Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 92 Pernyataan perang bagian 2


__ADS_3

Setelah mengalahkan Bromo dan menghancurkan salah satu markas serikat pencari kebenaran, Rio tergeletak tidak berdaya direruntuhan itu Orang bati dan Garuda yang juga terluka parah dan kelelahan mulai kembali kealam mereka. Rio yang ditinggalkan sendiri itu tidak bisa berbuat apa-apa selain tergeletak tidak beradaya, dan lalu “Srrraahh…” Rio melihat sebuah penampakan dari sesosok raksasa tengkorak yang sangat menakutkan.


“Sialan apa itu malaikat kematian yang ingin mencabut nyawaku” kata Rio yang mana ketakutan melihat sosok tengkorak raksasa tersebut.


“Abang-abang gak apa-apa, kok muka abang pucat gitu” kata Lita yang turun dari telapak tangan raja hantu Pagebluk.


“Srrraakkhhh….” Setelah selesai mengantarkan Lita dengan selamat raja hantu Pagebluk lalu kembali kealamnya, melihat hal tersebut Rio merasa lega karena dia mengira kalau raja hantu Pagebluk adalah malaikat maut.


“Dadah… hati-hati dijalan yah….” Kata Lita yang melambaikan tangannya kearah raja hantu Pagebluk tersebut.


“Anak ini memang sangat lugu apa aneh, dia pikir hantu bisa mengalami kecelakaan dijalan, yang ada merekalah yang buat orang-orang mati kecelakaan” pikir Rio.


Lita yang melihat Rio tergeletak tak beradaya lalu mengambil sebuah tongkat kayu dan “Taak… Taak… Taak…” menusuk-nusuk Rio dengan tongkat kayu tersebut.


“Abang masih hidupkan” kata Lita.


“Iya masih, tapi bisa gak jangan tusuk-tusuk pakek tongkat kepalaku” kata Rio yang merasa kesal dengan tingkah Lita.


“Ooohh… kiraan gitu abang lagi sekarat, terus mau bilang kata-kata terakhir” kata Lita.


“Kau terlalu banyak nonton film dek Lita” kata Rio.


Tidak lama kemudian Luna dan Aji datang dengan mengendarai Kuda sembrani Luna membawa Aji terbang menggelantung diatas mulut Kuda sembrani, melihat hal itu Rio merasa agak kasihan dengan Aji tetapi melihat kondisi tubuhnya Rio memutuskan untuk tidak berbicara apa-apa untuk sekarang.


“Hei kau gak apa-apa..??” tanya Luna yang melihat Rio terbaring dilantai.


“Anggap saja aku bertemu dengan monster gila sebagai lawanku” kata Rio.

__ADS_1


“Eeeh… ada orang yang lebih monster dari bos” kata Aji.


“Oii… apa maksudmu kata-katamu tadi” kata Rio.


“Hahahaha…. tidak-tidak ada apa-apa, cuman salah ngomong aja” kata Aji yang ketakutan melihat aura milik Rio.


“Haaah… baiklah kalau begitu, sekarang ayo pindahkan aku ketempat yang aman, kita harus segera pergi dari sini sekarang” kata Rio.


“Ok… sini biar kubantu” kata Luna, dia lalu membopong Rio.


“Aku hampir lupa, Aji bagaimana dengan hal yang aku suruh” kata Rio.


“Oooh… itu tenang saja bos sudah selesai kulakukan” kata Aji.


Mereka lalu pergi terbang dan menggunakan sihir sayap Garuda mereka semua terbang kelangit untuk dapat menghindari jejak mereka terlacak, beberapa jam kemudian sekelompok orang menggunakan jubah hitam bermunculan disana. Mereka lalu dengan seksama mencari-cari disekitar reruntuhan disana, dan akhirnya mereka menemukan mayat dari Bromo.


“Dasar sialan tampaknya tetua Bromo juga dikalahkan, kita harus segera menghubungi markas pusat” kata salah satu orang yang menggunakan jubah tersebut, dia berdiri ditengah-tengah kumpulan orang itu dan terlihat seperti pimpinan mereka.


“Ketua segera kemari, aku menemukan sesuatu” kata salah satu orang berjubah hitam tersebut.


Mereka semua lalu mengikuti ketua mereka untuk melihat apa yang salah satu anggota mereka temukan, dan disana mereka menemukan sebuah tulisan yang ditulis dengan bercak darah “Ini baru awal” tertuli disalah satu tembok yang hancur tersebut, dan lalu saat salah satu dari mereka melihat sebuah alat sihir yang ada disekitar sana. “Traakk…” dia mengambil alat tersebut dan melihatnya karena dia sama sekali tidak pernah melihat jenis alat sihir itu.


“Hei apa yang kau penggang itu..??” tanya ketua dari kelompok orang berjubah tersebut.


“OOhh… ini ketua aku menemukan sebuah alat sihir yang aneh” kata salah satu anggotanya, dan lalu dari alat sihir tersebut terpancar energy yang cukup besar.


“Buusskk…” dengan sigap ketua dari orang-orang berjubah tersebut menendang anggotanya itu sampai dirinya terhempas, “Buussh…” dengan satu tendangan dia dapat menghempaskan dirinya sampai jauh dan lalu “Boomsshh…” alat sihir yang dipegangnya meledak dengan sendirinya.

__ADS_1


“Dasar bodoh, itulah akibatnya kalau kau menyentuh benda-benda yang tidak diketahui” kata ketua dari orang-orang berjubah tersebut.


“Sekarang kita harus apa ketua…??” tanya salah satu anggota orang-orang berjubah hitam tersebut.


“Kita kembali setelah mengamankan mayat-mayat itu, dan suruh tim pembersih untuk datang kemari dan hapus seluruh jejak kita disini” kata ketua dari orang-orang berjubah tersebut.


“Wuushh… Wuushh… Wuushh…” mereka lalu menghilang dengan sangat cepat tampa meninggalkan jejak sedikitpun, disisi lain Angga yang melihat dari jarak jauh mulai semakin tertarik dengan setiap pergerakan dari Rio. Sementara itu Rio dan para rekan-rekannya sama sekali tidak menyadari kalau pergerakan mereka sama saja dengan pernyataan perang kepada serikat pencari kebenaran, dan itu juga membuat para fraksi kecil yang lainny juga ikut ambil bagian dengan menyerang beberapa markas cabang dari serikat pencari kebenaran tersebut.


Dalam hitungan satu minggu serikat pencari kebenaran telah kehilangan lebih dari 20 markas cabang kecil yang mereka punya diseluruh dunia, dan bahkan beberapa markas besar mereka dialam lain sedang mengalami krisis karena peperangan dengan beberapa fraksi yang mana telah bersatu untuk mengambil alih wilayah dan harta dari serikat pencari kebenaran.


“Ketua sekarang kita harus apa, kau tidak akan diam saja dan melihat serikat kita hancur bukan” kata seseorang yang memakai jubah hitam namun memiliki tag nama “Tetua kedua” di dada kirinya.


“Yah harus bagaimana lagi, cara satu-satunya adalah mendapatkan rahasia keabadian dari Bahamut, dan untuk itu kita harus mencari anak yang bernama Rio itu, tetapi aku sama sekali belum menemukan tempat dia bersembunyi sekarang ini” kata ketua serikat pencari kebenaran.


Dan lalu disaat seluruh tetua disana sedang berusaha untuk menyudutkan ketua mereka, “Trraakss…” suara pintu ruangan terbuka dan seseorang berlari sambil membawa informasi penting.


“Lapor ketua kami telah menemukan tempat persembunyian dari orang yang bernama Rio itu” kata anggota serikat yang membawa informasi tersebut.


“Bagus sekarang kalian semua panggil seluruh anggota untuk segera pergi, aku juga akan kesana untuk menghabisi bocah itu” kata ketua serikat pencari kebenaran.


Lalu besoknya mereka telah sampai disebuah pantai yang mana terdapat sebuah gudang besar milik Rio, 100 orang anggota serikat itu lalu langsung menyebar dan mengepung gudang milik Rio.


“Ketua lapor kami telah mengindentifikasi lebih dari ribuan perngkap sihir telah terpasang disini, dan ada juga ala mekanisme sihir ilusi yang terpasang untuk menakutnakuti orang biasa” kata salah satu anggota serikat tersebut.


“Bagus hanya beberapa perangkap kecil dapat dengan mudah kau tangani” kata keuta serikat itu, “Zrringgss….” Dia lalu mengeluarkan sebuah gulungan dan didalam gulungan tersebut terpancar aura energy sihir dari lima element, “BUUURRSS….” Dan sebuah tembakkan energy sihir lima warna ditembakkan langsung kearah gudan tempat persebunyian milik Rio.


Bersambung….

__ADS_1


__ADS_2