Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 32 Sang pemburu


__ADS_3

Setelah selesai menghabisi para orang-orang dari sekte sesat tersebut Rio bersama Lita dan Luna langsung kembali ketempat persembunyian mereka, tempat itu terlihat seperti gudang tua didekat pesisir pantai yang mana tidak banyak dikunjungi orang dan katanya tempat tersebut adalah tempat dimana banyak pelaut mati terbunuh karena terjadi kebakaran. Dan karena hal itulah tempat itu menjadi murah dijual kebanyak orang, setelah mengetahui hal tersebut Rio langsung dengan cepat menukarkan Gold point yang diapunya untuk uang tunai dan membeli tempat tersebut dengan harga Rp 250 Juta dengan pajak.


“Jadi kau membeli tempat seperti ini, gedung dikota-kota lebih bagus dari pada yang ini walaupun harga sedikit lebih mahal” kata Luna yang mana melihat kalau gudang tersebut sudah usang, dan terlihat akan hancur disapu angin.


“Alasannya cukup mudah, pertama karena tempat ini jarang didatangi sehingga mudah bagi kita untuk bisa bereksperimen menggunakan mahluk panggilan kita atau ilmu sihir yang kita dapatkan, kedua karena tempat ini terkenal angker jadi jika kita ketahuan seseorang memanggil mahluk panggilan makan kita bisa membuat alasan kalau itu adalah penghuni tempat ini dan lagi jika ada arwah gentayangan kita bisa memburunya, dan terakhir tempat ini murah dan srategis” kata Rio dengan tatapan sok pintar.


“Iya-iya aku paham, jadi kau sudah beritahu adek Lita tentang tempat inikan…??” kata Luna, karena Lita masihlah sangat kecil jadi dia harus pergi kesekolah dan menghadiri banyak les yang disiapkan oleh ibunya.


“Ooohh… sudah tapi dia kelihatan sangat sedih begitu tahu kalau dia tidak bisa ikut karena ada les” kata Rio.


“Iya anak itu memang sangatlah aneh, terlalu aneh melihat seorang gadis sekecil itu terbiasa dengan pembantaian dan darah” kata Luna.


“Jangan lupa kalau kita ini sudah terlibat dengan sesuatu yang lebih gila dari pada gadis itu” kata Rio, dia menyebutkan kalau mereka terlibat dengan permainan yang memaksa mereka untuk bertarung demi nyawa mereka.


“Hahahaha… aku paham maksudmu itu, aku juga tidak menyangka akan masuk kedalam game gila ini” kata Luna.


Seketika Luna mengingat kembali disaat dirinya masilah seorang gadis yang sangat polos, dia sering berjalan-jalan bersama kedua orang tuannya dan menjadi kebanggaan mereka, Luna yang pada saat itu masihlah SMA merasakan kebahagian dari keluarga kecilnya. Namun semua itu berubah disaat dirinya melihat keluarganya dibunuh dengan mata kepalanya sendiri, sesosok mahluk yang mana sangatlah aneh muncul didepan ayah dan ibu Luna dan dengan tangan besar miliknya “Crraasstt…” dia membunuh keduanya dengan mudahnya.

__ADS_1


“Gadis kecil yang sangat malang, kau tida bisa melakukan apapun dan tidak ada untungnya bagiku untuk membunuhmu sekarang, karena itu ambilah ini dan jadilah lebih kuat sehingga kau dapat berharga untuk bisa dibunuh” kata pria tersebut, dia memberikan Luna sebuah smartphone yang mana didalamnya diinstal aplikasi DS Game.


“Woiii…. Kenapa melamun kau gak mau keluar” kata Rio yang menyadarkan Luna dari kenangan masalalunya yang kelam, Rio yang mana sudah melihat kedalam isi gudang tersebut akan mengunci gudang itu.


“Aaahh… maaf aku hanya menghayal sebentar tadi” kata Luna dengan pandangan muka yang sedikit sedih.


“Ooohh… ok akan kukunci tempat ini, setelah itu akan aku pasang penghalang agar orang biasa tidak bisa masuk kedalamnya, dan beberapa jebakan dari alat sihir untuk yang bisa masuk secara paksa” kata Rio, “Pip-pip… pip-pip…” dia mengeluarkan berbagai macam benda dari tempat penyimpanannya didalam aplikasi DS Game miliknya.


“Hmmm… mantra sekali pakai seharga 50 Gold point ternyata dapat berguna juga, kelihatannya harga tidak bisa menipu” kata Luna yang mana menyentuh penghalang tersebut.


Mantra penghalang adalah sebuah perkamen yang mana diisi dengan sihir penghalang, dan dengan menggunakan penghalang ini orang-orang biasa yang tidak memilik kekuatan khusus ataupun lebih lemah dari pengguna tidak akan mampu menembus penghalang tersebut, dan jiga ada yang mencoba masuk maka mereka akan masuk kedalam dunia ilusi yang mana akan menampilkan penampakan para orang-orang mati yang sangat mengerikan.


“Bagus dengan begini tinggal memberikan kuncinya pada kalian berdua, dengan begitu kalian bisa sesuka hati masuk dan pergi kedalam gudang ini” kata Rio, “Pip-pip… pip-pip…” dia mengirimkan pesan kepada Luna dan Lita yang berisikan sebuah kunci otomtis dan terpasang langsung di smarphone mereka berdua.


“Ok… kalau begitu aku pergi dulu” kata Luna, “Bruumm… Bruummngggsss…” dengan cepat dia meninggalkan Rio menggunakan motor miliknya.


“Tidak kusangkan wanita sekuat dia dapat membuat wajah sedih seperti itu, yah sudahlah jangan terlalu dipikirkan kalau dia tidak mau cerita maka jangan dipaksa, aku juga punya beberapa masalah yang lain” kata Rio, “Wuusshh….” dengan mantra sihirnya dia mengeluarkan sayap dan dengan cepat langsung terbang kelangit dan pergi dari sana.

__ADS_1


Namun mereka berdua tidak sadar akan seseorang yang mana sedang mengincar mereka berdua, sesosok pria dengan rabut silver keputihan dengan sedang melihat sebuah gedung terbakar yang mana telah dikelilingi oleh polisi dengan garis dilarang masuk, pria tersebut lalu dengan santainya berjalan ditengah para polisi dan orang-orang yang ada disana tampa ada satupun yang menyadari dirinya. “Taaasskk…” dengan satu kali lompatan dia dengan mudahnya melompat keatas lantai kedua kedung tesebut, disana dia melihata banyak mayat yang sudah terbakar menjadi abu dan ada juga beberapa anggota sekte sesat yang tidak terbunuh.


“Itu dia….” Dengan cepat dia membuat para polisi yang mengintrogasi para anggota sekte tersebut tertidur dengan mudahnya.


“K… Kau… Kau siapa !!! kata para anggota sekte sesat tersebut yang mana baru sadar akan kehadiran pria tersebut setelah dirinya membuat para polisi-polisi yang ada jatuh pingsan.


“Kalian tidak perlu tahu siapa aku, anggap saja aku seorang pemburu dan kalian adalah orang yang mengetahui seperti apa buruanku itu” kata orang tersebut.


“K… kami tidak tahu apa-apa, dan kami tidak tahu kalau ada pembantai disini, Iya benar kami cuman ikut-ikutan teman kami yang bilang akan memberikan kami kekuatan” kata para pengikut sekte sesat tersebut yang masih hidup.


“Aku tidak perduli dan tidak ingin tahu semua yang kalian katakan, dan tampaknya percuma saja menanyakan langsung pada diri kalian” kata pria tersebut, “Trriiinggss…” dia lalu memanggil mahluk panggilannya dan munculah sosok hitam dengan empat kaki dan tubuh yang sangat besar “Crrasstt… Crrasstt… Crrauusstt…. Glluuppss…” dan dengan cepat mahluk tersebut memakan para pengikut sekter sesat tersebut hingga hanya meninggalkan satu kepala saja.


“Baiklah sekarang mari kita gunaka pisau ini” kata pria tersebut, “Crrasstt…” dia menusuk kepala tersebut menggunakan sebuah pisau belati kecil, dan dari gagang pisau tersebut muncul gelombung-gelembung yang mana merupakan ingatan dari orang tersebut.


“Krraattass… Krraattass… Krraattass…” lalu gelembung-gelembung itu meledak setelah dia sentuh, dan dalam sekejap dia mendapatkan ingatan dari para anggota sekte sesat tersebut lalu dalam ingatan itu dia melihat wajah Rio yang mana buram seperti ditutupi oleh sebuah kekuatan asing.


“Kahahah… lumayan ternyata dia menyiapkan semuanya bahkan sampai bisa menutupi indentitasnya seperti ini, aku rasa aku akan bersenang-senang melawannya” kata pria tersebut yang mulai tertarik untuk melawan Rio.

__ADS_1


Bersambung…..


__ADS_2