
Sebelumnya saat itu Dion yang mana masih menghadapi siluman badak menggunakan artefak dari Rio untuk membantunya, “Srrasttkk… Srrasttkk…” ksatria hitam tersebut menyerang siluman badak tersebut dengan serangan yang kuat, dan setiap serangannya memberikan dampak yang besar bagi jiwa siluman badak tersebut.
“Gaahkk… serangan ksatria berbaju hitam itu sangat aneh, aku merasakan sakit kepala saat dia menyerangku, dan setiap kali aku terkena serangannya aku dapat merasakan kekuatanku berkurang” pikir siluman badak berusia puluhan ribu tahun tersebut.
“Maju…” Dion yang mana melihat siluman badak tersebut sedang kesulitan langsung maju menyerang, “Srringgs…” dengan tombak sihir miliknya dia berusaha untuk menyerang siluman badak tersebut.
Akan tetapi “Fusshkk…” siluman badak tersebut dapat menghindari serangan dari Dion, dan mampu untuk menyerang balik “Traanggsk…” dengan serangan tinju miliknya siluman badak tersebut menyerang Dion, akan tetapi Dion menggunakan perisai emas untuk menangkis serangan dari siluman badak tersebut. Kemudian disaat Barong melihat sebuah kesempatan untuk menyerang “Busssk…” menggunakan kakinya Barong memukul mundur siluman badak tersebut.
“Kesempatan” kata Dion.
“Srranggs… Crranggs…” dia mengubah dua perisai emas yang terbang diatas kepalanya tersebut, dan mengubahnya menjadi dua buah crosbow, “Crraskk… Crraskk…” dengan kedua buah crosbow tersebut Dion berusaha untuk menembak mata dari siluman badak tersebut, akan tetapi siluman badak yang masih sadar itu menggunakan tangannya “Trrask.. Trrask..” dan berhasil menangkis serangan dari Dion. Akan tetapi disaat siluman badak tersebut melindungi matanya, pandanga matanya tertutup dan dia terlambat menyadari akan serangan dari ksatria hitam yang mana telah berada didepan dirinya “Crrast…” dengan tongkat miliknya ksatria hitam tersebut menusuk dada dari siluman badak tersebut.
“Gaahkk… Sialan…” serangan dari ksatria hitam tersebut menembus armor yang digunakan oleh siluman badak tersebut, dan bahkan memberikan dampak yang mana sangat besar pada siluman badak itu.
Akan tetapi siluman badak yang mana terkena serangan telah dijantungnya itu masih tetap bertahan dan bahkan berusaha untuk menyerang ksatria hitam tersebut, “Fussth…” namun tombak milik Dion terlemparkan kearah dirinya dan “Crrastt…” dengan tepat menusuk mata hingga menembus kepalanya. Dan pada akhrinya siluman badak tersebut kalah melawan Dion, setelah Dion selesai mengalahkan siluman badak tersebut dia lalu melihat keatas untuk memeriksa keadaan dari Angga.
“A-apa…??” kata Dion.
Dia dikejutkan karena melihat Angga yang mana lebih kuat dari dirnya kalah dengan mudahnya ditangan sesosok siluman, Dion melihat Angga sedang dicekik ditangan Roy Black, melihat sosok dari Roy Black “Wushhkk…” dengan cepat Dion langsung melesat kearahnya bersama dengan Barong yang dia tunggangi. Akan tetapi “Srrassh…” Roy Black langsung menghilang dari hadapannya, dan secara tiba-tiba muncul dibelakang Dion.
“Hohoh… ada satu lagi manusia kuat, ini aku kembalikan temanmu” kata Roy Black.
__ADS_1
“Fusshkk…” dia melemparkan Angga kearah Dion, dan dengan cepat Dion langsung berusaha untuk menanggkap Angga, “Taasskk…” disaat Dion telah berhasil menangkap Angga “Fusshkk…” dengan kakinya Roy Black berusaha untuk menyereang Dion. “Trranggs…” namun Dion dengan cepat menangkis serangan Roy Black menggunakan perisai emas miliknya, perisai tersebut bergerak cepat karena dikendalikan dengan tehnik telekitis miliknya, “Frrusstkk…” lalu secara tiba-tiba ksatria hitam tersebut muncul dengan asap hitam dibelakang Roy Black.
“Apa ini mahluk panggilan, bukan dia adalah entitas artefak” kata Roy Black yang mana melihat sosok ksatria hitam tersebut.
Karena merasakan kalau keberadaan Roy Black mengancam Dion tuannya, dengan tongkat hitam miliknya “Fusshkk…” ksatria hitam tersebut langsung menyerang Roy Black, “Taasskk…” akan tetapi Roy Black dengan mudah menangkap serangan dari ksatria hitam tersebut menggunakan tangannya.
“Barong nafas api” kata Dion.
“Burrnn…” mengikuti perintah dari tuannya Barong lalu mengumpulkan energy sihir panas ditenggorokannya lalu “Fusshkk…” dengan satu hembusan nafasnya dia melemparkan sebuah bola api kearah Roy Black, menyadari serangan bola api tersebut Roy Black berusaha untuk kabur dan menghindarinya, akan tetapi tubuhnya ditahan oleh asap hitam yang mana keluar dari tubuh ksatria hitam tersebut.
“Hahahha… lumayan juga” kat Roy Black yang mana tersenyum kearah ksatria hitam tersebut.
“Bommsshkk…” Roy Black terkena serangan telak dari nafas Barong, dan serangannya membuat ledakan yang cukup besar, “Srrahkk….” Akan tetapi secara tiba-tiba Roy Black dengan cepat muncul dibelakang Dion.
Dengan kaki belakangnya Barong berusaha untuk menyerang Roy Black, namun serangan dari Barong dengan mudah dapat dia hindari “Fusshk…” Dion yang mana melihat celah disaat Roy Black menghindari tersebut “Crrakk…” langsung menembakkan panah emas dari crosbow miliknya. Dengan cepat anak panah dari crosbow tersebut “Taasskk…” lalu dengan sebelah tangannya dia menepis crosbow tersebut, melihat hal itu Dion langsung kesal karena serangannya bahkan tidak dapat melukai tangan dari Roy Black.
“Apa hanya itu saja kemampuanmu, kau ternyata lemah juga yah” kata Roy Black.
“Siapa yang kau bilang lemah” kata Dion.
“Trrusshhkk…” Barong lalu langsung bergerak mundur, sementara itu Dion meletakkan tubuh dari Angga diatas Barong dan “Busshk…” melompat kedaratan, “Trrasskk…” ketika Dion telah sampai diatas tanah sebuah lingkaran sihir berwarna keemasan lalu muncul. Dari lingkaran sihir tersebut berkeluaranlah miliaran sisik emas, sisik-sisik emas tersebut tercipta dari setiap tetes darah milik Dion dan juga para musuknya, dan dengan mengorbankan sisik-sisik emas tersebut “Trraanggs…” Dion memanggil dirinya.
__ADS_1
Langit yang cerah langsung dipenuhi oleh awan hitam yang gelap, dan angin yang dingin mulai bermunculan, seakan-akan sebuah badai telah datang “Trassk… Trassk…” petir juga turun tampa ada hujan “Roaarrr…” dan dari awan hitam yang gelap tersebut sepasang mata merah terlihat muncul. Dengan cahaya keemasan dia muncul kedunia manusia, memberikan para manusia keinginan tersebesar mereka dengan imbalan yang dia minta.
“Datanglah Naga Besuki” kata Dion.
Dia telah memanggil sesosok mahluk yang mana bukanlah dewa ataupun raja iblis, dan sosoknya sangatlah kuat sehingga dapat disetarakan dengan para dewa dan raja iblis, Naga Besuki yang mana disembah-sembah para manusia yang serakah akan harta dan kekayaan muncul didunia manusia, kemunculannya tersebut langsung membuat Roy Black merasa tabjuk akan kekuatan besar yang dimiliki oleh Naga Besuki.
“Kau memanggilku manusia….” Kata Naga Besuki, suaranya menggema dan bahkan membuat Dion sedikit kesakitan mendengarkan suaranya tersebut.
“Naga besuki aku tawarkan setengah kehidupanku padamu, akan tetapi kalahkan dia untukku” kata Dion.
“Hmmm… perjanjian yang cukup memuaskan, baiklah kalau begitu aku akan menyetujui perjanjianmu itu” kata Naga Besuki.
“Hahahah… aku berterimakasih padamu” kata Dion.
“Srraahhkk…” lalu energy bewarna hijau terang yang mana adalah kekuatan kehidupan milik Dion langsung ditarik dari dalam tubuhnya, energy tersebut menjadi kekuatan bagi Naga Besuki agar bisa menjaga eksitensi tubuhnya didunia manusia.
“Hahahh… seekor kadal terbang ingin melawanku, ini pastik akan seru” kata Roy Black.
“Jangan terlalu sombong siluman kecil, sekali hewan tetap saja adalah seekor hewan jadi jaga bicaramu” kata Naga Besuki.
“Baiklah kali ini aku akan memakan sate kadal sekarang” kata Roy Black.
__ADS_1
“Buushhkk…” dengan buasnya Roy Black langsung melompat kearah Naga Besuki, dengan kekuatan dari tangannya dia berusaha untuk menyerang Naga Besuki tersebut, akan tetapi “Trranggs…” debu emas yang ada disekeliling Naga Besuki membentuk sebuah perisai yang mana menghalangi serangan dari Roy Black. “Burrsshh…” lalu dari mulut Naga Besuki energy keemasan langsung tercipta dan “Fuushk…” dia tembakkan kearah Roy Black tersebut.
Bersambung......