Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 98 Rencana tersembunyi bagian 2


__ADS_3

Adam yang melihat hal itu langsung menyerang menggunakan pedang besarnya kearah selah-selah armor dari ketua serikat tersebut, “Crrastt…” serangan pedang itu langsung membuat salah satu kaki dari ketua serikat tersebut terluka parah.


“Grraaahh….” Lalu menggunakan kekuatan ototnya ketua serikat tersebut lalu melepaskan dirinya dari ikatan cambukkan milik Rio.


“Sialan dia dapat melepaskannya” pikir Rio.


“Rooaaarr…” ketua serikat itu lalu mengarahkan serangan pukulan kearah Adam, namun dengan cepat Adam menggubah pedang miiknya menjadi sebuah perisai besar “Buumssh…” lalu dengan menggunakan perisai tengkorak tersebut Adam dapat menahan pukulan dari ketua serikat tersebut.


Rio sendiri langsung memilih bergerak didalam bayangan untuk mengincar sebuah kesemapatan untuk menyerang, “Srrraahhss….” Dia bergerak dengan cepat didalam bayangan seperti sesosok ular yang mengincar mangsanya.


“Grrrr… kau bisa menahannya, lalu kenapa akan aku pukul lagi sampai hancur” kata ketua serikat tersebut, “Buumssh… Buumssh… Buumssh…” serangan pukulan bertubi-tubi lalu dilancarkan oleh ketua serikat itu.


“Krraaks…” dan karena serangan terus menerus beberapa tulang dari Jerongkang menjadi retak dan hampir hancur, “Crrrassk….” Melihat sebuah celah Rio langsung menembakkan anak panah crosbow miliknya kearah mata dari ketua serikat pencari kebenaran tersebut, “Crrasst…” dan serangan panah itu lalu tepat sasaran kearah mata ketua serikat kebenaran itu.


“GAAAAHHKK…” kesakitan karena racun diujung anak panah tersebut ketua serikat pencari kebenaran itu menjerit kesakitan, dan lalu berusaha untuk mencabut anak panah itu dari matanya.


Melihat hal itu Adam langsung mundur menjaga jarak dari ketua serikat tersebut, dan menggunakan sihir miliknya untuk memulihkan tulang-tulang milik Jerongkang, “Srrraahhkk…” Rio lalu bergerak dari dalam bayangan dan menghampiri Adam.


“Yoo… punya tetua ke 4 punya ide untuk menghabisi monster gila itu” kata Rio yang melihat kalau tubuh dari ketua serikat tersebut mulai pulih dari setiap serangan yang dilancarkan tadi.

__ADS_1


Adam lalu melihat kembali kearah ketua serikat tersebut, lalu dia melihat kearah armor prajurit wayang yang dipakai ketua serikat itu dan dari dalam armor tersebut perlahan-lahan muncul sebuah asap keunguan yang kecil. Melihat hal tersebut tetua ke 4 Adam hanya tersenyum kecil karena kelihatannya rencana miliknya telah berjalan dengan lancar.


“Kau tidak perlu bingung, untuk mengalahkannya hanya masalah waktu saja” kata Adam.


“Serius kau kawan kau benar-benar punya rencana tersembunyi bukan, karena kalau tidak itu artinya akan mati sia-sia disini” kata Rio.


“Wuusshh…” Adam lalu melemparkan perisai tulang miliknya dan “Crrakks…” lalu perisai tulang milik Adam langsung tercerai berai, “Krraaskk…” dan berhenti diudara lalu merubah bentuk menjadi beberapa senjata tulang yang berbeda-beda. Adam lalu mengambil senjata tombak tulang yang melayang tersebut dan “Fuussh…” dengan satu gerakan tangannya setiap senjata yang terbang tersebut lalu melesat kearah ketua serikat tersebut.


Melihat senjata-senjata tersebut berterbangan kearah dirinya ketua serikat itu langsung menggunakan kedua tangannya untuk menangkis serangan senjata-senjata yang melesat itu, “Trraanggs… Trraanggs… Trraanggs…” serangan dari setiap senjata tersebut dihadang dengan mudahnya oleh ketua serikat tersebut hanya dengan menggunakan kedua tangannya.


“Kalian tidak akan mungkin bisa mengalahkan diriku” kata ketua serikat tersebut, tetapi pada saat dirinya melihat kearah Rio dan Adam mereka sudah tidak ada ditempat mereka.


“Gaaaahhkk….” Ketua serika pencari kebenaran tersebut langsung kesakitan karena serangan bola api milik Rio langsung mengarah kearah kepalanya, luka dari anak panah milik Rio tersebut langsung terbakar dan mempercepat racun yang ada diujung anak panahnya.


“Hahaha… rasakan itu” kata Rio, “Crraakss…” lalu selagi ketua serikat itu sedang kesakitan dia telah mempersiapkan tembakan dari anak panahnya “Crraasstt…” dan Rio menembakkan ketiga anak panah kearah kepala ketua serikat itu.


“Trraanggss… Trraanggss… Trraanggss…” namun ketiganya dapat ditahan menggunakan tangan kanan dari ketua serikat pencari kebenaran tersebut, dia lalu melihat Rio dengan tatapan penuh amarah “Buuushh…” dan langsung melesat dengan sangat cepat kearah Rio. “Crraak… Trraak…” melihat kalau dirinya tidak bisa menghindari serangan tersebut Rio langsung menghentikan waktu dan bergerak mundur beberapa langkah, setelah itu dia mengembalikan waktu seperti semula “Trrak… Crraak…” lalu sebuah serangan tinju dilancarkan oleh ketua serikat itu “Buummsshh…” serangannya sangat kuat sampai membuat tanah hancur dan menyebarkan tabir asap kesekitar mereka.


“Hmm… dimana dia, bukannya tadi ada disini” kata ketua serikat pencari kebenaran itu, dia kebingungan melihat Rio yang sama sekali sudah tidak ada didepannya.

__ADS_1


“Kau melihat kearah mana” kata Rio yang menyerang dari samping dan “Srrasshh…” melukai leher ketua serikat tersebut yang mana tidak memiliki perlindungan dari armor prajurit wayang.


“Grrrr…. Rooaarr…” marah karena itu ketua serikat itu langsung mengarah serangan tendangan kearah Rio “Buusskkk….” Namun dengan cepat Adam bergerak membantu Rio dengan menahan tendangannya menggunakan perisai tulang miliknya.


“Kelihatannya kau melupakanku, aku jadi agak sedih ayah” kata Adam, “Sssshhaaahh…” dari perisai miliknya lalu muncul kabut asap yang mana menutupi seluruh area disekitar sana.


“Wuussh… Fuussh… Wuussh…” melihat asap tebal itu ketua serikat pencari kebenaran itu lalu mencoba meniup asap tersebut menggunakan tangannya tetapi, “Krrraahh… Trraakkss…” dari balik asap tersebut ratusan tangan tulang berulang langsung memegang kakinya dan membuat dirinya tidak bisa bergerak.


“Gaaah… kau pikir tulang-tulang lemah ini bisa menghentikanku” kata ketua serikat pencari kebenaran tersebut, “Buumsskk…” dengan satu hentakan kaki dari dirinya dia menghancurkan ratusan tangan tulang yang memegang kakinya barusan.


Setelah hancur tangan-tangan tulang tersebut menghilang didalam kabut asap tersebut, “Krrraakkss…” lalu dari sebelah kiri dirinya muncul sebuah tangan tengkorak raksasa yang mana menangkap seluruh tubuhnya, “Krraakss…” tubuh dari ketua serikat tersebut tertangkap dan lalu “Wuussh…” dilemparkan begitu saja dengan kuatnya.


“Bummsskk… Bummsskk… Bummsskk…” ketua serikat tersebut terhempas lumayan agak jauh dan disaat dia berdiri dia melihat sesosok tengkorak raksasa yang mana adalah hantu Jerangkong, hantu tersebut memiliki tubuh yang sangat besar setinggi 15 meter dengan setengah tubuh bawahnya tertutupi oleh kabut asap. “Kraak. Taktaktaktak…” Jerangkong lalu menggetarkan mulutnya ketika melihat ketua serikat tersebut, “Buumssh… Buumssh… Buumssh…” dan menggunakan kedua tangannya untuk berjalan mendekati ketua serikat tersebut.


“Maju kau tengkorak rapuh” kata ketua serikat tersebut, “Buumssh…” dia lalu menggunakan tangannya untuk menggemgam sebuah batu besar “Drraaasskk…” dan mengangkatnya dengan sebelah tangannya, “Wuusssh…” lalu batu besar tersebut dilemparkan tepat kearah kepala Jerangkong raksasa tersebut.


Bersambung…..


Berikan dukungan kalian semua dengan cara Like, Komen, Giff dan Vote yah, agar novel ini terus lanjut dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok....

__ADS_1


__ADS_2