Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 335 Dia yang mengganggap nyawa sebagai mainannya


__ADS_3

Teppes yang dulunya pernah mengampuni Roy Black pada saat itu menyesali keputusannya, dia berpikir ulang kembali keputusannya disaat dia melihat perbuatan Roy Black yang mana mengakibatkan temannya Palasguss tewas, dan Roy Black juga membawa api peperangan pada wilayahnya dan membuat banyak keluarganya tewas terutama para murid-muridnya yang adalah para vampire leluhur. Karena penyesalan tersebut, ketika Teppes yang mana sedang berwujud monster melihat Roy Black, dia langsung merasakan amarah dan dendam yang sangat luar biasa, “Busshkk…” dan dengan cepat Teppes kemudian menyerang para Roy Black yang mana ada didepannya tersebut.


“Crrast… Krrastt… Srrastt…” dihadapkan dengan kebuasan dan kegilaan dari Teppes yang mana telah berubah menjadi monster, para Roy Black tersebut langsung kebingungan dan tidak tahu harus berbuat apa, “Srringg…” mereka menggunakan artefak milik mereka untuk menahan serangan dari Teppes, akan tetapi “Sraanggs… Trranggs…” dengan mudahnya seluruh artefak itu hancur dihadapkan dengan serangan brutal dari Teppes.


“Roaar…” bahkan salah satu Roy Black yang ada disana “Crastt…” digigit dan dijadikan mangsa oleh Teppes, dan dalam sekejap dengan darah dari Roy Black “Srrhhkk…” Teppes langsung menyembuhkan setiap luka yang ada ditubuhnya. Melihat hal tersebut Luna yang mana ada disana langsung melihat kearah Kuda Sembrani, dia melihat kalau Kuda Sembrani telah sembuh dari serangan Roy Black “Wussh…” dan dengan cepat Luna berlari kearah Kuda Sembrani “Wrruskk…” dan dengan sayap dari Kuda Sembrani “Fusshhkk…” Luna langsung pergi terbang keluar dari kastil tersebut.


“Aku tidak tahu mahluk apa itu, akan tetapi sepertinya dia memiliki dendam dengan sang raja siluman” kata Luna.


Sementara itu “Bomsh… Trrassk…” mendengarkan suara gemuruh Rio langsung bisa tahu kalau Teppes sedang menghadapi seseorang didalam kastil miliknya, akan tetapi dia tidak tahu siapa yang sedang dihadapi oleh Teppes saat ini. “Wussshkk…” kemudian dengan cepat Rio langsung bergerak untuk memastika keselamatan dari Luna, dia menggunakan alat sihir untuk bergerak didalam bayangan untuk bisa berlari lebih cepat dengan cara memasukan ujung kakinya kedalam bayangan dan membuat dia berseluncur menuju kearah Teppes berada saat ini.


Dan saat dia sampai disana Rio melihat kalau Teppes sedang bertarung habis-habisan melawan Roy Black, jumlah Roy Black yang tadinya ada puluhan sekarang telah berkurang menjadi 5 Roy Black setelah diserang dan setengah dari mereka disantap oleh Teppes.


“Ini menarik, nampaknya aku tidak perlu ikut campur sekarang ini” kata Rio yang mana memutuskan untuk tidak mengganggu keduanya bertarung satu sama lainnya.


“Wrruskk…” Rio lalu masuk kedalam dimensi bayangan dan memutuskan untuk mencari keberadaan dari Luna, sementara itu “Trringgs… Bomshh…” Roy Black mulai melawan Teppes yang mana telah menjadi monster dengan energy sihir miliknya, akan tetapi setiap trik yang dikeluarkan oleh Roy Black sama sekali tidak dapat menggores tubuh dari Teppes. Tubuh Teppes saat ini bagaikan isolator yang mana akan menetralisir setiap serangan sihir yang dilemparkan kearah dirinya, mengetahui hal itu “Srringg…” Roy Black mengubah taktiknya “Wusshkk…” empat dari mereka langsung bergerak maju untuk bertarung melawan Teppes, sementara yang satu lainnya melarikan diri untuk mencari bantuan dari rekan-rekannya yang lainnya.

__ADS_1


“ROOAAAR….” Dengan menggunakan auamannya kelima Roy Black tersebut langsung tidak dapat menggerakan tubuh mereka, “Trringgs…” dan dengan bola cahaya merah dimulutnya Teppes berencana untuk meledakkan mereka semua, “Trringgs… Trringgs…” tidak cukup dengan itu Teppes menumpuk sihirnya dan membuat bola cahaya merah tersebut menjadi semakin besar. Lalu dengan cepat “BOMMSHHKK….” Teppes meledakan seluruh Roy Black yang ada disana beserta seluruh ruangan tahta yang ada dikastil tersebut, mendengarkan ledakan yang ada disana Incubus yang mana telah melahap para monster alam bawah berwujud manusia berjalan dengan santai dengan tujuan untuk mengalahkan Teppes.


“Dengan begini aku bisa mengambil darahnya, lalu dengan darah itu tidak akan ada lagi yang bisa mengancam kekuasaanku” pikir Incubus yang berencana untuk merebut darah dewa iblis dari Teppes dan menggunakannya untuk dirinya sendiri.


Lalu sebelum Incubus sampai ketempat Teppes berada, dia melihat Satans yang mana sedang terluka parah dan menatapnya dengan tatapan hina, Satans sendiri yang mana melihat Incubus ada didepannya, berusaha untuk berdiri dihadapan Incubus dengan sisa-sisa kekuatan yang dia punya.


“Menyerahlah… kau sudah tidak bisa diselamatkan lagi, sudah waktunya untukmu mengubur semua mimpi itu Satans” kata Incubus.


“Diam kau dasar iblis hina, kau pikir aku akan menyerah dengan semua ini, aku pastika akan menjadi yang tertinggi lalu membuat semua mahluk hidup yang ada didunia ini dibawahku” kata Satans.


Akan tetapi disaat Incubus akan menghabisi Satans “Sraanggs…” sebuah serangan muncul dari belakang dirinya, dan serangan itu berasal dari Gilang yang mana memegang artefak milik Satans, melihat Gilang yang datang kemari Satans langsung tersenyum karena dia masih percaya kalau Gilang adalah jendralnya yang paling setia. Akan tetapi Satans menyadari satu hal yang paling penting, dan itu adalah Ira artefak kapak milik Satans saat ini berada ditangan seorang manusia yang mana bukanlah tuannya, dan saat melihat kearah wajah Gilang Satans bisa melihat senyuman licik dari wajah Gilang.


“Dasar manusia kotor, ternyata selama ini kau telah merencanakan semua ini, dan lagi bagaimana kau bisa memegang artefak millikku dengan tangan kotormu itu” kata Satans.


“Maafyah… orang mati tidak perlu mengetahui apapun” kata Gilan, “Srranggs…” dengan satu tebasan dari artefak kapak Ira, Gilang menebas leher Satans dan membuat kepalanya berguling ditanah.

__ADS_1


Melihat hal itu Incubus langsung menyadari kengerian dan juga kelicikan dari manusia yang bernama Gilang tersebut, dia juga melihat tindakan dari Gilang “Crrast…” yang mengambil jantung dari tuan yang dia layani untuk dirinya sendiri.


“Kau… apa sebenarnya rencanamu…??” tanya Incubus yang mana merasa penasaran dengan apa yang direncanakan oleh Gilang.


“Hmm… kalau kau mau tahu, maka kau harus hidup dulu untuk mencari tahu hal itu” kata Gilang, “Trringgs…” dia menggunakan aplikasi DS Game yang mana berbeda dari milik Rio dan pengguna aplikasi yang lainnya.


Aplikasi DS Game tersebut tidak tertanam didalam smartphone miliknya atapun didalam kristal hitam, namun aplikasi itu telah tertanam ditangan kirinya dan dengan mudahnya “Trranggs…” Gilang memanggil Titan iblis raksasa pembunuh dewa untuk datang. “GROOAAARR….” Dengan suara raungannya Titan itu membuat Incubus merasa terancam, dan saat itulah Incubus tidak bisa berbuat apa-apa selain melawan Gilang yang mana memegang kekuatan baru dari aplikasi DS Game.


“Haaaah… sialan, untung saja aku telah menyiapkan wasiat kerajaanku” kata Incubus.


“Bommshhkk…” dengan satu serangan dari Titan, alam dimensi kekuasaan Teppes tersebut menjadi terguncang, dan merasakan guncangan tersebut Rio langsung menggunakan mata naga miliknya untuk melihat apa yang terjadi.


“Gilang… kau disini juga rupanya” kata Rio yang mana dapat melihat aura Gilang dengan sangat jelas.


Bersambung…..

__ADS_1


__ADS_2