
Disaat itu Rio bersama beberapa kelompok yang lainnya mulai menyebar, mereka mengincar para siluman yang mana berusia ribuan tahun ditempat tersebut, itu semua karena siluman berusia 10.000 tahun tersebut mengeluarkan aura yang luar biasa dan membuat para siluman menjadi patuh pada dirinya. Karena itulah Rezza mengatakan pada beberapa kelompok untuk menahan atau mengalahkan siluman-siluman tersebut, itu semua demi mengurangi kekuatan dari siluman berusia 10.000 tahun tersebut.
“Incaran kita kali ini adalah sesosok siluman berusia 3.000 tahun, yang mana adalah siluman kucing” kata Rio.
“Hmm… jadi lawan kita adalah kucing yah, aku penasaran haruskah kita menggunakan api untuk melawannya…??” kata Luna.
“Maksudmu sesuatu tentang kucing yang tidak tahan dengan panas itu” kata Dion.
“Yap… bahkan siluman singa peliharaan Rio tidak bisa memakan daging yang aku bakar, nampaknya lediah kucing mereka memang ada benarnya” kata Luna.
“Itu karena daging yang kau bakar dengan bumbu aneh, jadi tidak mungkin mereka akan mau memakan racun itu” pikir Rio yang mana melihat kearah Luna.
“Hmmm… Rio apa kau memikirkan hal yang aneh tadi” kata Luna yang memiliki insting setajam pisau.
“Eeeh… tidak-tidak ada, aku hanya merasa kalau siluman kucing ini akan berbeda dari siluman yang lainnya, jadi lebih baik kalian berhati-hati” kata Rio.
“Kenapa…?? Apa kau mendepatkan informasi dari si Rezza itu…??” kata Dion.
“Yah… kelihatannya siluman kucing itu memiliki kemampuan sihir ilusi” kata Rio.
Dan ketika mereka telah sampai disana mereka melihat sesuatu yang tidak terduga, dan itu adalah sebuah mayat siluman kucing yang mana telah terbunuh dengan tubuhnya yang terbelah menjadi dua. Melihat hal itu Rio langsung memasang kewaspadaannya dan melihat kesekitarnya, akan tetapi dia sama sekali tidak merasakan hawa keberadaan dari orang lain selain Luna dan Dion didekatnya.
“Wusskk…” lalu secara tiba-tiba sesosok perempuan yang mana menggunaka pakaian serba putih muncul ditengah-tengah mereka, “Srringgs…” dengan pedang katana ditangan kanannya dan “Wuusshk…” pedang tersebut lalu mengarah kearah leher Rio yang mana saat itu tidak sanggup untuk bereaksi. “Crrakk… trraanggs…” Rio lalu menggunakan kekuatan Batara Kala untuk menghentikan waktu untuk beberapa detik, lalu dengan cepat Rio langsung melompat kearah belakang dirinya.
“Burrnn…” lalu ketika waktu telah kembali semula Rio langsung menggunakan sihir api miliknya, “Wuussh…” dan melemparkan bola api kearah perempuan tersebut. Akan tetapi ketika bola api milik Rio mengenai tubuh perempuan itu “Ssyyaahhkk…” tubuhnya menghilang bagaikan asap dan menembus bola api tersebut, bola api itu lalu mengarah ke Luna dan dengan cepat “Fuussh…” dihilangkan oleh Rio.
“Kau lengah” kata perempuan itu yang mana telah berada dibelakang Rio.
__ADS_1
“Srrasstt…” dengan sayatan pedang katana miliknya perempuan itu berhasil melukai pundak Rio, “Glluuppss…” setelah terkena tebasan Rio lalu memunculkan bola air beracun dari tangan kirinya dan melemparkan semprotan air beracun tersebut kearah perempuan itu. “Wuush… Fuussh…” perempuan itu menghindari air beracun tersebut dengan salto kebelakang, akan tetapi air beracun milik Rio langsung menyebar kearahnya dan akan mengenai tubuhnya.
“Sekarang kau yang kena” kata Rio.
“Api rubah” kata perempuan tersebut, “Buurnn…” sebuah api berbentuk rubah lalu muncul, “Wuusshkk… Burrnn…” dan dengan cepat membakar setiap air beracun yang mendekati perempuan tersebut.
“Guuhhkk… sialan aku tidak bisa mengenainya” pikir Rio yang merasakan kesakitan pada pundaknya.
“Kau tidak apa-apa….??” Kata Dion, dia lalu melihat pundak Rio dan terkejut dengan apa yang dia lihat.
“Apa yang terjadi…?? Tulisan apa itu” kata Luna.
Pundak Rio yang mana tertebas tadi memunculkan sebuah tato yang berbentuk tulisan-tulisan kuno, dan tulisan tersebut bergerak sedikit demi sedikit menyebar keseluruh tubuh Rio.
“Kau suka dengan hadiahku” kata perempuan itu.
“Hmm… aku hanya menebasmu dengan senjata terkutuk ini, dia adalah sebuah alat sihir yang mana akan mengutuk siapapun yang ditebasnya dan membunuh yang dia kutuk cepat atau lambat” kata perempuan itu.
“Dasa wanita sialan, beraninya kau” kata Dion, “Crrangg… Trranggs…” dia menciptakan sebuah tombak emas menggunakan kekuatan naga besuki dan kemudian, “Wuussh…” dengan kekuatan lengan miliknya dia melemparkan tombak tersebut kearah perempuan itu.
“Syyaahh….” Akan tetapi saat tombak emas milik Dion mengenai tubuhnya, perempuan itu langsung menghilang bagaikan asap dan muncul ditempat yang lain.
“Apa itu tadi…?? Itu nampak mirib seperti tehnik ilusi” pikir Dion yang mana melihat kemampuan perempuan tersebut.
“Sebaiknya kau cepat-cepat mengamankan kutukan itu, karena jika tidak maka kutukannya akan menjalar kearah jantungmu dan kau akan mati” kata perempua tersebut.
“Wuusshkk…” dia lalu langsung pergi dari sana meninggalkan mereka bertiga.
__ADS_1
“Wanita sialan itu, akan kubawa kembali dia sekarang juga” kata Luna yang mana ingin mengejar perempuan tersebut.
“Jangan dikejar, aku yakin itu adalah salah satu dari perangkapnya” kata Rio.
“Tetapi jika kita tidak mengejar dirinya, bagaimana bisa kita menyembuhkan kutukanmu…??” kata Luna.
“Jangan khawatir masalah itu, aku punya caraku sendiri” kata Rio.
Sementara itu disisi lain Rezza sedang bertarung bersama kelompok lainnya untuk menghadapi siluman berusia 10.000 tahun tersebut, “Trraasskk… Trraasskk…” dengan kekuatan petir miliknya Rezza membuat siluman berusia 10.000 tahun itu menjadi kesakitan dan terlihat tidak dapat menghadapi dirinya.
“Manusia sialan, beraninya kalian menyerangku” kata siluman tikus tanah berusia 10.000 tahun tersebut.
Dia dapat dihajar oleh Rezza karena kekuatan element petir milik Rezza yang mana menghancurkan element tanah siluman tersebut, dan juga kekuatan petir milik Rezza adalah petir dari dewa Indra yang mana adalah salah satu dari petir surgawi.
“Bagus dengan begini aku yakin kita dapat mengalahkannya” pikir Rezza.
Sebelumnya ketika dia pertama kali menghadapi siluman tikus tanah tersebut, dia dihalangi oleh para siluman berusia ratusan sampai ribuan tahun yang lainnya, dan dengan sejumlah siluman yang banyak tersebut Rezza tidak punya pilihan lain selain mundur untuk sementara waktu. Dan karena itulah dia meminta pertolongan dari dewa Indra untuk membantu dirinya, Indra yang mana melihat Rezza tersebut langsung memberikan dia beberapa koint emas dan juga beberapa alat sihir tingkat atas.
Dengan modal yang banyak dari Indra membuat Rezza memiliki sebuah ide yang mana akan membuat beberapa kelompok bekerja untuknya, dan beberapa kelompok tersebut benar-benar telah melakukan tugasnya dengan cara menghadang para siluman berusia ribuan tahun yang lainnya.
“Ketua Rezza, kelihatannya hanya ada beberapa kelompok yang dapat kembali, apakah tidak apa-apa membiarkan mereka mati seperti ini” kata salah satu anggota serikta Rezza.
“Itu tidak apa-apa, lagipula merekalah yang menerima misi ini, kita tidak memiliki tanggung jawab apapun jika mereka mati disini” kata Rezza.
“Rooaarr…” mendengarkan ucapan Rezza tersebut tikus tanah berusia 10.000 tahun itu langsung tahu kalau para bawahannya tidak akan datang, dia lalu langsung menggunakan sihir miliknya dan membuat tanah bergetar, “Trraakk… Buusskk…” tanah-tanah yang dibawah kakinya langsung retak dan hancur lalu berubah menjadi puluhan tombak tanah yang mana menyerang kelompok Rezza yang menyerang dirinya.
“Matilah kalian para manusia sombong….” Kata tikus tanah berusia 10.000 tahun tersebut.
__ADS_1
Bersambung…….