
Dihutan yang gelap dan sepi angin malam mulai berhembus dan membuat banyak hewan-hewan yang ada disana pergi untuk bersembunyi, itu semua mereka lakukan karena insting mereka yang secara tidak sadar dapat merasakan niat membunuh yang sangat kuat dari balik semak-semak belukar, dan itu semua berasal dari satu orang yang mana memunculkan keinginan membunuh yang sangat murni.
“Hmmm… kelihatannya mereka telah terpancing oleh jebakanmu, sekarang kau akan bagaimana ??” tanya Batara Kala.
“Sekarang tinggal tunggu mereka sampai ditempat yang sepi, lalu aku akan siksa mereka dan introgasi mereka, kalau terpaksa maka akan kugunakan cara lain” kata Rio.
“Kalau kau sudah bertekat maka aku tidak akan menghalangimu, tetapi aku harus ingatkan padamu kalau ada bayaran untuk semua hal itu” kata Batara Kala.
“Aku tahu, tetapi aku siap untuk melakukan apapun demi mendapatkan kebenaran tentang kematian keluargaku” kata Rio, dia telah bertekat untuk melakukan segalanya demi mengetahui kebenaran tentang kecelakaan yang merengut nyawa kedua orang tua dan adiknya.
Sementara itu disisi lain kedua polisi serakah yang mana mencari keberadaan dari arwah gentayangan tersebut dikejutkan karena melihat sesosok api biru yang melayang, dan dengan cepat mereka bersembunyi lalu secara pelan-pelan mengikuti api biru tersebut dengan mempersiapkan smartphone mereka kedua polisi tersebut telah bersiap untuk memanggil mahluk panggilan mereka.
“Hei-hei…. Lihat itu kelihatannya dia tidak menyadari keberadaan kita, bagaimana kalau kita serang sekarang” kata rekan polisi tersebut.
“Tidak jangan dulu, kalau kita terburu-buru maka dia bisa kabur, lagi pula aku belum pernah melihat arwah gentayangan berbentuk api biru seperti itu, kita harus waspada karena kita tidak tahu seperti apa serangan seperti apa yang dia punya” kata polisi tersebut.
“Cih… kau terlalu hati-hati, lihat aku memanggil Buta Ijo datanglah” kata rekan polisi tersebut, “Krrraasshh…” dari belakang dirinya sebuah bayangan besar kemudian muncul dan dari dalam bayangan tersebut muncullah sesosok raksasa hijau dengan wajah seperti topeng putih yang mana dengan paras mengerikan dan memiliki taring-taring yang besar.
“Rrrooaarrrr….” Buta hijau yang mana telah dipanggil langsung dengan cepat menyerang kearah Banaspati, “Crrraakk…” dia mengambil pohon yang mana ada didekatnya dan melemparkannya dengan ganasnya “Boommsshh…” namun karena kecepatan gerak yang dimiliki oleh Banaspati dia dapat menghindarinya dengan mudah, “Wuusshh…” Banaspati lalu dengan cepat terbang pergi dari tempat itu meninggalkan kedua polisi dan Buta hijau yang ada dibelakangnya.
__ADS_1
“Dasar bodoh, memanggil Leak” polis itu yang mana melihat rekan bodohnya melakukan kesalahan langsung memanggil mahluk yang dia kontrakan, mahluk tersebut muncul dari dalam bayangan yang mana berupa sebuah topeng yang sangat mengerikan, “Krraaahh…” dan dari dalam bayangan tersebut munculah sebuah mahluk aneh yang mana hanya topeng yang mengerikan dengan tubuh tertutupi asap hitam.
“Krraaahh… Kakakaka…. Kakakak…” Leak itu lalu mengeluarkan lidah panjang dari topengnya dan dia lalu meluncurkan lidah panjang tersebut dengan cepatnya “Buusskk…” lidah tersebut lalu dengan cepat langsung mendekati Banaspati “Wussh…” namun dengan lincahnya Banaspati menghindari serangan lidah tersebut, “Boommsshh…” serangan lidah itu sangatlah kuat bahkan batu besar yang ada didekat Banaspati hancur dengan satu kali serangan dari lidah tersebut.
“Hehehe… dia menghindari serangan Leakmu, kelihatannya kau kurang latihan” kata rekan dari polisi tersebut.
“Cih… berisik kau ini semua terjadi karena ulahmu, kalau kau tidak gegabah maka dia tidak akan jadi waspada pada kita dan jadi sulit untuk diburu” kata polisi tersebut yang kesal terhadap perbuata rekannya yang gegabah tersebut.
Banaspati lalu dengan cepat terbang kearah dalam hutan, disana sangatlah sepi karena tidak banyak orang yang berani masuk kedalam sana bahkan para pemburu saja tidak berani masuk kedalam hutan pada saat dimalam hari, karena didalam hutan tersebut ada kemungkinan mereka bisa tersesat dan menjadi makanan bagi para binatang buas yang ada didalam hutan itu. Tetapi kedua polisi itu memiliki mahluk yang kuat menjaga mereka dan hal itu membuat mereka percaya diri ketika memasuki dalam hutan, lalu mereka melihat kalau Banaspati sudah berhenti bergerak dan menunjukkan wujud sesosok anak terbang dengan tubuh yang terbakar oleh api biru.
“Sialan tampaknya kita masuk kedalam perangkap” kata polisi tersebut.
“Srrasssttass…” dan dari belakang bayangan mereka tali-tali hitam yang mana muncul dari dalam bayangan kedua polisi tersebut muncul dan dengan cepat mengunci pergerakan mereka, kedua polisi yang mana lemah secara fisik itu sangat mudah terkekang oleh tali-tali hitam dari alat sihir milik Rio.
“Kau tidak mengerti yah, kalau begitu lebih mudahnya temanmu ini bilang kalau kalian sengaja dipancing kesini dan ini semua cumanlah perangkap yang aku siapkan” kata Rio yang mana keluar dari dalam kegelapan bayangan mereka berdua, dia beridiri menggunakan jubah hitam dan cambuk yang mengikat kedua polisi tersebut ditangan kanannya.
“Cih kau remaja yang tadi yah, ternyata kau memang adalah pengguna aplikasi DS Game” kata polisi tersebut.
“Kalau iya memang kenapa, bukannya apa-apa tetapi kondisi kalian sekarang ini sangatlah tidak memungkinkan untuk mengalahkanku” kata Rio yang mana menatap rendah kedua polisi tersebut.
__ADS_1
“Sialan….. Leak bunuh orang ini dan lahap organ ditubuhnya” kata polisi tersebut yang memerintahkan Leak untuk menyerang kearah Rio.
“Banaspati…. Bakar habis dia” kata Rio, dan dengan sekali perintah dari Rio dengan cepat “Buurrnnn….” Leak milik polisi tersebut langsung terbakar habis menjadi abu, api yang sangat kuat membakar seleruh tubuh Leak tersebut dan merubahnya menjadi abu.
“Sialan orang ini kuat, Buta Ijo bawa aku pergi dari sini” kata rekan dari polisi tersebut tetapi sebelum Buta Ijo bergerak menyelamatkan dirinya “Buurrnn…” Banaspati mengambil inisiatif dan langsung membakar Buta Ijo menjadi abu.
“Hei… padahal aku belum suruh lo, kenapa main bakar aja” kata Rio.
“Hehehehe… walaupun kau tidak menyuruhku tetapi aku tahu kau tidak ingin mereka berdua kaburkan, jadi karena itulah aku mengambil inisiatif sendiri lagi pula membunuh mereka mungkin akan menjadi pekerjaan yang menyenangkan” kata Banaspati.
“Hahaha… maaf tapi jangan bunuh mereka dulu, aku memiliki sesuatu yang ingin aku tanyakan pada mereka berdua” kata Rio, dia lalu mendekati kedua polisi tersebut “Buuskk… Buuskk…” dan menendang jatuh keduanya sampai tergeletak ditanah.
“Sialan kau akan masuk dalam penjara jika kau melakukan tindakan kasar pada aparat kepolisian” kata polisi tersebut, dia berusah untuk menggerakan jarinya dan memanggil mahluk panggilannya yang lainnya tetapi ikatan dari alat sihir milik Rio sangatlah kuat dan membuatnya tidak bisa bergerak seujung jaripun.
“Cih… jangan bicara seperti kau itu adalah polisi sungguhan, aparat palsu sepertimu adalah yang paling aku benci dan jika kau tidak mau berubah menjadi abu maka sebaiknya kau diam dan jawab saja pertanyaanku” kata Rio, makanya mengeluarkan amarah yang sangat kuat dan membuat kedua polisi itu gemetaran karena takut pada pandangan mata Rio.
Penjelasan : Leak adalah orang biasa yang memperaktikan sihir hitam jahat untuk mencari keabadian, dan untuk melakukan ritual sihir ini Leak membutuhkan darah dari embrio untuk menjaga keabadian miliknya. Dikatakan Leak memiliki kemampuan untuk berubah-ubah menjadi bentuk binatang buas tetapi wujud asli dari Leak adalah sesosok mahluk dengan lidah panjang yang menjulur dan gigi tajam dimulutnya.
Bersambung…….
__ADS_1