
Siluman manusia serigala putih adalah siluman berusia ribuan tahun yang mana sangat langkah untuk ditemui, itu semua karena jenisnya yang langkah dan dikatakan sebagai albino. Sejak terlahir sebagai siluman serigala putih biasanya akan berburu sendirian dan jika dia mau siluman serigala putih akan memburu siluman serigala sejenisnya, karena dirinya sejak lahir memiliki kekuatan sihir yang besar jadi dirinya sering diincar oleh mahluk-mahluk gaib untuk dijadikan suplemen dan bulunya yang cantik sangat laku dikalangan bangsawan alam gaib.
Namun ketika dia telah mencapai titik umur ratusan tahun maka siluman serigala putih akan mampu untuk mengendalikan ribuan siluman serigala yang lebih lemah dari dirinya, dan jika berada diusia ribuan tahun maka kekuatannya sama dengan 10 siluman berusia ribuan tahun. Dan sekarang ini mahluk langkah tersebut sedang melawan sesosok kakek tua yang mana sangat rentan, “Crraasskk… Crraasskk… Crraasskk…” dengan cakarnya yang mana dialiri energy sihir siluman manusia serigala putih dapat memotong baja dengan cakarannya, bahkan dia dapat melemparkan sihir tebasan lewat kelima cakaran miliknya.
“Hmmm…. Menarik-menarik, kau tidak seperti dua yang sebelumnya, kau cukup kuat juga” kata kakek Joko, dengan mengendalikan prajurit wayang dirinya dapat menahan setiap serangan cakaran dari siluman manusia serigala putih itu.
Tetapi kecepatan gerak kaki milik siluman manusia serigala putih sangatlah cepat, bahkan prajurit wayang milik kakek Joko tidak mampun untuk mengimbangi kecepatan gerak dari siluman manusia serigala putih tersebut, mengetahui kalau prajurit wayangnya tidak mampun menyerang dan hanya bisa bertahan “Trraak…” dari penyimpanan DS Game miliknya kakek Joko mengeluarkan sebuah tongkat hitam pekat. “Toookk…” dia lalu mengetuk tongkat miliknya ketanah sekali dengan sangat kuat, “Buummmsshh…” lalu disekitara dirinya langsung terbentuk sebuah ruang sihir yang membuat tubuh dari setiap orang yanga didalamnya menjadi berat.
“Gghhkkk…. Apa-apaan ini, alat sihir grafitasi” kata siluman manusia serigala putih tersebut.
“Hohohoho… sudah lama aku tidak menggunakan mainanku yang satu ini, jadi bagaimana kalau kita main tongkat sekarang anjing kecil” kata kakek Joko, dia lalu secara perlahan-lahan berjalan mendekati siluman manusia serigala tersebut.
“KETUA….” Teriak siluman manusia rubah wanita itu, pada saat dia berusaha menyembuhkan siluman manusia bunglon menggunakan sihirnya dia langsung menuju kearah kakek Joko disaat dia melihat ketuanya berada dalam bahaya, “Buush… Buush… Buush…” namun secara tiba-tiba muncul beberapa orang bertopeng dan memakai jubah putih yang sama dengan kakek Joko.
“Kalau kau ingin lewat maka kau harus melangkahi mayat kami terlebih dahulu” kata salah satu orang bertopeng tersebut.
“Jangan halangi aku” kata siluman manusia rubah wanita tersebut, “Crriinggss…” dia lalu menggunakan sihir pemikat miliknya untuk mengendalikan orang-orang bertopeng tersebut.
“Trraakss…” namun topeng yang mereka gunakan menahan efek dari sihir siluman manusia rubah wanita itu, melihat sihirnya tidak bekerja dia lalu mengeluarkan sebuah belati yang mana merupakan alat sihir. Sementara itu Rio dan Angga yang sudah kelelahan dengan santainya menyaksikan kakek Joko dan bawahawannya bertarung diatas pohon, mereka sebelumnya bergerak dengan cepat melompat keatas pohon disaat siluman manusia gajah tersebut dipukul oleh prajurit wayang milik kakek Joko.
__ADS_1
“Sialan kakek itu benar-benar sangat kaya, aku sama sekali belum pernah melihat alat sihir tipe area seperti itu” kata Angga.
“Hmmm…. Kita beruntung bisa melompat kemari disaat perhatian mereka teralihkan oleh siluman gajah itu, sekarang saatnya kita ikut bertarung juga” kata Rio, dia telah kembali pulih dengan cepat dan sudah mengisi lagi energy sihir yang diapunya dengan beberapa obat-obatan ajaib dari toko DS Game.
“Kau serius mau ikut dalam kekacauan itu, menurutku jangan nanti kita bikin kacau” kata Angga.
“Siapa bilang kita akan ikut campur, mudah saja incaran kita adalah tiga siluman itu” kata Rio.
“Hohohoh… kau mau membunuh mereka disaat mereka sedang lemah, Hahaha… dasar licik” kata Angga.
Sementara itu “Buumsshh… Buumsshh…” dengan kekuatan fisiknya siluman manusia serigala putih tersebut berusaha untuk berdiri disaat dia tahu kalau kakek Joko sudah ada didekatnya, “Fuusshh…. Fuusshh….” Dia berusaha menyerang kakek Joko namun dirinya tidak bisa menggapai kakek Joko yang mana bergerak sangat lincah dimedan grafitasi yang dia buat.
Dan disaat kakek Joko lengah “Srrraanggsss….” Dengan mengalirkan energy sihir yang sangat banyak siluman manusia serigala putih tersebut melancarkan serangan cakaran jarak jauh, “Trraanggsskk…” namun dengan prajurit wayang kakek Joko berhasil menangkis serangan cakaran jarak jauh siluman manusia serigala putih tersebut. Tetapi “Crrasstt…” sedikit serangan energy siluman manusia serigala putih itu berhasil melukai pipi kakek Joko, mengetahui dirinya terluka kakek Joko lalu mengeluarkan aura yang sangat mengerikan.
“Hohohoh…. Lumayan juga” kata kakek Joko, “Zrrinnggss…” dia lalu memantrai tongkat miliknya dan “Buussh…” dengan sangat cepat dirinya bergerak sampai sangat dekat dengan siluman manusia serigala putih tersebut, “Buuusskkk….” Dengan satu pukulan dari tongkatnya dia membuat siluman manusia serigala putih tersebut terhempas jauh.
“Gaaaaahh….. Crraaasstt…” siluman manusia serigala putih tersebut terhempas dan bahkan memuntahkan darah dari mulutnya.
“Sudah berakhir, sebaiknya kau menyerah saja dan akan kubuatkau jadi perliharaanku” kata kakek Joko.
__ADS_1
“Wuusshh…” namun dengan cepat Rio dan Angga langsung terbang kearah keempat siluman yang ada dibelakang kakek Joko.
“Dapat satu” kata Angga yang mendarat didekat siluman manusia bunglon yang masih belum bisa bergerak tersebut, “Trraasskk…” dia berusaha menyerang Angga menggunakan lidahnya namun dengan lincah Angga dapat menghindari serangan lidahnya “Srrasstt… Srrasstt… Srrasstt…” dengan cepat Angga memotong-motong siluman manusia bunglon tersebut menggunakan kekuatan angin miliknya.
“Rooaarrr…” lalu dari samping Angga siluman manusia singa jantan itu dengan cepat mengguanakan cakarnya berusaha menyerang Angga, “Trranggss…” namun serangannya ditahan oleh mahluk panggilan Angga yaitu Pastur kepala puntung. “Woouuff… Woouuff… Woouuff…” dengan anjing-anjing hitam miliknya Pastur kepala puntung lalu mengunci gerakan siluman manusia singa jantan tersebut.
“Grrrr… hantu sialan” kata siluman manusia jantan tersebut, dirinya merasa tertekan karena dikepung dari segala sisi dan tidak bisa sembarangan menyerang.
“Uuggkkk… sialan berapa lama aku tertidur” kata siluman manusia gajah yang baru sadar sehabis dipukul oleh prajurit wayang.
“Hei… kelihatannya tidurmu nyenyak, jadi kenapa tidak aku buat kau tidur untuk selamanya” kata Rio, dia lalu melemparkan sebuah bola hitam yang sebesar telapak tangannya “Trringgss…” bola hitam tersebut langsung jatuh kebawah kaki siluman manusia gajah tersebut.
“Haaah…. Apa ini..??” kata siluman manusia gajah tersebut, dia berusaha untuk mengambil bola hitam yang dilemparkan Rio barusan dan “Boommsshh…” secara tiba-tiba bola itu membesar dengan cepat dan menelan lebih dari setengah tubuh dari siluman manusia gajah tersebut, “Crraasstt…” dan disaat bola hitam tersebut menghilang setengah tubuh dari siluman manusia gajah itu langsung lenyap tampa sisa.
Melihat rekan-rekannya terbunuh satu persatu siluman manusia serigala tersebut langsung murka dan marah besar, “Rooaaarr….” Dan dari dalam tubuhnya keluar sejumlah besar energy sihir yang luar biasa besarnya, saking besar energy yang dikeluarkan oleh siluman manusia serigala putih tersebut area sihir grafitasi milik kakek Joko “Trraanggkkss…” hancur dibuatnya.
“Sialan dia mengamuk” kata kakek Joko yang menggunakan prajurit wayang untuk melindungi dirinya.
Bersambung….
__ADS_1
Berikan dukungan kalian semua jika menyukai cerita yang ada didalam novel ini, beri dukungan dengan cara Like, Komen, Giff dan Vote yah, agar penulis semakin semangat dan ceritanya semakin menarik lagi, Ok....