
Didalam sebuah bangunan kecil terdapat berbagai macam jebakan yang mematikan didalam sana, dan bagi siapapun yang mencoba untuk masuk akan langsung memicu jebakan tersebut dan langsung terbunuh tampa mereka ketahui. Akan tetapi jika mereka bisa melewati seluruh jebakan yang terpasang didalam bangunan kecil tersebut, mereka akan dapat melihat sebuah ruangan kosong didalam bangunan itu yang mana disana hanya terdapat sebuah pintu putih bersih.
“Crraak…” dan ketika mereka membuka pintu itu maka akan ada sebuah padang rumput yang luas disana, dengan banyak tenda yang telah berdiri juga beberapa orang yang terlihat sedang berpesta disana.
Setelah berhasil menggagalkan rencana dari ras setan biru kelompok tersebut langsung mengadakan pesta, dan disana Rian yang mana adalah pimpinan kelompok itu langsung menjadi pusat perhatian para anggotanya, mereka menghormati dirinya dan juga mengganggap dirinya sebagai yang terkuat ditempat tersebut. Sementara itu Sintia yang mana adalah kekasih dari Rian merupakan sesosok penyelamat bagi mereka, itu semua karena dia memiliki sihir pemulihan yang langkah disertakan energy sihir miliknya yang melimpah, dengan sihirnya dia bahkan dapat menumbuhkan tangan seseorang yang mana telah putus.
Sementara itu Lili yang mana tidak terlalu suka dengan keramaian memutuskan untuk berada disekitar pojokan tempat tersebut, dia melihat para kawan-kawannya yang mana sedang berpesta sambil melahap santapan yang telah mereka sediakan.
“Kau kelihatannya tidak terlalu suka dengan keramaian” kata Gilang yang mana tiba-tiba saja muncul dibelakang Lili.
“Kau… Siapa..??” kata Lili yang mana terkejut dengan kehadiran Gilang.
“Hahahha… jangan risau aku juga bagian dari kalian, hanya saja tugasku sering membuatku pergi kealam manusia sebentar untuk mengurus sesuatu” kata Gilang.
“Oooh… jadi kau yang dihubungi ketua waktu itu” kata Lili yang mana melihat kearah Gilang.
Dia dapat merasakan kalau Gilang sangatlah kuat dan kekuatannya dapat disetarakan dengan kekuatan Rian, akan tetapi dia juga dapat melihat kalau Gilang memiliki sesuatu yang mana dia sembunyikan.
“Hahahah… ini dia adik kecilku, kau sudah datang” kata Rian yang mana mendatangi Gilang.
“Kau jangan memanggilku seperti itu lagi, aku ini sudah dewasa kau tahu” kata Gilang.
“Memangnya kenapa, walaupun umurmu sudah mencapai ratusan tahun aku akan tetap memanggilmu adik kecilku” kata Rian yang kelihatan telah mabuk.
__ADS_1
“Haaah… sudahlah aku tidak bisa berbicara denganmu saat kau seperti ini, bagaimana dengan kak Sintia apakah dia bisa merawat para korban selamat…??” tanya Gilang.
“Hmmm… sayangnya itu cukup sulit, untuk menyembuhkan kerusakan mental pada otak manusia itu membutuhkan waktu yang cukup lama” kata Rian.
“Kalau begitu aku pergi dulu untuk menyapa yang lainnya” kata Gilang yang meninggalkan Rian dan Lili sendirian.
“Kau memiliki adik yang menarik ketua, dia terlihat dapat diandalkan akan tetapi dia juga terlihat sedang menyembunyikan sesuatu” kata Lili.
“Yaah… aku tahu itu, bohong kalau aku bilang tidak dapat membaca gerak-gerik adikku sendiri, akan tetapi aku masih mempercayainya karena dia adalah satu-satunya keluargaku yang tersisa” kata Rian.
Rian yang mana saat itu telah mabuk berat langsung pusing “Trrukk…” dan kemudian dia pingsan ditempat, Lili yang melihat hal itu tidak melakukan apapun dan hanya membiarkan dirinya pingsan disana, karena rasa penarasannya Lili lalu pergi untuk mengikuti Gilang. Disana dia melihat wajah Gilang yang memerah dan merona saat dirinya sedang berbicara dengan Sintia, dan dari sana Llili dapat mengetahui kalau Gilang jatuh hati pada kekasih saudaranya.
“Dari apa yang aku lihat Gilang memiliki perasaan untuk Sintia, akan tetapi Sintia terlihat sangat jelas tidak mengganggap perasaannya sama sekali, ini akan menjadi masalah yang sulit kalau mereka satu keluarga tidak dapat membereskan ini semua” kata Lili.
Pada esok paginya Lili yang mana telah terbangun langsung keluar dari tenda miliknya, disana dia melihat ada banyak orang yang masih tertidur karena kelelahan pada pesta semalam.
“Mereka benar-benar pesta sampai tengah malam, tetapi yah siapa yang tidak suka dengan uang, aku dapat melihatnya dengan jelas kalau mereka senang dengan harta rampasan kita” pikir Lili yang melihat kearah kotak harta didalam ruang penyimpanan.
Pada saat mereka menjelajahi tambang tua yang mana adalah markas dari para setan biru tersebut, secara tidak sengaja Lili menemukan sebuah ruangan rahasia dan didalam ruangan tersebut mereka menemukan harta yang disimpan oleh para setan biru tersebut. Terdapat banyak koin emas yang ada didalam kotak harta tersebut, dan juga ada beberapa senjata sihir yang mana berukuran besar milik para setan biru.
“Lili kau sudah bangun” kata Sintia yang mana terlihat telah kembali setelah merawat orang-orang yang terkena sihir perusak mental tersebut.
“Kak kau juga sudah bangun, atau kau sama sekali tidak tidur dari tadi malam” kata Lili.
__ADS_1
“Hahahah… tidak kok, aku sempat tidur beberapa jam tadi, aku baru kembali dari ruangan mereka dan nampaknya mereka sudah dapat makan sendiri sekarang” kata Sintia.
“Kalian benar-benar baik yah, tetapi kenapa pula kau mau berbuat baik sampai seperti ini” kata Lili.
“Kau tahu katanya kalau kita berbuat baik pada orang lain maka dunia akan berbuat baik pada kita, dan aku mempercayai kata-kata itu dan berusaha untuk membuat dunia menjadi lebih baik padaku” kata Sintia.
“Prinsip yang aneh, tetapi bagus juga” kata Lili.
“Heeheheh… kalau kau tidak sibuk bagaimana kalau bantu aku sebentar” kata Sintia.
“Hmm… ok” kata Lili.
Mereka berdua lalu membangunkan para anggota yang tertidur tersebut, dan secara bersama-sama mereka lalu mulai merapikan tempat tersebut dan disaat itu Lili merasa kalau dia menyukai kelompok itu dan juga menyukai semua orang didalamnya.
“Pada saat itu aku merasakan seperti berada didalam sebuah keluarga besar, dan juga merasa kalau kami akan tetap bertarung bersama dan juga mengarungi dunia bersama-sama juga, tetapi aku tidak tahu kalau waktuku disana sangatlah singkat” kata Lili yang mana pada saat itu bercerita pada Rio dan orang-orang yang ada didalam ruangan tersebut.
“Apa yang terjadi…???” tanya Rio yang penasaran.
“Penghianatan… keserakahan manusia yang mana tampa dasar akhirnya muncul didalam salah satu anggota kami, dia menjual teman-temannya dan membuat beberapa raja iblis datang dengan para pasukannya untuk memburu kami” kata Lili.
Didalam padang rumput tersebut api mulai muncul dan menyebar dengan sangat cepat, api tersebut lalu mulai membuat para anggota kelompok itu panik dan menyebar kemana-mana dan disana juga puluhan anak panah mulai berjatuhan dari langit dan membuat banyak nyawa menghilang dari disana.
Bersambung…….
__ADS_1