
Pada saat itu didalam alam bawah “Trranggs.... Krranggs...” Gilang yang mana telah dibawa oleh sesosok tangan raksasa sedang berdiri dihadapan sosok raksasa tersebut, sosok itu rupanya adalah Gilang sendiri yang mana menjadikan tubuh utaman sebagai raksasa dengan menggunakan ratusan monster alam bawah sebagai tubuhnya.
“Jadi ada apa diriku yang asli, padahal aku sedang bersenang-senang tadi” kata Gilang yang melawan Rio tadi.
“Kita memerlukan kekuatanmu untuk menyatu denganku, sebentar lagi kita akan pergi kearea terbakar yang ada dialam ini” kata tubuh utama Gilang.
“Hahhaha... jadi sudah waktunya kita menjadi penguasa absolut dari alam ini bukan” kata Gilang ( Klon ).
“Benar sekali, sekarang adalah saatnya kita akan mengalahkan Banaspati, satu-satunya Jin yang terlahir dari api kekacauan alam ini dan juga penguasa sebenarnya dari alam bawah” kata Gilang.
Sementara itu Rio yang mana telah kembali kedalam markasnya sedang memeriksa surat yang diberikan oleh serikat pencari kebenaran, surat tersebut berisikan data-data penelitian yang mana mereka lakukan pada mayat dari monster alam bawah elang dengan tiga kepala tersebut. Melihat data tersebut Rio langsung tersenyum, itu karena dia menemukan sesuatu yang mana dapat dia gunakan.
“Tok-tok-tok...” dan saat itu juga seseorang mengetuk pintu raungan Rio, dan ternyata dia adalah Merlin yang mana membawa sebuah pesan undangan.
“Surat yang kau pegang itu aku dapat merasakan aura kekuatan ilahi didalamnya, itu menunjukkan kalau keduanya adalah dari para dewa benar bukan” kata Rio.
“Hihih... kau bisa menebaknya, benar sekali ini adalah dua surat dari dua dewa, atau lebih tepatnya dua dewa raja yaitu Zeus pimpinan serikat Olimpus dan juga Frigga wakil pimpinan serikat dewa Asgard istri dari Odin” kata Merlin.
“Ini menarik, aku sama sekali tidak memiliki hubungan khusus pada kedua dewa itu, akan tetapi istri dari dewa Odin mengirimiku pesan undangan itu baru menarik lagi” kata Rio yang mana sudah curiga.
“Kelihatannya Odin terluka parah dalam pertarungan melawan monster alam bawah tersebut, dan lukanya tidak dapat disembuhkan menggunakan ramuan penyembuhan apapun yang ada diserikat Asgard” kata Merlin.
“Dengan kata lain mereka meminta pertolongan dariku bukan begitu” kata Rio.
“Benar sekali” jawab Merlin.
“Para dewa itu memang sangatlah sombong, mentang-mentang mereka memiliki umur ribuan tahun mereka menganggap diri mereka sebagai mahluk unggul yang berdiri diatas segalanya” kata Rio.
__ADS_1
“Menurutku kita bisa meman faatkan situasi ini” kata Merlin.
“Memanfaatkan kau bilang, memangnya apakah kau bisa menyembuhkan luka milik Odin...??” tanya Rio.
“Aku tidak bisa, akan tetapi aku tahu kalau anda bisa, lebih tepatnya Lemegeton bisa digunakan untuk menyembuhkan luka milik Odin” kata Merlin.
“Kau sangat cerdas, memang benar aku bisa menggunakan kekuatan api Phoenix dan juga transformasi tubuh milik Marbas untuk menyembuhkan lukanya, akan tetapi aku sama sekali tidak melihat keuntungan dari perjanjian ini” kata Rio.
“Artefak... kita bisa meminta artefak para dewa Asgartd sebagai bayaran untuk menyembuhkan Odin, dan untuk lebih meyakinkan lagi anda bisa memanggil Azazel dan juga beberapa iblis solomon yang lainnya untuk menemani anda kesana” kata Merlin.
“Artefak kau bilang... Hmmm... mungkin itu bisa aku gunakan” kata Rio.
“Apa anda memiliki sebuah rencana tuanku...??” tanya Merlin.
“Benar dan ini adalah rencana yang penting untuk memenangkan perang melawan Gilang, karena itulah aku memerlukan kau pergi kealam lain dan minta para penenpa dari berbagai alam untuk datang kemari, semakin banyak maka semakin bagus” kata Rio.
“Thor putraku, ada apa kau datang kemari...?? apakah kau datang untuk melihat kondisi menyedihkan ayahmu ini” kata Odin.
“Diamlah orang tua, kau akan segera sembuh jadi tarik kembali itu semua” kata Thor.
“Hahah... aku tidak bisa melakukan itu semua, aku telah menyatakan pada semuanya kalau aku mati maka kau adalah pimpinan Asgard yang selanjutnya” kata Odin.
“Kau tahu kalau aku tidak suka memimpin seperti ini, kenapa pula kau melakukan itu, menjadi raja itu bukanlah keinginanku” kata Thor.
“Tidak ada yang tidak mungkin putraku, sama seperti waktu Loki membawa monster alam bawah Jourgand, saat itu adalah kehancuran yang luar biasa bagi aliansi kita dan membuat kita kehilangan banyak orang, akan tetapi kau tetap bertarung dan mengalahkan monster ular dengan ribuan taring beracun dimulutnya itu” kata Odin.
“Itu dan ini adalah hal yang berbeda lagi, bertarung melawan monster yang dapat mengahancurkan dunia itu lebih mudah dari pada menjadi pimpinan satu negara kau tahu itu” kata Thor.
__ADS_1
“Gahahaha... lihat ini, siapa sangka kalau Thor dewa petir yang mana dikatakan sebagai dewa terkuat di Asgardian akan menjadi sepengecut ini” kata Odin.
“Cih... terserah kau saja, yang penting akan aku pastikan kau tetap sehat dan sembuh agar bisa memimpin kerajaan ini lagi” kata Thor.
Lalu beberapa menit kemudian “Trranggs...” dari gerbang masuk dimensi Asgardian sosok Rio muncul disana, dia ditemani oleh Lita, Merlin dan juga Azazel yang mana adalah iblis Solomon terkuat untuk menjadi pengawalnya.
“Maaf merepotkanmu Azazel” kata Rio.
“Anda tidak perlu berkata seperti itu, melayani pengguna Lemegeton sudah menjadi kewajiban bagi kami para iblis solomon sebagai pelayan dari raja” kata Azazel.
“Yah... walaupun kau bilang seperti itu akan tetapi tampaknya mereka memikirkan hal yang sangat berbeda” kata Rio.
Saat itu juga “Srringgs... Srringgs... Srringgs...” ribuan bidadara langsung telah menyiapkan senjata mereka, dan menyiapkan tombak milik mereka untuk menghadang Azazel yang dikenal sebagai sang malaikat jatuh.
“Serangga kecil berani juga kalian mengarahkan senjata kalian kearah tuanku, nampaknya kalian sudah bosan hidup” kata Azazel, “Srrahhkk...” aura iblis miliknya yang mana sangat kuat langsung menyebar dengan sangat cepat kesekitar dirinya.
“Hiiii....” para pasukan Asgardian tersebut kemudian langsung ketakutan dan langsung mundur beberapa langkah karena melihat Azazel, mereka terintimidasi oleh aura miliknya yang mana gelap dan juga menakutkan tersebut, akan tetapi pada saat itu juga “Busshkk...” sesosok dewa muncul dihadapan mereka. Dia adalah sosok dewa yang mana memiliki keperawakan pria paruh baya dengan tinggi badan 2,5 meter, dia juga terlihat menggunakan armor emas yang mana menutupi hampir seluruh tubuhnya dan dengan pedang ditangan kanannya dan sebuah terompet ditangan kirinya dia telah berisap untuk melawan Azazel.
“Iblis solomon dan juga raja para manusian, sedang apa kalian datang kemari, aku Heimdal dewa penjaga dimensi Asgardian akan menjadi lawan kalian jika kalian datang dengan niat yang buruk” kata Heimdal.
“Dasar dewa kurang ajar, perhatikan sopan santunmu kalau berbicara dihadapan raja” kata Azazel, “Srranggs...” dia memadatkan kekuatna ruang ditangan kanannya dan telah bersiap untuk menyerang Heimdal.
Namun saat itu Rio langusng maju kedepan dan menghentikan Azazel untuk bertarung, dan dengan tangan kanannya “Fushkk...” Rio langsung melemparkan surat undangan yang diberikan Frigga pada dirinya.
“Bacalah kalau kau punya mata, dan kalau kau berbicara seperti itu lagi maka aku bersumpah akan mencabut lidahmu itu keluar dari mulutmu” kata Rio, tatapan matanya memberikan perasaan buruk pada Heimdal.
“Tidak aku sangka akan ada manusia yang membuatku takut seperti ini, dan juga itu tidak salah lagi adalah tulisan tangan dari nona Friggal” pikir Heimdal.
__ADS_1
Bersambung.....