
Setelah mendapatkan berkat baru dari Batara Kala “Wuuusshh…” dengan angin kencang Rio dipindahkan kembali kedekat kawah gunung berapi tersebut, dan dihadapan Rio sudah terlihat ratusan siluman hijau kecil yang mana merasakan hawa energy sihir milik Rio, mereka terlihat sangat kelaparan dan ingin memakan Rio sebagai mangsa mereka. Melihat hal tersebut Rio hanya tersenyum kecil dan dia sama sekali tidak panik karena para siluman tersebut dapat menjadi objek percobaan kekuatan baru yang mereka dapatkan.
“Cukup banyak juga, kelihatannya aku memiliki kesempatan untuk mencoba ini” kata Rio yang mana mulai mengalirkan energy ketangan kanannya.
“Hmmm… mereka adalah siluman kecil yang cukup merepotkan, mereka terlalu banyak disini jadi aku memancing mereka semua kemari untuk menjadi target kekuatan baru yang kau dapatkan, dan sekaligus untuk mengurangi hama diwilayahku” kata Batar Kala.
“Yang teakhir tadi pasti adalah tujuanmu yang sebenarnya bukan, Haaah… tetapi boleh juga dengan begini aku dapat memanen cukup banyak waktu dari para siluman tersebut” kata Rio, dengan energy sihir yang mana mengandung kekuatan Batara Kala ditangan kanannya “Krrassstthhkk…” Rio menciptakan sebuah bola hitam misterius dan “Wuussh…” dengan pelan dia melemparkannya kearah para siluman hijau kecil tersebut.
“Brruusstt…” bola hitam tersebut tiba-tiba membesar dan menarik masuk para siluman hijau kecil yang ada didekatnya, “Gaaahh… Gaaahh… Gaaahh…” mereka yang ditarik masuk tidak keluar lagi dan mengeluarkan suara jeritan yang mengerikan “Crrasstt…” lalu dengan cepat bola itu menghilang dan menghancurkan apapun yang masuk dalam areanya. Melihat hal tersebut para siluman hijau kecil itu menjadi sedikit takut dengan Rio, namun mereka sudah terlambat karena Rio telah menyiapkan 10 bola hitam lagi ditangan kanannya “Wuussh…” dan dengan santainya dia melemparkan kesepuluh bola tersebut dan “Brruusstt… Brruusstt… Brruusstt… Brruusstt… Brruusstt…” bola-bola hitam tersebut mulai membesar dan melahap puluhan dari siluman hijau kecil itu, “Grrraaahhhh…. Crrasstt…” semuanya dilahap dan hanya menyisakan beberapa siluman hijau kecil.
“Gaaahh-Gaaahh…” melihat teman-temannya mati dengan mudahnya, para siluman hijau kecil yang tersisa lalu melarikan diri dari hadapan Rio, sementara itu Rio hanya berdiam diri melihat mereka kabur lalu ketika para siluman itu sudah tak terlihat lagi “Trraakk…” secara tiba-tiba Rio berlutut memegang kakinya yang lemas kaku.
“Gahahhaha…. Ada apa anak manusia, apa kau sudah kelelahan menggunakan kekuatanku” kata Batara Kala yang melihat Rio berkeringat dingin karena menggunakan kekuatan miliknya.
“Haah-haah… kekuatan tadi benar-benar sangat gila dan menyeramkan, tetapi penggunaannya benar-benar memakan tenagaku” kata Rio yang mana sedang berusaha mengambil nafas untuk mempertahankan kesadarannya.
“Gehehehehe… ada sebuah legenda yang mana mengatakan kalau diriku melahap matahari dan menjadikannya langit gelap gulita ( Gerhana matahari ), kekuatanku itu disebut lubang kerakusan sebuah kekuatan yang mana mengandung kerakusanku dari sang Batara Kala yang mana melahap matahari karena kerakusannya” kata Batara Kala.
“Jadi begitu apa mungking aku bisa melenyapkan negara dengan kekuatan ini..??” tanya Rio yang penasaran.
__ADS_1
“Tentu saja kau bisa, tetapi kau membutuhkan jutaan kali energy sihir dari yang kau gunakan tadi” kata Batara Kala.
“Hmmm… itu bukan artinya sama sekali tidak mungkin bukan” kata Rio, dia menyadari kalau dirinya tidak mungkin dapat menggunakan kekuatan lubang kerakusan tersebut setiap waktu.
“Bagus kalau kau tahu, sekarang kau bisa keluar dari tempat ini, tetapi jangan harap bisa menggunakan pemanggilan sebelum kau bisa keluar dari area pegunungan ini” kata Batar Kala.
“Haaaaaah…. Ini akan menjadi perjalanan pulang yang melelahkan” kata Rio, ketika dia melihat kembali jalan pulang yang harus dia lalui.
Lalu selama setengah hari Rio berjalan naik turun gunung dengan cepat, dan juga karena tubuhnya telah diperbahrui oleh Batara Kala dirinya menjadi lebih kuat dan lebih cepat lagi menuruni gunung berapi tersebut. Dan esok paginya dia terbang kembali ketempat persembunyiannya ‘Trraanggss…” dan ketika dia melihat kedalam gudang tua miliknya telah berubah 180 derajat dari sebelumnya, sudah ada banyak perabotan yang lengkap dan bahkan gudan tersebut telah dibersihkan sepenuhnya dan dicat dindingnya menjadi lebih cantik dari sebelumnya.
“Hahaha… mereka ini, sialan padahal aku sudah berusaha untuk tidak terikat terlalu dalam dengan mereka, tetapi tampaknya hati manusia itu terlalu lemah bukan” kata Rio, dia melihat sebuah poster didinding yang bertuliskan “Selamat Datang Kembali” dan dari tulisan itu Rio mulai sedikit demi sedikit membuka hatinya.
“kelihatannya kedua suadara gila itu akan mulai bergerak” kata Angga yang mana melihat dari jarak jauh.
“Apa kau akan menghalangi mereka kali ini, Angga…??” tanya Rudra.
“Tidak tetapi mungkin aku akan memberikan orang bernama Rio itu sedikit bantuan” kata Angga, dia lalu terbang dengan cepat menggunakan kekuatan angin miliknya.
Sementara itu disisi lain dengan menaiki raksasa yang mana wajahnya tertutupi oleh kabut Akill dan Killa mendarat disuatu bukit yang sangat dekat dengan kontrakan Rio dulunya.
__ADS_1
“Disini tempatnya, aku bisa merasakan bau kematian yang lumayan cukup lama ada disini” kata Killa.
“Kalau begitu kita gunakan sihir milikmu dan tanya pada seluruh penduduk disekitar sini” kata Akilla.
“Srraaaaahh…” dari mulut Killa lalu keluarlah semacam kabut yang sama dengan kabut yang menutupi tubuh sang raksasa tersebut, dan kabut itu menjalar mengarah ke pemukiman warga dengan sangat cepat. Para warga yang menghirup kabut tersebut tiba-tiba saja berubah menjadi orang linglung dan mejalani aktifitas mereka seperti biasa-biasa saja, tetapi disaat kedua saudara kembar itu bertanya kepada mereka para warga menjawab semua yang mereka tanyakan tampa mencurigai ataupun bertanya tentang identitas mereka berdua.
“Kita sudah mendapatkan hasilnya, tetapi aku tidak menyangka orang yang bernama Rio ini akan muncul sekarang” kata Akilla.
“Benar sudah cukup lama, dia menjadi salah satu yang berhasil selamat dari upacara penumbalan pamannya, bisa dibilang anak ini cukup beruntung dan jika dia memiliki aplikasi DS Game maka besar kemungkinan dia mencoba untuk balas dendam” kata Killa yang menebak semua niat dari Rio.
“Baru beberapa minggu dia pindah, itu artinya dia baru beberapa minggu menjadi pengguna aplikasi DS Game dan bisa mengalahkan Hunter, kelihatannya dia punya beberapa rahasia” kata Akilla.
“Tidak perlu menebak-nebak, ada kemungkinan dia memiliki hubungan dengan raja iblis atau sosok dewa yang kuat, tapi walaupun begitu dia tetap akan mati ditangan kita” kata Killa, “Trriinggss…” dia memanggil lagi raksasa miliknya dan dengan cepat keduanya melompot kepundak raksasa tersebut, tetapi kali ini mereka tidak pergi berkeliling lagi karena mereka sekarang sudah tahu siapa yang akan mereka incar karena itulah mereka akan menyiapkan arena untuk mereka bertarung sampai mati.
Penjelasan : masyarakat jawa percaya bahwa kalau terjadi gerhana matahari itu semua disebabkan oleh Batara Kala, itu semua terjadi karena sebuah legenda yang mana menceritakan kalau Batara Kala pada saat itu diam-diam mencuri air abadi. Namun aksi pencuriannya itu diketahui oleh Batara Surya ( Dewa matahari ) dan Batara Candra ( Dewa bulan ) dan dengan cepat mereka bedua melaprkan perbuatan dari Batara Kala, sebelum Batara Kala menelan air keabadian Batara Wisnu langsung muncul diutus Batara Guru dan langsung menebas batang leher Batara kala.
Tubuh Batara Kala jatuh ke bumi sementara kepalanya tetap melayang di angkasa, karena itu Batara Kala sangat murka dan dendam pada Batara Surya dan Batara Candra, lalu pada saat itu Batara Kala selalu mencoba untuk menelan kedua dewa itu setiap ada kesempatan.
Bersambung…..
__ADS_1