Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 103 Peninggalan Perang dewa dan iblis bagian 3


__ADS_3

Sebuah bola kristal bercahaya keputihan memancarkan energy yang sangat asing dengan tangannya Rio mengambil kristal tersebut lalu meninggalkan para partisipan yang keracunan itu, melihat Rio pergi Lita, Aji dan Gio mengikuti dirinya.


“Tidak kusangka dia rupanya sangat kuat, aku rasa akan sedikit sulit untuk mengambil bola kristal itu dari tangannya” pikir Gio.


“Hei kau tunggu sebentar” kata salah satu partisipan yang keracunan tersebut.


“Kau mau apa..??” tanya Rio.


“Bisakah kau bantu kami, tubuh kami tidak bisa digerakan” kata partisipan itu.


“Trrrissshh…” Rio lalu menggunakan sihir racun miliknya “Srrraahh…” lalu menarik keluar racun yang ada didalam tubuh mereka, setelah itu Rio langsung berbalik untuk pergi dari sana. Tetapi para partisipan itu malah bersiap untuk menyerang Rio dari belakang, mengetahui hal itu Rio langsung menggunakan sihir api dan racun miliknya.


“Benar-benar tidak tahu berterimakasih” kata Rio, “Booommsshh….” Dengan api racun milik Rio dia membakar habis tubuh para partisipan itu sehingga tidak ada sisa.


“Gaaaahh…. Aaakkhh….” Api yang sangat panas bergabung dengan racun yang mematikan membuat kematian para partisipan ujian yang menyerang Rio tadi mati dengan menyedihkan dan penuh penderitaan. Gio melihat kekejaman dari Rio lalu dia berusaha untuk melarikan diri, Rio yang melihat hal tersebut hanya membiarkannya karena dia sudah menyiapkan sesuatu didalam tubuh Gio.


“Abang-abang dia udah lari tuh, apa dibiarkan aja” kata Lita, dia langsung dengan cepat membidik Gio menggunakan gelang sihir miliknya dan ingin menembak mati Gio ditempat.

__ADS_1


“Jangan kita biarkan saja dia dulu, lagi pula kita membutuhkan banyak tangan saat ini” kata Rio yang merencanakan sesuatu.


Sementara itu Gio yang mana sedang berlari karena ketakutan tersebut mulai melihat-lihat kearah belakangnya, dia memeriksa apa Rio dan rekan-rekannya mengikutinya atau tidak.


“Haah-haah… sepertinya aku tidak diikuti” kata Gio yang mana tiba-tiba berhenti ditempat yang cukup sepi.


“Srrraaasskk…” disaat dia sedang beristirahat Gio dikejutkan dengan kemunculan sesosok siluman rubah merah yang mengincar dirinya, “Grrr…” yang melihat siluman rubah itu langsung mengeluarkan sebuah pena dari kantungnya. “Srraanggss… Crrranggss…” dan ketika dia menekan tombol diatas pena tersebut dengan cepat pena itu berubah menjadi sebuah pedang silver, “Srrasstt… Crrasstt…” dengan mudahnya Gio membunuh siluman itu menggunakan pedang miliknya.


“Dasar mahluk lemah berani juga kau mengincarku” kata Gio, “Grrrr….” Lalu dia mulai merasakan hawa membunuh yang kuat berasal dari belakang dirinya.


“Boomssh… Boomssh… Boomssh…” Tiga bola api tersebut berhasil dihindari oleh Gio dengan mudahnya, tetapi kedua bola api yang tersisa tersebut langsung bergabung “Buurrnn…” dan berubah menjadi sebuah bola api besar. “BOOMMSSHH…” walaupun Gio berhasil menghindari serangan bola api besar tersebut tetap daya ledakan bola api itu sangatlah kuat, saking kuatnya Gio terlempar jauh dari tempat dia berada dan memasuki sebuah gua tersembunyi.


“Gaahhh… aduh-aduh-uduh…” teriak Gio yang kesakitan karena terhempas masuk kedalam gua dan menghantam tembok gua tersebut.


“Grrrr…. Krrr…” siluman rubah berekor lima tersebut berusaha untuk mencari keberadaan dari Gio namun karena gua tempat Gio berada tersembunyi oleh semak-semak belukar dan juga tanaman yang menyengat, hidung dari siluman rubah itu tidak dapat mendeteksi keberadaan dari Gio.


“Haaaah…. Aku selamat, tapi aku ada dimana” kata Gio yang mana menggunakan smartphone miliknya sebagai lampu penerangan.

__ADS_1


Dia lalu melihat sebuah lukisan didalam dinding gua tersebut dan disana terlihat gambar-gambar dari orang-orang, dan dari tampak lukisannya mereka adalah orang-orang jaman dulu karena masih menggunakan dedaunan sebagai pakaian. Digambar tersebut para orang suku disana hidup dengan damai dan tentram namun pada suatu ketika para orang suku yang lebih maju datang menyerang mereka untuk merampok dan menjarah, karena ketakutan mereka lalu bersembunyi disebuah gua didalam gunung.


Pada saat itu seorang gadis kecil dari para orang suku jaman dulu tersebut menemukan keberadaan sesosok raksasa yang tinggal disana, raksasa itu lalu bertanya pada gadis itu “Sedang apa kau didalam rumahku wahai anak manusia” namun gadis itu hanya diam karena ketakutan melihat wujudnya yang sangat besar dan menyeramkan. “Srringgss… Trringgs…” raksasa itu lalu menggunakan sihir miliknya untuk menenangkan gadis tersebut, melihat luka-luka ditubuhnya sembuh dalam seketika kemudian gadis itu lalu berterimakasih pada raksasa tersebut.


Gadis itu lalu menceritakan pada raksasa itu tetang desa dan sukunya yang diserangan oleh para suku lainnya yang lebih maju tersebut, raksasa itu lalu tertawa mendengarkan ucapan gadis itu karena dia mendengar kebodohan para manusia yang bertarung satu sama lain tersebut. Gadis itu lalu bertanya pada raksasa itu untuk mengajarinya sihir yang dia ketahui, raksasa itu awalnya menolak gadis tersebut tetapi karena gadis itu memohon dengan tulus raksasa itu pada akhirnya mengajarinya sihir yang dia ketahui.


Gadis tersebut lalu diajari lima sihir alam yaitu adalah : api ( kekuatan ), air ( penyembuhan ), angin ( kebebasan ),  bumi ( ketenangan ), dan petir ( kehancuran ), kelima element tersebut dapat dikuasai dengan mudahnya oleh gadis itu. Dia lalu memimpin sukunya untuk merebut kembali tanah tempat tinggal mereka, dengan sihir gadis itu menjadi tidak terkalahkan dan bahkan dia menjadi ratu pertama yang memimpin semua suku-suku didaratan tersebut.


Raksasa itu lalu melihat hal itu dari jauh menggunakan mata ilahi miliknya dan merasa kalau manusia sangatlah menarik untuk ditonton, dia lalu memberikan berkat sihir kepada beberapa manusia lagi yang mana membuat mereka menjadi lebih liar. Melihat hal itu sang gadis bertanya pada sang raksasa kenapan dirinya memberikan kekuatan pada orang lain, raksasa itu lalu menjawab “Karena itu sangat menarik untuk dilihat” kata raksasa itu, mendengat jawaban dari raksasa itu gadis itu menyadari kalau raksasa itu bukanlah dewa ataupun mahluk agung tetapi dia adalah sesosok iblis yang menyukai para manusia saling membunuh satu sama lainnya.


Gadis itu lalu menyesali karena pernah meminta bantuan pada raksasa tersebut dia lalu memohon dan memohon kepada langit untuk membantunya, para dewa lalu mendengar permohonannya tetapi mereka sudah terlambat. Tanah kekuasaannya sudah hancur karena sihir yang diajari oleh raksasa tersebut, karena marah gadis itu lalu menawarkan nyawa dan jiwanya untuk para dewa agar mereka menghukum raksasa tersebut, menjawab doa dari sang gadis para dewa lalu turun dan membuat raksasa itu dihukum selama jutaan tahun ditanah yang hancur tersebut dan membuatnya tidak bisa pergi dari gunung itu.


“Hmm…. Sisa dari lukisan ini sudah rusak, tapi kira-kira apa yang terjadi pada gadis itu aku mulai agak penasaran” kata Gio yang membaca sejarah kelam dari peperangan dewa dan iblis.


“Trriiingggss….” Gio lalu melihat sebuah cahaya didalam gua tersebut dan rupanya dia menemukan 20 buah bola kristal didalam gua tersebut, melihat hal itu Gio langsung merasa gembira tetapi dia tidak menyadari ada sesuatu yang melihat dirinya dari dekat.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2