Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 379 Perjanjian dengan dua dewa raja bagian 2


__ADS_3

Pada saat itu Friggal yang mana sedang berada didalam istana kerajaan dewa Asgard, dapat merasakan hawa keberadaan dari iblis milik Azazel yang mana cukup kuat.


“Hawa ini tidak salah lagi ini adalah milik iblis itu” pikir Friggal.


Dan disaat itu Friggal sedang bersiap untuk menyambut kedatangan dari Azzazel yang mana dia anggap sebagai perwakilan dari Rio, namun disaat itu juga “Srrahkk....” dia merasakan aura dari iblis dan dewa sedang bercampur aduk didalam sebuah titik. Aura itu disatukan dan diaduk rata dengan kekuatan dari naga yang ada didalam dirinya, Friggal yang mana untuk pertama kalinya merasakan kekuatan seperti itu langsung terdiam kemudian dia dikejutkan dengan panggilan telepati dari Heimdal pada dirinya.


“Nyonya... nyonya Friggal...??” kata Heimdal yang mana berusaha untuk menghubungi Friggal lewat telepati miliknya.


Disaat itu Rio mau bersabar dan bersedia untuk menunggu Heimdal memastikan keaslian dari surat yang dibawa Rio tersebut, walaupun Azzazel yang mana ada disebelahnya sudah hampir marah besar karena tuan yang dia layani diperlakukan dengan sangat buruk, akan tetapi Rio menahan semua perlakuan tersebut demi tujuan yang ingin dia capai.


“Tuanku biarkan hamba memberikan pelajaran pada dewa sombong ini, kalau tidak dia akan terus merendahkan anda nantinya” kata Azzazel.


“Tenangkan dirimu, aku membawamu kemari untuk menjagaku bukan untuk menindas orang lain, lagi pula jangan lupa kalau kita kemari untuk sesuatu yang lebih besar lagi” kata Rio.


Pada saat itu “Wusshkk....” dengan cepat sesosok dewi yang mana memiliki kekuatan energy sihir yang sangat besar mendatangi mereka, merasakan hawa keberadaan tersebut Heimdal langsung berlutut ditempat itu dan menunjukkan rasa hormatnya pada dewi yang datang tersebut.


“Memberikan hormat pada sang ratu, dewi kesuburan dan kasih sayang Friggal” kata Heimdal sambil berlutut didepannya.


“Wusshkk...” dia terlihat sangat anggun dengan rambut emasnya yang mana berkilauan, Friggal juga mengeluarkan aura misterius yang mana berusaha untuk mengikat Rio dan yang lainnya. Akan tetapi disaat itu juga aura naga milik Rio lebih kuat dari kekuatan misterius yang mana ada didiri Friggal, dan bahkan karena aura naga Rio yang liar tersebut Friggal merasa sedikit ketakutan dan bahkan mundur dua langkah dari hadapan Rio.


Melihat hal tersebut Heimdal kemudian marah besar kepada Rio, “Srranggs...” dia kemudian mengeluarkan pedang miliknya dan “Fusshkk...” berusaha untuk menyerang Rio.


“Dasar manusia tidak punya sopan santun apa yang kau lakukan pada ratu kami” kata Heimdal yang mana mengarahkan serangannya kearah Rio.

__ADS_1


“Tranggs...” pada saat itu Rio dengan santainya menahan serangan pedang dari Heimdal dengan kedua jarinya, pedang milik Heimdal langsung tertahan dikedua jari Rio yang mana telah dia lapisi dengan sisik naga miliknya.


“Tidak kusangka kalau diantara para dewa Asgard akan ada dewa yang sebodoh ini, kau benar-benar tidak dapat melihat perbedaan antara kekuatan kita” kata Rio.


Saat itu “Trringgs...” dengan mudahnya Rio membuat Heimdal melepaskan pedangnya kemudian “Taassk...” dengan sebuah sentilan tangannya, “Busskk...” kepala Heimdal berdarah karena sebuah sentilan tangan dari Rio.


“Gaahhkk....” Heimdal yang mana dipaksa mundur karena sebuah sentilan tangan tersebut marah besar, “Srrahhkk...” dia kemudian melapisi energy sihir miliknya kearah pedang miliknya.


Namun disaat itu juga “Trranggs...” Azzazel yang mana tidak bisa memaafkan perbuatan dari Heimdal lagi mengeluarkan kekuatannya, dia membuat ruang yang ada disekitar Heimdal menjadi dibawah kendalinya, dan bahkan dengan kekuatannya dia meningkatkan grafitasi yang ada disekitar Heimdal menjadi ratusan kali lipat lebih berat dari yang sebelumnya.


“Tuan Rio mohon maafkan atas kecerobohan bawahan hamba, karena itulah aku mohon anda untuk berbaik hati untuk memaafkan dirinya” kata Friggal.


Dia tidak akan menyangka kalau Azzazel akan menjadi sekuat itu, dan dapat menekan Heimdal yang mana adalah dewa penjaga perbatasan Asgard, dan disaat itu juga mendengarkan perkataan tulus dari Friggal tersebut hanya membuat Rio tersenyum karena dengan kata-kata itu dia dapat menjalankan rencananya dengan lancar.


“Dimengerti rajaku” kata Azzazel.


“Gaahkk...” ketika kekuatan ruang milik Azzazel telah dilempaskan, Heimdal yang ada disana terlihat terluka parah dan dengan menggunakan mata naganya Rio dapat mengetahui kalau beberapa tulang Heimdal telah retak karena tidak dapat menahan energy sihir iblis milik Azzazel.


Setelah itu para prajurit Asgard kemudian pergi membawa Heimdal keruang perawatan, dan disana Friggal kemudian membawa Rio, Azzazel dan juga Merlin pergi keistana miliknya tempat dimana Odin mengatur kerjaannya dan para dewa yang ada dibawahnya. Pada saat itu Rio dan yang lainnya sedang berada diruangan tamu dari kerajaan Asgard, disana Rio dan yang lainnya disuguhkan minuman khusus dari Asgard, itu adalah minuman keras yang mana mereka buat madu dari mahluk gaib lebah raksasa, madu itu hanya dapat diproduksi sekali dalam sepuluh tahun dan untuk proses pembuatan minuman keras tersebut membutuhkan waktu selama 40 tahun.


“Gllupps... Gllupps... Gllupps...” Rio yang mana pada saat itu meminum minuman kerasa tersebut merasakan kalau sel-sel darah yang ada didalam tubuhnya mulai bereaksi dan juga menjadi semakin kuat lagi.


“Luar biasa, aku harap aku memiliki lebih banyak minuman ini dimarkas kami” pikir Rio yang mana merasa tabjuk dengan minuman keras yang mana disuguhkan Friggal kepada dirinya.

__ADS_1


“Aku ucapkan terimakasih pada tuan Rio karena telah datang ketempat kami, aku harap kejadian tadi tidak akan merusak hubungan baik diantara kedua wilayah kita” kata Friggal.


“Hahahah.... jangan bahas tentang masalah kecil seperti itu, aku sama sekali tidak memperhatikan hal itu sebagai ancaman, karena mau bagaimanapun serangannya sama sekali tidak mengancam bagiku” kata Rio.


“Dia sangat sombong, akan tetapi dia memiliki kekuatan untuk sombong dihadapan kami para dewa, aku tidak bisa berbuat banyak selain meminta pertolongan dari dirinya karena dia memilik kekuatan artefak Lemegeton” pikir Friggal.


“Jadi kalau boleh tahu dewi Friggal, ada apa anda memanggilku kemari” kata Rio, walaupun dia mengetahui tujuan dari Friggal akan tetapi dia masih ingin melihat seberapa besar keinginan Asgard untuk meminta bantuannya.


“Kalau untuk masalah itu hamba memiliki sebuah permintaan untuk anda tuan Rio, yang dikenal sebagai raja dari para manusia dan juga pemilik kekuatan dari para iblis Solomon, tolong sembuhkan pimpinan kami raja dan juga suamiku Odin penguasa dari Asgard” kata Friggal.


“Hahahaha... menarik seorang dewa seperti Odin dapat terluka parah dan membutuhkanku seorang manusia untuk menyembuhkan dirinya, Hmm.. aku bisa saja melakukannya akan tetapi Asgard harus membayarku dengan harga yang pantas juga” kata Rio.


“Kalau untuk masalah itu maka aku berjanji atas nama para dewa yang ada di Asgard untuk memberikan bayaran yang setimpal” kata Friggal yang mana mulai percaya kalau dia telah berhasil membuat Rio membantu mereka.


“Apa kau yakin dengan perkataanmu itu...??” tanya Rio.


“Yah... aku sangat yakin” kata Friggal dengan matanya yang telah bertekad.


“Kalau begitu maka serahkan artefak Draupnir kepadaku dan aku akan menjanjikan kesembuhan pada diri Odin” kata Rio.


“Apaaa....!!!! apakah anda tidak salah dengan perkataan anda” kata Friggal yang terkejut dengan permintaan dari Rio.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2