
Setelah terkena tembakan dari lima bola api besar dari Rio sang Roh pendendam raksasa itu lalu mulai terlihat terluka parah, beberap tubuhnya lalu hampir lenyap karena luka api dari tehnik sihir Rio sangat berbanding terbalik denga kekuatan negatif milik Roh pendendam raksasa itu. “Brruukkss… Drruukk…” melihat sebuah kesempatan Dion lalu langsung dengan cepat kembali mendekati Roh pendendam raksasa itu, “Crraangg… Trraanggs…” dia kemudian mengubah tombak milik dan melemparkannya keudara lalu menggunakan tehnik telekinisis miliknya Dion memegang sebuah Balista raksasa yang melayang diatas udara, “Krraaakk… Trraasstt…” sebuah tembakan kuat dari panah Balista emas yang diciptakan oleh Dion mengarah langsung ke bagian jantung dari Roh pendendam raksasa itu “Crraasst…” dan dengan tembakkan tersebut sang Roh pendendam raksasa itu jatuh kembali.
“Apa dia berhasil ???” kata Rio.
“Tidak dia masih belum mati” kata Garuda.
“Grraaahh…. Rooaarrr….” Roh pendendam raksasa itu lalu berteriak dan dalam sekejab seluruh mahluk panggilan para kontestan lainnya langsung mundur kembali kealam mereka, itu semua disebabkan oleh kekuatan teriakannya yang mana memberikan ilusi kematian bagi siapapun yang mendengarkannya.
“Grrrr…. Tetap bertahan” kata Dion yang berada sangat dekat dengan roh pendendam raksasa tersebut, “Crraanggss… Krraanggss… Trraanggss…” dia mengubah Balista yang melayang diatasnya dan mengubahnya menjadi tiga buah perisai untuk melindunginya dari suara kematian tersebut.
Melihat kalau Dion sedang kesulitan Rio langsung mengeluarkan Crosbow miliknya dan berencana untuk menyerang Roh pendendam raksasa tersebut, “Wuusshh…” bersama Garuda disebelahnya dia menyerangi setiap tubuh dari raksasa itu “Crrunggss… Crrunggss… Crrunggss… Crrasstt… Crrasstt… Crrasstt…” setiap tembakan dari Crosbow milik Rio mengenai tepat ditubuh Roh pendendam raksasa yang sanga besar tersebut, tetapi serangan Rio terlalu kecil kerusakannya untuk bisa melukai Roh pendendam raksasa “Crraasstt…” sementara itu Garuda yang mana menajamkan cakarnya secara cepat langsung menuju ketempat Rio menembakkan anak panahnya. “Crrasstt… Krrasstt… Trraasst…” dengan cepat Garuda melukai setiap tempat yang mana ditandai oleh Rio menggunakan anak panahnya barusan, dan benar saja setiap serangan dari Garuda membuat Roh pendendam raksasa tersebut melemah, itu semua karena kekuatan fisik Garuda yang sangat kuat dan juga ketepatan Rio yang mana berhasil melihat setipa kelemahan dari tubuh Roh raksasa pendendam tersebut.
“Bagus… kelihatannya kekuatannya sudah berkurang cukup banyak, sekarang tinggal hancurkan kepalanya dan semuanya akan selesai” kata Rio, dia kemudian menggunakan sihir apinya yang mana memakai 50 tetes darah “Buurrnn…” lalu dia memasukkan api sihir miliknya kedalam anak panah di Crosbow yang ada ditangan kanannya.
“Crruunnggss….” Dan ketika Rio menembakkan anak panah tersebut “Swuusshh…” dengan cepat Roh pendendam raksasa itu menggunakan telapak tangan kanannya untuk menghalangi serangan tembakkan itu, “Booommsshh…” dan dari anak panah itu sebuah ledakan api yang sangat besar muncul dan menghancurkan telapak tangan dari Roh pendendam raksasa tersebut, “Krrieeekk…” melihat kalau serangan tuannya gagal Garuda dengan cepat langsung terbang kearah kepala Roh pendendam raksasa itu “Wuusshh…” dia sangat cepat sampai-sampai tidak ada yang bisa menghentikannya, “Crrasstt… Krrasstt… Trraasstt…” dan menggunakan kedua cakaran lalu sayapnya dia memberikan serangan kuat ke arah kepala Roh pendendam raksasa itu.
__ADS_1
“Grrraaaahhhh….” Menjerit karena kesakitan membuat Roh pendendam raksasa itu kehilangan kendalinya pada beberapa roh gentayangan yang ada didalam tubuhnya, melihat hal itu Dion yang mana sudah pulih dari serangan teriakan kematian tersebut langsung melompat menggunakan Barong ( Naga ) “Buusshh…” dan dengan lompatan tinggi itu, “Boomsshh…. Boomsshh…. Boomsshh….” Barong ( Naga ) menembakkan beberapa bola cahaya energy kearah Roh pendendam raksasa itu sebagai balasan serangan teriakannya tadi. Sementara itu Dion yang mana sedang menggenggam sebuah pasir emas “Crraanggss… Trranggss…” menggunakan kekuatan Naga Besuki untuk menciptkan beberapa senjata “Wuusshh…” dan dengan kekuata telekinesis milik Dion dia melemparkan senjata-senjata emas tersebut dengan cepatnya kearah Roh pendendam raksasa tersebut.
“Trraasskk… Krrasskk… Srrassttkk…” serangan tusukan dari banyak senjata emas yang mana sangat berat dan juga kuat membuat Roh pendendam raksasa tersebut mulai kehilangan wujudnya, lalu Garuda langsung terbang menukik keatas dengan cepat “Wussh… Wuussh…” dan menggunakan sayapnya dia mulai mengendalikan udara yang ada disekitarnya. “Buusssshhh….” Lalu sebuah tornado tercipta dari kepakan sayap Garuda dan mengarah langsung ketubuh Roh pendendam raksasa tersebut, “Gaaaaahh…..” terkena banyak serangan dari berbagai arah membuat tubuh dari Roh raksas pendendam itu mulai hancur dan satu persatu roh-roh gentayangan yang mana menyatu didalam dirinya mulai keluar “Hooaaahh…” para roh-roh yang mana telah terpisah langsung lenyap karena telah kehilangan kekuatannya.
“Haaah… aku rasa ini sudah selesai bukan” kata Rio yang mana melihat kalau para roh-roh tersebut mulai menghilang.
“Hahahaha…. tampaknya kita tidak bisa tahu siapa yang peringkat pertama kali ini” kata Dion, “Trriinggss…” dia lalu mengembalikan Barong ( Naga ) kembali kealamnya.
“Bukannya sudah jelas kalau akulah yang akan menjadi peringkat pertama lagi” kata Rio yang mana menyombongkan dirinya sendiri.
“Haaah… dasar laki-laki, mereka gak mau mengalah satu sama lain” kata Luna yang mana melihat Rio dan Dion sedang berkompetisi.
Cahaya lalu muncul dan menyelimuti para partisipan ujian yang ada dan terlihat memindahkan para partispan keluar dari dimensi tersebut, semuanya dipindahkan terkecuali para mayat yang mana dianggap gagal dalam ujian kali ini. Aji yang mana melihat Rio langsung dengan cepat berlari kearah Rio dan yang lainnya, dia terlihat kelelahan karena berlarian.
“Tuan Rio tolong biarkan aku masuk kedalam kelompokmu” kata Aji yang mana mengetahui kalau Rio sedang membuat sebuah kelompok.
__ADS_1
“Hmm… ok aku akan menerimamu didalam kelompokku” kata Rio, “Ping-ping” lalu dia menambahkan Aji kedalam kelompoknya lewat aplikasi DS Game.
“Terimakasih banyak, dengan ini aku memiliki harapan untuk betahan hidup” kata Aji yang mana merasa sangat bersyukur bisa masuk kedalam kelompok milik Rio.
“Hahahah…. Kau terlalu berlibahan, Hmmm… kalau kau bagaimana apa kau mau bergabung didalam kelompokku” kata Rio yang mana menawarkan Dion untuk masuk kedalam kelompoknya.
“Hmmm… Maaf tetapi aku sama sekali tidak suka berada dibawah orang lain, lagi pula aku memiliki kelompok kecil yang masih membutuhkanku sebagai ketua mereka” kata Dion, dia menolak permintaan dari Rio namun itu bukan berarti mereka tidak akan bertemu lagi karena jika mereka bertemu lagi maka mereka bisa menjadi musuh didalam pertarungan berikutnya.
“Terserah kau saja, tetapi aku harap kau tidak menyesal nantinya” kata Rio yang mana berusaha mengejek Dion.
“Haahahah… aku lebih menyesal tidak bisa membungkam mulutmu yang tajam itu” kata Dion.
“Trriinggsss….” Lalu mereka semua yang ada disana langsung dipindahkan dari dimensi tersebut, “Gaaahh…” kemudian setelah para partisipan ujian yang ada telah pergi para siluman-siluman yang kelaparan disana mulai mencari-cari sisa-sisa mayat yang ada didalam kastil tersebut, dan disana mereka melihat cukup banyak mayat yang dapat mereka makan. “Crrasstt… Srrasstt…” namun disaat siluman-siluman itu berusaha memakan salah satu mayat yang ada disana, boneka ksatria tiba-tiba saja bergerak dan menggunakan pedangnya untuk membunuh para siluman tersebut.
“Rio… tunggu saja… aku pasti akan membalasmu…” kata Adelia yang mana roh miliknya telah berpindah kedalam tubuh boneka ksatria tersebut.
__ADS_1
Bersambung….