
Esok paginya mereka yang ada didalam di reruntuhan kastil tersebut lalu membuat beberapa kelompok untuk bisa mengitari daerah yang ada, tetapi Rio dan yang lainnya masih diherankan dengan aplikasi DS yang mana sampai saat ini masih tidak memberikan misi apapun pada mereka, dan hal itu membuat para partisipan dalam ujian khusus kali ini harus memutar akal mereka dan mulai berkeliling mencari setiap petunjuk yang dapat mereka temukan.
Kemudian saat ini Rio sedang berada dalam sebuah kelompok kecil yang mana didalamnya ada Lita dan lima orang bawahan Dion, disana mereka menemukan jejak pertarungan hebat yang membuat bekas besar ditempat tersebut, melihat hal itu Lita langsung dengan cepat memanggil hantu Pagebluk untuk menjaga sekitar dirinya. Lita yang saat ini sudah memilik banyak pengalaman mampun dengan bebas membaca situasi yang ada, dan sekarang ini Lita memfokuskan dirinya dalam pemanggilan dan membuat kontrak dengan beberapa mahluk gaib lainnya.
“Abang… lihat kesana” kata Lita yang menunjuk kearah salah satu hantu Pagebluk miliknya.
Rio dan yang lainnya lalu mengikuti arahan Lita dan benar saja, salah satu hantu Pagebluk milik Lita menemukan sebuah gua yang mana tampak sangat aneh dan dari dalam gua itu tercium bau darah yang sangat kuat.
“Uuggkkk… baunya sangat amis” kata salah satu bawahan Dion yang ikut bersama Rio.
“Hmm… kelihatannya itu adalah tempat dari siluman berusia lebih dari ratusan tahun, sebaiknya kita cek terlebih dahulu untuk memastikannya” kata Rio, dia memimpin kelompoknya untuk masuk kedalam gua tersebut dan didalam gua itu banyak sekali mayat-mayat dari berbagai macam siluman yang mana tinggal didalam dimensi tersebut.
Melihat hal itu Rio langsung mempersiapkan golok miliknya dan berjaga-jaga didekat Lita, dia mulai merasakan aura-aura aneh disekitarnya dan benar saja “Grrooaarr…” sesosok mahluk siluman yang mana berbentuk sangat aneh secara tiba-tiba menyerang kearah kelompok Rio, mahluk itu memiliki tubuh lalu dua kepala dari beruang dan singa kemudian ditubuhnya terlihat bekas jahitan yang menggabungkan kulitnya dengan kulit siluman singa tersebut. Melihat ukuran siluman aneh itu Rio langsung bergerak mundur untuk melawan siluman tersebut diluar, “Buussk… Buussk… Buussk…” ketika siluman itu melihat Rio dia mengamuk dengan sangat ganas, siluman tersebut menyerang Rio dengan sangat liar dan serangannya lalu mengenai dinding gua tersebut “Trrakk… Krrraakk…” serangan dari siluman tersebut lalu membuat gua itu bergetar.
“Semuanya segera keluar dari sini sekarang” kata Rio yang mana merasakan kalau gua tersebut akan segera runtuh.
“Traanggs…” lalu saat Rio akan turun siluman aneh tersebut langsung menyerang kearahnya namun dengan golok miliknya Rio dapat menangkis setiap serangan dari siluman tersebut, “Buusskk…” kemudian saat terlihat sebuah celah Rio dengan cepat menendang perut dari siluman itu dan membuatnya mundur beberapa langkah, “Buurrnn… Boomssh…” lalu dengan sihir api miliknya Rio langsung meledakkan siluman tersebut. “Krraakkss…. Trrasskk…” dan karena ledakan dari sihir api milik Rio gua tersebut hampir rubuh, dengan cepat Rio langsung berlari kearah pintu keluar dari gua tersebut dan saat dia sudah keluar.
__ADS_1
“Grrrr… Roaarr… Roaarr…” Rio melihat Lita dan kelima bawaha Dion sedang dikepung oleh siluman serigala yang mana terlihat aneh, siluman serigala itu memiliki tiga buah mata dan salah satu dari siluman tersebut memiliki tubuh yang dua kali lebih besar dari singa dan memiliki dua kepala yang dihubungkan dengan jahitan.
“Hantu Pagebluk serang, abang-abang semua gunakan hantu Pagebluk sebagai perisai kalian dan majulah, Lita bisa menjaga diri sendiri kok” kata Lita yang mana mengeluarkan Banaspati kecil yang memilik wujud bola api biasa.
“Hmm… dia sudah menjadi lebih dewasa sekarang, tapi tampaknya lawannya kali ini juga cukup menyulitkan” kata Rio, dia melihat kalau para siluman aneh tersebut mengeluarkan asam dari mulut mereka.
Dengan cepat Rio lalu menggunakan sihir api miliknya “Burrnn… Wusshh…” dia lalu melemparkan bola api tersebut keudara, “Bommssh…” bola api yang dilemparkan oleh Rio langsung berubah menjadi bola-bola api kecil yang membakar tubuh dari para siluman tersebut, namun ketika tubuh mereka terbakar para siluman itu sama sekali tak bersuara ataupun merasa sakit. Para siluman itu terlihat seperti sama sekali tidak memiliki kehidupan dimatanya, dan terlihat seperti sesosok mayat yang mana disambung-sambung dengan jahitan benang.
“Kemungkinan besar mereka adalah mayat hidup, tetapi orang gila mana yang menggunakan tubuh dari siluman sebagai boneka mayat” pikir Rio, disaat dia sedang berpikir para siluman tersebut langsung menyerang kearah kelompok mereka.
Dengan tubuh yang terbakar para siluman serigala aneh tersebut mulai menyerang “Srrasstt… Crrasstt…” tetapi dengan pertahanan dari hantu Pagebluk dan serangan tombak emas dari kelima bawahan Dion, kelompok milik Rio dapar mengalahkan para siluman itu dengan mudahnya, walaupun begitu mereka masih tetap merasa kelelahan karena harus berhadapan dengan banyak musuh. Melihat kondisi dari kelompoknya Rio memutuskan untuk segera kembali membawa informasi yang mereka dapatkan,
“Anak ini memang mempunyai banyak misteri” pikir Rio yang mana mengelus kepala Lita.
Kemudian ketika mereka telah sampai didaerah tempat beristirahat mereka, disana Rio melihat banyak orang-orang bawahan Dion yang terkena luka-luka dan bahkan nampak jelas beberapa sedang kritis. Sementara itu Aji dan Gio terlihat tidak mengalami luka apapun dan hanya sedikit kelelahan, disisi lain Luna yang mana sedari tadi tidak dapat dilihat oleh Rio akhirnya dia temukan, disebuah tenda Luna sedang duduk dengan tangan kirinya yang dibalut oleh perban Luna kelihatan baik-baik saja walaupun dia mengalami sedikit cidera.
“Lukamu itu, apa kau menggunakan tehnik barumu” kata Rio yang mana melihat tangan kiri Luna yang cidera tersebut.
__ADS_1
“Yah mau bagaimana lagi, aku bertemu dengan musuh yang sedikit merepotkan kali ini” kata Luna yang mana memperlihatkan tangan kirinya.
“Trringgss…” Rio lalu langsung memanggil hantu Banyu untuk menyembuhkan tangan Luna, “Gluuppss…” hantu Banyu lalu langsung membalut tangan kiri Luna dengan tubuh airnya “Shhhss…” dan dengan cepat tangan kiri dari Luna langsung sembuh sepunuhnya.
“Hei ini sudah tidak terasa sakit lagi, terimakasih yah” kata Luna, dia lalu langsung berdiri dan mencium pipi dari Rio.
“Untuk apa yang tadi itu” kata Rio dengan wajah dingin yang tidak mengerti apa yang dilakukan oleh Luna.
“Hmmm… cari tahu saja sendiri, Ooh.. iya selagi kau memanggilnya coba bantu yang lain dan katanya Dion sedang mencari dirimu” kata Luna yang mana berbalik dan berjalan pergi untuk menutupi wajahnya yang memerah.
Mendengarkan kata-kata Luna dengan berjalan sencara santai Rio langsung pergi mengarah ke arah tenda milik Dion, dan pada saat dia berjalan Rio memerintahkan hantu Banyu miliknya menyembuhkan mereka yang sedang kritis atau terluka parah. Mendengarkan perintah dari tuanya “Glluupps… Crrasshh…” hantu Banyu langsung membelah tubuhnya menjadi banyak, “Srruuss… Srruuss… Srruuss…” dan dengan cepat menyebar keseluruh sudut tempat yang ada.
Sementara itu ketika Rio sampai didepan tenda Dion dia dapat merasakan sebuah aura yang sangat tidak asing, dan ketika dia masuk benar saja ada seseorang yang sangat dia kenali sedang duduk dengan santainya didalam tenda tersebut.
“Sedang apa kau kemari hei bocah gila” kata Rio.
“Hahaha… harusnya aku yang mengatakan hal itu orang pelit” kata Angga yang mana sedang duduk dengan tubuh yang dibalut luka ditenda milik Dion.
__ADS_1
Bersambung…..