Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 166 Kematian Bahamut


__ADS_3

Didalam dimensi milik Bahamut dia yang mana telah kehilangan gelarnya sebagai raja iblis sedang kebingungan dan juga marah, itu semua karena perlahan-lahan dimensi kekuasaannya berubah menjadi tanah mati dimana energy sihir telah berhenti mengalir, dan karena tidak adanya pasokan energy sihir yang cukup di dalam dimensi miliknya “Krraasskk… Trraassttk…” dimensi milik Bahamut mulai runtuh perlahan-lahan. Para iblis yang mana adalah bawahan dari Bahamut mulai berlarian pergi dari dalam dimensi milik Bahamut, mereka pergi dari sana karena tidak dapat tinggal diwilayah itu lagi, namun banyak iblis yang tidak dapat membuka gerbang dimensi dan mati ditempat itu bersamaan dengan runtuhnya dimensi milik Bahamut.


“Grrrr…. RAAAAH…. Sialan semuanya, kenapa tidak ada dari rencanaku yang berhasil” kata Bahamut yang mana sedang marah besar.


Disaat itu para prajurit salamander yang mana adalah bawahan terpercaya dari Bahamut sedang berdiri bersiap untuk menunggu perintah dari tuan mereka, Bahamut yang melihat hal itu hanya duduk dengan santai sambil mengambil minum beralkohol miliknya, dia tidak bisa tenang karena kerajaannya sudah hancur dan itu karena seorang manusia yang mana telah mengacaukan rencana miliknya.


“Glluppss… Glluppss… dari pada kalian diam saja disini, lebih baik kalian jadi lebih berguna untukku dan pergi bunuh manusia itu” kata Bahamut yang mana sedang setengah mabuk.


“Baik tuanku, kami akan segera menghabisi anak manusia itu untuk dirimu” kata para ksatria iblis salamander bawahan Bahamut tersebut, “Trranggss…” mereka membukan gerbang dimensi untuk pergi kealam manusia dan langsung menyelinap untuk merasuki para manusia pelayan Bahamut.


Sementara itu Bahamut yang telah sendirian didalam kastilnya tersebut tidak tahu harus berbuat apa, dia hanya bisa menunggu wilayahnya hancur setelah itu dia akan terbang keberbagai alam menggunakan wujud naga miliknya. Tetapi saat Bahamut sedang duduk dan meminum sebuah botol besar alkohol, “Trranggss…” sebuah gerbang dimensi yang mana memiliki lambang kepala iblis dengan lima tanduk muncul dihadapan Bahamut.


“Grrr…. Lambang itu, tidak salah lagi itu adalah lambang raja iblis penguasa amarah Satans” kata Bahamut yang mana melihat gerbang dimensi tersebut.


“Taak-taak-taak….” Dari balik gerbang tersebut sesosok pria tua yang mana terlihat seperti berumur 40 tahunan muncul dihadapan Bahamut, dia menggunakan jas rapih namun disaat yang sama membawa sebuah pedang besar dipunggungnya.


“Sedang apa bawahan dari raja iblis Satans datang ketempat yang akan hancur ini” kata Bahamut.


“Hahahah…. Tuan Bahamut tolong jangan marah seperti itu, aku kemari hanya membawakan pesan dari tuanku raja iblis Satans” kata pria tua tersebut.


“Apa mau si sialan itu, apakah dia tidak tahu kalau aku sedang tidak ingin diganggu” kata Bahamut.


“Tuanku bilang dia sangat ingin bekerja sama dengan tuan Bahamut, dan tentu saja dia berjanji akan memberikan anda posisi yang bagus dalam kerajaannya, kalau anda bersumpah setiap padanya maka saya jamin tuan Satans akan memberikan semua yang anda mau” kata pria tua tersebut.

__ADS_1


“Grrrr…. Satans itu dia cukup berani, setelah aku kehilangan gelarku sebagai raja iblis dia pikir statusku lebih rendah dari dirinya” kata Bahamut.


“Hahahaha… mohon maaf kalau aku langcang, tetapi bukankah memang begitu kenyataannya, mantan raja iblis tuan Bahamut” kata pria tua tersebut, dia menghina Bahamut secara halus dan juga mulai merendahkan Bahamut.


“Grrr…. Pergilah kau manusia, katakan para Satans aku tidak tertarik dengan apa yang dia katakan” kata Bahamut yang mencoba untuk menahan dirinya agar tidak bertarung dengan utusan dari raja iblis Satans.


“Hmmm… begitu rupanya kalau begitu saya undur diri dulu, ooh saya hampir lupa, aku mohon maaf atas kelakuan dari keponakanku aku dengar dia sering sekali membuat rencana anda berantakan” kata pria tua tersebut, dia mengatakan dengan sendirinya tentang identitasnya yang mana adalah paman dari Rio.


“Kau adalah paman dari bocah itu, Hahaha… bagus-bagus, tidak kusangka kalian satu keluarga memiliki mulut dan tingkah laku yang menyebalkan” kata Bahamut.


“Yah mau bagaimana lagi, itu sudah ada didalam darah kami” kata pria tua tersebut.


“Buussh….” Dengan cepat Bahamut langsung berbalik dan mengarahkan tinju miliknya kearah pria tua tersebut, “Taanggsskk…” namun dengan cepat pria tua itu menarik pedang di punggungnya dan menjadikannya sebuah perisai untuk menahan pukulan Bahamut. “Buussmm…” tetapi dengan kekuatan fisik yang kuat Bahamut menghempaskan pria tersebut dengan satu pukulannya, “Crrasstt…” namun tinju Bahamut juga mendapatkan sebuah bekas luka tebasan.


“Hahaaha…. Sesuai yang diharapkan dari seorang naga, walaupun kau sudah kehilangan kekuatanmu karena turun tahta tetapi kekuatan fisikmu memang sangat gila” kata pria tua tersebut, mulutnya mengeluarkan sedikit darah dan beberapa luka terlihat ditubuhnya.


“Manusia kuakui kau cukup kuat karena bisa melukaiku, katakan padaku siapa namamu” kata Bahamut.


“Hahahah… maafkan aku karena melupakan sopansantunku, perkenalkan namaku adalah Gilang dan aku adalah salah satu dari pengguna aplikasi DS Game yang membuat kontrak langsung dengan raja iblis Satans” kata Gilang yang mana adalah paman dari Rio.


“Kalau begitu Gilang, kau harus merasa terhormat karena aku akan mengingat namamu saat kau mati ditanganku nantinya” kata Bahamut, “Brusskk…” dia mengalirkan energy sihir didalam perutnya dan mengeluarkannya dari tenggorokannya.


“Buurrnnn…” sebuah api hitam yang sangat panas lalu keluar dari mulut Bahamut, melihat hal itu Gilang langsung menggambar sebuah linkaran menggunakan pedang miliknya “Srringgkks… Zunggss…” dari garis yang dia buat sebuah perisai muncul dan melindungi Gilang dari api hitam milik Bahamut.

__ADS_1


“Hmm… api yang dia keluarkan sangat panas, walaupun aku sudah menggunakan lingkaran sihir tingkat tinggi tetapi aku masih bisa merasakan hawa panasnya didalam sini, tampaknya aku butuh sediki bantuan” pikir Gilang yang mana mengeluarkan smartphone miliknya.


“Trringgss…” dan pada saat Bahamut menghentikan nafas api miliknya Gilang dengan cepat memanggil mahluk panggilannya, dan Bahamut dikejutkan karena melihat sesosok iblis tingkat menengah mau merendahkan dirinya sebagai bawahan manusia.


“Tuan Gilang, apa perintahmu” kata iblis tersebut, dia terlihat seperti manusia dengan kepala kambing yang mana melayang diatas udara, dengan sebuah tongkat hitam pekat iblis itu bersiap melawan Bahamut menggunakan tehnik-tehnik sihir miliknya.


“Baphomet persiapkan mantra peningkatan untukku, lalu bantu aku dari belakang menggunakan mantra kekangan terkuat milikmu” kata Gilang yang mana memerintahkan iblis tersebut.


“Keinginanmu adalah perintah untukku” kata Baphomet, dia lalu memulai membaca mantra sihir dalam bahasa iblis.


Melihat hal itu Bahamut tidak tinggal diam “Sringgss…” dia mengalirkan energy sihir kearah kukunya, “Wuussh…” menggunakan cakar miliknya dia melancarkan serangan jarak jauh menggunakan energy sihir miliknya. Melihat hal itu Baphomet mulai mengeluarkan energy sihir dari dalam tongkatnya, “Trrasskk… Trrasskk…” dan sebuah energy pelindung langsung melindungi Gilang dan juga Baphomet lalu membuat serangan Bahamut hancur tak berbentuk.


“Tuan Gilang, aku telah menyelesaikan semua persiapannya” kata Baphomet.


“Hahahah… bagus sekarang mari kita balas dirinya” kata Gilang, “Buussh…” dengan cepat dirinya langsung menerjang kearah Bahamut “Zrringgss…” dengan kekuatan sihir miliknya Baphomet meningkatkan setiap kemampuan milik Gilang dan melindungi tubuhnya dengan energy sihir.


“Trrangggss….” Dengan pedang besar miliknya Gilang berusaha untuk menyerang Bahamut, tetapi menggunakan tangan kanannya dan juga sisik naga miliknya Bahamut menahan serangan tebasan Gilang tampa terluka sedikitpun.


“Hari ini akan kuambil jantungmu dan kupersembahkan pada tuan Satans” kata Gilang.


“Coba saja kalau kau bisa manusia rendahan” kata Bahamut.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2