Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 39 Mahluk panggilan ke 3 bagian 3


__ADS_3

Didalam gedung tempat penelitian tersebut dimana lantai tertinggi sekaligus merupakan tempat dengan berbagai akses diseluruh gedung disana terkumpul menjadi satu, duduk dengan santai seorang kakek tua yang mana terlihat seperti sudah berumur lebih dari 60 tahunan, dengan dirinya yang mana menggigil dan hampir tidak bisa beridir kakek itu mulai melihat layar monitor dari komputer miliknya. Dia cuman tersenyum melihat banyaknya kemajuan akan perusaannya, dia juga bersenang-senang dengan mendengarkan jeritan-jeritan dari para manusia yang dijadikan tikus percobaan.


“Hehehee… hari inipun suara jeritan mereka seperti musik yang sangat merdu, Hmm… apa ini” kata kakek tua itu yang mana melihat lantai satu sampai delapan tidak bisa dilihat dari kamera diruangannya.


Sebuah gedung dengan 15 lantai itu telah disusupi oleh Rio dan Luna yang mana mulai menghancurkan gedung tersebut lantai demi lantai, dan beberapa penjaga yang mana merupakan pengguna aplikasi DS Game yang mana ingin menghentikan mereka langsung dibunuh dengan mudah oleh Reiga, “Caak… Traak…” dia menghentikan waktu selama beberapa detik dan dengan kedua tangannya dia mematahkan leher mereka semua.


“Hmmm…. Hmmm… anak-anak setan kecil kalian semua segera berpencar dan cari manusia-manusia yang seperti ini lalu bunuh mereka” kata Luna, dia dengan mudahnya memerintahkan puluhan setan-setan kecil yang mana telah dilahirkan oleh Kuntil anak, dengan menyerap energy dari beberapa orang Kuntil anak dengan mudah membuat pasukan dari para setan kecil.


Walaupun para setan kecil tersebut cukup lemah tetapi karena kelincahan terbang mereka dan dapat menggunakan beberapa sihir kecil, orang-orang biasa yang merupakan para peneliti didalam gedung tersebut bukanlah tandingan mereka dan akan menjadi sebuah pembantaian besar-besaran disana. Dan ketika salah satu dari para anak setan tersebut terbunuh, “Wuusshh…” dengan cepat Rio akan pergi ketempat itu melalui instruksi dari Luna, dengan menyelam kedalam bayangan menggunakan alat sihir miliknya Rio dengan cepat pergi ketempat dimana setan-setan kecil tersebut terbunuh.


Dan ketika Rio sudah ada disana dia pasti akan bertemu dengan ereka pengguna aplikasi DS Game ataupun mereka pengguna kekuatan percobaan dilab mereka, “Trraanggss…” dengan pisau yang dia dapatkan dari Hunter dengan mudahnya Rio membunuh orang-orang yang ada disana. Kecepatan, ketepatan, kekuatan dan juga serangan diam-diam yang dimiliki Rio membuat dirinya dapat membunuh lebih dari 10 pengguna aplikasi DS Game yang dia jumpai.


“Haaah… sudah 13 orang pengguna aplikasi DS Game dan juga 23 mahluk percobaan” kata Rio yang mana melihat hasil rampasan yang diapunya sudah sangatlah banyak.


“Hmm… kalau sudah sebanyak itu kenapa kau tidak beli kertas kontrak mahluk level tinggi saja, bukannya kau bilang membutuhkan mahluk untuk pertahanan” kata Batara Kala.

__ADS_1


“Aku tahu tetapi kontrak ini acak dan tidak bisa memilih, jadi tergantung keberuntunganku kalau aku mau membuat kontrak lagi, lalu kau juga sudah tidak bisa ikut campur seperti kejadian Garuda bukan” kata Rio, karena pada saat itu Batara Kala menggunakan kekuatan kedewaan miliknya untuk memanggil Garuda dari perkamen kontrak milik Rio dan hal itu tidak diperbolehkan oleh menejement DS Game.


“Heheheh… memangnya kenapa, apa kau tidak percaya pada keberuntunganmu” kata Batara Kala.


“Yah aku percaya pada usaha dan kerja keras, karena sedari kecil aku sudah kehilangan keberuntungan yang aku punya” kata Rio.


Rio dan Luna terus melanjutkan pembasmian mereka dan ketika mereka sampai dilantai ke 10 mereka bertemu dengan tiga orang pengguna aplikasi DS Game, “Trriinggss… Trriinggss… Trriinggss…” mereka lalu memanggil tiga Buta ijo dan satu Begu ganjang, Rio yang mana sudah memiliki banyak pengalaman dengan para mahluk itu langsung menyalakan api ditangan kanannyan. “Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt…” namun hal yang dilakukan ketiga orang tersebut membuat Rio terkejut, mereka menyuntikkan sebuah cairan merah darah pada mahluk panggilan mereka, “Grrrr… Rooaaarr… Rooaarr…” dan dalam sekejap para mahluk panggilan mereka mengeluarkan aura sihir yang laur biasa kuatnya.


“Apa itu semacam obat peningkat kekuatankah” kata Rio yang mana melihat kekuatan dari ketiga Buta Ijo dan Begu ganjang tersebut menjadi semakin kuat.


“Kikikikik… Kikikikik… Kikikikik…” dan dalam sekejap para setan-setan kecil tersebut sudah memenuhi tempat itu dan langsung menyerang kearah Buta ijo dan Begu ganjang tersebut.


“Roaoaarr…” namun ketika ketiga Buta Ijo itu berteriak sauranya menggema dan membuat para setan kecil tersebut kaku tidak bisa bergerak, “Buusshh…” dengan cepat ketiganya langsung menyerang para setan kecil yang berjumlah ratusan tersebut. “Krraastt… Crrasstt… Trrasstt…” dengan cara bertarung yang liar para Buta Ijo itu mulai menghabisi para setan kecil itu satu demi satu, “Kikikik…” dan ketika beberapa setan kecil memutuskan untuk menyerang pengguna aplikasi mereka “Trraasstt…” Begu ganjang yang sedari tadi diam dengan cepatnya membunuh para setan kecil yang mendekat hanya dengan sapuan tangannya.


“Hmmm… kalau begitu mari kita gunakan cara ini, Banaspati bersiap” kata Rio.

__ADS_1


“Heheheh… Ok bos” kata Banaspati, dengan cepat Rio lalu mengeluarkan bola api ditangannya dan Banaspati kemudian melahap tangan milik Rio tersebut “Buurrrnn…” api ditangan Rio lalu membesar sambil memunculkan penampakan senyuman jahat dari Banaspati.


“Bagus sekarang pengorbanan 1.000 tetes darah, tembak” kata Rio, dia menggunakan seribu tetes darah miliknya untuk menciptakan mantra bola api yang sangat besar, “Truunggss…” dan dengan kendali dari Banaspati, “Suuuiinggss…” bola api itu memadat dan melesat dengan kecepatan yang tinggi mengarah langsung kearah ketiga pengguna aplikasi tersebut. “Wuusshh…” Rio kemudian mendekati Luna dan menggunakan jubahnya untuk menutupi dirinya, karena dia tahu ledakan yang akan dibuat akan sangat besar “BOOOMMSSHH….” Dan benar saja tembakan bola api itu sangatlah kuat sampai membuat seluruh gedung bergetar karenanya.


“Ap – apa yang sebenarnya terjadi…??” Kata kakek tua yang berada dilantai paling atas, dia dan seluruh karyawan miliknya merasakan getaran yang sangat besar dari serangan yang disebabkan oleh Rio tersebut.


Sementara yang lainnya sedang ketakutan karena serangan yang dibuat oleh Rio, karena dipeluk dengan tiba-tiba oleh Rio secara mendadak “Duk-duk… Duk-duk…” Luna mulai terpesona oleh ketampanan dan kekuatan yang dimiliki oleh Rio, “Duk-duk… Duk-duk…” jantungnya sedari tadi berdetak dengan cepat karena serangan tiba-tiba dari Rio membuat dirinya jatuh hati padanya.


“Eeehh…. Kenapa ini, kenapa dia bisa sekeren ini sebelumnya gak kayak gini deh” pikir Luna yang melihat wajah Rio dengan seksama.


Lalu secara tiba-tiba wajah Rio mulai memutih dan terjatuh dipelukan Luna, terjatuh karena terkena anemia Rio merasa tidak beradaya namun ketika dia melihat kedepannya dia melihat kalau ketiga orang tersebut telah terbunuh dan menjadi abu karena serangan api biru milik Rio tersebut. Namun menggunakan seribu tetesan darah membuat dirinya merasa lemas dan membuatnya tidak bisa bergerak untuk sementara waktu.


Bersambung….


Berikan Like, Komen, Giff, dan Vote kalian jika kalian menyukai cerita dari novel ini, Ok....

__ADS_1


__ADS_2