
Dengan api yang panas sebagai cakarannya Rio memegang palu yang terbuat dari pohon dan batu tersebut, melihat hal itu raksasa hijau itu langsung berusaha untuk menekan Rio dengan tenaganya tetapi “Grrrr….” Sebanyak apapun dia berusaha Rio sama sekali tidak bergesar sedikitpun dari tempatnya. Melihat hal itu Rio lalu memerhatikan tangan kananya dia merasakan energy sihir yang luar biasa yang sangat luar biasa, Rio lalu tersenyum kecil dan menggunakan tangan kananya dia mulai mendorong palu raksasa hijau itu.
“Srrasskk…” sedikit demi sedikit Rio mulai mendorong raksasa hijau itu mundur “Srrraaassskkk….” Lalu raksasa hijau itu berusaha melawan dorongan tangan Rio namun dia tidak berdaya dan terus terdorong mundur kebelakang.
“Sekarang kau baru takut” kata Rio yang mana mulai mencengkram ujung batu dari palu raksasa hijau itu, “Krrakkss… Trraasskk…” dengan cengkramannya Rio dapat menghancurkan palu tersebut dengan mudahnya.
Lalu disaat raksasa hijau itu masih terkejut karena palunya dihancurkan dengan mudahnya oleh Rio, “Wuussh…” Rio dengna cepat bergerak mendekati perut raksasa itu dan menggunakan telapak tangan kanannya dia “BUUSSKKK…” memukul mundur raksasa itu. “Bummssh… Bummssh… Bummssh…” raksasa itu terhempas sangat jauh dan menabrak hancur beberapa pohon besar yang ada dibelakangnya, melihat hal itu Rio mulai merasa bersemangat “Buusshh…” dia lalu dengan cepat berlari mengejar raksasa hijau itu lalu menggunakan cakarannya dia berusaha menyerang raksasa itu.
Raksasa hijau itu merasakan hawa yang sangat berbahaya dari Rio lalu menggunakan sihir miliknya untuk mengendalikan tanaman pohon disekitarnya, “Srrakkstt…. Trrrasskk…” raksasa itu menggunakan pohon-pohon disekitarnya sebagai armor dan persia untuk melindungi dirinya dari serangan Rio. “Crrraasskkk…” dan menggunakan perisai kayu itu raksasa hijau tersebut dapat menahan serangan cakaran dari tangan Rio, tetapi belum puas dengan sekali serangan Rio membentuk tangannya menjadi seperti pedang dan melancarkan serangan tebasan dari bawah kiri dan naik tebasan keatas “Srraasskktt….” Tebasan dari tangan kirinya itu membuat tubuh raksasa hijau itu terbelah dan terbakar, walaupun tubuhnya dibalut oleh armor tetapi Rio dapat dengan mudahnya memotong armor tersebut.
“Hahahahah…. Ini menyenangkan sekali” kata Rio yang mana telah membunuh raksasa hijau tersebut dengan mudahnya.
“Gaakkhh… Uhhukkk…” Rio lalu mendengar suara dar raksasa hijua yang telah dipotongnya menjadi dua tersebut, raksasa itu masih tetap hidup setelah tubuhnya dipotong dan dibakar oleh cakar api milik Rio.
“Hahhahah…. Luar biasa kau masih hidup, tapi itu tidak akan lama” kata Rio, “Taakks…” dia lalu memegang kepala dari raksasa hijau tersebut dan mencengkramnya dengan tangan kanannya “Buurrnn…” dengan cakar api miliknya Rio membakar habis kepala raksasa hijau tersebut sampai dia berubah menjadi abu.
Melihat tingkah laku Rio yang telah berubah menjadi lebih liar Lita menjadi sedikit takut dengannya, lalu dia mendatangi Rio dengan tatapan ragu-ragu.
“Abang…. Abang gak apa-apa…??” tanya Lita yang sedikit takut dengan Rio sekarang ini.
“Aku tidak apa-apa, bahkan aku merasa sangat hebat” kata Rio yang masih terpengaruh oleh kekuatan dari tato dari Banaspati.
“Tapi kok abang agak aneh, biasanya abang tenang terus kalem, kalok sekarang kayak lebih menakutkan” kata Lita.
__ADS_1
“Aku-aku…. Apa yang terjadi” kata Rio, “Sssshhh….” Dia lalu mulai menyadari perubahan kepribadian miliknya dan memadamkan api ditangan kanannya tersebut, setelah cakar api ditangan kanan Rio padam dengan cepat Lita langsung mengeluarkan sebuah botol obat.
“Trraanggss…” dia langsung membuka botol obat itu dan menyiramkannya ketangan kanan Rio, dia khawatir karena melihat tangan kanan Rio yang hangus terbakar karena kekuatannya sendiri.
“Banaspati sialan itu, dia memberikan kekuatan yang aneh, kalau tidak ada Lita hampir saja aku kehilangan seluruh tangan kananku” pikir Rio.
“Haaaiss… kau kelihatannya sudah sadar, padahal sedang seru-serunya tadi” kata Batara Kala yang akhirnya berbicara kepada Rio lewat telepati.
“Yoo… dewaku kau akhirnya mengingatku, sudah cukup lama kita tidak berbicara apa kau sesibuk itu” kata Rio.
“Yaah… berkat dirimu aku harus mengurus seorang raja iblis yang keras kepala, tapi aku cukup senang karena dapat menambah kekuatanku” kata Batara Kala.
“Tampaknya kau sedang senang, jadi tidak keberatan kalau kau menjelaskan apa yang terjadi padaku saat ini” kata Rio yang bertanya pada Batara Kala.
“Kenapa dia tiba-tiba saja memberiku kekuatan seperti ini, apa dia tidak tahu kalau tubuhku tidak siap menerima kekuatannya” kata Rio.
“Dia tidak akan perduli dengan apa pendapatmu, sejak awal Banaspati adalah mahluk gaib yang aneh, dia membelah dirinya menjadi jutaan dan membuat kontrak dengan manusia untuk membuat belahan-belahan dirinya menjadi lebih kuat, dan karena kau telah membuat kekuatan Banaspati milikmu meningkat maka dia memberikanmu sedikit hadiah” kata Batara Kala.
“Tunggu kau bilang kalau kekuatannya meningkat barusan” kata Rio yang baru menyadari kalau Banaspati menjadi semakin lebih kuat lagi.
“Kalau kau tidak percaya kau bisa lihat didalam smartphone milikmu, disana pasti ada penjelasan tentang mahluk panggilan milikmukan” kata Batara Kala.
“Mari kita lihat Banaspati disini dikatakan dia telah mencapai perubahan keduanya dan APAA…!!! Apa-apaan ini batas waktu pemanggilannya meningkat, dia hanya bisa dipanggil selama beberapa jam didunia manusia dan sekali dipanggil dia tidak akan bisa dipanggil lagi selama 3 hari penuh” kata Rio yang mana terkejut melihat perubahan pada sistem pemanggilan Banaspati didalam aplikasi DS Game miliknya.
__ADS_1
“Abang kenapa, kok kayak kaget gitu” kata Lita yang mana telah selesai membalut tangan kanan Rio.
“Hahahha… gak apa-apa cuman ada yang aneh aja sama smartphone miliku, hmm….” Rio lalu lebih dikejutkan dengan balutan tangan dari Lita yang mana terdapat sebuah pita besar ditengah-tengahnya.
“Kenapa pitanya cantikan” kata Lita dengan senyuman lebar diwajahnya.
“Hahahahahahah… iya cantik sekali” kata Rio dengan wajah yang datar.
Tidak lama kemudian Rio dan Lita kembali bersama-sama menjumpai Aji dan juga Gio yang ada disana, setelah mereka berdua kembali Aji langsung menyapa mereka dengan tubuhnya yang sudah kembali normal itu.
“Bos kau tidak apa-apa, aku kira kau tadi akan mati setelah melihat tanganmu terbakar” kata Aji yang mana sedikit takut dengan apa yang terjadi pada Rio.
“Hmm… kau tenang saja, ini cuman efek dari tehnikku bisa dibilang mirib dengan sihir otot yang kau punya” kata Rio.
“Ooohh… seperti itu, aku tahu pasti agak sulit kalau pertama kali tetapi bos kau akan terbiasa dengan perubahan yang terjadi” kata Aji yang sok menggurui Rio.
“Cih… dia masih hidup, itu artinya aku masih belum bebas dari kontrak menyebalkan ini” pikir Gio yang kecewa dengan ketika dia melihat Rio masih hidup.
“Untuk sekarang kita lebih baik cari tempat aman terlebih dahulu, aku kelihatannya kehilangan cukup banyak darah setelah menggunakan tehnikku tadi” kata Rio.
Sementara itu sang Jin yang membuat masalah tadi melihat apa yang dilakukan oleh Rio, dan dia melihatnya dengan senyuman mengerikan diwajahnya.
“Hihihi… menarik-menarik para dewa dan raja iblis disana pasti suka dengan pertunjukkan tadi” kata Jin tersebut yang mana langsung menghilang kembali kemarkasnya.
__ADS_1
Bersambung…..