Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 191 Beelzebub


__ADS_3

Setelah peperangan kali itu Batara Kala menyuruh salah satu bawahannya untuk menyerahkan imbalan pada Rio, dan setelah menerima imbalan tersebut Rio langsung membagikan sebuah bola waktu yang mana akan aktif disaat pemiliknya terancam bahaya. Peperangan besar kali ini memberikan sedikit kerusakan pada serikat milik Rio, puluhan dari mereka mengalami luka-luka cidera, dan juga ada beberapa diantara mereka yang meninggal dunia didalam peperangan kali ini.


Dengan perintah Rio para korban yang meninggal maka keluarga mereka akan mendapatkan kompesasi yang setimpal, dia memerintahkan Gio untuk mengirimkan orang untuk menyerahkan uang tunai sebanyak 10 juta setiap bulannya pada keluarga korban, dan bukan hanya itu saja dia juga memerintahkan Nymph untuk memperbaiki mayat dari korban yang meninggal tersebut. Dan setelah semua masalah telah selesai Rio sedang duduk dengan santainya didalam ruang pengobatan gedung serikat miliknya, dia masih tidak dapat berjalan dengan benar akibat dari tekanan karena pemanggilan dewa waktu itu.


“Haaah… ini membosankan” kata Rio yang mana hanya dapat duduk diam di ranjang perawatan tidak bisa melakukan apapun.


Disana dia melihat Lita yang sedang bermain dan juga Luna disebelahnya sedang mengupas buah untuk dirinya, saat itu adalah hari yang sangat damai bagi Rio “Trranggs…” namun kedamaian tersebut hanya berlangsung sebentar saja. Dari sebuah gerbang Jill muncul didepan markas serikat Rio, dengan membawa keranjang buah ditangannya dia datang untuk mengunjungi Rio yang sedang sakit.


Para bawahan Rio yang melihat hal tersebut langsung membawa Jill untuk masuk kedalam ruangan perawatan, dan disana saat Jill telah sampai secara tiba-tiba aura ditubuh Luna langsung berubah.


“Hmm… sedang apa kau kemari..??” tanya Luna dengan senyum diwajahnya, tetapi dengan aura hitam yang pekat disekitar tubuhnya.


“Oooh… aku mendegar Rio sedang sakit jadi aku datang untuk menjenguknya, lihat aku juga uda bawak buah untuknya” kata Jill, dia langsung dengan cepat langsung duduk didekat Rio yang sedang tergeletak tersebut.


“Terimakasih, kau tidak perlu repot-repot” kata Rio yang mana mencoba untuk bersikap sopan.


“Aku gak kerepotan kok, malahan kalau kau mau aku bisa menjagamu setiap hari mulai dari sekarang” kata Jill.


Mendengarkan hal itu aura gelap ditubuh Luna semakin menguat, siluman singa peliharaan Rio yang melihat hal tersebut ketakutan secara dan langsung mencoba berlindung dibelakang Lita, “Trraanggs…” dan pisau ditangan kanan Luna tiba-tiba patah karena dia menggenggamnya dengan sangat kuat.


“Hmm… biasanya yang dipatahkan dengan tangan itu pensilkan, tapi kenapa ini pisau” pikir Rio yang melihat hal tersebut.

__ADS_1


“Ooh.. coba lihat itu, apa kau tidak apa-apa tampaknya tanganmu terluka” kata Jill yang melihat pisau patah tersebut ditangan kanan Luna.


“Hmm… tidak apa-apa kok, ini cuman pisau usang dan tua saja jadi agak tumpul dan mudah rusak” kata Luna.


“Tidak-tidak… mau setua apapun tidak seharusnya itu patah saat digenggam” pikir Rio.


Sementara itu Jill langsung mengeluarkan sebuah pisau hitam yang cantik dalam penyimpanan DS Game miliknya, dia lalu mengupas buah dengan pisau tersebut dan menyajikan buah-buahan tersebut pada Rio. Tidak mau kalah Luna langsung mengeluarkan senjata belati miliknya, dan menggunakan senjata sihir tersebut sebagai alat pengupas buah, mereka lalu saling bersaing untuk mengupas buah-buahan tersebut.


“Haaah… aku harap ini semua berakhir dengan damai” pikir Rio yang mana melihat sampah kulit buah dimana-mana.


Sementara itu disaat Rio sedang berada dalam ruang perawatan, sesosok raja iblis terlihat sedang merencanakan sesuatu disinggasananya, setelah melihat peperangan waktu itu raja iblis tersebut kemudian menginginkan Rio untuk dirinya. Dengan sayap lalat miliknya dengan banyak santapan di hadapannya, sang raja iblis kerakusan Beelzebub terlihat seperti sesosok pria paruh bayang yang sedang menikmati makanannya.


“Bagaimana apa kau sudah menemukan keberadaannya…??” tanya Beelzebub.


“Sudah tuanku, tampaknya dia sedang berada didalam dimensi bebas yang dipimpin oleh salah satu iblis solomon” kata bawahan Beelzebub tersebut.


“Bagus kalau begitu, kirimkan beberapa kelompok untuk menangkapnya dan pastikan kalian membawa dia hidup-hidup” kata Beelzebub.


Didalam dimensi kekuasaan salah satu dari iblis solomon disana adalah sebuah kota yang penuh dengan para pedagang, disana sangat ramai ada banyak iblis, manusia, dan bahkan mahluk lain sedang berkeliling melihat-lihat toko yang ada disana. Lalu disana sesosok perempuan yang mana menggunakan pakaian tertutup dan juga cadar, terlihat seperti sedang membeli sesuatu dan disaat dia pergi setelah membeli barang dia diikuti oleh sesosok iblis dengan tato Beelzebub ditubuhnya.


Iblis itu terlihat sangat jelas sedang mengikut perempuan tersebut dan ketika dia melihat perempuan itu masuk kedalam gang sempit dan juga sepi, “Srringgs…” iblis itu langsung mengeluarkan pisau dari sakunya dan bersiap untuk menyerang perempuan tersebut. Tetapi disaat dia memasuki gang sempit tersebut, perempuan itu telah menghilang dari sana.

__ADS_1


“Haah…?? Dimana dia, aku masih bisa mencium baunya dari sini” kata iblis itu.


“Wuussh… Brruukks…” secara tiba-tiba perempuan itu langsung turun dari langit dan menimpa iblis tersebut, “Srrak...” perempuan itu lalu mengeluarkan sebuah pistol dan mengarhakannya kearah kepala iblis tersebut, “Dorrs… Dorrs… Dorrs…” dengan beberapa kali tembakkan perempuan itu membunuh iblis tersebut dengan mudahnya.


“Haaah… tidak kusangka mereka akan menemukanku secapat ini, tapi aku merasa kalau mereka sudah tahu keberadaan anaku” kata perempuan tersebut, “Wrrukk…” dia melepaskan cadar miliknya dan terlihatlah wajah cantik dari sesosok perempuan yang mana adalah ibu dari Lita.


Dia lalu langsung berjalan kedalam sebuah bangunan di dalam kota tersebut, disana dia masuk kedalam sebuah ruangan yang terlihat seperti kamar miliknya, didalam kamar itu telah ada banyak senjata api yang mana telah diperkuat dengan lingkaran sihir didalamnya.


“Kelihatannya aku sudah tidak bisa bersembunyi disini lagi, tampaknya ini saatnya aku pergi dan bertemu dengan putriku” kata Lili yang mana sedang mengemasi barang-barangnya untuk pergi kedalam dimensi milik Rio tempat Lita anaknya berada.


Sementara itu para bawahan dari Beelzebub terlihat telah menunggu dirinya diluar gedung tersebut, melihat ada banyak iblis yang mana menggunakan alat-alat sihir para warga yang ada disana langsung pergi berlarian dari tempat tersebut. Sementara Lli sendiri sedang bersiap dengan senjata ditangannya, “Caakk… Srraak…” dia telah menyiapkan dirinya untuk bertarung melawan para bawahan Beelzebub tersebut.


“Lalat gila itu benar-benar tidak tahu kapan harus menyerah, tampaknya aku akan sedikit terlambat untuk bisa bertemu dengan putriku” kata Lili.


“Dorrs… Dorrs… Dorrs…” dari dalam jendela miliknya dia menembaki para iblis itu dengan senjata api miliknya, para iblis yang ada disana langsung berusaha untuk berlindung karena mereka tahu kalau setiap perluru yang ditembakkan Lili sangatlah berbahaya.


“Semuanya bersiaplah, ketika dia kehabisan pelurunya langsung serang dengan kecepatan penuh” kata salah satu iblis yang ada disana.


“Caak… Caak…” dan saat Lili kehabisan peluru para iblis itu langsung menyerang secara beramai-ramai, “Crringgs… Wuussh…” Lili yang mana melihat hal tersebut langsung melemparkan sebuah granat yang telah diukir lingkaran sihir didalamnya, “Boomssh…” sebuah ledakan besar lalu disebabkan oleh granat tersebut. Para warga yang ada disana langsung ketakutan ketika melihat adanya sebuah ledakan disana, sementara itu para ksatria iblis yang mana bertugas melindungi kota langsung dengan cepat mendatangi tempat tersebut, tetapi mereka telah terlambat disana hanya tertinggal mayat para iblis bawahan Beelzebub yang tergeletak kaku karena terkena ledakan tersebut.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2