Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 398 Formasi cahaya pengekang waktu


__ADS_3

Di lautan alam semesta yang luasnya tidak bisa dihitung tersebut, “Fusshkk...” dengan cepat sosok entitas tingkat tinggi langsung terbang melewati berbagai dunia, dia terbang dengan kecepatan yang melewati cahaya dan disana dia berhenti kemudian menyebarkan kekuatannya. Saat itu kekuatan dari energy waktu mulai meluas dan disana Batara Kala telah bersiap untuk melaksanakan tugasnya, saat itu Batara Kala yang mana mengeluarkan kekuatan energy kedewaannya terlihat sangat kesal.


“Sialan padahal aku ini adalah dewa dan dia dulunya adalah orang yang mendapatkan sponsor kekuatanku, tetapi kenapa bisa jadi begini” pikir Batara Kala.


Pada saat itu Rio mendatangi Batara Kala untuk membantunya dalam peperangan melawan Gilang, dan disana Batara Kala sudah sangat bersiap untuk maju kemedan perang, adrenalinnya mengamuk dan dia sangat ingin melampiaskan perasaannya yang mengebu-gebu di medan perang tersebut. Akan tetapi pada saat itu juga Batara Kala terdiam karena apa yang di beritahukan oleh Rio, dia menerima misi dari Rio untuk bisa pergi ketempat yang ditentukan oleh Rio, dan dengan wajah yang penuh amarah Batara Kala terpaksa mematuhi perkataan Rio karena pada saat itu Rio sudah bersiap dengan Lemegeton ditangan kanannya.


“Hahaha... nampaknya kau sangat tidak suka disuruh bekerja kasar seperti ini”


Secara tiba-tiba suara seorang kakek tua terdengar di kepala Batara Kala, dan suara itu semakin membuat Batara Kala kesal.


“Diamlah kakek Cronous, apa kau juga tidak masalah dia memerintahkanmu untuk melakukan pekerjaan membosankan seperti ini”


Di tempat yang mana sangat berlawanan dari Batara Kala, dia telah berdiri tegak dengan energy dewa waktu yang agung miliknya, dan saat itu Cronous hanya tersenyum sambil menjawab perkataan dari Batara Kala.


“Hahaha... memangnya kenapa, lagi pula kalaupun aku kesal tidak mungkin juga aku bisa mengelahakannya”


“Justru ini adalah hal yang bagus untuk kita”


Mendengarkan perkataan dari Cronous tadi Batara Kala langsung terheran.


“Apa maksudmu dengna bagus itu...??”


Saat itu juga Cronous tersenyum licik dan mengeluarkan sedikit aura gelap di kekuatan dewa miliknya.


“Maksudku adalah dia sekarang ini akan berhutang dengan kita, dan kalau semisalnya dia menang melawan mahluk monster itu maka aku yakin akan ada keuntungan yang besar yang bisa kita dapatkan”


Pada saat itu Batara Kala mulai mencerna perkataan dari Cronous barusan dan dia juga langsung tersenyum jahat setelah memikirkan perkataan tersebut.

__ADS_1


“Heheh... kau benar juga, bagaimanapun dia adalah raja manusia sekarang ini”


“Mau tidak mau dia juga harus membayar bantuan kita”


Pada saat itu kedua dewa itu berpikiran licik dan berharap kalau Rio akan membalas kerjakeras mereka, dan “Trrassk...” disaat itu juga petir dari arah yang mana juga sama jauhnya dengan mereka berdua langsung muncul.


“Grrr... dasar manusia sialan, akan aku bunuh dia setelah ini semua selesai”


Pada saat itu suara dewa ketiga muncul dengan perasaan marah yang besar, dan dengan kekuatan petir surgawi yang kuat menunjukkan jati dirinya sendiri sebagai Zeus pimpinan dewa dari fraksi aliansi Olimpus. Dan mendengarkan putranya yang mana marah-marah kepada Rio hanya bisa membuat Cronous tersenyum sambil menahan tawa, dia tidak menyangka kalau putranya yang mana adalah dewa paling sombong dan juga paling liar diantara dewa lainnya tunduk pada perintah manusia.


“Hehehe... Zeus yang agung, tidak kusangka kau juga terjebak di dalam rencana ini”


Kata-kata Cronous saat itu sangat menusuk Zeus dan dia langsung terpancing amarahnya pada Cronous.


“Yoo... orang tua, tidak aku sangka kau berani menampakkan wajahmu, apa kau tidak takut aku menghajarmu seperti saat Giganto Macia dulu”


“Dasar anak durhaka, kau masih juga mengungkit masa lalu rupanya”


“Kalau kau memang ingin bertarung denganku maka setelah ini selesai ayo kita tuntaskan segalanya”


Kedua dewa dari mitologi Yunani tersebut kemudian saling cekcok satu sama lainnya, dan perkataan mereka sangat tajam bahkan membuat Batara Kala yang mana mendengarkan mereka berdua bertengkar menjadi kesal sendiri. Akan tetapi pada saat itu Batara Kala tahu kalau dirinya tidak bisa mengalahkan salah satu dari kedua dewa tersebut, namun pada saat itu juga “Trringg...” Batara Kala bisa merasakan jejak kekuatan pengendali waktu yang mana ada di dalam tubuh Rio.


“Kalian berdua diamlah, aku bisa merasakannya bahwa pertempurannya telah memanas”


Saat Batara Kala ankat bicara “Tinggs...” Zeus dan juga Cronous menggunakan mata dewa milik mereka untuk melihat kearah medan peperangan, pada saat itu mereka melihat ada banyak dewa dan juga raja iblis yang mana kesulitan melawan para monster-monster kuno yang mana dulunya adalah lawan mereka di bangkitkan kembali oleh dunia alam bawah yang mana telah di kendalikan oleh Gilang, akan tetapi saat mereka bertiga sedang mengintip “Trranggs...” Gilang dapat merasakan tatapan dari ketiga dewa tersebut dan membuat pandangan mereka langsung kabur akan medan peperangan tersebut.


Pada saat itu juga Batara Kala merasakan perih di matanya karena tatapan balik yang di berikan Gilang pada mereka

__ADS_1


“Gaahkk... apa-apaan manusia itu, untuk pertama kalinya aku melihat ada monster semacam itu”


Saat itu Batara Kala mengkedipkan matanya beberapa kali untuk memulihkannya, sementara itu Zeus dan juga Cronous terlihat baik-baik saja karena tingkatan mereka yang mana lebih tinggi dari Batara Kala. Mengetahui kondisi dari medan peperangan itu Cronous kemudian angkat bicara.


“Sepertinya sudah waktunya kita menjalankan rencananya”


Mendengarkan pertakaan dari Cronous, Batara Kala dan juga Zeus langsung terkejut, itu karena seharusnya mereka di berikan tanda oleh Rio untuk mengaptifkan formasi mereka dan membuat Gilang menjadi lemah dengan kekuatan dari mereka bertiga. Saat itu Zeus menarik nafas panjang dan dengan enggan dia mengeluarkan perkataannya.


“Aku memang membenci orang tua ini, akan tetapi aku setuju dengan apa yang dia katakan”


“Sekarang ini kita tidak memiliki pilihan lain, karena sekarang medan peperangan itu sudah tertutup sepenuhnya oleh kegelapan yang keluar dari tubuh monster itu”


Sementara itu “Trrangs... Trrangs... Trrangs...” serangan demi serangan bertabrakan di medan perang tersebut, dan disana Gilang terlihat sedang santai menghadapi para raja iblis dan juga dewa yang manaa menantang dirinya. Saat itu lautan alam semesta yang gelap tersebut terpancarkan sebuah titik cahaya keemasan, dan di sana para mahluk dari berbagai alam melihat cahaya tersebut dan mereka berdoa kepadanya.


Itu adalah cahaya kekuatan yang mana di kumpulkan oleh Odin, dengan menggunakan Gungnir sebagai pusatnya dia mengumpulkan kekuatan ke dewaan miliknya dan juga para prajuritnya, dan disaat itu menggunakan mata dari Heimdal “Srraahkk...” Odin langsung bersiap dengan Gungnir ditangannya tersebut. Dengan tangannya yang mana akan hancur tersebut, “Crrast...” Odin telah bersiap untuk melemparkan Gungnir kearah Gilang.


“Apa kau sudah siap Gungnir...??”


“Hahah... kenapa kau bertanya seperti itu, aku sudah siap sejak aku di ciptakan”


Saat itu dengan senyuman diwajahnya “Funggs...” Odin langsung melemparkan Gungnir kearah Gilang, bersamaan dengan hal itu Gilang yang mana sedang melawan Cihyou “Busshkk...” memukul mundur Cihyou dengan sekali pukulannya dan melihat Gungnir yang mana terlempar kearah dirinya. Dengan senjata artefak kelas atas tersebut Gilang hanya tersenyum dia mengangkat sebelah tangan kananya dan berusaha untuk menahan serangan Gungnir tersebut.


“Dasar monster gila, aku kira bisa menghadang seranganku menggunakan tangan kosong”


Saat itu Gungnir hanya tertawa melihat kegilaan dari Gilang, akan tetapi disaat itu “Srrahkk...” asap hitam langsung keluar dari tangan Gilang dan memberikan energy aneh di sekitar dirinya.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2