
Ksatria matahari ialah ksatria pilihan yang dipilih langsung oleh para pengikut dewa matahari Batara Surya, mereka memiliki sikap yang kejam terhadap semua musuhnya akan tetapi mereka sama sekali tidak akan menyerang mereka yang tidak bersalah, namun saat dewa mereka memberikan perintah maka mereka akan melakukan perintah tersebut walaupun itu artinya mereka harus membunuh anak kecil sekalipun.
“Aku tidak menyangka salah satu dari pengikut dewa matahari akan menyerangku terlebih dahulu, ironis sekali bukan” kata Rio yang mana melihat ksatria matahari tersebut.
Dia diikat menggunakan rantai khusus yang membuat dirinya tidak dapat mengalirkan energy sihir, mereka menggunakan besi yang dicampurkan dengan tulang siluman berusia lebih dari ratusan tahun dan menaruh sihir didalam rantai tersebut, ksatria itu sekarang ini tidak akan dapat melakukan apapun dan bahkan tidak akan bisa bergerak tampa seijin Rio.
“Hmm… kau bisa atau apa…?? Katakan saja kenapa kau menyerang kami” kata Rio.
“Hahaha… kalian orang-orang sesat beraninya menentan ksatria matahari, aku akan pastikan kalian mati karena semua ini” kata ksatria tersebut.
“Haaah… kau memang sudah gila, apa kau tahu walaupun dewamu datang kesini sekalipun aku tidak akan takut padanya, karena mahluk yang ada dibelakangku adalah mahluk yang paling dia waspadai” kata Rio.
“Cih… kita lihat saja nanti” kata ksatria tersebut.
“Srraasstt…” melihat wajah sombong ksatria tersebut membuat Rio kesal, dia lalu menggunakan tangannya dan menebas kepala dari ksatria itu, dengan tangan kosong dia dapat membunuh ksatria itu dan memotong tenggorokannya bagaikan memotong sayuran dengan pisau, lalu saat Rio telah keluar dari ruangan tersebut dia memanggil ke 3 siluman singa tersebut.
“Kalian bertiga ada makanan didalam, pastikan untuk menghabiskan dan membersihkannya” kata Rio.
“Rooarr… Rooarr… Rooarr…” ketiga siluman singa itu lalu memasuki ruangan tersebut dengan senangnya, “Crrastt… Krraauustt… Trrasst…” mereka lalu memakan mayat dari ksatria matahari tersebut dengan senangnya.
“Hmm… Abang mereka lagi ngapain didalam…??” tanya Lita.
“Aaah… aku meninggalkan makanan yang enak untuk mereka” kata Rio.
“Beneran Lita juga mau makan-makanan yang enak” kata Lita dengan senyumannya yang imut.
__ADS_1
“Hahahha… baiklah kalua begitu bagaimana kalau kita kedapur dan melihat apakah ada makanan yang bisa kita makan” kata Rio.
Sementara itu di dalam kuil dewa matahari Batara Surya, dia dapat merasakan kalau beberapa ksatria miliknya telah terbunuh dan dapat melihat kalau jiwa milik mereka terluka dari serangan musuhnya.
“Hmm… siapa yang berani menyerang para prajuritku” kata Batara Surya.
Dia terlihat seperti sesosok pria paruh baya yang mana telah berusia 40 tahunan dengan aura yang berwibawa, Batara Surya yang mana menggunakan wujud manusia miliknya berpakaian seperti manusia normal dan duduk diatas singga sananya dengan santai.
“Tuanku maafkan aku, tampaknya beberapa orang ksatria kita menemukan sekelompok pengguna aplikasi dan memutuskan untuk menyerang mereka” kata salah satu dari pengikut setia Batara Surya.
“Apaa…!! Kalian bodoh, sudah berapa kali aku bilang jangan menyerang mereka yang tidak kau kenal, kalau mereka adalah pengikut dari beberapa orang dewa maka itu artinya kita mengibarkan bendera perang pada mereka” kata Batara Surya.
“Kami minta maaf tuanku, hamba berjanji akan menegur mereka jika mereka kembali” kata pengikut setia Batara Surya tersebut.
“Hamba mengerti, tapi apakah anda tidak akan berbuat apapun pada yang membunuh pasukan anda tuan” kata pengikut Batara Surya.
“Mereka duluan yang membuat masalah biarkan saja mereka menerima akibatnya, dengan begini para ksatria yang lain tidak akan berbuat bodoh lagi, lalu pastikan kalau kita telah siap perang karena aku yakin akan ada dewa atau raja iblis yang akan meminta penjelasan akan penyerang itu” kata Batara Surya.
Dan benar saja Rio yang mana telah mengambil beberapa mayat dari para ksatria tersebut langsung memberikan mayat itu kepada Batara Kala dan menjelaskan apa yang sedang terjadi.
“Gahahaha…. Tidak kusangka akan menemukan kesempatan yang seperti ini, kau memang sangat hebat, dengan begini aku memiliki alasan yang bagus untuk membalas si Surya itu” kata Batara Kala yang berbicara lewat telepati dengan Rio.
“Benarkah kalau begitu apa kau akan menyatakan perang pada dirinya…??” tanya Rio.
“Tentu saja dan aku membutuhkanmu didalam perang itu, apa kau bisa membawa beberapa orang untuk bergabung kedalam pasukanku…??” tanya Batara Kala.
__ADS_1
“Hoho… apa yang akan kami dapatkan…??” tanya Rio.
“Akan kuberikan mereka nyawa kedua, sebuah bola kekuatan waktu yang akan aktifk ketika mereka terbunuh dan akan mengembalikan tubuh dan jiwa mereka ke keadaan semula” kata Batara Kala.
“Hmmm…??? Kau serius akan memberikan hal seberharga itu…??” tanya Rio.
“Tentu saja, akan tetapi aku hanya memberikan pada mereka yang bertarung dan itupun kalau mereka berhasil selamat dalam peperangan kali ini” kata Batara Kala.
“Baiklah akan kukatan pada anggotaku yang lainnya, pastikan kau memegang kata-katamu itu” kata Rio.
Sementara itu Batara Kala yang mana telah menjanjikan hal yang besar pada Rio, hanya tertawa didalam istananya itu karena dia sudah tidak sabar untuk memulai perang melawan Batara Surya.
“Gahahah…. Sebentar lagi, akan kubuat cahayamu itu redup didalam perutku” kata Batara Kala, dia lalu berdiri dari atas singga sananya dan berjalan kedalam sebuah ruangan.
“Drrruusskk….” Dan didalam ruangan tersebut telah bersiap ratusan prajurit wayang, dan didalam para prajurit wayang tersebut telah dimasukkan jiwa-jiwa dari para manusia yang mana telah ditumbalkan pada dirinya.
“Sekarang waktunya kalian untuk bangun, bertarunglah untukku para prajurit abadiku dan bagi siapapun yang memiliki kontri busi terbesar maka mereka akan dilepaskan dari kekangan tubuh besi itu” kata Batara Kala.
“Krrakk… Trranggs… Krranggs….” Mendengarkan perkataan dari Batara Kala para prajurit wayang tersebut tiba-tiba saja bergetar, mereka seakan-akan bisa mengerti kata-kata dari Batara Kala. Para jiwa-jiwa yang terperangkap tersebut akan berubah menjadi ganas dan akan membunuh siapapun yang menghalanginya, itu semua demi kebebasan mereka dari penderitaan tubuh besi yang mengikat mereka.
Sementara itu Rio yang mana mendepatkan tawaran yang luar biasa dari Batara Kala langsung mengadakan rapat, didalam ruangan terbesar didalam gedung tersebut Rio telah mengumpulkan semua anggota serikat yang ada disana. Dia lalu mengatakan apa yang telah ditawarkan oleh Batara Kala pada dirinya, mendengarkan hal itu para anggota serikat lain langsung terkejut karena hal yang ditawarkan oleh Batara Kala sama saja seperti memberikan nyawa kedua kepada diri mereka.
“Jadi bagaimana, siapa yang ingin ikut maju bersamaku kemedan perang dan siapa yang tidak, aku tidak akan memaksa kalian karena sebelum mendapatkan hadiahnya ada kemungkinan kalian bisa tewas di dalam peperangan tersebut” kata Rio, mendengarkan perkataan dari Rio mereka semua langsung berpikir secara menyeluruh dan mempertimbangkan apa mereka ikut atau tidak didalam peperangan tersebut.
Bersambung……
__ADS_1