
Setelah mereka semua melewati gerbang dimensi tersebut Rio dan yang lainnya dikejutkan dengan apa yang mereka lihat, itu karena bangunan-bangunan yang hancur tersebut telah berlumut dan menumbuhkan pepohonan disekitarnya. Melihat hal itu Rio langsung menggunakan mata naga miliknya untuk melihat area sekitarnya, dan dia dapat memastikan kalau ada banyak energy sihir yang tersebar diudara dan energy sihir itu membuat tumbuhan dan mahluk lain tumbuh lebih cepat dan lebih sehat.
“Hei… coba lihat itu, aku merasa melihat sesosok anak kecil disana” kata Luna.
“Mari kita pergi kesana, ada kemungkinan dia tahu tentang situasi alam manusia saat ini” kata Rio.
Mereka lalu berjalan dengan sangat cepat, “Wussshkk…” lalu disaat Rio melihat ada sekelompok orang yang mencurigakan, “Busshkk…” Rio langsung melompat kesalah satu reruntuhan gedung yang ada disana, Luna, Angga dan juga Dion langsung mengikuti Rio. Lalu dari atas reruntuhan bangunan tersebut Rio melihat ada beberapa orang pria yang menggunakan pemukul besi sedang menahan anak-anak kecil berumur 10-12 tahun, dan dari tubuh para pria tersebut Rio dapat merasakan energy samar-samar energy iblis.
“Mereka adalah para pemuja iblis, bunuh mereka dan jangan berikan ampun” kata Rio.
“Wuushh…” dengan cepat Luna langsung turun kebawah, “Sssrrhkk…” Luna yang mana terjatuh tersebut langsung masuk kedalam banyangannya saat dia menyentuh tanah. “Srrhhkk…” dengan cepat dia langsung bergerak kearah pria-pria tersebut, dan dari dalam banyangan “Srrastt… Srrastt… Srrastt…” dia menyelesaikan mereka dan memasukan mayat mereka semua dengan hitungan detik.
“Kalian tidak apa-apa…??” tanya Luna yang melihat para anak-anak tersebut.
Anak-anak itu terlihat memiliki banyak luka pukulan benda tumpul ditubuh mereka, dan saat Luna melihat mereka dia dapat melihat rasa takut dari mata para anak-anak tersebut, “Wuusshkk…” Rio langsung datang dan menjumpai Luna dan ketika Rio melihat para anak-anak tersebut dia teringat masa kecilnya yang mana dulunya telah kehilangan keluarga dan rumahnya.
“Mereka tampak ketakutan, lebih baik kita bawa dulu mereka ketempat yang aman, setelah itu kita bisa bertanya kepada mereka semua” kata Luna.
“Kau jaga mereka dan bawa mereka kealam kita, aku akan bertanya pada jiwa para orang-orang yang telah kau bunuh” kata Rio.
Mendengarkan perkataan dari Rio tadi Luna langsung membuka gerbang dimensi kealam kekuasaan serikat mereka “Trranggs…” ketika gerbang tersebut terbuka para anak-anak itu terkejut dan sedikit merasa takut, akan tetapi wajah dan karisma dari Luna membuat mereka tenang dan para anak-anak itu langsung mengikutinya masuk kedalam alam kekuasaan mereka. Sementara itu Rio yang mana telah melihat anak-anak tersebut telah pergi, “Srraahh…” dia lalu langsung mengambil mayat dari para pria yang telah dibunuh oleh Luna dan menggunakan mata kematian miliknya dia melihat dan mengendalikan arwah yang mati tersebut.
__ADS_1
“Beritahu aku semua yang terjadi” kata Rio sambil mengaptifkan mata kematian miliknya.
Rio langsung mendapatkan jawaban dari para jiwa yang mati tersebut, mereka mengatakan kalau setelah bencana terjadi mereka dilindungi oleh sebuah perisai tak kasat mata ditempat umum. Dan setelah beberapa hari menunggu bencana berakhir beberapa orang yang mana mengaku sebagai sang penyelamat muncul, mereka mengatakan kalau jika mengikuti mereka maka semua orang akan selamat dan mereka membuktikannya dengan perisai yang mana melindungi mereka saat terjadi bencana saat itu.
“Sialan… tampaknya ada yang menggunakan formasi pertahananku sebagai rencana untuk mengambil hati orang-orang” kata Rio.
Dia marah besar begitu mengetahui kalau formasi pertahanan miliknya dimanfaatkan oleh para pengikut iblis untuk mengumpulkan umat, lalu dengan amarahnya Rio langsung menuju tempat yang mana dikatakan para arwah yang telah mati tersebut. Lalu saat dia telah sampai disana Rio dapat melihat kalau didalam formasi pertahanan miliknya ada beberapa orang yang mana pengikut iblis, melihat hal itu Angga dan juga Dion telah siap untuk beraksi, mereka hanya menunggu Rio untuk memberikan mereka instruksi agar mereka langsung bergerak.
“Aku tahu kalian juga bisa merasakan auranya, tetapi kali ini akan sedikit berbeda, aku ingin mereka dibawa kepadaku hidup-hidup, dan pastikan kalian tidak terlalu kasar, karena bisa ada kesalah pahaman antara kita dan para orang-orang tersebut” kata Rio.
“Hmmm… tumben kau begitu baik, biasanya kau aka menyuruh kami untuk membinasakan mereka semua” kata Angga.
“Benar seperti katamu, kalau sudah mengerti maka pergilah” kata Rio.
“Buushkk…” mereka berdua langsung pergi dengan sangat cepat, dan dengan kekuatannya anginnya Angga langsung terbang diatas para pemuja iblis tersebut, “Fuustthkk…” dia lalu menciptkan beberapa bola angin dengan gengaman tangannya. “Fussshh…” dan dengan cepat Angga melemparkan bola-bola angin tersebut kearah kepala para pemuja iblis itu, “Busskk… Busskk… Busskk…” dengan satu lemparan dari bola-bola angin itu Angga membuat para pemuja iblis itu pingsan dengan mudahnya.
“Lantai atas aman” kata Angga.
Dan dilantai bawah Dion yang mana melihat ada lebih dari 12 pemuja iblis yang mana menggunakan senjata disana, “Srranggs…” Dion langsung menggunakan kekuatan Naga besuki untuk membuat sebuah koint emas kecil “Fuusshh…” dia lalu melemparkan nya kearah pojokan tempat tersebut. “Trringgs… Trringg…” dan saat koin emas itu terjatuh beberapa pemuja iblis langsung mendengarkan suaranya, dan saat mereka melihat koin emas tersebut mereka langsung berebut untuk mengambilnya.
“Wussshh…” mengambil kesempatan itu Dion langsung bergerak dengan cepat, dengan cepat dan tenang dia mulai bergerak mendekati salah satu dari para pemuja iblis tersebut dan dengan pukulannya “Busskk…” dengan satu tinju diperutnya Dion membuat pemuja iblis itu pingsan. “Busskk… Busskk…” lalu dia langsung membuat beberapa pemuja iblis yang mana tidak tertarik dengan koint emas tersebut pingsan dengan cara yang sama, dan saat dia telah menyelesaikan 6 pemuja iblis dia lalu menggunakan kekuatannya untuk mengendalikan koint emas tersebut.
__ADS_1
“Ingatlah untuk jangan terlalu serakah” kata Dion.
“Tassk…” dengan satu jentikan jarinya “Buumshh…” koint emas tersebut meledak dan abunya menusuk penglihatan para pemuja iblis tersebut, dan dengan mudahnya Dion melumpuhkan mereka semua. Melihat hal itu Rio langsung berjalan dengan santai kesana dia langsung menggunakan mata naga miliknya untuk melihat jejak energy sihir dari iblis yang mana ada disekitar area tersebut.
“Kerja yang bagus, sekarang ayo kita jumpai orang-orang yang ada disana” kata Rio.
Dia dapat merasakan adanya energy kepercayaan yang dikumpulkan dalam satu tempat, dan energy kepercayaan itu mencimtakan getaran energy sihir yang cukup kuat. Lalu saat mereka bertiga sampai disana mereka melihat ada banyak orang yang sedang dipaksa untuk berdoa dan menyembah sebuah berhala, dan didepan mereka ada sosok iblis yang mana telah mengambil alih tubuh seorang manusia, dari pandangan mata Rio dia adalah seorang iblis bangsawan yang mana memilik energy sihir yang cukup besar dan sedang mengumpulkan kekuatan.
“Mau berapa lama kalian menyembah patung menjijikan itu” kata Rio.
“Siapa kalian, kenapa kalian tidak berlutut didepan patung sang penyelamat” kata manusia iblis tersebut ( kusebut manusia iblis aja biar mudah ).
“Aku… aku adalah orang yang telah memasang formasi pertahanan ditempat ini, salam kenal” kata Rio.
“Pffftt….” Angga yang mendengarkan perkataan Rio langsung menahan tawanya.
“Hoho… tampaknya kau adalah pengguna aplikasi DS Game, tetapi kata-kata saja tidak cukup untuk membuktikan perkataanmu” kata manusia iblis tersebut.
“Taaskk…” dengan satu jentikan tangannya Rio langsung menghancurkan formasi pelindung tersebut, “Crrassk…. Trrangs…” melihat hal itu orang-orang yang ada disana langsung percaya kalau Rio adalah penyelamat mereka yang sebenarnya.
Bersambung…..
__ADS_1