
Sihir Voodoo adalah sebuah sihir kutukan yang mana menggunakan bayaran pemantra untuk menciptakan suatu kutukan, dan semakin besar kutukannya maka semakin besar bayaran yang pemantra tersebut harus bayar, dan kali ini Luna menggunakan tusukan paku ditangan kirinya untuk menjadi bayaran kutukan yang menghentikan gerakan dari para siluman beruang tersebut. Menggunakan paku hitam yang telah dimantrakan oleh sihir kegelapan sang boneka Voodoo menerima persembahan dari Luna dan memuat para siluman beruang tersebut tidak bisa bergerak selama beberapa detik.
“Haaah… aku tidak menyangka akan menggunakan sihir gila seperti ini” pikir Luna yang mana sudah merasa sedikit berat untuk menggunakan sihir Voodoo miliknya.
Tetapi disaat itu Luna yang mana telah menggunakan dua paku untuk menghentikan puluhan siluman beruang tersebut langsung mulai kelelahan, energy sihir miliknya terkuras sangat banyak setiap kali paku yang dia tusukan kearah tangan kirinya, dan sekarang ini Luna hanya bisa berharap kalau keenam orang bawahan Dion tersebut dapat mengalahkan mereka semua sebelum dirinya mencapai batasan miliknya.
“Orraaaa…. Majuuuu…” teriak keenam orang tersebut, “Crrasst… Crrasst… Crrasst…” dengan tombak emas tersebut mereka berusaha untuk mengalahkan para siluman beruang yang ada disana, tetapi gerakan mereka mulai melambat karena banyaknya target yang harus mereka kalahkan.
“Grrr…” lalu disaat mereka sudah mengalahkan lebih dari 15 siluman beruang, salah satu dari siluman beruang tersebut tiba-tiba saja mulai bersuara dan menatap mereka dengan tatapan yang sangat menyeramkan. Lalu karena dilihat dengan mata mati dari siluman beruang tersebut salah satu dari para bawahan Dion langsung terjatuh dan terdiam, “Roaarr…” karena hal itu saat para siluman beruang itu terlepas dari sihir Voodoo milik Luna salah satu dari mereka tidak bisa menghindari serangan dari siluman beruang tersebut dan “Crrasstt…” diserang dengan cakar beruang sampai kehilangan tangan kanan miliknya.
“Uwaaahh…” menjerit kesakitan karena kehilangan tangan kanannya tersebut membuat para siluman beruang itu langsung melihat kearah dirinya, suara jeritannya bagaikan sebuah pancingan yang memanggil para siluman beruang itu menuju kearahnya.
Melihat salah satu rekan mereka diincar para bawahan Dion yang lainnya langsung dengan cepat menyerang menggunakan tombak milik mereka, “Crrastt… Trrassk… Krrassk…” tetapi walaupun mereka berusaha untuk menyerang mereka tetap saja tidak bisa menandingi kekuatan dari siluman berusia ratusan tahun “Trringgss…” salah satu dari mereka bahkan memanggil mahluk panggilan milik mereka untuk membantu menyerang. Sesosok Buta ijo yang mana dilengkapi dengan armor dan pedang yang besar muncul, Buta Ijo tersebut lalu berusaha untuk menyerang menggunakan pedang miliknya “Trraanggss…” tetapi Buta ijo itu sama sekali tidak dapat menembus pertahanan dari bulu siluman beruang tersebut.
“Rooaarr…” siluman beruang itu lalu menepis pedang dari Buta ijo itu “Buushh…” dan melopat kearahnya, “Crrasstt…” dengan cakaran dan gigitan dari siluman beruang itu Buta ijo tersebut hancur dan dipaksa kembali kealamnya.
“Sialan bahkan Buta Ijo yang telah kutingkat tidak bisa mengalahkan salah satu dari mereka” kata bawahan Dion yang memanggil Buta Ijo tersebut, mereka lalu melihat kearah Luna dan berharap kalau dirinya bisa menolong mereka.
“Haah-haaah-haah…” tetapi Luna sudah kelelahan karena menggunakan lebih dari satu kali sihir Voodoo miliknya untuk bisa mengikat banyak target sekaligus, dan hal itu membuat kekuatan sihirnya terkuras dengan sangat cepat.
__ADS_1
“Sialan nona Luna juga tidak dapat menolong kita, sekarang harus bagaimana” pikir para bawahan Dion yang mana melihat rekan mereka dikerumuni oleh siluman beruang tersebut.
“WRRUUUSSHH….” Lalu disaat harapan mereka sudah hampir hilang sebuah angin yang sangat kencang muncul dan menciptakan sebuah tornado, “Roaoarr… Roaoarr…” angin tersebut melemparkan para siluman beruang yang mana mengepung salah satu bawahan Dion itu.
“Hahahah… apa kalian lihat itu, itu adalah kekuatan dari Angga yang agung ini” kata Angga yang mana tubuhnya telah dilengkapi oleh armor emas yang mana memperkuat kekuatan sihir miliknya.
“Jangan terlalu sombong, kau bisa melakukan hal itu karena bantuan dari sihir emas milikku” kata Dion, dia melihat kearah para bawahannya dan melihat kalau beberapa dari mereka terluka dan bahkan ada yang kehilangan tangannya.
Melihat hal itu membuat Dion murka “Trranggss… Crraanggss… Krraanggss…” Dion lalu menciptakan puluhan pedang emas besar, “Wushh-wushh… Wushh-wushh… Wushh-wushh…” lalu dengan menggunakan kekuatan telekinetik miliknya Dion memutar pedang tersebut “Fuusshh…” dan melemparkannya kearah para siluman beruang yang ada didepannya. “Srrasstt… Trrasstt… Srrasstt…” dengan putaran dari pedang emas besar tersebut para siluman beruang yang ada disana kalah dan mati terpotong-potong oleh serangan Dion.
“Hmm… terlalu lemah” kata Dion yang mana melihat para siluman beruang itu mati ditangannya.
“Jangan membanggakan dirimu, yang kau kalahkan hanyalah kaki tangannya, orang yang berada dibalik ini semua adalah monster yang tidak bisa kau pikirkan kekuatannya” kata Angga yang mana telah bertemu dengan seseorang yang mengendalikan para siluman tersebut.
“Ke-ketua… maafkan aku… aku kalah dan mengecewakanmu” kata rekan Dion tersebut.
“Jangan banyak bicara, kau sudah melakukan semampumu” kata Dion.
Dan kembali kewaktu sekarang dimana saat ini Angga sudah berada didalam tenda milik Dion, dia dengan santainya duduk disana seperti tidak terjadi apapun pada dirinya dan Dion.
__ADS_1
“Haaah… aku tahu kalau kalian mungkin akan bertemu lagi, tetapi aku tidak menyangka akan jadi seperti ini ceritanya” kata Rio yang mana melihat mereka sudah tidak saling bunuh satu sama lain lagi.
“Abang-abang… sebenarnya bagaimana bisa mereka baikan secepat itu” tanya Lita yang mana sedang berada disamping Rio.
“Yah… aku sudah memaafkan perbuatannya, atau lebih tepatnya aku berterimasih pada dirinya, jika dia tidak menyingkirkan para lintah darat itu maka aku yakin tidak akan bisa berada disini saat ini juga” kata Dion, sebelumnya Rio sudah menceritakan apa yang dia ketahui tentang Angga dan juga tentang perjanjian yang dia buat dengan dewa Rudra sang dewa angin yang meminta tumbal para jiwa-jiwa kotor.
Saat itu Dion merasa tidak percaya dengan perkataan dari Rio tetapi saat dia memeriksa lagi, Dion pada akhirnya menemukan kebenaran kalau kalau para bawahannya sebelumnya adalah mereka yang sudah membuat perjanjian dengan seorang raja iblis kejam dan mereka semua sudah mengorbankan lebih dari puluhan nyawa untuk mendapatkan kekuatan secara instan.
“Waktu itu aku dibutakan oleh kekuatanku, dan memandang rendah teman-temanku sehingga mereka jadi berbuat seperti itu, mau bagaimanapun aku juga tidak akan memaafkan perbuatan mereka dan jika Angga tidak membunuh mereka maka aku sendirilah yang akan membunuh mereka semua” kata Dion.
“Hahaha… bagus kalau kau sudah sadar, jangan risau aku Angga yang luar biasa ini sama sekali tidak menyimpan dendam apapun padamu” kata Angga yang mana bersikap sombong didepan Dion dan Rio.
“Yah memang benar kalau masalah itu sudah selesai, tapi apa kau lupa kalau kau sudah pernah memotong tangan kananku dan membuatku harus menghabiskan lebih dari 5.000 Gold point untuk menyambungkan lengan yang baru” kata Dion.
“Hahahah…. Kalau itu mari kita lupakan juga, sekarang mari kita bahas hal yang serius sekarang” kata Angga yang mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
“Hal serius apa yang ingin kau bahas….??” Tanya Rio.
“Ping-ping….” Angga lalu mengirimkan sesuatu pada Rio dan Dion, dan itu adalah notifikasi DS Game tentang tugas yang harus mereka lakukan didimensi ini.
__ADS_1
“Ini menarik, tidak kusangka akan jadi seperti ini” Kata Rio yang menyadari akan sesuatu.
Bersambung…..