
Banaspati adalah salah satu dari monter yang terlahir dialam bawah, dia tercipta sejak pertama kali manusia takut akan api dan juga merasakan rasa sakit akan api, dia tercipta karena emosi negatif seperti itu, pada awalnya dia dulunya hanyal sebuah bola api kecil dialam bawah tersebut. “Grrr...” disaat itu dia dianggap remeh oleh para monster alam bawah lainnya, dan disaat ada yang ingin menyantap dirinya “Burrn...” tubuh mereka langsung terbakar begitu monster itu memasukan tubuh Banaspati kedalam perutnya.
“Burrnn... Burrunn...” pada saat itu untuk pertama kalinya dia membakar mahluk hidu, dia merasakan rasa nikmat dari monster yang dia bakar dan membuatnya menjadi semakin kuat.
Dan mulai dari sanalah dia memulai perburuannya, setiap hari selama jutaan tahun ada lebih dari jutaan monster alam bawah yang terlahir, akan tetapi setengah dari mereka mati karena menjadi santapan sesama mereka dan hanya ada ribuan yang dapat berevolusi ketingkat selanjutnya. Para monster alam bawah itu juga perlu berlatih dan melahap sesama lainnya untuk menjadi lebih kuat lagi, dan sampai pada akhrinya hanya tersisa ratusan yang mendapatkan kepintaran.
Lalu salah satu monster yang mana mendapatkan kepintaran tersebut Banaspati adalah salah satunya, dia menjadi salah satu monster alam bawah terkuat dialam bawah, terlebih lagi dengan kekuatan api miliknya dia “Trrassnkk...” dia membuka banyak retakan di dalam dimensi alam bawah dan membuat para monster alam bawah berkeliaran didalam dimensi lainnya dan membuat kekacauan. Pada saat itu para dewa dan juga iblis mulai bekerja sama untuk mengalahkan para monster alam bawah tersebut, dan yang memimpin para monster alam bawah itu adalah 10 monster yang mana adalah mahluk terkuat dialam bawah, terkecuali Banaspati yang mana melahap seluruh mahluk yang berusaha untuk mendekatinya.
“Burrn...” dengan api miliknya dia mengamuk diberbagai alam, dan sampai saat itu dia mendatangi alam manusia yang kaya akan energy sihir didalamnya, “Burrn...” saat itu Banaspati mencoba untuk masuk secara paksa kedalam alam manusia, dia bahkan menggunakan kekuatan miliknya untuk meledakkan pelindung dimensi dialam manusia tersebut. “Bomshkk...” sampai pada akhirnya Banaspati berhasil membuat retakan pada dimensi alam manusia tersebut, akan tetapi begitu Banaspati memasuki retakan dimensi itu “Trrassk...” dunia manusia melawan keberadaannya dan memberikan dirinya serangan yang mana membuat tubuhnya mengecil.
Tubuh api Banaspati yang terlihat seperti sesosok raksasa api yang berukuran 15 meter langsung menyusut, tubuhnya sekarang ini sangatlah kecil seperti sesosok anak kecil berumur 5 tahun yang mana terbuat dari api, pada saat itu dia menyadari betapa lemahnya dirinya dan Banaspati waktu itu memutuskan untuk bergerak secara sembunyi-sembunyi. Banaspati yang mana saat itu melemah kemudian untuk pertama kalinya bertemu dengan sosok manusia, dia melihat manusia seperti melihat makanan baru yang mana sangat menggiurkan dan dengan cepat dia berusaha untuk melahap para manusia tersebut kedalam api miliknya.
__ADS_1
“Burrnn...” api merah kebiruan yang mana ada disekitar tubuh Banaspati mulai membakar segalanya, dan para manusia yang mana adalah suku yang tinggal dihutan tersebut lenyap terbakar karena api miliknya, dan disaat itulah Banaspati menemukan sosok manusia yang melihat dirinya dari atas udara. Disaat itu Banaspati tahu kalau manusia tersebut sangatlah berbahaya, dan juga dia langsung bersiap dengan menyerap seluruh apinya yang dia sebarkan dihutan tersebut, “Wrrusst... Burrn...” dengan cepatnya Banaspati langsung berubah menjadi sosok pria dewasa dengan api yang membentuk tubuhnya.
“Hmm... menarik juga, sesosok entitas yang mana terbuat dari api, dan juga memiliki kecerdasan yang cukup tinggi” kata sosok manusia tersebut, dia adalah Solomon yang mana melihat Banaspati sedang mengamuk disekitar kerajaannya pada saat itu.
“Bomshk... Bushkk...” pada saat itu Solomon mengamuk menggunakan kekuatan dari 72 iblis miliknya, dia bahkan membuat area hutan yang ada disana lenyap dengan sekali serangan miliknya, dan pada saat itu tubuh Banaspati hampir terhapuskan dan dirinya langsung pasrah dihadapan Solomon.
“Kau cukup menarik juga, bagaimana kalau kau membuat kontra dengan dunia manusia” kata Solomon.
Disisi lain Gilang yang mana telah mendapatkan tubuh baru dari pengorbanan jutaan monster alam bawah, memikirkan rencana untuk mengalahkan Banaspati saat itu juga “Wrushkk...” akan tetapi disaat Gilang sedang berpikir, dengan sangat cepat Banaspati langsung bergerak kearah belakang dirinya. Menggunakan api miliknya dia mempercepat gerakannya, dan menggunakan api ditangan kanannya “Burrn...” dia membakar tubuh Gilang.
Akan tetapi disaat itu juga dari punggung Gilang “Krrasskk...” sebuah mulut yang sangat besar muncul, dan mulut itu langsung melahap api yang mana dilepaskan oleh Banaspati saat itu. Melihat kedalam mulut itu membuat Banaspati merasakan bahaya, “Fushkk...” dia lalu dengan cepat langsung terbang keudara dan “Burnn... Burnn... Burnn...” Banaspati membuat puluhan bola api berdiameter 15 meter dan “Frusshkk... Frusshkk...” dengan ganasnya dia melemparkan puluhan bola api tersebut kepada Gilang, “Bomhsk... Bomhsk... Bomhsk... Bomhsk...” bola-bola api itu langsung menghujani tubuh dari Gilang seperti sebuah meteorit yang berjatuhan kearah satu tempat, dalam sekejab mata area tersebut hancur dan rata oleh api yang dikeluarkan oleh Banaspati.
__ADS_1
“Hmm... nampaknya aku terlalu berlebihan, padahal sudah cukup lama tidak ada yang bisa seimbang melawanku selain Solomon” pikir Banaspati yang mana mengira kalau Gilang telah tewas.
“Fruhs...” secara tiba-tiba energy kegelapan yang sangat kacau langsung muncul, 9 pusaran hitam muncul disekitara tubuh Gilang dan “Frrushkk...” ke 9 pusaran hitam itu langsung menghisap api dari tubuh Banaspati yang mana menyebar disekitarnya, dalam hitungan detik hampir seluruh api yang ada disekitar area tersebut langsung tertelan oleh ke 9 putaran tersebut. Kesembilan pusaran itu mengeluarkan aura iblis dan juga aura monster alam bawah didalamnya, dan “Fushhkk...” dengan cepat ke 9 pusaran hitam tersebut langsung berubah menjadi sebuah bola hitam yang mana terbang kembali kearah Gilang, “Gluupp... Brruff...” Gilang kemudian melahap bola-bola hitam itu dan seluruh luka bakar ditubuh raksasa miliknya tersebut langsung sembuh dengan cepat.
“Hahahaha... rasanya pedas dan juga sedikit panas, kekuatan api milikmu itu sangat nikmat, dengan kekuatan api itu aku bisa menangkis api putih milik Rio” kata Gilang, disaat itu Gilang mulai serius.
“Srringgs... Srringgs... Srringgs...” ribuan mata pedang langsung keluar dari setiap bagian tubuhnya, dan setiap mata pedang itu mulai menyatu dan menjadi armor yang menutupi tubuh raksasa milik Gilang tersebut. “Srrannggstt...” dan bukan hanya itu saja, Gilang juga mengubah tangan kanannya menjadi sebuah pedang tajam yang mana mengeluarkan energy iblis yang cukup kuat didalamnya.
“Hahahaha... menarik juga, tampaknya kau sudah terpengaruh oleh pemikiran para monster alam bawah dan menjadi gila, kita lihat segila apa kau sampai berani melahap apiku” kata Banaspati.
Bersambung.....
__ADS_1