Demon Sumoning Game

Demon Sumoning Game
Bab 183 Peperangan kedua dewa bagian 2


__ADS_3

“Brruuhhskk…” suara dari langkah kaki para siluman berusia ribuan tahun yang mana langsung menyerang kedepan, para siluman itu dengan kecepatan kaki mereka memasuki hutan terlebih dahulu sebelum para ksatria darat memasuki hutan tersebut.


“Sesuai dengan rencananya, kami para siluman akan maju terlebih dahulu dan kalian menunggu disini sambil memanggil mahluk panggilan menggunakan kekuatan aplikasi” kata pimpinan tentara bayaran siluman tersebut.


“Aku mengerti, tetapi kalian juga berhati-hatilah aku dengan orang yang memimpin pasukan Batara Kala kali ini adalah seorang pengguna aplikasi yang sangat kuat” kata jendral para pasukan ksatria darat tersebut.


“Hahahaha… memangnya kenapa, dia tetap saja adalah manusia sekali kubunuh dia tetap akan mati” kata pimpinan para siluman tersebut, dia adalah sesosok siluman rusa putih berusia ribuan tahun yang mana sangat termpil mengendalikan hutan.


“Haaah… siluman sombong” kata jendral pasukan ksatria tersebut.


“Wuuuskk…” para siluman itu lalu memasuki hutan dan mulai mencari-cari keberadaan dari para pasukan Batara Kala, “Krrangg… Trranggs…” mereka lalu bertemu dengan dua sosok prajurit wayang besi yang mana sangat besar. Melihat prajurit wayang itu para silluman tersebut langsung mulai berpencar untuk mencari mangsa mereka masing-masing, disaat mereka melihat sebuah boneka prajurit wayang para siluman itu langsung mulai perburuannya.


“Hahah… mari kita jadikan dia mangsa pertama kita” kata sesosok siluman serigala.


“Baiklah kalau begitu aku akan serang dari depan” kata sosok siluman banteng.


“Roooaarr…” siluman banteng tersebut langsung menyerang dengan serudukannya, sementara itu siluman serigala langsung bergerak kearah belakang prajurit wayang tersebut, “Trranggss…” serudukan siluman banteng tersebut sangatlah kuat bahkan membuat tubuh besi prajurit wayang penyok. Sementara itu melihat prajurit wayang sedang teralihkan oleh siluman banteng, “Srringgs…” siluman serigala lalu mengeluarkan pedang miliknya yang adalah alat sihir “Srranggsstt…” dengan sekali tebasan siluman serigala itu langsung membelah kepala prajurit wayang tersebut.


“Hahah… mudah sekali” kata siluman serigala tersebut.


“Yah… ini sangat mudah, saking mudahnya ini terlalu mencurigakan” kata siluman banteng tersebut.


“Hmm… kau terlalu berpikiran negatif, lihat saja itu” kata siluman serigala tersebut.


Dari pandangannya para siluman yang ada mulai menyerang dan mengalahkan para prajurit wayang dengan sangat mudahnya, para siluman itu mengalahkan para prajurit wayang dengan kerjasama mereka dan juga alat sihir yang mereka bawa. Para siluman itu lalu mulai sombong karena mereka bisa mengalahkan para prajurit wayang dengan mudahnya, namun ketika mereka menurunkan kewaspadaan mereka “Krranggs… Crrranggs….” Para prajurit wayang telah dihancurkan tersebut mulai kembali seperti semula, sebuah kekuatan waktu melindungi tubuh mereka dan membuat mereka kembali seperti semula lagi.

__ADS_1


“Ap-apa…. Tidak mungkin” kata siluman banteng yang mana terkejut melihat prajurit wayang dia kalahkan kembali seperti semula lagi.


“Trranggs…” menggunakan tangannya yang besar tersebut prajurit wayang itu mengehempaskan siluman serigala tersebut, “Buussk… Buummsh…” siluman serigala itu lalu langsung pingsan setelah terkena sekali pukulan dari prajurit wayang tersebut.


“Cih.. sudah kuduga ada yang tidak beres, rupanya ini yang dinamakan prajurit abadi” kata siluman banteng tersebut.


“Srraangg…” dia mengeluarkan kapak yang mana adalah senjata sihir miliknya, “Wusstt…” dan dengan kuat dia menyerang kearah prajurit wayang tersebut “Crrasstt…” tetapi secara tiba-tiba seseorang yang mana menggunakan tudung tiba-tiba saja muncul dibelakangnya, dengan tombak emas sosok itu menusuk siluman banteng tersebut tepas pada jantungnya.


“Gaahkk… sialan dari mana kau muncul” kata siluman banteng tersebut.


“Trraaskkk…” lalu prajurit wayang mulai bergerak dan menghancurkan tubuh silumaan banteng itu dengan sekali pukulan.


“Disini tim A, kami telah mengamankan area ini” kata para orang yang mana menggunakan tudung hitam tersebut, mereka muncul entah dari mana dan langsung menyerang para siluman saat perhatian mereka dialihkan oleh para prajurit wayang.


“Disini tim B kami mengalami sedikit masalah, salah satu dari kami terluka tetapi dapat dipastikan musuh telah dikalahkan” kata sosok yang mana ada dibagian lain hutan tersebut.


“Semuanya berjalan seperti yang kau bayangkan” kata Dion yang mana sedang beradaa disamping Rio.


“Yah tidak juga, ini hanyalah sedikit perhitungan dan juga imajinasiku saja, kalau ada beberapa hal yang diluar dugaan rencanaku pasti akan kacau” kata Rio.


“Kalaupun rencanamu akan kacau aku yakin kau memiliki beberapa kartu untuk mengatasinya” kata Dion.


“Hahahha… kau benar-benar mengenalku, sebenarnya aku memang memiliki sebuah kartu baru, tetapi kartu ini kalau bisa tidak ingin kugunakan karena akibatnya bisa sedikit merepotkan” kata Rio.


“Lapor disini tim C, kami bertemu dengan pimpinan musuh disini dua orang dari kelompok kami telah jadi korban dan dikalahkan dengan mudah” kata kelompok tim C tersebut.

__ADS_1


“Hmm… segeralah lari, gunakan granat kejut yang aku berikan padamu” kata Rio lewat smarphone miliknya.


“Hehehe… sekarang kurasa ini waktuku untuk bekerja” kata Angga.


“Kau mau maju kesana…??” kata Rio.


“Yah…. Mau bagaimana lagi, kita harus menunggu sampai para mahluk panggilan musuh datang bukan, tidak lucu kalau kita kehilangan banyak orang dari beberapa hewan kecil ini” kata Angga.


“Baiklah…. Hati-hati dia adalah mahluk yang bisa mengendalikan puluhan siluman berusia ribuan tahun, kalau kau menganggapnya remeh maka kau pasti akan mati ditangannya” kata Rio.


“Tenang saja, aku sama sekali tidak akan kalah walaupun musuhku adalah dewa sekalipun” kata Angga, “Wuush…” dia dengan cepat terbang rendah melewati pepohonan tersebut untuk mengarah ke sosok pimpinan para siluman tersebut.


“Wuuussh…” saat siluman rusa putih tersebut mendengarkan suara angin yang aneh, “Trraak…” dia lalu menyiapkan alat sihirnya yang mana adalah sebuah tombak panjang dengan ujung kristal hijau sebagai mata tombaknya.


“Heeii…. Kau kelihatannya sedang bersenang-senang dengan anggota serikat kami” kata Angga yang mana telah berdiri dibelakang siluman tersebut.


“Manusia dari kekuatanmu aku bisa menebak kau pasti adalah salah satu pimpinan pasukan ini” kata siluman rusa tersebut.


“Yaah… bisa dibilang aku salah satu yang terkuat, tetapi bukan aku pimpinannya” kata Angga.


“Kalau begitu maka kau akan menyesal karena tidak menyerangku saat aku lengah tadi” kata siluman rusa putih tersebut.


“Maaf saja yah, menyerang musuh yang belum siap bertarung bukanlah hobiku, aku lebih suka menghadapi mereka satu lawan satu seperti ini” kata Angga, “Srrannggs…” dari bawah bayangannya sebuah golok yang mana digunakan oleh Pastur kepala puntung muncul.


“Buussh… Wuussh…” keduanya lalu langsung maju menyerang dengan senjata mereka, “Trraanggss…” hantaman senjata keduanya lalu menyebabkan getaran suara yang sangat besar sampai para ksatria mantahari dapat mendengarkan suara mereka.

__ADS_1


“Hahahah… bagus-bagus, kau memiliki kekuatan yang cukup hebat” kata Angga yang mana menggunakan kekuatan angin miliknya sebagai dorongan untuk membantu dia menghadapi fisik siluman rusa putih yang kuat tersebut.


Bersambung….


__ADS_2