Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 27 Kebenaran dibalik kematian


__ADS_3

Terlelap dalam tidurnya Rio mulai bermimpi tentang hari-hari masa lalu disaat keluarganya masih hidup, dia bermain dengan adiknya disebuah tempat yang mana seperti pengunungan dan disana kedua orang tuanya bersantai melihat Rio dan adiknya bermain-main digunung tersebut, namun mimpi tersebut berubah dengan sendirinya disana disaat Rio sedang bermain-main dia melihat kalau kedua orang tuanya telah menghilang begitu juga adiknya yang mana tadi bermain bersama dirinya. Mereka semua terbunuh dan dia pada saat itu hanya bisa diam melihat jasat keluarga yang dia cintai, tampa orang tua ataupun saudara seseorang yang mana menjadi paman Rio mulai mengambil alih harta dan peninggalan orang tua milik, pamanya lalu mengusir Rio dari rumahnya.


Rio kecil yang waktu itu masihlah tidak tahu apa-apa sekarat dijalanan sampai dia pada akhirnya bertemu dengan seseorang yang mana merawatnya, sampai sekarang dia dirawat dengan baik hingga besar. Seketika saat Rio mulai bemimpi tentang seseorang yang merawatnya sebuah cahaya yang terang mulai muncul dan dia mulai terbangun dari mimpinya.


“Hooaamm…. Berapa lama aku tertidur” kata Rio yang mana melihat waktu di smartphone miliknya.


Dia tertidur selama lima jam yang mana dapat dilihat dari suasana hari yang sudah sore, matahari sudah hampir terbenan dan Riopun langsung pergi kembali kekontrakan miliknya disana dia melihat kalau ada beberapa polisi yang berdiri didepan kontrakannya, para polisi itu lalu mendekati dirinya dan menanyai dia.


“Selamat sore pak boleh saya tahu apakah bang yang tinggal dikontrakan ini” tanya polisi tersebut.


“Iya aku yang tinggal disini, ada apa yah..???” tanya Rio yang penasaran kenapa bisa ada polisi didepan rumahnya.


“Kami menerima laporan kalau akhir-akhir ini ada penculikan anak yang mana sedang terjadi disini, tetapi pelakunya ditemukan mati bersama para anak-anak yang dia culik, kalai boleh saya tahu abang ada dimana pada malam itu” tanya polisi tersebut.


“Ooohh… aku habis baru pulang dari mengantar pesanan pelanggan ojek onlineku, setelah itu aku langsung pulang karena kelelahan” kata Rio dengan wajah biasa yang sama sekali tidak gugup sedikitpun.


“Begituyah kalau memang begitu ada yang mau saya tanyakan lagi, abang ada pernah melihat kejadian-kejadian aneh disekitar sini ???” tanya polisi tersebut.


“Kejadian aneh, apa yah oooh iya kalau tidak salah ada beberapa warga yang pernah bilang pernah melihat penampakan hantu disekitaran hutan, tetapi aku tidak tahu apa itu benar atau tidak” kata Rio.


“Hmmm… kami mengerti terimakasih banyak atas kerjasamanya, sekarang saya dan rekan saya akan pergi melihat hutan tersebut” kata polisi itu.


“Baik pak sama-sama, saya sebagai warga negara yang baik sudah sewajarnya membantu” kata Rio.


Polisi tersebut hanya tersenyum dan pergi bersama rekannya dan setelah dia meninggalkan Rio dia melihat kalau Rio langsung masuk kedalam kontrakannya, dengan mata tajam dia melihat Rio dengan curiga.

__ADS_1


“Bagaimana menurutmu ketua orang itu, aku rasa dia agak mencurigakan” kata rekan polisi tersebut.


“Iya aku dapat merasakan energy dari dewa disekitarnya, tetapi itu hanya energy kecil jadi ada kemungkinan dia sudah terkena sihir pengguna aplikasi DS Game yang telah memilik kontrak dengan dewa” kata polisi tersebut yang ternyata tahu tentang DS Game.


“Jadi haruskah kita awasi dia, beberapa orang dapat mengawasi dia selama beberapa minggu dan ada kemungkinan kita bisa dapat banyak Gold point” kata rekan polisi tersebut.


“Bodoh apa kau lupa, yang memantrainya adalah orang yang memiliki kontrak dengan dewa emangnya kau kira dia bisa mudah dilawan, dan lagi pula aku tidak yakin orang itu akan mendatangi dia lagi” kata polisi tersebut.


“Yaah… jadi sia-sia dong kita datang kemari” kata rekan polisi tersebut.


“Taaakk…” polisi itu lalu memukul kepala rekannya yang bodoh tersebut dengan kerasnya.


“Apa kau lupa dengan yang dia katakan, dia bilang kalau ada penampakan dari hantu disekitaran hutan ini, kalau kita beruntung maka kita dapat memburu roh gentayangan yang memegang alat sihir” kata polisi tersebut.


Sementara para polisi itu pergi mereka tidak sadar kalau Rio sedang mengawasi mereka dari atas langit, dia terbang dengan sayap berwarna emas kecil yang ada dipunggungnya.


Mantra sayap Garuda adalah mantra sihir yang dapat digunakan siapa saja dengan cara mendapatkan bulu emas milik Garuda, dengan tehnik sihir ini sang pengguna dapat terbang bebas diudara selama 30 menit dan juga tampa bisa dilihat oleh orang-orang biasa dan lawan.


“Hmmm… aku dapat merasakan energy gaib ditubuh mereka, ada kemungkinan mereka adalah pengguna aplikasi DS Game juga” kata Batara Kala yang berbicara lewat smartphone Rio.


“Kalau begitu ada kemungkinan mereka tahu tentang kebenaran kematian keluargaku” kata Rio, matanya memancarkan amarah yang laur biasa kuatnya dan dia juga sudah siap untuk membunuh keduanya jika diperlukan.


Lalu ketika kedua polisi itu pergi naik mobil mereka sementara itu Rio mengikuti mereka berdua dari atas langit, lalu setelah beberapa menit mereka berdua sampai didalam hutan yang tadi disebutkan oleh Rio.


“Sedang apa mereka datang kemari” kata Rio yang heran dengan kedua polisi tersebut.

__ADS_1


“Hahahah… mungkin itu semua karena perkataanmu, jadi mereka bertujuan untuk menakklukan arwah gentayangan yang ada disini” kata Batara Kala.


“Hmmm….?? Kenapa memangnya apa untungnya untuk mereka” tanya Rio.


“Jika kebetulan arwah gentayangan tersebut memiliki alat sihir maka mereka dapat mengambilnya dan memakainya atau bahkan menjualnya dipelelangan DS Game” kata Batara Kala.


“Keserakahan mereka membuat mereka percaya diri yah, atau sebenarnya mereka memiliki kemampuan” kata Rio.


“Jadi bagaimana sekarang, apa kau akan diam saja melihat mereka atau apa kau punya rencana” kata Batara Kala.


“Hmm… kau lihat saja nanti” kata Rio dengan senyum licik diwajahnya.


Sementara itu kedua polisi tersebut mulai mencari-cari keberadaan dari arwah gentayangan yang dikatakan oleh Rio, dan juga mereka telah bersiap dengan mengeluarkan smartphone milik mereka. Keduanya mencari-cari keberadaan arwah gentayangan tersebut didalam hutan dengan senter mereka berdua, dan setelah mereka masuk jauh lebih dalam lagi kedalam hutan mereka masih tidak menemukan keberadaan dari arwah gentayangan tersebut.


“Hei… apa kau menemukan sesuatu” kata polisi tersebut.


“Tidak-tidak ada, apa kau yakin yang dikatakan pemuda tadi disini” tanya rekannya.


“Entahlah dia juga tidak yakin, tetapi apa salahnya mencoba mencarinya” kata polisi tersebut.


“Tapi kau tahu pemuda itu mengingatkanku akan seseorang, tetapi aku tidak bisa mengingat siapa orangnya” kata rekan polisi tersebut.


“Mungkin cuman persaanmu saja” kata polisi itu yang mana terus mencari dibalik semak-semak.


Dan lalu “Buurrnn…” mereka melihat sesosok api biru yang mana terbang secara perlahan-lahan mengitari hutan, melihat sosok tersebut kedua polisi itu lalu menyiapkan smartphone mereka dan bersiap untuk memanggil mahluk panggilan mereka. Namun mereka tidak sadar akan seseorang yang mana telah mengawasi mereka sedari tadi, seseorang yang mana sedang bersiap untuk membunuh mereka berdua dengan tangannya sendiri

__ADS_1


Bersambung…..


__ADS_2