sialan dia menghilang lagi, iblis itu licin seperti belut” pikir Rio.


Akan tetapi disaat Rio melihat kearah sekitarnya dia telah berada ditempat yang mana berbeda dari sebelumnya, dan bukan hanya itu saja dia melihat sebuah pemandangan yang mana belum pernah dia lihat sebelumnya, tempat itu terlihat seperti sebuah danau yang mana dihiasi oleh cahaya dari bintang malam. Dan bukan hanya itu saja, disekitar  Rio bermunculan para iblis-iblis wanita yang mana menatapnya dengan tatapan menggoda, perlahan-lahan para iblis wanita tersebut mendekati Rio dan berusaha untuk menggoda dirinya.


“Burrnn…” akan tetapi api merah keemasan langsung muncul dari dalam tubuh Rio, dan dengan api tersebut Rio kemudian langsung mengusir para iblis wanita tersebut, “Crringgs…” kemudian dengan menusukkan golok miliknya ketanah Rio mulai mengalirkan energy sihir miliknya kearah golok naga waktu tersebut. “Burrnn…” lalu sihir api milik Rio kemudian langsung mengalir kearah golok naga waktu tersebut, “Wrrushkk…” dengan kuatnya sihir api Rio mulai membakar lantai tanah dibawahnya dan “Bummshkk…” dia langsung meledakkan tempat tersebut.


Dilain sisi Incubus yang mana menggunakan artefak miliknya, melihat Rio yang mana terduduk dengan diam dan senyap ditempat tersebut, Rio telah masuk kedalam ilusi yang mana dibuat oleh Incubus dan saat ini tubuhnya sedang tak berdaya. Lalu disaat Incubus ingin menyentuh tubuh dari Rio, “Burrn…” api merah keemasan kemudian langsung muncul dan membakar tangan Incubus.


“Cih dia masih bisa melawan rupanya” kata Incubus.

__ADS_1


“Fusshtt…” dia kemudian meniup pipa rokok miliknya dan menambahkan asap yang ada disekitar Rio, dan membuat ilusi yang ada ditubuh Rio semakin kuat “Bummsh…” akan tetapi tubuh Rio langsung meledak dan menyambarkan api disekitar dirinya. Api emas tersebut melukai bukan hanya tubuh dari Incubus akan tetapi jiwa iblis yang ada didalam tubuh Incubus mulai terkikis, itu karena dirinya telah terbakar oleh api dewa yang Rio dapatkan dari membunuh dewa matahari Batara Surya.


“Ugghkk… sialan itu tadi cukup bagus juga, sudah cukup lama semenjak aku tidur senyenyak itu, artefak yang menarik” kata Rio.


“Hehehe… kalau kau mau maka kau harus mengambilnya dari mayatku” kata Incubus yang mana sudah mulai marah.


“Huupss… Fusshtt…” Incubus lau menarik dalam-dalam pipa rokok tersebut dan mengeluarkan asap yang sangat banyak dari mulutnya, dan dalam sekejab mata Incubus sudah langsung menghilang dari pandangan mata Rio. Melihat dirinya telah ditutupi oleh asap pipa rokok milik Incubus, “Srrrahk…” Rio lalu menggunakan mata naga miliknya untuk melihat kearah sekitarnya, akan tetapi dia sama sekali tidak melihat Incubus, itu karena asap rokok tersebut telah beresonansi dengan energy sihir milik Incubus dan membuatnya seperti ada diseluruh area tersebut.


“Ini merepotkan” kata Rio, “Burrnn…” Rio kemudian menggunakan sihir cakar api miliknya.


“Burrn… Wusshkk…” kemudian dia menggunakan tangan kanannya yang mana telah terbakar tersebut dan “Bumsshkk…” menggunakan tinjunya dia menghantam tanah dibawahnya, “Wusshkk….” Api kemudian langsung menyebar kesekitar dirinya dan dengan cepat membakar semua yang ada disekitarnya, Incubus yang mana ada disana langsung keluar karena api tersebut juga mengenai dirinya.


Melihat Incubus dengan cepat “Wusshk…” Rio langsung bergerak untuk menyerang dirinya, “Crranggs…” dan dia lalu menggunakan kekuatan penghenti waktu dan menumbalkan 50 tahun untuk menghentikan waktu selama 5 detik, akan tetapi “Burrhstt…” Incubus mengeluarkan aura yang luar biasa kuatnya dari tubuhnya. Aura tersebut sangatlah murni dan merusak, dan karena hal tersebutlah area yang diciptakan oleh Rio langsung hancur dan tehnik penghenti waktu milik Rio langsung hancur dengan mudahnya.


“Jadi begitu rupanya, dia menggunakan energy sihir murni untuk mengelilingi tubuhnya, dan karena hal itulah dia dapat menghancurkan ruang milikku” pikir Rio.


“Rasakan ini dasar bocah sialan” kata Incubus.

__ADS_1


“Wusshtt…” Incubus lalu melancarkan serangan menggunakan pipa rokok ditangan kanannya, “Trranggs…” namun dengan mudahnya Rio menangkis serangan tersebut menggunakan golok miliknya. “Busshk…” lalu Rio langsung menggunakan sihir miliknya untuk mendorong balik Incubus, setelah Incubus terdorong kebelakang dengan cepat “Burrnn…” Rio langsung membuat bola api dari tangan kanannya dan “Fusshtt…” melemparkan bola api tersebut kearah Incubus.


“Cih… GRROOAARR….” Dengan sebuah raungan dari mulut Incubus, “Wushtt… Wushtt…” bola-bola api tersebut langsung lenyap dari hadapan Incubus dengan mudahnya.


“Cih ini tidak mudah” pikir Rio.


Sementara itu Teppes yang mana berhasil melarikan diri dari hadapan Roy Black dan juga Incubus, mulai berjalan kesebuah ruangan khusus yang mana dijaga ketak oleh banyak prajurit wayang. Disana Teppes langsung menggerakkan para prajurit wayang yang berjaga tersebut untuk keluar dan menghadapi para musuhnya, sementara itu Teppes mulai membuka pintu ruangan tersebut “Triiekk…” kemudian disana terlihat sebuah gelas emas yang mana ada diatas sebuah meja batu tua.


“Sekarang adalah saatnya, lebih baik aku mati dari pada membiarkan mereka membunuh para keturunanku” kata Teppes.


Dia memegang cangkir emas tersebut dan didalamnya ada segelas darah yang mana mengandung energy yang sangat kuat, didalam darah tersebut terdapat kekuatan dari iblis dan juga dewa yang mana saling bercampur aduk menjadi satu. “Glluupsst… Glluupsst… Glluupsst… Glluupsst…” Teppes kemudian menelan seluruh darah yang ada didalam gelas emas tersebut, “Duk-duk…” lalu jantung miliknya yang mana telah berhenti berdetak kembali berdetak “Duk-duk… Duk-duk…” dan jantung tersebut mengeluarkan energy sihir yang sangat luar biasa.


“Gaaahhkk… ROAARRR….” Saking besar sihir yang ada didalam darah tersebut, pikiran dari Teppes mulai diambil alih dan dia mulai menggila.


“Grrrr….  ROAARRR….” Satans yang mana sedang membasmi para Vampire yang tersisa di dimensi kekuasan Teppes, dapat mendengarkan suara teriakan mahluk buas dari dalam kastil Teppes.


“Hahahah… nampaknya darah itu ada disana” kata Satans yang mana juga mengincar darah yang dimunum oleh Teppes.

__ADS_1


Bersambung…..


Berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff dan juga Vote yah, agar cerita di novel ini tetap lanjut dan semakin seru lagi, Ok....


__ADS_2